Indonesia
NovelToon NovelToon
RENKARNASI SANG PENGUASA ABSOLUT

RENKARNASI SANG PENGUASA ABSOLUT

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Nagato, pemuda miskin dari Jepang, tewas usai menolong seorang gadis. Mendengar permintaan terakhirnya yang hanya ingin hidup tenang, Dewa Kematian melahirkannya kembali sebagai Alan di tengah Hutan Monster dengan Skill Domain Absolut—kemampuan hidup abadi dan menciptakan apa pun di wilayahnya.
Niat hati ingin hidup santai, bayangan imajinasi Alan justru tanpa sengaja mewujudkan sebuah kerajaan megah. Dianggap sebagai ancaman besar oleh Kerajaan Manusia dan Iblis, Alan terpaksa membangkitkan pasukan abadi, penyihir agung, hingga menundukkan dua Naga Kuno. Didampingi Skill berkesadaran mandiri, Alan kini menguasai kerajaan terkuat di dunia—semuanya demi satu alasan sederhana: bertahan hidup dengan tenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERDAGANGAN PERDANA DAN HADIAH DARI SELATAN

Keputusan Kerajaan Arcania untuk menjalin hubungan baik dengan Kerajaan Solaria bukan sekadar gertakan diplomasi. Hanya dalam hitungan minggu setelah kepulangan Utusan Vane, sebuah rombongan kereta dagang resmi yang megah berbendera Arcania tampak berbaris rapi di luar perbatasan Hutan Larangan.

Di dalam ruang kerja utama istana, Alan sedang memperhatikan layar proyeksi sihir yang dimunculkan oleh Melodina.

[Laporan Aktivitas Perbatasan,] suara Melodina bergema jernih di benak Alan. [Rombongan dagang perdana dari Kerajaan Arcania telah tiba di perbatasan luar. Rombongan terdiri dari tiga puluh kereta sihir yang membawa komoditas rempah langka, benih tanaman sihir kelas atas, serta kargo khusus yang ditujukan untuk Istana Solaria.]

Alan tersenyum puas seraya menyesap tehnya. "Melodina, bagaimana dampak alur perdagangan ini terhadap stabilitas ekonomi Solaria?"

[Analisis Proyeksi Ekonomi:] sahut Melodina cepat. [Pembukaan jalur perdagangan internasional akan meningkatkan perputaran Koin Emas Solaria hingga tiga ratus persen. Pasar Kota Suaka akan mendapatkan komoditas luar yang bervariasi, sementara pasokan obat-obatan murni dan hasil bumi dari Solaria akan menjadi komoditas monopoli bernilai amat tinggi di Arcania.]

"Bagus sekali. Izinkan mereka masuk dan arahkan langsung ke area pasar utama," perintah Alan mantap.

Suasana di Pasar Utama Kota Suaka mendadak heboh dan meriah. Warga penyintas—manusia, kaum Elf, dan ras Beastkin—menyambut kedatangan para pedagang Arcania dengan senyuman hangat.

Tidak ada lagi diskriminasi atau ketakutan. Para pedagang Arcania dibuat terpukau oleh ketertiban pasar Solaria. Roti sihir yang baru dipanggang, buah-buahan berserat mana murni, hingga kerajinan kayu hasil tempaan kaum Elf Solaria langsung diserbu oleh para pedagang luar. Sebaliknya, warga Solaria juga antusias membeli rempah-rempah dan pakaian sutra sihir khas Arcania menggunakan Koin Emas Solaria.

Di tengah kehebohan pasar tersebut, sebuah kereta kuda berlapis emas yang dikawal oleh utusan khusus bergerak menuju area istana.

Di aula penerimaan istana, Alan berdiri santai menyambut utusan tersebut. Di samping Alan, Sena yang baru saja pulang dari sekolah berdiri anggun mengenakan seragam biru-putihnya, menggandeng erat jemari Yumi. Pahlawan Kayy dan General Zero berdiri tegap di sisi panggung sebagai pengawal istana.

Ketua rombongan pedagang Arcania melangkah maju, lalu membungkukkan tubuhnya penuh rasa hormat di hadapan Alan.

"Salam hangat dari Yang Mulia Raja Arcania untuk Penguasa Agung Kerajaan Solaria," ujar sang ketua rombongan dengan penuh kesopanan. "Kami membawakan dokumen kesepakatan perdagangan bebas, sekaligus kargo hadiah khusus yang diperintahkan langsung oleh Utusan Vane untuk Nona Muda."

Alan mengangguk ramah. "Terima kasih. Kami menyambut baik kerja sama perdagangan ini."

