Indonesia
NovelToon NovelToon
Masa Masa Bergairah

Masa Masa Bergairah

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Harem / Berondong / Playboy
Popularitas:30.4k
Nilai: 5
Nama Author: Penacurhat

Bagaimana jadinya seorang pemuda menjadi korban kekerasan. dan hidup nya berubah ketika dia tersadar dari koma nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penacurhat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Penyesalan

Brussshhh..

Siraman air menyadarkan Bagas dari pingsan nya, lalu seseorang menarik kain penutup kepala nya dari belakang, dia berusaha membuka matanya yang sangat berat, bersusah payah untuk mengaktifkan panca indera penglihatan nya.

"Gimana? enak! Perjalananya?" ucap Ron sambil menatap Bagas di hadapan nya, yang duduk pada sebuah kursi yang tertanam di lantai, tangan dan kaki Bagas terbelenggu dengan kuat.

"Sialan, lu Ron, apa elu dalang semua ini?" Umpat Bagas ketika melihat sosok yang duduk di depannya adalah orang yang ia celakai beberapa bulan yang lalu.

"Wooo.. Woo.. Santai bossquee,, gak usah pake emosi, bisa kan!" Ron bertepuk tangan kecil "kamu tau kenapa kamu ada disini?" tanya Ron, memajukan tubuhnya condong kedepan dan menatap tajam ke manik mata Bagas yang terlihat ketakutan, Bagas membalas tatapan Ron, mata Bagas merah dengan wajah yang sangat kesal.

"Hahahahaha... Wajah itu, haha.. Wajah seperti orang tak punya dosa saja, seolah-olah dirinya lah yang paling tersakiti" Ron tertawa sambil menghardik Bagas, yang menampilkan wajah ketakutan dan seperti tidak punya salah sama sekali.

"Apa bangga orang tua kamu, punya anak seperti kamu? Cuman bisa berbuat kesalahan, tanpa bisa memperbaiki. Terus dengan cara licik pula!" maki Ron, merubah tatapan nya menjadi sangat dingin, Bagas gemeteran ketakutan sudah menjalar di seluruh tubunya.

Andai saja tali tali tidak membelenggu kaki, tangan dan tubuh Bagas, pasti akan terlihat jelas betapa bergetar nya seluruh tubuh Bagas.

"Oiya aku lupa, kamu kan gak punya otak, gak bisa mikir sama sekali! cuman punya uang terus bayar orang yang punya otak buat nyelakain aku." hina Ron pada Bagas yang terlihat mengompol di tempat ia duduk.

"HAHAHA..." Ron tertawa sambil memegang perutnya, melihat bagas yang kena mental dan tidak dapat berucap apa-apa lagi.

Ron berdiri lalu menjauh dari Bagas. Tanpa memperdulikan Bagas, dia terus berjalan meninggalkan Bagas, disusul dengan dua orang yang berdiri di samping Bagas, sebelumnya.

"Bau pesing, biarin dia membusuk di sana sendirian, jangan kasih makan dan minum, biar makan eek sama pipisnya sendiri" pekik Ron ketika sudah lumayan jauh dari Bagas. Dia sengaja berucap seperti itu, untuk membuat mental Bagas semakin jatuh dan hancur.

Mata Bagas melotot, bibir nya bergetar, saking takutnya setelah mendengar ucapan Ron tadi dari jauh. Bagas tidak bisa apa - apa. Meronta juga tidak ada hasil, selain kursinya tertanam kuat di lantai, ikatan di tubuhnya juga sangat erat, sampai sampai menggerakan pantatnya saja tidak bisa.

"Ron, ampuni aku Ron.. Aku menyesal.. Ronaldd!" Teriak Bagas sekuat tenaga, tapi usahanya percuma, dia tidak mendapat wajaban sama sekali dari Ron. Dia dengan keadaan mental yang sangat buruk hanya pasrah menunggu ajalnya di ruang gelap dengan satu cahaya lampu berpendar kuning, di atas kepalanya.

Perlahan suara musik aneh terdengar, mulai dari volume pelan, perlahan nyaring dan terus nyaring, sehingga memenuhi ruangan dengan suara sangat keras. Lagu Karl Mayer yang terkenal bisa membuat orang gila ketika mendengarnya.

Mata Bagas kesana kemari mencari sumber suara, namun tidak terlihat satu pun pengeras suara itu, tubuhnya tambah bergetar, mental nya juga tambah hancur berkeping keping.

