Indonesia
NovelToon NovelToon
Jodohku

Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Teen / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: A. Yan U.

Orang sering bilang jodoh kita sudah diatur. Entah siapa yang dapat menebak siapa yang akan menjadi pendamping dalam hidup kelak. Entah dia hadir dengan awal cinta atau hanya berawal dari nyaman hingga dirinya tetap bersama dan takkan meninggalkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A. Yan U., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perselisihan

Sinar matahari menelusup masuk melalui tirai jendela yang tidak terlalu tebal. Lelah di tubuh pun sudah agak mendingan. Ku coba menggerakkan tubuh ini agar segera terbangun dari pembaringan ini. Tapi rasanya sangat sulit untuk bergeser.

"kamu sudah mau bangun" ucap reno yang masih menutup matanya, membuatku sedikit terperanjak kaget.

"Hmm, ayo bangun. Udah pagi juga" jawabku sambil berusaha melepas pelukan reno dari pinggangku

"Aku mau mandi" ucapku lagi berusaha merenggangkan pelukan reno yang terasa sangat erat untukku lepas.

"Mau mandi bareng!" Usul reno dengan senyum tipis di bibirnya, membuatku bergidik ngeri dengan senyumannya

"Nggak, kak lepasin" ucapku masih berusaha melepas pelukan reno yang tidak mau melepasku

"Boleh, tapi cium dulu" kata reno mendekatkan wajahnya, dengan jantung yang mulai nggak karuan detaknya aku memberanikan diri mencium bibir tipis reno.

reno menepati janjinya melepas pelukannya, membuatku bernafas sedikit lega. Beranjak dari tempat tidur dan berjala ke arah kamar mandi.

Didalam kamar mandi aku masih berusaha menenangkan jantungku. Meski aku sadar sudah menikah dengan reno tapi aku masih merasa canggung dengan perlakuannya padaku.

"Kak mandi sana!" Pintaku pada reno yang duduk di sofa dengan memandangi ponselnya. Mendengar ucapanku reno bergegas masuk ke kamar mandi dengan wajahnya yang datar tanpa ekspresi.

"Apa aku salah?" Tanyaku pada diriku sendiri, berusaha mencari kesalahan yang kubuat yang membuat reno menekuk wajahnya.

"apa aku terlalu kasar padanya" batinku duduk termenung pada menja rias. Mengingat - ingat kata - kata yang aku lontarkan padanya barusan.

Setelah menyiapkan pakaian reno yang kuletakkan di atas tempat tidur. Aku menuju tampat rias untuk mengeringkan rambutku kembali kemudian memakai make up yang tipis agar wajahku tidak terlalu kelihatan pucat.

Ceklek

Pintu kamar mandi yang terbuka membuatku menatap reno yang keluar dari kamar mandi. Ku tatap wajahnya dan memang benar sepertinya dia sedang marah. Kembali kualihkan pandanganku sebentar berusaha menarik dalam - dalam nafasku. entah rasa apa yang sedang menghampiri diriku.

"Kakak nggak papa?" Tanyaku membuka obralan berusaha tersenyum padanya.

"Hmm" jawabnya sambil mengenakan pakaian santai yang dia ambil sendiri dari lemari pakaian.

Rasanya sedikit sesak saat melihat dirinya tak mengenakan pakaian yang kusiapkan untuknya.

Tok tok tok

ketukan di pintu kembali membuyarkan lamunanku.

"Kak udah ditungguin mama di meja makan" kata reina dari luar kamar membuatku kembali menatap reno yang masih bersikap dingin.

"Iya dek bentar lagi kami nyusul" jawabku berpindah tempat duduk ke sofa sambil menunggu reno megeringkan rambutnya.

"Perlu aku bantu?" Tanyaku melihat reno dengan perasaan cemas yang begitu menghantuiku.

"Nggak perlu, aku bisa sendiri" jawab reno tanpa menoleh ke arahku, membuatku lagi - lagi berusaha mengendalikan perasaanku.

Setelah selesai dengan kegiatannya reno berlalu melewatiku tanpa berkata sepatah katapun. Aku hanya bisa pasrah mengikuti langkahnya dari belakang tanpa ingin bertanya lagi. Kubiarkan kebisuan di antara kami, aku juga mulai merasa kurang nyaman dengan sikapnya.

"Eh pengantin baru ayo sini, keburu dingin makanannya" kata dewi menyambut kehadiran kami dengan terpaksa aku berusaha tersenyum. Berusaha menutupi semua yang terjadi diantara kami.

"Iya ma" jawab kami berbarengan dan mengambil posisi duduk masing - masing.

"Hari ini kalian mau kemana?" Tanya juan menatap kami bergantian.

"Nggak ada rencana sih pa" jawabku berusaha kembali tersenyum tanpa menoleh ke arah reno yang duduk di sampingku.

"Kenapa kalian nggak jalan - jalan saja di luar untuk mencari suasana baru" usul dewi dengan penuh semangat.

