Indonesia
NovelToon NovelToon
Mafia Bucin

Mafia Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:31.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elis Kurniasih

Dijadikan ladang emas oleh sang paman. Fio yang semula setuju dijodohkan oleh anak politisi sekaligus pengusaha besar oleh pamannya memilih berontak.

Fio bersekutu dengan Gio, mafia yang ternyata sudah lama memendam perasaan padanya. Hingga, perlahan semua tabir keluarganya terungkap.

"Aku bukan laki - laki yang bisa menyentuh perempuan sembarang. Tapi, aku juga bukan laki - laki yang bisa menahan untuk tidak menyentuh kamu." -Giorgio Abraham-

Sequel Gairah Cinta Sang Pembalap

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mafia Bucin

Rara berdiri. ia hendak pergi. Namun, Arif mengejar dan menjepit tubuhnya di tembok.

“Mas, lepas!”

Rara menangis. Tubuhnya terhimpit antara Arif dan dinding. Ia berontak, tapi tidak bisa. Kedua tangannya terkunci oleh satu tangan Arif yang besar dan lebar.

“Kamu tahu, aku tidak akan melepasmu. Sampai kapan pun.”

“Kenapa?” Rara menatap wajah Arfi yang masih tampan dengan tubuh yang juga masih gagah di usianya.

Sejujurnya, untuk wajah memang Arfi lebih tampan dari Adit. Akan tetapi, perangai mereka jauh berbeda. Sejak pacaran, Rara yang terus mengalah. Mengalah dari keegoisan Arif yang pemaksa, mau menang sendiri dan tidak bisa diatur.

“Karena aku mencintaimu. Sangat mencintaimu,” jawabnya.

“Ini bukan cinta, Mas. Cinta itu memberinya bahagia. tapi, apa? Aku tersiksa Delapan belas tahun, aku hidup terkungkung seperti ini.”

Rara kembali menangis. suaranya terdengar sesegukan. Sejujurnya, setiap kali mendengar Rara menangis, hati Arif ikut teriris. Namun, ada sisi yang mengalahkan semua ini.

“Aku tidak bisa melihatmu dengan orang lain. Kamu milikku, Ra. Hanya aku.”

Arif mengangkat tangannya untuk menyeka air mata yang jatuh di pipi Rara yang mulus.

“Aku tahu, kamu juga masih sangat mencintaiku. Iya kan?”

Rara menunduk. Entah, rasa apa yang dia miliki saat ini untuk Arif. Dulu, saat mereka masih pacaran, dia memang sangat mencintainya. Tapi, ketika menikah rasa yang ada untuk suaminya dan sekarang? Entah lah.

“Kamu terlibat perampokan itu?” tanya Rara untuk ke sekian kalinya.

“Tidak.”

“Bohong.”

“Berapa kali aku bilang. Tidak, Sayang. Aku menemukan mu di jembatan waktu itu saat mereka meninggalkanmu.”

Rara menggeleng. “Tidak, mungkin. Malam itu pasti rekayasa kamu kan? Mereka sengaja meninggalkanku di bawah jembatan karena kamu dan mereka sudah berkomunikasi sebelumnya. Lalu, kamu menjemput ku.”

“Tidak!” bentak Arif.

Bentakan itu langsung membuat Rara tersentak hingga memejamkan kedua matanya sejenak. Melihat Rara ketakutan, Arif langsung menarik tubuhnya dan memeluknya erat. Benar saja, Rara gemetar.

“Sayang, maaf,” bisiknya lembut. “Makanya, jangan buat aku marah. Oke!”

Tubuh Rara masih gemetar. Ada sisi yang tidak bisa ia pungkiri karena Arif juga cinta pertama untuknya.

Kemudian, Arif melonggarkan pelukan dan menangkup wajah Rara.

Cup

Bibirnya dikecup, pelan dan lembut. Arif selalu menggunakan cara ini untuk menenangkan Rara yang terkadang tak terkendali. Sentuhan lembut yang akhirnya membuat Rara menurut. Saat mulai hanyut, tubuh Rara diangkut.

Tak ada penolakan. Tak ada pemberontakan.

Rara membiarkan dibawa dan dibaringkan lembut di atas ranjang mereka hingga Arif melakukan sesuatu yang lebih padanya.

“Aku rindu sekali padamu, Sayang.”

“Sangat rindu.”

Lagi – lagi, di bawah tekanan, Rara melakukan apa yang Arif inginkan. Demi sang putri yang hidup bahagia di sana, dia rela menjadi pemu4s nafsv Arif dan menerima pernikahan ini.

Meski, tidak pernah mengakui bahwa dia adalah dalang dari kejadian malam kelam itu, tapi Rara yakin kalau Arif ikut terlibat.

***

Klik

Lampu menyala, Gio melihat Fio yang sedang mengendap.

“Mau kabur?”

Fio menoleh. Dia terkejut. Langkahnya terhenti dan langsung mengalihkan dengan berjalan menuju dapur.

"Aku mau minum. Haus. Tenggorokanku kering.”

Fio menunjukkan gelas itu pada Gio dan menawarkan. "Mau minum juga?"

Gio menggeleng.

Tubuh kekar itu sengaja di sana. Gio berdiri miring, menyandarkan bahunya pada dinding yang ada di samping dengan kedua tangan yang melipat di dada. Dia menatap Fiona sembari menarik turunkan jakunnya. Gaya Fio saat minum terlihat sexy.

“Sudah sana! Kembali ke kamarmu,” pinta Fio yang tidak suka Gio berada di sini.

Pria itu terus memperhatikan. Bahkan, saat membuka lemari es dan mencari makanan.

“Aku hanya ingin memastikan calon pengantinku tidak pergi ke mana – mana. Ingat, besok kita akan menikah.”

