Indonesia
NovelToon NovelToon
Surat Terakhir

Surat Terakhir

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:513.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: pipit fitriyani

Cover by@Iqbald26

S1

Aku akan mencintaimu dengan cara yang sebijak mungkin, tidak akan meminta balasan atau pengertian. hatiku cukup kuat untuk melakukan itu, namun aku tidak bisa menjamin bahwa kondisi hati ku akan tetap sama. tetap tinggal atau menyerah.

Aku pun tidak pernah tahu kata demi kata yang kutulis itu adalah surat cinta atau sebuah kata perpisahan. Menyerah karena lelah atau waktuku mencintai mu telah habis.

Sebuah perjalanan cinta dan segala perjuangan yang tidak mudah untuk mencapai titik bahagia. Bukan tentang pengkhianatan melainkan sebuah penyesalan yang menemukan penawarannya, meskipun takdir tetap yang memiliki kuasa atas jalan hidup manusia.


S2

Menyambung kisah yang tidak mudah. Terkadang seseorang tidak belajar dari kejadian yang lalu,hingga lupa bahwa posisi hati tidak akan selalu sama, akan ada sang pencipta yang maha membolak-balikkan hati.

Surat terakhir seringkali menjadi isyarat mereka akan pergi dalam keadaan bertemu kembali, atau perpisahan abadi sebagai garis takdir yang tidak bisa di bantahkan.


Akan ada hati yang dilema, tersakiti,menyesal dan maaf sebagai penawar. Namun biarkan kisah ini bercerita sampai bahagia memeluk mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ST17

Obrolan ketiganya sempat terhenti saat makanan ketiganya datang,dan mereka fokus menyantap makan siangnya. Aku pun menghabiskan makan siangku dan saat kami akan beranjak dari tempat duduk,aku menangkap obrolan perempuan cantik itu yang membuat aku bertambah Insecure.

"Aku ingin bertemu ibumu dan ayo kita menikah" Ucap perempuan sambil tertawa dan hal itu membuat aku sangat terkejut.

Pak Putra nampak biasa saja menanggapi omongan perempuan bernama Bu Raya itu,namun tidak dengan aku,kenapa Bu raya bisa sepercaya diri itu,dan sepertinya Pak Putra pernah sangat mencintai Bu Raya , mungkin saat ini juga masih.

Aku semakin tidak percaya diri,lagi pula mana mungkin pak Putra mau dengan gadis ingusan seperti ku. Mulai saat ini aku harus mengubur perasaan aneh ini,aku akan berusaha sekeras mungkin.

Kami pun meninggalkan kantin, sebentar lagi masuk kelas,entah kenapa aku sedikit tidak bersemangat.

"Inka aku perhatikan dari tadi kamu diam saja,mulut ku sudah berbusa sejak tadi tapi kalian malah asik mengunci mulut kalian!" ucap gigi si cerewet yang benci di abaikan

"Hah,kenapa?" tanya ku yang belum fokus pada ucapan gigi.

"Ih kalian berdua itu emang nyebelin ya,saking aja aku tuh setia kawan jadi aku menerima kalian apa adanya"

"Ngomong kamu sebaskom,ada juga kita yang kuat temenan sama anak manja dan cerewet kaya kamu!" ucap Lala membuka suara

"Si Lala sekalinya buka suara nyakitin,mending kunci lagi tu mulut. Enggak faedah!"

"Udah ih kenapa kalian berdua jadi adu mulut,yu masuk kelas"

Suasana belajar sangat tenang dan fokus pada materi yang sedang disampaikan oleh guru,ya sekarang jam pelajaran Pak Putra. Sesekali aku melihat ke arahnya, sepertinya suasana hatinya sedang baik,aku meyakini Bu Raya lah menyebabkannya.

Seperti biasanya pak Putra memberikan tugas dan harus di kumpulkan besok pagi,dan aku adalah seorang yang dipercaya untuk mengumpulkan tugas para siswi dan mengantarkannya ke ruangan Pak Putra.

