Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.
Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?
Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 18.
Sementara itu Clarissa bersama Jennie membawa Aurora ke meja tempat kue.
"Lihat, kue stroberi ini kelihatannya enak, mau coba?" tanya Clarissa mengambil satu kue stroberi itu, lalu menyuapkannya ke mulut Aurora.
Aurora membuka mulutnya, lalu menggigit kue itu.
"Bagaimana, enak kan?" tanya Clarissa tersenyum.
Aurora menganggukkan kepalanya sembari ikut tersenyum juga.
"Clarissa, apakah karena kamu mendengar Ethan Grayson akan datang ke jamuan ini, makanya kamu ikut datang bersama Stephen?" tanya Jennie.
"Hah? apa? tidak! aku datang karena putriku dan Stephen!" jawab Clarissa.
Jennie tersenyum senang mendengar jawaban Clarissa, "Baguslah kalau begitu, aku jadi merasa tenang mendengarnya!"
Jennie kemudian melihat ke arah Aurora, "Dan, sepertinya Aurora sudah tidak menolak kamu lagi!"
Clarissa jadi merasa bersalah mendengar apa yang dikatakan Jennie, "Aku juga senang sekali, Aurora sudah bisa menerimaku lagi, aku sebelumnya sudah banyak melakukan kesalahan!" jawab Clarissa mengelus kepala Aurora dengan lembut.
"Tapi aku tidak tahu, kapan Stephen bisa memaafkanku!" suara Clarissa terdengar sedih, lalu menoleh ke arah Stephen dan Bastian duduk.
Stephen yang duduk disofa, seketika salah tingkah membuang muka, saat Clarissa menoleh ke arah tempat ia duduk bersama Bastian.
Merasa malu tertangkap basah, karena diam-diam memperhatikan Clarissa, Stephen menyikut lengan Bastian untuk segera pergi dari sana.
Melihat sikap Stephen yang terlihat tidak senang, saat Clarissa menoleh memandang ke arah Stephen, Jennie menepuk bahu Clarissa memberi semangat.
"Tenang, kamu jangan bersedih! kamu hanya perlu tunjukkan semangatmu, seperti waktu kamu mengejar Stephen diumur delapan belas tahun! kamu jangan menyerah, dulu kamu bisa mengejarnya, sekarang kamu pasti bisa mengejarnya lagi!"
Mendengar apa yang dikatakan Jennie, Clarissa pun tersenyum senang.
Ia menganggukkan kepalanya dengan perasaan penuh semangat.
Pintu kaca menuju rooftop Penthouse, di mana jamuan dengan suasana santai diadakan, perlahan terbuka sembari seiring dengan suara alunan musik terdengar.
Semua mata melihat ke arah pintu kaca yang perlahan terbuka, dan tampak seorang pria melangkah keluar dari dalam Penthouse.
Kaki pria itu bergerak menari, seiring dengan musik yang mengalun, ia melangkah ke rooftop, dengan gaya yang ia buat terlihat keren.
Kehadirannya menarik semua yang berada di rooftop itu, dan terlihat heboh memandang ke arah pria tersebut.
"Lihat!"
"Ayo, lihat itu!"
"Cepat!!"
Clarissa terheran-heran melihat para wanita terlihat begitu heboh.
Jennie melipat lengannya ke dadanya melihat pria yang datang itu menggelengkan kepalanya.
Clarissa memandang pria yang baru keluar dari dalam Penthouse itu, "Siapa laki-laki yang menari itu?" tanyanya sembari memakan kue stroberi yang ia pegang.
"Siapa lagi kalau bukan Ethan Grayson!" jawab Jennie.
Mata Clarissa sontak terbuka dengan lebar begitu mendengar jawaban Jennie.
"Siapa??" tanya Clarissa menoleh pada Jennie, ia seperti salah mendengar.
"Dia pria yang dikejar Clarissa berumur dua puluh empat tahun, dan demi laki-laki bernama Ethan Grayson itu, Clarissa berumur dua puluh empat tahun, sangat ingin sekali bercerai dari Stephen!" jawab Jennie menjelaskan.
Clarissa melihat kembali ke arah laki-laki itu, yang masih menari mengikuti musik, lalu memutar tubuhnya untuk meletakkan tubuhnya duduk ke atas sofa.
Saat ia berputar dan akan duduk ke sofa, tubuhnya seketika hampir terjatuh, mungkin karena kakinya tersandung, sehingga penampilan jadi terlihat memalukan.
Ethan menahan tangannya ke sandaran sofa, lalu berdiri dengan cepat membenarkan jasnya yang merosot.
Ia pun berpura-pura, baru saja tidak mengalami hal yang memalukan.
Clarissa menggelengkan kepalanya melihat laki-laki bernama Ethan Grayson itu.
"Aku sepertinya sudah buta!"
"Memang!" jawab Jennie.
Clarissa tidak dapat berkata-kata mendengar apa yang dikatakan Jennie, karena ia Clarissa berumur dua puluh empat tahun yang bodoh.
Bersambung........
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...