Fio menemukan tart cokelat dan langsung mengambilnya. “Hm … enak!”

“Jangan mengalihkan Fiona. Aku tahu, kamu ingin kabur. Iya, kan?”

Gio meluruskan tubuhnya dan menghampiri wanita cuek itu. Fio mengabaikan perkataan Gio. Dengan lahap, perempuan itu terus menyantap tart cokelat.

“Hei, aku bicara denganmu.”

Nyam .. Nyam … Nyam …

Fio tetap mengunyah. “Kamu suka tart cokelat juga?”

Terpaksa, kepala Gio menggeleng. Padahal, dia masih ingin membahas tentang keberadaan Fio malam – malam di sini dengan tubuh yang terbalut hoodi serta kepalanya yang ditutup. Mirip seeprti penyusup.

“Tidak,” jawabnya.

“Kalau tidak suka cokelat. Kenapa ada di sini.”

“Untukmu.”

“Untukku?” tanya Fio bingung.

“Ya, karena aku tahu kamu suka tart cokelat.”

Fio tertawa. “Dasar mafia bucin!”

Gio langsung menarik pinggang Fio hingga kedua tubuh mereka menempel. “Terserah kamu mau sebut aku apa. Tapi bagiku, keamananmu adalah di sini.”

Fio tersenyum. “Lalu, bagaimana dengan pasien – pasienku? Dengan Paman Arif dan Gal …”

“Apa?” Gio memotong nama yang ingin disebut Fiona. “Setelah apa yang dia lakukan padamu, kamu masih memikirkannya?”

“Tidak.” Fio menggeleng. “Hanya saja …”

“Mmmmmppphhh!”

Tiba – tiba, Gio membungkam mulut Fio dengan mulutnya. Tart cokelat itu pun sampai padanya. Ditambah, durasi yang Gio lakukan cukup lama. Hingga, pasokan udara di rongga dada Fiona terasa hanya beberapa yang tersisa.

“Gi … Mmppphh.”

Gio tak melepaskan. Dia kembali mencium bibir ranum yang kini terasa manis. Hingga, saat Fio mendorong d4d4 itu sekuat tenaga dan terlepas. Napasnya tersengal. Bibirnya bengkak. Tangannya sudah mengudara dan siap memberi tamparan pada Gio, tiba – tiba …

“Manis! Sepertinya, setelah ini aku suka tart cokelat.”

Pria itu pergi begitu saja, meninggalkan sisa saliva dan bibirnya yang terasa tak sama.

“Gioooooo!!!”

Gio tertawa dan kembali ke kamarnya dengan memastikan cctv menyala agar calon pengantinnya tidak kabur ke mana – mana.

Di sana, Gala uring – uring an. Dia tidak menemukan Fio di mana – mana. Dia juga tidak dapat menghubungi ponsel Fio yang saat ini disita oleh Gio.

1
Arsyad Algifari.
untung fio udah di nikahi gio kalau jadi sama gala .bisa" di jadikan piala bergilir dasar keluarga gila .moga berbagai penyakit menempel pada kalian
May .Nst
dasar iblis.. anak sma bapak sma ja kelakuannya. kok namanya suci ya apa ibj nya fio ganti nama.. biar gak ketahuan
Neni Suryani
mudahan rara bisa mengenali fio,, lanjutkan ka elis 💪🥰🫶
Lestari melia Melia
keluarga gala gila semua iihhh najong
ryuka
itu mama kamu fioooo /Cry//Cry/
*kim_dan*
hhhmm,,, ternyata ank ma bapk sama2 bazingan,, pria2 brengzekkkk🤣🤣
Rumiyati Hanif
gila bpk am anak sama nya...diih ga takut pemyakit apa....bekas anak diembat juga.....
untung fio ga jdi tuh....eh jgn2 tuh bunda ny fio lagi...
Siti Kamsiah
fio pelayan baru itu mungkin adalah ibu mu,lanjut lagi kak Elis 💪💪🥰🥰
NUR..8537
good job kaka cantik 👍 makasih unt up.. nya 🙏smg Kaka sehat slalu 💪😘
NUR..8537
bersyukur km gak jd sm keluarga toxic gala.. fio🤭smg km msh ingat dg mama..mu fio🥹
Masita Masita
dah gilaa ni keluarga
Masita Masita
astaghfirullah...
ayah anak sama bejatnya...

Alhamdulillah up...
@alfaton🤴
astaghfirullah tanpa basa basi langsung saja terucap omongan luknut itu..... ortu macam apa kamu restu......Fiona itu ibumu .....demi seorang anak yang telah sekian lama tak bertemu.....apapun ia lakukan 😭😭
Nurul Hidayati
like father like son podo gendeng e 😁 semoga mereka dapat penyakit kelamin 🤭
Dien Elvina
bener² gila anak - bapak edan semua.. untung Fio gak jadi istri nya s Gala yg hobby nya suka celap celup sama kek bapak nya
Dien Elvina
nah nah itu pasti ibu Rara mama nya Fio ..apa Fio msh mengenalinya ya 🤔
kan secara dia udah lama gak ketemu mama nya
Rosa Lia
bp sm anak edan kabeh

ih tanggung trs sih k? fio ktm sm ibunya
Lestari melia Melia
mana gio kak elis
IG elis.kurniasih.5: maaf baru up kak 😁
total 1 replies
Rumiyati Hanif
gara2 gio nih ...mnja bnerr...ga jadi kn ketemu am bundanya...lnjut KK🥰
Rumiyati Hanif
waah seneng tuh minum obat dibntu isti mn lwt bibir istri lagi😁...
ketemu sama bunda nih ..
lnjut kk...aq ampe.ngebut baca saking ketnglan bnyak😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!