Indonesia
NovelToon NovelToon
Cahaya Cinta

Cahaya Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: Puspa P. Markhip

Masa lalu yang kelam membuat Alardo Adiwidjaya menganggap semua makhluk bernama wanita itu seperti alas sepatunya, rendah. Terkecuali Kakak perempuannya.

Mempermainkan wanita adalah kesenangan, menyakiti mereka merupakan sebuah kepuasan tersendiri baginya. Karena dengan begitu dendamnya pada wanita yang telah menghancurkan keluarganya dimasa lalu sedikit terobati.

Tidak ada perempuan di dunia ini yang sanggup menolak pesonanya meski brengsek dan kejam adalah nama tengahnya. Alardo sangat tampan dan kaya raya, sehingga hanya dengan menujukkan jarinya maka siapapun akan didapatkannya.

Lalu segalanya berubah saat sebuah kecelakaan mempertemukannya dengan Nur Alifia Khabibah. Gadis cantik berhijab yang mampu membuat hatinya bergetar.

Alifia adalah cahaya penerang hatinya yang gelap oleh dendam. Suara merdunya tatkala melantunkan ayat-ayat suci mampu menenteramkan jiwa Alardo, sikapnya yang santun dan lembut perlahan mencairkan kebekuan hatinya. Untuk pertama kalinya Alardo jatuh cinta.

Perlahan semua sifat buruk Alardo berubah. Cinta mampu merubahnya.

Hingga suatu hari ia harus menelan pahitnya kenyataan. Alifia adalah putri dari seorang yang sangat dibencinya, wanita yang telah merenggut ibu dan ayah tirinya lalu membuat kakak kandungnya menderita kelainan jiwa.

Haruskah Alardo mengorbankan cintanya demi membalaskan dendam masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa P. Markhip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 18

Mardova membasuh wajahnya dengan kasar, tidak memedulikan riasan wajahnya yang sudah pasti akan rusak. Suara gemericik air dari keran wastafel menyembunyikan isak tangisnya yang tertahan. Toilet umum di hotel bintang lima itu tampak lengang, tidak ada orang lain selain dirinya sehingga ia bebas berlama-lama sambil menangis sepusanya. Masa lalu itu datang lagi, kali ini dalam bentuk pria dewasa. Meski hatinya terasa sangat sakit, tapi rasa bersalahnya melebihi rasa sakit yang ditanggungnya saat ini.

Sekian tahun telah berlalu, mata dingin milik seorang remaja yang menatapnya dengan tatapan terluka itu kini telah menjelma menjadi pria dewasa, namun sorot mata itu sama sekali tidak berubah. Mardova mengingat segalanya.

Dua puluh empat tahun yang lalu di desa Ngadirejo, Sleman, Mardova adalah kembang desa yang dipuja-puja. Kehidupannya nyaris sempurna dengan kecantikan yang memukau dengan kecerdasan belum ada yang menandingi, selain itu Mardova terlahir dari keluarga yang sangat terpandang. Ayahnya, Bumi Raharja merupakan orang terkaya di desa Ngadirejo. Sawahnya berhektar-hektar yang menghampar sampai ke desa tetangga, belum lagi peternakan sapi yang dimilikinya. Meski demikian tidak menjadikan Mardova sombong dan pilih-pilih dalam berteman, ia adalah gadis ramah yang tak segan untuk bergaul dengan siapa saja. Hal itu membuat nilainya semakin tinggi, para pemuda desa berlomba-lomba menarik perhatiannya, tak jarang yang terang-terangan berani melamarnya pada sang ayah. Tapi sayangnya belum ada satupun yang mampu membuat gadis itu terpikat. Hanya ada satu laki-laki beruntung yang bisa selalu dekat dengan Mardova, yakni Lukman. Lukman hanyalah anak dari seorang guru ngaji yang kesehariannya bertani untuk menghidupi kedua anak laki-lakinya. Namun mungkin karena ketampanan laki-laki itu yang membuat Mardova tertarik, mereka sekolah di tempat yang sama hingga pulang-pergi dan bermainpun keduanya bersama. Kabar mengatakan jika Lukman menaruh hati pada Mardova, namun gadis cantik itu nenampiknya dengan mengatakan jika kedekatan mereka murni karena persahabatan.

