Indonesia
NovelToon NovelToon
Jangan Lagi Menangis Mama

Jangan Lagi Menangis Mama

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cerai / Keluarga & Kasih Sayang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Janda / Mengubah Takdir
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: Penggemar Senja

Anak adalah titipan,anak adalah amanah,dan kewajiban kita sebagai orang tua untuk memberikan yang terbaik bagi mereka.
Dan Dinda,yang diusia muda sudah menjadi ibu sekaligus ayah bagi tiga buah hatinya harus berjuang keras menafkahi meskipun ada begitu banyak rintangan yang harus dihadapi.
Mampukah Dinda melewati ujian hidupnya seorang diri,sekuat dan segigih apa perjuangannya untuk ketiga anaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penggemar Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

malaikat kecil,,

Malam itu dilewati Dinda hanya berdua dengan anaknya di dalam kamar,kalau kemarin malam ada bi Rugai yang menemani karena bayinya masih menyusu dari dot sekarang sudah bisa dilepas karena Dinda sudah bisa menyusui bayinya sendiri.

Dinda sudah terlelap saat bayinya menangis lapar,segera dirinya bangun untuk melihat bayinya yang berada di dalam box nya itu.

'hmmm,kamu pup ya sayang?' Dinda mengajak anaknya bicara walaupun tak mendapatkan respon apapun selain rengekan lapar dari sang bayi.

setelah mengganti diapers nya,lekas Dinda mengangkat putranya untuk disusui,bayi mungil itu pun terdiam sambil menikmati makanannya,Dinda mengusap usap pipi halus putranya itu.

'panggil papa mu pulang nak,kamu pasti rindu kan?' bisiknya lirih,sang bayi yang tadinya memejamkan mata sambil menghisap susunya itu sedikit membuka matanya dan melirik ke arah Dinda kemudian kembali terpejam seolah paham apa yang dikatakan oleh ibundanya itu.

Selesai menyusu dan kembali terlelap,Dinda meletakkan kembali bayi mungil itu ke dalam box nya,setelah memastikan sang bayi nyaman,Dinda segera berbalik ke ranjangnya,sambil menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut,kedua netranya memandang ke arah box bayi disampingnya

'pulanglah kak,anakmu rindu' lirihnya hingga beberapa saat kemudian dirinya pun terlelap masuk ke alam mimpi.

***

Pagi yang cerah itu tampak sedikit riuh dikarenakan si kecil yang terus terusan menangis kencang,padahal sudah dimandikan dan sudah disusui juga,namun tetap saja si bayi menangis,terlihat begitu gelisah dan tidak nyaman,padhal saat diperiksa popok nya masih dalam keadaan bersih semua,seisi rumah dibuat panik akibat ulah si mungil.

Namun tangisnya seketika terhenti saat mendengar seseorang memasuki rumah dari pintu utama.

"eh koq berhenti?" tanya Dedi dengan polosnya

hanya suara seperti rengekan saja yang masih terdengar,suara langkah itu semakin mendekat ke ruang tengah.

"Yoga" seru Zaida begitu melihat putranya muncul dari arah ruang tamu

"masih hidup rupanya,kirain udah mampus" ucap Agung dengan ketus

Yoga hanya memandang dengan tatapan sinis pada adiknya itu,sementara Zaida gegas memanggil Yoga untuk mendekat

" kenapa lusuh sekali kamu? menginap dimana berapa hari ini ha?" tanya ibunya dengan kesal,sementara Yoga hanya mematung sambil menatap makhluk kecil yang menggeliat geliat di dalam gendongan ibunya.

"jawab kalau ibumu bertanya,darimana saja kamu? istri melahirkan pun sampai tidak tau,ayah macam apa kamu ini" bentak Usman memarahi

"aku menginap dirumah Rizal" jawab Yoga dengan

tak ingin suasana bertambah keruh,Zaida menyuruh Yoga untuk membersihkan dirinya dahulu.

" kamu pasti ingin melihat anakmu kan? cepat mandi lalu kemari" perintah Zaida

segera Yoga berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri,walaupun sedikit merasa gengsi tapi rasa penasarannya mengalahkan segalanya.

"kamu mau cepet ketemu papa ya ganteng? makanya nangis dari tadi?" Zaida berbicara dengan cucunya dengan suara yang dibuat buat.