Awalnya aku pikir itu ide yang bagus tapi saat melihat wajah kak reno yang masih dingin aku tidak berniat lagi

"Nggak usah ma, lagian kak reno pasti masih capek" jawabku tanpa menoleh lagi dan berusaha segera mungkin menghabiskan sarapanku.

"Aku sudah selesai, aku duluan yah" ucapku tersenyum meninggalkan meja makan. Aku sangat ingin segera kembali ke kamar untuk menumpahkan air mata yang berusaha kubendung.

"Buru buru amat sherly" kata reina yang hanya ku balas dengan senyum tipisku

Saat sampai dikamar aku meraih ponselku dengan sesekali menyeka air mataku yang mengalir di pipiku. Aku kemudian membalas ucapan selamat dari teman - teman kantorku. Hingga akhirnya reno kembali masuk ke kamar mengganti pakaiannya dengan pakaian formal tanpa berkata sepatah katapun, Mengabaikan keberadaanku sepenuhnya. Aku hanya mengawasi setiap geraknya dalam diam tidak ingin berkomentar lebih.

"Kakak kenapa?" Tanyaku mendekat ke arah reno yang sudah siap sambil mengecek isi tas kerjanya.

"Nggak kenapa - kenapa" kata reno mendudukkan diri di tepian ranjang

"Kak ngomong dong kalau aku ada salah jangan gini" kataku kembali dengan penuh penekanan, aku merasa tidak akan sanggup menjalani pernikahan ini.

"Bukannya seperti ini yang kamu inginkan" kata reno menatapku sekilas lalu kembali sibuk dengan dasinya

"Terserah kakak" ucapku berusaha menahan diri lalu bergegas ke kamar mandi. Rasanya sangat sulit untuk tidak terbawa emosi menghadapi sikap dingin suamiku itu.

Setelah beberapa menit berada dalam kamar mandi aku keluar dan kupandangi seluruh ruangan namun aku tak melihat sosok reno.

"Sepertinya keputusanku untuk menikah memang salah" batinku

Selama seharian ini hanya kuhabiskan di rumah dan beruntungnya reina hari ini nggak ada jadwal kuliah jadi setidaknya aku nggak akan kesepian. dari reina pula aku tahu kalau reno pergi ke kantornya untuk bekerja. Sebenarnya aku masih penasaran yang terjadi dengan reno pagi tadi. Tapi aku berusaha bersikap baik - baik saja. Agar keluargaku tak ikut sedih dengan keadaanku.

Setelah menunggu hingga hampir larut. Reno akhirnya kembali aku bertekad untuk membicarakan hal ini pada reno. Aku nggak bisa tahan dengan sikapnya yang dingin.

"Kamu sudah pulang?" Tanyaku menghampiri reno namun lagi - lagi aku tak mendapat jawaban apapun.

"Kamu kok pulangnya larut banget sih?" Tanyaku kembali mengambil tas yang dia bawa

"Kamu udah makan belum?" Tanyaku lagi san lagi - lagi aku diabaikan.

"Kamu tunggu di sini dulu. Aku buatin teh yah?" Kataku bergegas berjalan keluar kamar

"Nggak usah" kata reno dengan dingin yang menghentikan langkahku

"Hmm baiklah" ucapku kembali ke tempat tidur dan menyandarkan diri

"Kakak kenapa sih. Kalau aku ada salah ngomong dong jangan hanya diam" ucapku membuka suara kembali menatap reno yang bergegas ke kamar mandi

"Kurasa kamu lah yang paling tahu" ucap reno dengan senyum seringainya

"Terserah kakak. Aku mau tidur" ucapku menutupi seluruh badanku dengan selimut. Cukup sakit rasanya diperlakukan seperti ini. Hingga tidak terasa air mataku menetes. Rasa sakit ini kenapa lebih sakit dari yang diberikan alvian.

"Kamu menangis" ucap reno mendudukkan diri di tepian ranjang

"Kamu kenapa?" Tanya reno kembali sambil menarik sedikit selimut agar wajahku dapat dilihatnya

"Kakak yang kenapa? Kenapa kakak jahat banget sih?" Ucapku sambil berusaha memukul dada bidangnya meluapkan semua kekesalanku.

"Sakit tahu kak di diamin mulu hiks hiks" ucapku kembali meringkuk ke dalam selimut.

"bukannya kamu hanya menggunakan ku sebagai alat buat balas dendam pada alvian" jawab reno dengan suaranya yang mulai terdengar parau

"Nggak kak, justru sekarang aku yang harusnya bertanya begitu padamu" jawabku kembali terduduk menghapus berusaha mengendalikan diriku.

"Tapi itu lah kenyataannya sherly" ucap reno dengan sedikit membentak

"Aku udah dengar semua kok dari manda tadi pagi" tambah reno membelakangiku

"Jadi kakak lebih percaya sama manda" ucapku mulai berusaha menghentikan tangisku

"Mungkin memang harus begini. bodohnya diriku jatuh ke lubang yang sama. Dan tersakiti untuk kedua kalinya. Harusnya aku percaya pada reina untuk tidak percaya dan tidak berusaha mencintai secepat ini" ucapku memejamkan erat mataku. Masih terniang ucapan reina saat reno datang melamarku.