Ketika mereka lulus SMA, Lukman melanjutkan kuliahnya ke Jakarta dengan beasiswa dari pemerintah, sementara Mardova luntang-lantung di rumah karena sang ayah menolak keras keinginannya untuk melanjutkan kuliah. Bagi Bumi Raharja perempuan tidak perlu mengenyam pendidikan tinggi, karena mereka toh pada akhirnya hanya akan menjadi pengurus rumah tangga.

Lalu bencana itu terjadi saat Juragan Darwanto melamar Mardova untuk anaknya, Karduki. Jika Bumi Raharja adalah orang terkaya di desa Ngadirejo maka Juragan Darwanto adalah orang terkaya di Sleman. Namun sayangnya Karduki adalah pemuda brengsek yang mengandalkan kekayaan orang tuanya. Selain doyan mabuk, ia juga gemar bermain perempuan. Mardova jelas menolak mentah-mentah meski ayahnya sudah berkali-kali meyakinkannya untuk menerima.

"Bapak tidak ingat, Martini bunuh diri karena ******** itu tidak mau mengakui anak dalam kandungannya. Bapak mau anak bapak punya suami berkelakuan seperti Karduki?" cecar Mardova kala itu.

"Bapak ingat, Mar. Tapi kita tahu kalau juragan Darwanto itu bukan orang sembarangan. Bapak khawatir kalau kita menolaknya dia akan membuat ulah." Kemudian apa yang dikhawatirkan ayahnya memang terbukti. Juragan Darwanto sangat marah atas penolakan Bumi Raharja, ia merasa diinjak-injak oleh seseorang yang dianggapnya derajatnya tak lebih tinggi dari dirinya.

Lalu teror demi teror dilemparkannya pada keluarga Bumi Raharja. Berhektar-hektar sawah yang sudah menguning tiba-tiba terserang hama dan mengalami gagal panen, sapi-sapi di peternakan tiba-tiba mati keracunan. Puncaknya ketika Mardova dihadang oleh segerombolan pemuda berandalan dan nyaris diperkosa kalau saja Romo Abdurrahman terlambat menyelamatkannya. Dari peristiwa-peristiwa tersebut akhirnya Bumi Raharja mengalah atas keinginan putrinya untuk melanjutkan pendidikannya dan mengirim Mardova ke Jakarta untuk sekolah sekaligus agar terhindar dari juragan Darwanto.

Di sana Mardova mengenal Mario, laki-laki pertama yang dikenalnya kala ia menginjakkan kaki di Jakarta. Hubungan mereka terus berlanjut dari teman hingga tumbuh perasaan cinta. Ketika Mario mengungkapkan cinta tanpa ragu Mardova menerimanya. Mengetahui hal tersebut Bumi Raharja bersikeras agar keduanya lekas menikah, mengingat serangan juragan Darwanto pada keluarganya tidak berhenti malah justru semakin gencar meski Mardova telah meninggalkan Sleman. Hanya dalam kurun waktu enam bulan saja peternakan sapi milik Bumi Raharja sudah musnah oleh ulah juragan Darwanto. Dengan menikah, Bumi Raharja akan merasa aman Mardova sudah ada yang melindunginya.

Namun saat ditemuinya dan mereka saling berbicara, Mario mengaku belum siap menikah meski saat itu usianya sudah tiga puluh tahun. Alasannya ia belum bisa menafkahi Mardova karena usaha yang ia rintis masih belum berkembang, terkendala modal. Laki-laki itu mengatakan bahwa ia akan segera menikahi Mardova begitu usahanya sudah berjalan. Lalu beberapa hari kemudian Bumi Raharja kembali datang mengunjungi putrinya tersebut dan pacarnya dengan membawa satu tas berisi uang tunai.

"Bapak menjual seluruh harta bapak, hanya rumah yang kita tempati satu-satunya harta bapak yang tersisa. Berikan ini pada Mario dan lekaslah menikah agar ada yang menjaga serta melindungimu di sini."

Kemudian saat itu juga ia menikahkan putri semata wayangnya itu dengan Romo Abdurrahman sebagai satu-satunya saksi yang hadir. Pernikahan tanpa pesta yang hanya disaksikan oleh beberapa orang saja, bahkan tidak genap bila dihitung dengan jari. Pernikahan itu pula yang hanya berumur tak lebih dari umur jagung.

