Indonesia
NovelToon NovelToon
Suamiku Mahal Pujian

Suamiku Mahal Pujian

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:81k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rita Arcip

Bagaimana rasanya hidup dengan saling mencintai? Menyenangkan bukan? Tapi bagaimana jika suamimu, sangat 'mahal' akan pujian. Padahal, sejatinya, seorang wanita sangat ingin dipuji, meski hal yang ia lakukan adalah hal yang sederhana.

Raina Putri, menjadi wanita yang setengah beruntung itu. Disatu sisi ia merasa sangat beruntung di muka bumi ini.

Memiliki suami yang super setia, baik, dan sangat mencintainya. Jangan lupakan parasnya yang tampan dan pekerjaannya yang mapan.

Tapi, disisi lain hatinya, Raina merasa kehidupan rumah tangganya sedikit hambar.

Ketika sisi wanitanya ingin dimanja dan dipuji oleh sang suami, namun suaminya tidak pernah peka tentang hal itu.

Banyak laki-laki yang menginginkan dirinya, masuk sekali dalam kategori pria idamannya. Namun, sekuat hati ia menjaga perasaanya untuk Irsyad, suaminya.

"Mas Irsyad..." panggilnya lirih.

Dia melihat dengan jelas, bahwa suaminya tengah berciuman dengan wanita lain.

Sakit? Tentu saja, bahkan lebih dari itu. Suami yang selalu ia banggakan pada dunia, tega menghianati cintanya.

"Raina, dengarkan aku dulu! Kumohon..." pintanya seraya meraih jemari Raina. Gadis itu menepisnya kasar.

"Jangan sebut namaku dengan mulut kotormu!" Tegasnya dengan suara tinggi.

Ditatapnya wanita yang berada di belakang suaminya. Wanita itu tengah tersenyum menang.

"Aku tunggu kamu di pengadilan, Mas!" Ucapnya lirih, bagaikan sambaran petir ditelinga Irsyad.

"Baguslah, jika kau sadar diri. Memang hal itu yang harus kalian lakukan! Bercerailah! Setelahnya, jangan ganggu kehidupan kami!" Perintahnya tanpa malu.

"Kau tenang saja, aku takkan mengganggu kehidupan kalian. Karena menurutku, seorang pengkhianat memang lebih cocok dengan seorang penggoda!" Kata Raina penuh penekanan.

Dilihatnya Irsyad sedang menatapnya dalam. Air mata meluncur membasahi pipi lelaki itu.

"Maafkan aku, kumohon Raina..." pintanya lirih.

Namun Raina berlalu begitu saja. Menulikan telinganya. Hatinya remuk seketika, dadanya sesak. Rinai gerimis membasahi pipinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Arcip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Risma mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja. Aku tahu, sekarang beliau sedang berpikir tentang tawaranku.

"Oke, baiklah. Tapi besok saya ingin sudah ada jawabannya, Rai." Tawarnya, membuat mataku membulat sempurna.

Aku hanya mengangguk. Aku belum yakin kalau mas Irsyad akan menyetujui keinginannku untuk menjadi asisten Bu bos.

Setelah mengucap salam, aku segera melangkahkan kaki keluar dari ruangan bu Risma. Aku duduk di kursi kerjaku sembari mengehela nafas berat.

Jika aku menerima tawaran bu Risma, itu artinya aku akan sedikit sibuk. Lihatlah suamiku, dia juga menjadi asisten pribadi.

Membuatnya jarang pulang tepat waktu, sering ke luar kota dan ke luar negeri juga. Huh! Aku pusing memikirkannya.

"Kenapa sih cantik, mukanya kusut banget. Kaya baju yang belom disetrika." Tanya Billy mengejutkanku.

Seandainya yang memanggilku cantik itu mas Irsyad, pasti aku sudah tersenyum. Suami mahal pujianku tiba-tiba aku merindukannya.

"Apaan sih Bil, aku lagi pusing nih." Ketusku padanya.

Dia hanya tersenyum kecil, lalu menggeser kursinya lebih dekat denganku.

"Kenapa sih Rai? Bu Risma ada perlu apa sama kamu?" Kini Laras yang memberiku pertanyaan.

"Aku ditawari menjadi asisten pribadinya. Aneh kan? Padahal pasti banyak yang lebih hebat dariku." Kataku sembari memejamkan mata.

"Wah hebat dong Rai. Iya ngga Bill?" Ujar Laras antusias.

"Iya benar tuh kata Laras. Kamu harus terima tawaran Bu bos, Rai. Kesempatan takkan datang dua kali." Kata bijak keluar dengan mulusnya dari mulut Billy.

Aku membuka mataku, memandang ke arah Laras dan Billy bergiliran. Wajah mereka sangat senang sekali. Aku bingung melihatnya.