**

Sepulang sekolah aku berjalan santai menuju asrama dengan kedua sahabat ku. Namun saat aku tengah bercanda dengan keduanya tiba-tiba ada suara yang memanggil namaku.

"Inka tunggu" Demikian suara yang aku dengar

Kami bertiga pun berbalik dan melihat ke arah suara tersebut.

"Pak Putra" ucapku pelan

"Maaf saya mengganggu perjalanan kalian,apa saya boleh bicara sebentar?"

"Memang bapak mau bicara apa,kenapa tidak di sini saja?" Itu suara Gigi yang selalu ikut campur

"Maaf,saya butuh teman kalian sebentar saja apa boleh?" ucap pak Putra.

"Boleh pak" ucap Lala dan langsung menarik Gigi meninggalkan aku dan pak Putra.

Setelah kedua sahabatku pergi,aku di ajak mengobrol dengan aku yang bertanya lebih dulu.

"Apa yang mau bapak bicarakan?"

"Oh ini,saya hanya ingin kasih hadiah buat kamu karena sudah membantu saya selama ini, termasuk mengoreksi soal-soal teman-teman kamu" ucap pak putra memberikan paper bag yang entah isinya apa.

"Ini apa pak?" tanyaku penasaran

"Kan tadi saya sudah bilang kalau ini hadiah,ini buat kamu"

"Ini berlebihan pak,saya senang membantu bapak,dan saya tidak mengharapkan apapun juga"

"Jadi kamu menolak hadiah dari saya?" tanya pak Putra yang membuat aku serba salah.

"Ti__tidak pak,saya tidak enak saja menerima hadiah dari bapak sedangkan peraturan di asrama ini dilarang Siswi dan Guru memiliki hubungan" ucap ku gugup

Sementara pak Putra seperti keheranan karena mendengar ucapan ku.

"Sebenarnya yang terlalu berlebih itu kamu,saya hanya memberikan hadiah sebagai ucapan terima kasih saja bukan berarti kita memiliki hubungan. Kamu ini lucu sekali sampai bisa berpikiran kesana" ucap pak Putra tersenyum

Aku yang mendengar ucapannya sedikit tersadar,bahwa aku sudah salah bicara.

"Ma__maaf pak,maksud saya bukan begitu" Saat pak putra akan menjawab ucapan ku tiba-tiba Bu Raya menghampiri aku dan Pak Putra.

"Put,kamu masih di sini?" tanya Bu Raya

"Iya ,aku ada urusan dengan murid ku"

"Gimana Put. tawaran ku untuk bertemu ibumu?" tanya Bu raya yang membuat aku semakin tidak percaya diri.

Ketika keduanya sedang asik berbicara aku pamit dan kembali ke asrama dengan perasaan yang tidak karuan,entah kenapa perasaan ini semakin tidak bisa di kontrol,aku harus segera menyudahinya sebelum aku merasakan apa itu sakit hati .

"Pak,Bu. Saya permisi lebih dulu,"

"Oh iya,ini hadiahnya di ambil saja ,saya masih membutuhkan bantuan kamu jadi mohon kerjasamanya"

Aku hanya mengangguk dan mengambil hadiah yang di berikan oleh Pak Putra. Tidak terasa air mataku jatuh begitu saja,padahal aku tidak menghendakinya,air mata seolah mengerti bahwa hatiku sedang tidak baik.

***

Hari demi hari ku aku jalani seperti biasanya,namun sudah beberapa kali ini aku memutuskan untuk fokus dengan belajar dan tidak ingin melibatkan perasaan. Terbukti nilai ku menurun,aku sebagai salah satu siswi penerima beasiswa harus bisa mempertahankan nilai ku bahkan lebih baik dari yang lainnya.

"Inka,tugas pak Putra sudah kami kumpulkan kamu tinggal menyerahkannya seperti biasa" ucap Ainun selaku wakil ketua kelas.

"Ainun aku boleh minta tolong?"

"Apa?"

