Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpisah Oleh Takdir

Terpisah Oleh Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cintapertama
Popularitas:205
Nilai: 5
Nama Author: Diah Lubis27

Mengisahkan tentang seorang pria yang sudah beristri yang mengalami sebuah kecelakaan hingga mengakibatkan ia kehilangan ingatan dan menikah dengan wanita beda keyakinan.
Akan kah kisah cinta mereka bertahan?
Bagaimana akhir kisah cinta mereka?.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Lubis27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17

Seperti yang sudah di jadwalkan, hari ini Albert akan pergi ke kota untuk membawa hasil panen semangkanya kepada pedagang langganan mereka.

biasanya yang akan pergi untuk mengantar hasil panen semangka ini adalah Pak Pohan, namun setelah Jesica dan Albert menikah dia menyerahkan tugas ini pada Albert menantunya dan dan pak Pohan hanya mengurus bagian penanaman saja.

"Bagaimana, sudah siap?" pak Pohan datang menghampiri Albert yang sedang berdiri di samping mobil pickup nya.

"Sudah ayah. " Jawab Albert.

"Kalau begitu berangkat lah dan Hati-hati. "

"Albert pun pergi mengendarai mobil pickup menuju kota dengan di temani salah seorang pemuda dari kampungnya.

"Bang Albert apa nanti saat sudah sampai di kota kita bisa mampir sebentar ke salah satu pusat perbelanjaan aku mau beli sesuatu untuk istriku yang sedang ngidam. " Tanya pemuda yang ikut bersamanya untuk mengantar semangka.

"Tentu saja bisa aku juga nanti mau mampir ke sana beli sesuatu. "

"Kebetulan sekali kalau begitu. "Ucap pemuda itu lagi.

Setelah menempuh perjalanan hampir 4 jam lamanya akhirnya Albert tiba di kota dia langsung mengendarai mobil pickupnya menuju alamat yang sudah di berikan oleh mertuanya.

"Pak Johan ini semangkanya mau di taruh di mana?" Begitu tiba Albert langsung menemui pemilik toko buah langganan mereka.

"Oh, kamu pasti menantunya pak Pohan kan? susun saja di atas meja yang besar itu. Kalau bisa tambah dua kali lipat dari jumlah pesanan saya biasanya ya soalnya hari ini akan ada orang yang mau membeli semangka dalam jumlah besar."

Albert dan pemuda yang ikut dengannya saling pandang.

"Rejeki nomplok ni. " Ucap mereka bersamaan.

Setelah selesai menurunkan semangka sesuai jumlah yang di minta oleh pemilik toko buah dan menerima bayaran Albert dan temannya pergi meninggalkan toko buah itu dari pintu samping yang memang di sediakan oleh pemilik toko agar memudahkan para su player buah untuk meninggalkan toko tanpa harus keluar dari pintu depan.

Tepat setelah mereka tiba di samping mobil pickupnya dan sedang membuka pintu mobil itu tanpa sengaja Albert menoleh ke arah halaman toko dan terlihat dua orang wanita berhijab yang sedang berjalan di halaman toko itu dan ingin memasuki toko buah itu.

Tiba-tiba sebuah bayangan samar tentang seorang wanita yang sedang bersandar manja di bahunya terlintas begitu saja, membuat kepala Albert mendadak sakit.

"Aaaakkk... " Albert mengerang sambil memengang kepalanya.

"Bang Albert, abang kenapa?" Pemuda yang bersama Albert itu panik dan langsung membantu Albert naik ke dalam mobil.

"Tidak tau, kepalaku tiba-tiba sakit. " Ucap Albert dengan keringat bercucuran dari keningnya karena menahan sakit.

"Tolong ambilkan obatku di dalam ransel itu. " Ucap Albert lagi.

Pemuda itu Langsung mengambilkan obat yang di minta oleh Albert dan menyerahkannya kepada Albert.

"Kak dua orang di sana itu kenapa? salah satunya seperti sedang kesakitan!" Ucap Aisyah yang tak sengaja menoleh ke arah Albert dan temannya namun hanya tampak wajah teman Albert yang terlihat panik dan bagian belakang tubuh Albert.

"Entahlah, apa perlu kita lihat siapa tahu butuh pertolongan." Karisa juga menoleh kearah yang di tunjuk oleh Aisyah.