"Maksud kamu apa?" Tanya reno menatap intens wajahku

"Kamu mencintai ku?" Tanya reno mencoba memastikan dengan menggenggam erat kedua tanganku. Aku hanya terkekeh melihat wajahnya.

"Iya aku mencintai mu tapi" jawabku penuh dengan penekanan dengan sengaja kujedah

"Bukankah itu sudah nggak ada artinya saat kamu lebih percaya sama wanita lain" ucapku lagi membuang pandangan ke arah lain menarik kasar tanganku darinya.

"Aku memilih kamu karena aku percaya kakak akan lebih baik dari alvian, tapi ternyata aku salah. Aku bodoh mempercayai semua orang yang mengagumi cara kamu mencintaiku dengan hebat " ucapku berusaha melangkah menjauh darinya, rasanya terasa menyakitkan mendapati lagi - lagi diriku merasa tersakiti.

"Yang aku takutkan pun akan terjadi, apa ini awal dari perpisahanku?" batinku terduduk pada meja rias.

"Tetaplah mencintaiku, maafkan aku sudah mengecewakan mu hari ini" ucap reno berjalan mendekat ke arahku lalu memegang tengkuku dan mencium bibirku dengan penuh gairah.

"Aku janji nggak akan meninggalkan kamu" bisik reno di telingaku lalu kembali mencium bibirku yang makin lama semakin menuntutku. Entah mengapa mendapat perlakuan seperti ini dari reno aku tak bisa mengelak bahwa aku juga menginginkannya.

"Bolehkah?" Tanya reno yang hanya kujawab dengan anggukan kecil dan akhirnya malam ini kami melakukan yang seharusnya kami lakukan pada malam pertama.

1
Whyro Sablenk
kok g up thor
Whyro Sablenk
reno ih... knp pake drama kayak gt sich thor...
berarti mang pengecut dia, ngambil kesempatan dlm kesempitan.
kalo sherly sampek tau tuch... ajur lho ren...
pasal berlapis lo... /Smile//Grin/
Whyro Sablenk
reno bangun ren... hadapi kenyataan...
semua pasti baik-baik saja...
thank,s bgt triple upnya thor...
tetep semangat n sehat selalu ya...
lanjut... /Drool/
Whyro Sablenk
reno... ih kamu tuh ya... gercep donk ren, sherly udah dj dpn mata lho...
Whyro Sablenk
buka mata donk ren...
saat teno sadar, yakin bgt sherly pasti bimbang antara reno n dion...
mkch bgt thor...
tetep semangat n lanjut/Drool/
Whyro Sablenk
kok lom up thor/Hey/
Whyro Sablenk
akhirnya kesalahpahaman ez teratasi...
c4 sadar yo ren...
mkch upnya thor..
tetep semangat selalu.. lanjut...
Whyro Sablenk
reno ojo mati yo thor...
Whyro Sablenk
g bs koment apa2 aq thor...
Whyro Sablenk
tuh kan, bu rosalin aj g omong apa2...
gmn sich thor?...
jd bener salipan di jln mrk...
Whyro Sablenk
tuh kan... salipan neng dalan kan thor...
ndang dipertemukan yo thor... sakne reno...
syukur 2 sherly gelem nerimo,.. tp ez kadong tdd surat cerai...
piye trus thor...
sesuai judul ae ez... jodohku(reno-sherly)
aq manut thor...
semangat....
Whyro Sablenk
hadeh... kok gn sich thor...
harusnya klrgnya kasih tau reno...
tp mang reno aj az yg bego bin goblok...
jd crtnya reno nyari sherly n sbliknya nich...
tp kalo mang jodoh... lanjut thor..
Whyro Sablenk
mkch bgtz triple upnya thor/Pray//Pray//Pray/
Whyro Sablenk
kok aq nyesek bgt bc bab ini sich thor...
reno pecundang, pengecut... ih sebel...
Whyro Sablenk
baguslah msnda udah sadar
Whyro Sablenk
kok kesannya sherly ngerendahin diri bgt sich thor...
harusnya reno yg tau diri..
Whyro Sablenk
lha kok nanggung thor..

harus ketemu bnran ma reno lho thor...
mkch double upnya ya...
tetep semangat n lanjut..
/Drool//Drool/
Whyro Sablenk
saling cinta tp xm2 egois utk sekedar ngomong berdua buat nyelesain masalah...
kayaknya aq se-7 sherly ma dion aja, drpd ma pecundang reno thor...
Whyro Sablenk
jangan ma dion donk sher...
bagaimanapun jg reno msh lom tau kalo dia dah punya liam...
pak Herman, alvian, ksh tau reno yg sbnrnya donk...
thank,s bnyk2 double upnya thor..
tetep semangat n lanjut... /Drool/
Whyro Sablenk
kok jd gn sich thor...
harusnya reno tau pas sherly mau lahiran...
reno pecundang sejati pake bgtz... /Panic/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!