"Bisakah mulai saat ini kamu yang melakukannya,dan aku yang akan mengurus hal lainnya yang berhubungan dengan kelas kita."

"Memangnya kenapa?"

"Tidak apa apa,itu pun jika kamu mau, kalaupun tidak mau biar aku saja. Aku harus rapat untuk olimpiade yang akan di adakan nanti,karena aku di pilih sebagai peserta"

"Oh seperti itu,baiklah"

"Kamu tidak keberatan kan?"

"Tidak kok,dengan senang hati aku akan membantu kamu,lagi pula aku juga wakil kamu jadi tidak masalah"

"Terima kasih Ainun atas pengertian kamu"

"Sama-sama,yasudah aku permisi mengantarkan tugas ini"

"Baiklah"

Aku merasa lega sudah menyerahkan tugas itu pada Ainun,jadi secara tidak langsung aku sudah bisa menghindari pertemuan dengan Pak Putra. Konyol memang kenapa aku harus seperti ini,tapi mau bagaimana lagi urusan hati di luar kendali ku.

**

Di tempat lain Ainun sedang membawa tugas para siswi yang biasanya di lakukan Inka,namun saat ini wakilnya yang membawa tugas tersebut.

"Permisi pak" ucap Ainun karena tidak berhasil mengetuk pintu ruangan pak putra karena kedua tangannya sedang sibuk membawa buku tugas para siswi.

Tak lama pak Putra pun membukakan pintu ruangannya.

"Masuk"

Setelah Ainun berhasil masuk ia pun meletakkan buku yang berbunyi 30an itu di atas meja .

"Kemana Inka,kenapa kamu yang membawa buku-buku ini?"

"Ada pak,dia sedang sibuk belajar untuk ikut olimpiade,jadi saya akan menggantikan Inka sementara waktu"

"Baiklah,kamu boleh pergi. Terima kasih"

Setelah Ainun meninggalkan ruangannya,Putra merasa kehilangan sosok Inka. Gadis itu sudah terbiasa mengisi hari-harinya,dan beberapa hari bahkan beberapa minggu ini Dia merasa kehilangan. Hal itu mungkin wajar,karena Putra sedikit bergantung pada sosok Inka.

***

Garing ngga si?

Siap nangis-nangis?

1
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
lanjut
abdan syakura
Mampir ya kak..
😉👍
Aina Aina
aku blom bergabung di grup Thor tong masukin dong
Magdalena Robot
jujur saja aku lebih suka putra ngak nikah untuk kesekian kalinya, walau pun mendiang istrinya mengatakan untuk menikah laki, soalnya menurut ku cinta itu, setia dan tulus sampai akhir hayat walaupun kita di tinggalin oleh orang yang kita cintai, tapi kita tetap harus hidup dan setia akan cinta. jujur yah sedikit kecewa sih, karena cinta yang lama di gantikan dengan cinta yang baru🥲🤗
Mamz'y Aira
makasih thor ... aq mrasa terhibur....
Mamz'y Aira
sedihhhh perihhhh.... nyesekkkk thor... nangis aq dibikin melou.... sm km thorrr
Mamz'y Aira
nyesekkkk thoootttt
Mamz'y Aira
serrruuuu bangetttt lanjuut thorrr
Imelda Nurrahmah
lanjuttttt
Fa Rel
putra g pantes bahagia
Fa Rel
baca novel baru kli ini g suka peran utama nyatu krna nyakitinnya bgt
Fa Rel
mless bgt maafin gampang amat hmm g sesuai.ekpesktasiku pdhl awalnya baguss bikin nyesek
Fa Rel
putra php doank jangan ma putra thor
Fa Rel
emaknya mati aja sono sebel bgt liat dia hasil merebut tk akan bahagia lu
Fa Rel
emak tiri jahat
Mikha Najwa
nyesek banget sampai uluh jantung
semangat thoor
Mikha Najwa
😢😢😭 rasanya tdk bosa berkata kata
Mikha Najwa
😢😢😭
Mikha Najwa
aku suka ceritanya
Mikha Najwa
aku suka ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!