Keduanya pun berjalan mendekat ke arah mobil pickup itu. Namun baru berjalan beberapa langkah handphone milik Aisyah berdering dan terlihat nama umi tertera di layar handphone nya.

"Kakak ke sana duluan saja, aku angkat telepon umi dulu!"

Karisa mengangguk lalu lanjut berjalan kearah mobil pickup itu.

Tapi sebelum ia sampai di dekat mobil pickup itu pintu mobil itu sudah di tutup dan mobil itu pun melaju pergi. Akhirnya Karisa pun berbalik dan kembali berjalan kearah Aisyah.

"Sudah selesai, apa kata umi?"

"Sudah. Kata umi kita di suruh cepat pulang karena keluarga mas Amar sudah mau sampai. Lalu bagaimana dengan dua orang tadi?"

Aisyah menoleh ke arah mobil pickup itu yang ternyata sudah tidak ada di tempat itu lagi.

"Sudah pergi. " Ucap Karisa.

"Ayo lanjut beli semangkanya terus langsung pulang. " Karisa menarik tangan Aisyah dan membawanya masuk kedalam toko.

Sore harinya Albert dan Pemuda yang ikut dengannya ke kota sudah kembali ke kampung mereka.

"Bang Albert terimakasih ya, istriku pasti senang sekali." Pemuda itu tersenyum sambil mengambil bungkusan yang tadi di belinya dari kota.

"Sama-sama, syukur lah kalau istrimu senang. Tapi sejujurnya saat pertama jumpa kamu tadi pagi aku pikir kamu itu masih single. " Albert mengutarakan rasa penasarannya yang sudah ia pendam sejak pagi karena sejujurnya pemuda yang ikut dengannya ini masih terlihat sangat muda terlihat seperti baru lulus sekolah menengah atas saja.

"He.. he.. he.. " Pemuda itu tertawa sambil menggaruk kepalanya.

"Sebenarnya memang masih muda bang masih 19 tahun. Tapi....." Pemuda itu kembali nyengir.

"Sekali lagi terimakasih bang. " Pemuda itu pun berlalu pergi.

"Aku pulang!" Teriak Albert saat tiba di rumahnya.

Mendengar itu Jesica yang tadinya sedang berada di kamar melipat pakaian segera keluar untuk menyambut suaminya itu.

"Sudah pulang, bagaimana perjalanan hari ini?" Jesica segera mengambil beberapa barang yang sedang di tenteng oleh suaminya itu lalu meletakkannya di atas meja.

"Apa saja yang kamu beli banyak sekali?" Jesica melihat deretan barang yang baru saja di letakkannya di atas meja.

"Barang-barang sepesial. " Bisiknya di telinga Jesica.

"Bluuussss.... " Telinga Jesica langsung memerah teringat sesuatu yang di tunjukkan Albert di layar handphone tempo hari.

"Aku mandi dulu. Ingat yang bungkusan warna merah harus segera kamu simpan di kamar, sepesial untuk kamu. " Lalu pergi begitu saja tanpa memperdulikan wajah Jesica yang sudah berubah menjadi kepiting rebus.

"Albert sudah pulang ya?" Tanya Maria yang mendengar suara Albert.

"Mana dia?" Tanyanya lagi karena tak melihat menantunya itu.

"Pergi mandi. " Dengan secepat kilat Jesica langsung menarik bungkusan yang berwarna merah yang tadi ia letakan di atas meja bersama bungkusan yang lain.

"Apa saja yang di beli Albert ini kenapa banyak sekali. Lalu apa yang ada di tanganmu itu kenapa di sembunyikan?" Maria melirik ke arah tangan Jesica.

"Bukan apa-apa. " Jesica segera berlari masuk ke kamarnya.

"Aneh sekali. " Ucap Maria. Ia pun kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.

"Aisyah aku ke kamar dulu ya. " Karisa langsung pergi meninggalkan Aisyah dan Humaira yang sedang berada di ruang tamu.

"Ada apa dengan Karisa?" Tanya Humaira pada Aisyah.

"Entahlah, mungkin melihat acara pertunangan ini membuat kak Karisa kembali teringat dengan Kak Farhan. "

Wajah Humaira berubah sendu. "Kasihan Karisa, jika ada seseorang yang bisa membahagiakannya dan membuatnya melupakan Farhan umi akan sangat bersyukur. "

"Semoga saja do'a kita segera dikabulkan. " Ucap Aisyah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!