"Huaaa... Huaaaa.. Aayaaahh.. Ibbuuuu.. Huaaaaa.." Bagas menangis sambil berteriak memanggil ayah dan ibu nya. Karena sangat tidak kuat dengan rundungan ketakukan saat itu.

Di ruangan lain, Ron sangat bahagia melihat Bagas yang cukup tersiksa dengan serangan mental, sengaja Ron tidak melakukan serangan fisik yang dimana itu sangat mudah di lakukanya.

Karena prinsip! Ron hanya membalas kekerasan dengan kegilaan, seperti yang sekarang ia main kan dengan Bagas. Tidak seperti orang bilang bahwa 'kekerasan di balas kekerasan'. 'nyawa di balas nyawa'. Ron tidak menganut Faham itu!

"Biarin sampai besok, Zal. Sebelum 24 jam biar dia pulang, agar tidak masuk daftar orang hilang!" Ucap Ron pada Zal, dia berdiri lalu mengambil rokok dan membakarnya, lalu berjalan meninggalkan ruang pengawasan.

"Okesiap" Zal meyahut "Abang berdua jaga disini ya, kalo ada apa-apa langsung kontak gua" Zal menunjuk ke arah dua orang anak buahnya lalu menugaskan mereka berjaga memantau sisitivi di ruangan itu.

"O-iya bang, jangan lupa di kasih makan anak orang itu ya, hehe" ucap Ron kepada dua orang anak buah Zal.

"Kami mengerti!" Sahut kedua abang - abang sangar itu, bersamaan.

Ron dan Zal meninggalkan tempat eksekusi itu, dalam perjalanan mereka merencanakan sebuah hidangan penutup untuk Bagas, sebuah rencana yang pasti akan membuat satu keluarga bertekuk lutut di hadapan Ron.

***

Di mansion keluarga Tapanalu.

Terjadi sebuah kehebohan, orang orang sedang sibuk mencari Bagas. Yang entah dimana dan sejak kapan hilangnya.

"CARI SAMPAI DAPAT! WALAUPUN HARUS SAMPAI KE UJUNG DUNIA PUN, ANAK KU HARUS DI TEMUKAN, CEPATTT!!" bentak Bambang kepada beberapa anak buahnya yang bertugas sebagai keamanan mansion.

Dia terlihat sangat marah kepada seluruh penjaga Mansion, karena keteledoran penjaga itu, sampai-sampai Bagas yang nyelonong keluar tidak ada yang mengetahuinya.

"Siap Tuan!" Jawab Para keamanan itu, dan berbalik menuju beberapa mobil yang terparkir dan mulai mencari ke seluruh kota.

Bambang mondar mandir di dalam ruangan kerja nya, terus memikirkan Bagas yang tiba-tiba tidak ada di rumah, dengan sebuah mobil yang biasa di pakai anaknya kemana mana.

"Apa aku bilang Yah, anak itu cuman nyusahin aja, gak ada guna guna nya sama sekali" ucap Bunga dengan angkuhnya, menyalahkan adiknya yang terlalu tak berguna buat keluarga.

"Kamu jangan tambah runyam, Bunga!" sahut Bambang, terus mondar mandir seperti setrikaan, memikirkan Bagas. Wajahnya di penuhi kekhawatiran. Takut jika terjadi sesuatu kepada Anak kesayanganya itu.

"Heleh, Ayah terlalu memanjakan Bagas." ucap Bunga merasa kesal, lalu berjalan menuju pintu ruangan, bermaksud untuk meninggalkan Ayahnya sendiri di ruang kerjanya.

"Bunga, kamu gak bantu Ayah buat cari keberadaan Bagas?" Tanya Bambang ketika Bunga sudah menyentuh ganggang pintu.

Bunga berhenti, lalu memutar pandanganya menuju Ayahnya.

"Apa aku gak salah dengar?" Ledek Bunga "kan Bagas anak kesayangan Ayah! Kenapa minta bantuan aku?" Bunga menyindir Ayahnya, secara langsung.

"Bunga, maafin Ayah, tapi tolong lah kali ini saja, bantu Ayah mencari Bagas," ucap Bambang dengan lemah lembut, dan menatap Bunga dengan tatapan memohon, Dia sangat bersalah dan menyesal karena terlalu memanjakan Bagas, sehingga membuat kesenjangan kasih sayang antara Bagas dan Bunga.