"Tapi, suamiku belum tentu mengizinkan. Pasti kerjaan baruku akan menyita waktu. Apalagi aku akan sering ke luar kota atau luar negeri. Mas Irsyad belum tentu mengerti." Keluhku dengan wajah sendu.

"Kalau dia benar-benar mencintai kamu, dia akan mendukung setiap keputusanmu Rai. Selagi itu di jalan yang benar." Lagi-lagi kata bijak keluar dari mulut Billy.

Si pemuda ngeyel dan petakilan itu berubah menjadi pria dewasa disaat seperti ini.

"Tumben tuh mulut bicara yang ada benarnya. Biasanya cuman gombalan aja yang keluar." Cibir Laras, seraya memanyunkan bibirnya.

"Tuh bibir minta di cium ya. Sini Abang cium." Goda Billy sembari memajukan wajahnya ke arah Laras.

Dengan segera Laras menjauhkan tubuhnya. Aku terkekeh melihat kelakuan dua manusia itu. Hati sedikit lega, mendengar penuturan Billy tadi.

"Jauh-jauh sana Bill, jijik tahu! Awas aja ya, kalau tuh bibir nyosor ke sini." Tunjuk Laras pada bibirnya.

Billy terkekeh melihat tingkah malu-malu Laras. Kulihat semburat merah di pipi Laras. Aku semakin yakin kalau Laras menyukai Billy.

"Pipimu merah Ras, awas nanti ketahuan Billy." Bisikku, Laras langsung mengambil cermin kecil dalam tasnya.

Laras melototkan matanya padaku, aku tahu dia malu saat ini. Karena ketahuan olehku.

"Bisikin apaan sih Rai? Kenapa coba nih gadis lampir tiba-tiba ngambil cermin? Udah wajahmu tetap gitu-gitu aja. Kaga cantik sama sekali." Mulut tanpa filter dari Billy mulai muncul.

Laras mendelik sebal, ditaruhnya cermin tadi. Lalu memukul lengan Billy sepuas hatinya.

"Udah-udah berantem terus. Ayo kita kerja lagi." Kataku melerai mereka.

Billy kembali ke tempatnya, begitupun dengan Laras.

********

Sore ini, suamiku janji akan menjemput. Aku menunggunya di luar kantor. Tak lama mobil putih itu berhenti tepat di depanku. Aku segera memasuki mobil sembari tersenyum ke arah suamiku.

Betapa terkejutnya aku, saat mataku melihat seseorang yang tengah duduk manis di kursi belakang.

"Maaf saya merepotkan suamimu lagi Rai. Saya akan ke bengkel untuk menjemput mobil saya." Ucapnya santai, ah aku bahkan tak menanyakannya.

Aku sungguh tak perduli! Baguslah ia mengambil mobilnya, agar tak di antar jemput oleh suamiku.

"Iya Tuan, tidak apa-apa." Jawabku malas.

"Sayang, kita ke supermarket dulu ya. Aku mau beli bahan makanan untuk masak." Kataku pada Mas Irsyad.

Aku sengaja memanggilnya 'sayang' agar si bos genit itu tahu diri.

1
Retno Wulanningrum
tak tengok tiap hari kok ndak up... up sich thooor,
Retno Wulanningrum
tapi kok aku ingin raina jadian sma bisma, biar si irsyad itu bisa jaga hati dan kepercayaan yg dibeikan sa raina, dan bikin irsyad ntar nyesel
Retno Wulanningrum
lanjuut thooor jngam bikinraina dan irsyad bercerai
ncns.nay
Jangan di gantung dong Thor😭
Lanjut lagi ya Thor semangat 💙💙💙
Pena titipan
lanjut Thor semangat jangan di gantungin dong lama amat up nya
riniratna ningsih
ini cerita ada lanjutan nya g sich?
Dhe cungkring Dhe cungkring
kamu lupa t thor koK gk up"
mbuh
crazy up
riniratna ningsih
lama amat up nya
Heny
cuman mau mengintip ternyata belum up
Isu💟THY
👍👍👍👍👍
Dhe cungkring Dhe cungkring
Thor...
Yuli Ani
ditunggu up nya ya Thor yg byk 😘😍
Lina Linnot Part III
lanjutt thor
🔵♨ˢᶜ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ as⏤͟͟͞R¢ᖱ'D⃤zc❖
lah ga jadi2 ke dokternya
mbuh
lagi thor
feliza keith
👍
anikkkk
jangan buat bisma jadi jahat thorr,,biar vania aja yg kahat....
mbuh
lagilah
Karmilawati Lukman
lanjut thor... sayang sih klo sampe irsyad dan raina sampe cerai tp di sinopsisnya kan irsyad berciuman dgn wanita laen jadi mau dibilang apa??? raina udah terlalu bnyk mengalah dan bnyk dibohongi irsyad.. rainanya hrs tegas biar irsyad jg bs ambil sikap. lanjut terus thor. semangat. jgn lama2 ya thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!