Tepat satu bulan Mario menghilang dengan membawa uang ratusan juta hasil pemberian ayah mertuanya, meninggalkan istrinya seorang diri tanpa menyisakan apapun, bahkan uang sewa kontrakan untuk bulan inipun tidak dibayarkannya. Mardova mencari ke sana-kemari namun wanita malang itu tidak mengenal banyak orang mengingat ia belum lama tinggal di Jakarta, Lukman sekalipun tidak mampu ia temui setelah sekian surat-surat yang ia kirim tak lagi dibalasnya. Akhirnya dalam keadaan mengandung Mardova memberanikan diri pulang.

Warga desa Ngadirejo yang tak tahu-menahu mengenai pernikahannya heboh akan kepulangannya dalam keadaan hamil tanpa suami. Ayahnya mendapat serangan jantung dan meninggal dunia ketika mengetahui menghilangnya Mario. Mardova merasa sangat hancur, jika tidak mengingat ibunya yang tak berhenti menguatkan dirinya mungkin ia sudah mengakhiri hidupnya. Gunjingan dari para tetangga tidak pernah berhenti hingga ia melahirkan putri cantiknya yang diberi nama Alara, malaikat kecil yang lahir di tengah duka lara.

Hanya beberapa hari setelah melahirkan Alara, Mardova pergi diam-diam dari rumah untuk kembali ke Jakarta. Ia tak sanggup memberi membebankan penderitaan ini pada ibunya. Mungkin dengan dirinya pergi orang-orang akan berhenti menggunjing dan ibunya tidak akan lagi dikucilkan para tetangganya.

Nasib malang seolah belum bosan mempermainkannya. Dalam perjalanan juragan Darwanto menghentikan bus yang ditumpanginya dan menculik Mardova. Rupanya laki-laki bangkotan itu sudah membuntutinya sejak keluar dari rumah di pagi-pagi buta. Mardova dibawa ke sebuah rumah bordir di Jakarta dan dijual kepada germo yang mengelola tempat tersebut.

Dalam keadaan hancur Mardova hanya bisa pasrah, dengan air mata berlinang ia ditelanjangi dan dilelang dengan para hidung belang yang tak berhenti bersaing menaikkan harga untuk tubuhnya. Lelang berakhir, Mardova terjual dengan nilai tiga ratus juta oleh seorang laki-laki tua dengan kepala botak serta perut buncit penuh lemak.

Ferdian Lawalata.

Hanya itu yang tertangkap telinga Mardova sebelum ia jatuh tak sadarkan diri di kaki pembelinya.

1
Cut SNY@"GranyCUT"
Sedikit terkuak tentang Mardova
Cut SNY@"GranyCUT"
Bukan dihutan tapi dipesantren, pak Alardo...😊
Cut SNY@"GranyCUT"
Untungnya Alardo bisa menguasai diri dari godaan untuk menyentuh Alifia
Cut SNY@"GranyCUT"
lho Alardo bukannya pamit ke Hongkong?
Cut SNY@"GranyCUT"
Linny kena goresan pisau atau pecahan kaca?
Cut SNY@"GranyCUT"
Saya menemukan karya author ini setelah membaca karyanya di aplikasi lain (berbayar) kemudian saya mencari diaplikasi ini dan menemukannya. Sajian cerita2 yang dan enak dibaca. bagus2
Dian Rosita Dewi
oh berarti alifia saudara sma bapak beda ibu ya sama alfiredo
Dian Rosita Dewi
aku mampir disini ya kak puspa
Mhmmd Rifat
lanjut Thor, penasaran dengan ceritanya 🤔
L i a Z i e n t a 💕
kapan lanjutanya ka..?
aq mnunggu lo, ceritany baguus, syg klo ga d lanjutin... 😉
L i a Z i e n t a 💕
cerita nya baguus kak... 😊
Ulamaizah
k Diego tau klau Alifia di cium Alardo
Hasana Siha
lanjuut lagi yaa
A⃟z⃟w⃟a⃟
next kk
Hasana Siha
next donk
A⃟z⃟w⃟a⃟
lanjut kk puspa
Irul Liumah
ditunggu kelanjutannya kak puspa 🥰🥰
Mariani Sitepu
Udah deh Alardo jujur aja kalo cinta katakan terus terang Dan nikahi aja 😍😍😍
Mariani Sitepu
spt byk sekali Kalimat..... sudah cukup melihat ketampanan saya.... atau kamu tahu kalo saya sangat tampak... hampir di beberapa novel Kalimat ini sering muncul 😊😊😊
Mariani Sitepu
so sweet
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!