"Nanti aku pikirin lagi" Bunga membuka pintu dan keluar meninggalkan ruang kerja Ayahnya, menuju kamar, sembari memikirkan permohonan dari Ayahnya.

Bunga duduk di depan meja kerjanya di dalam kamar, sambil memikirkan kembali ucapan Ayahnya, yang meminta dirinya untuk membantu menemukan keberadaan Bagas.

'Apa aku harus bantu ya? Bagaimana pun, sebodoh bodohnya Bagas dia masih ada hubungan darah sama aku! Tapi kalo gak di bantu, takutnya Ayah yang kena imbasnya! Aarghh.. Bikin pusing aja' batin Bunga, sangat bimbang untuk memutuskan pilihan nya, keputusan apa yang akan dia ambil, membantu atau tidak!.

Dengan berat hati Bunga menyetujui permintaan tolong dari Ayahnya, dan mulai membantu pencarian bagas yang sudah tidak ada kabar berita selama 15 jam, setelah Bagas tidak di temukan di rumah.

Bunga kembali menemui Ayahnya di ruang kerja Ayahnya, dengan membawa beberapa berkas yang sepertinya data dari orang - orang yang berkemungkinan dalang dari hilangnya Bagas.

"Yah! Ini informasi dari orang ku, apa Bagas pernah menyinggung seseorang sebelum kejadian Viral dulu?" Tanya Bunga, sambil menaruh map warna merah ke atas meja kerja Ayahnya. Lalu duduk di kursi depan meja kerja Ayahnya.

"Bagas tidak bercerita apapun pada Ayah, perkara dia pernah atau tidak menyinggung seseorang" Bambang mengambil berkas itu dan mulai menganalisa berkas informasi dari Bunga.

"Aku rasa Bagas pernah menyinggung orang yang tidak bisa dianggap remeh, dari informasi di situ ada beberapa nama orang orang di lingkup sekolah Bagas dan luar sekolahnya, tapi semua bukti tidak mengarah satu pun ke dalam daftar nama disitu" Jelas Bunga ketika Ayahnya mulai menganalisa berkas itu satu persatu.

Bambang terus membuka dan mencocokan beberapa hasil foto dengan nama-nama yang sudah di list oleh Bunga.

Dia mengingat nama orang orang itu satu persatu, dan dia sangat yakin pada satu nama, yaitu teman sekolah bagas di sekolah favorit.

"Ayah rasa kejadian ini ada hubunganya dengan orang yang bernama Ronald!" Ucap Bambang, menunjukan list nama dan memperlihatkan nya kepada Bunga.

"Ronald? Sepertinya tidak asing! Siapa ya?" Bunga bingung, dan mencoba mengingat siapa itu Ronald, dan baru itu juga dia mendengar nama Ronald.

"Ayah juga belum tau, siapa Ronald, tapi ada sebuah kejadian yang lumayan mengejutkan, kalau dia pernah mendapat serangan, ketika pulang dari berkencan dengan seorang wanita bernama Sinta, dan Ayah sempat mendengar Bagas cerita tentang wanita di sukainya itu bernama Sinta" Ucap Bambang mencoba mencocokan data dengan analisanya. Tangannya menumpu dagu dan menatap serius kearah Bunga yang duduk di seberang nya.

"Maksud Ayah! Bagas rebutan cewek, sampai bersinggungan dengan Ronald?" Tanya Bunga masih bingung dengan cerita Ayahnya.

"Mungkin! itu masih analisa Ayah, karena pas kejadian itu, Ronald dan temen wanitanya memutuskan keluar dari sekolah, dan mulai saat itu Ayah melihat Bagas seperti kegirangan dan juga seperti ada yang di tutup tutupi dari Ayah" Bambang mengulas ingatan dan mengurai rentetan kejadian satu persatu. Pengalaman dunia gelap yang ia miliki sangat membantunya untuk memecahkan sebuah kasus seperti yang terjadi sekarang.

"Kalau begitu! Aku mulai cari tahu siapa itu Ronald! Apa benar ada hubunganya dengan Bagas" Ucap Bunga lalu berdiri dan meninggalkan Ayahnya yang masih terus memutar otak untuk mengurai kejadian.

1
PRIDE [KESOMBONGAN]
semangat
Hanisah Nisa
lanjut
Penacurhat: siyap
total 1 replies
Penacurhat
Tes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!