Dua orang pengawal Arcania melangkah maju membawa sebuah peti kayu berukir pita kristal yang sangat cantik. Saat peti itu dibuka di hadapan Alan dan Sena, mata bulat Sena seketika berbinar-binar lebar.

Di dalam peti tersebut terdapat sebuah Boneka Burung Hantu Sihir yang terbuat dari bulu halus berkilauan. Saat Sena mendekat, boneka burung hantu itu mengepakkan sayap kecilnya secara otomatis, mengeluarkan nada musik lembut yang sangat merdu bagaikan kotak musik ajaib!

"Wah! Burung hantunya bisa nyanyi!" jerit Sena gembira dengan mata berkaca-kaca penuh takjub.

Sena melepaskan pegangan tangannya dari Yumi, berlari kecil menghampiri peti kayu itu dan langsung memeluk boneka burung hantu sihir yang empuk tersebut ke dadanya.

"Terima kasih Paman Utusan!" seru Sena polos sambil tersenyum sangat manis ke arah ketua rombongan pedagang Arcania.

Sang ketua rombongan pedagang terkekeh pelan, hatinya seketika meleleh melihat kecomelan sang putri kecil. "Sama-sama, Nona Sena yang anggun. Hadiah itu dirancang khusus oleh pengrajin sihir terbaik di Arcania agar bisa menjaga tidur Anda."

Yumi melangkah mendekat seraya tersenyum lembut, merapikan rambut hitam Sena yang sedikit berantakan karena berlari. "Nona Sena, bilang apa lagi pada tamu kita?"

"Terima kasih banyak ya... bonekanya wangi banget!" tambah Sena sambil mencium kepala boneka burung hantu tersebut.

contain

contain

Alan yang menyaksikan tingkah keponakannya itu hanya bisa tertawa terkekeh. Ia menoleh menatap Kayy dan Zero.

"Zero, Kayy, pastikan seluruh rombongan pedagang dari Arcania mendapatkan pengawalan terbaik dan akomodasi gratis selama mereka berada di kota kita," perintah Alan.

"Pesan Anda adalah perintah mutlak kami, Tuan Alan!" sahut Zero dan Kayy serentak seraya menepuk dada zirah mereka.

Sore harinya, Alan dan Sena berjalan-jalan santai di area balkon atas istana yang menghadap langsung ke arah Kota Suaka.

Sena duduk di pangkuan Alan sambil terus memangku boneka burung hantu sihir barunya. Dari balkon tinggi itu, mereka berdua bisa melihat Kota Suaka yang kini tampak begitu hidup dan bercahaya. Lampu-lampu kristal jalanan mulai menyala, memperlihatkan lalu lintas perdagangan yang ramai dan gelak tawa warga dari berbagai ras yang hidup rukun di bawah perlindungan mutlak.

"Melodina, terima kasih atas bantuanmu dalam mengelola alur perdagangan dan sistem ekonomi Solaria," bisik Alan dalam hatinya seraya menatap pemandangan kota.

[Sama-sama, Tuan Alan,] sahut Melodina dengan suara hangat di dalam benaknya. [Sistem mencatat tingkat kepuasan dan kebahagiaan seluruh warga negara Kerajaan Solaria saat ini berada pada angka sembilan puluh sembilan koma delapan persen. Solaria telah resmi menjadi pusat peradaban baru yang paling makmur di benua ini.]

Sena mendongak menatap wajah pamannya, lalu menyandarkan kepalanya di dada Alan. "Ayah... Sena seneng banget hari ini. Sekolahnya seru, dapet teman banyak, terus dapet mainan burung hantu juga!"

Alan tersenyum sangat hangat. Ia merengkuh tubuh mungil keponakannya itu, mengecup pelan puncak kepala berambut hitam pekat milik Sena.

"Selama Sena senang, Ayah bakal pastikan tempat ini selalu damai dan bahagia untuk Sena," ucap Alan lembut.

Di bawah naungan Perisai Mutlak dan arahan bijak Sang Penguasa ber-Level 99.999, Kerajaan Solaria kini tidak lagi sekadar menjadi benteng pertahanan yang ditakuti, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat perdagangan internasional dan simbol harapan baru yang mekar dengan sangat indah di seluruh benua.

1
𝓐. 𝓗.𝓸
terima kasih Babnya. saya suka dengan ceritanya dengan membangun kerajaan hingga mencipta pasukan lalu dengan membangun sebuah kota, cukup memuaskan di baca. 😁😊
Prayy: terimakasih atas dukungan nya saya akan menulis semenarik mungkin untuk pembaca agar terhibur mohon selalu di tunggu bab selanjutnya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!