"ih,papa banci" gumam Agung yang langsung dipelototi oleh Zaida

"jaga bicaramu Agung,teruskan makan saja tidak usah berkomentar kalau hanyaembuat sakit telinga orang" Zaida mendelik

Agung pun diam dan melanjutkan sarapannya bersama kedua adiknya

Dinda sejak tadi hanya berbaring dan diam saja,walaupun hatinya merasa senang melihat suaminya pulang namun ditahannya agar tidak merusak suasana.

selesai mandi dan berpakaian,Yoga berjalan cepat ke ruang tengah kembali

'awas aja kalo terbukti itu bukan anakku,langsung ku tendang kamu dan anak harammu itu' gumam Yoga sambil berjalan

namun bukan kepalang kagetnya dia ketika menatap wajah anaknya tidak ada sedikitpun beda dengan dirinya,walaupun masih bayi merah tapi wajahnya benar benar menjiplak wajah Yoga,keseluruhan bentuk wajahnya adalah wajah Yoga.

Yoga terbelalak tak percaya dengan apa yang dilihatnya,anak yang baru saja diumpatnya ternyata berwajah sama dengannya,Yoga seperti bercermin,tubuhnya mundur selangkah,netranya masih menatap bayinya tak percaya 'itu anakku' ucapnya dalam hati

seketika ditatapnya Dinda yang terbaring di kasur lantai,namun Dinda yang berpapasan mata dengannya langsung membuang muka ke arah lain.

Yoga kembali menatap wajah anaknya,

"anakku" lirihnya pelan

"hati hati" ucap Zaida sambil menyerahkan bayi itu pada Yoga.

Yoga menerima tubuh mungil itu dengan hati hati,si bayi menggeliat lucu namun justru mata Yoga berkaca kaca,sambil menggendong putranya dengan kaku,lantas Yoga duduk di samping Dinda yang sudah merubah posisinya menjadi duduk.

"maafkan aku" hanya kata itu yang terucap dari bibirnya

"ini anakku,anak kita" ucapnya lagi sambil tergugu,benar benar penuh penyesalan.

menyesali bagaimana sikapnya selama ini pada istrinya,menyesali perbuatannya yang ingin melenyapkan bayi tak berdosa itu hanya karena tidak percaya jika itu adalh anaknya,sungguh dia manusia yang keji dan tak punya hati.

diciuminya sang putra dengan haru,hatinya terus mengucap kata maaf yang ditujukannya untuk sang putra tercinta,hatinya yang sekeras batu kini luluh karena melihat senyuman bayi yang masih suci itu.

sebelh tangannya terulur mengambil jemari Dinda dan kemudian menciuminya,sungguh hatinya betul betul diselimuti rasa penyesalan,andai dia menurunkan sedikit egonya,mungkin dia yang menyambut kelahiran putranya itu,namun nasi sudah menjadi bubur,Yoga hanya bisa menyesali semua perbuatannya dan berharap mendapatkan maaf dari Dinda dan keluarganya.

"jaga putra kalian baik baik,kalian harus belajar menjadi orang tua yang baik" ucap Zaida sambil mengelus punggung putranya

Usman yang sejak tadi menyaksikan adegan haru itu menahan diri dulu untuk tidak memarahi putranya itu,walaupun rasa dalam hatinya begitu menggebu gebu ingin melampiaskan kemarahannya.

"Drama" sindir Agung yang disambut delikan sinis dari Zaida

Dedi hanya terkikik geli melihat adegan ibu dan abangnya itu.

Dinda berdoa di dalam hatinya,semoga ini menjadi awal baru dan baik dalam rumah tangganya,bayi yang belum diberi nama itu telah menjadi peluntur dari duka yang di alaminya selama ini,bayi suci itu mampu meruntuhkan benteng kokoh di hati Yoga yang Dinda pun tak mampu meruntuhkannya,benar benar anak itu mukjizat dari Allah,keajaiban luar biasa yang telah mewarnai gelapnya hidup seorang Dinda.

Dinda tersenyum menyaksikan Yoga yang terus menatap dan menciumi putranya tanpa mau melepasnya sedikitpun.

semoga ini adalah jawaban dari doa doa ku Ya Allah,lirih Dinda di dalam hatinya.

semoga ini adalah awal dari kebahagiaan keluarga kecilku.

semua bersuka cita hari itu,tak lagi menghiraukan apa yang sudah terjadi di hari lalu,yang penting adalah bahagia di hari ini dan hari hari selanjutnya,dengan hadirnya malaikat kecil itu,maka hadir pula kebahagiaan dirumah itu.

akankah kebahagiaan itu selamanya untuk Dinda?????

1
Sirot Judin
lanjut Thor 👍💪💪💪💪
Sirot Judin
tetap 💪💪💪💪💪👍 Thor
Sirot Judin
👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪❤️❤️❤️❤️❤️🌹🌹🌹🌹
Sirot Judin
semangat 💪 Thor kalau bisa cepat cepat di obatin kasian kan anak anak ⭐⭐⭐❤️❤️❤️🌹🌹🌹😍🥰
Sirot Judin
💪💪💪💪 tetap 💪❤️🌹 Thor
Sirot Judin
astaghfirullah kejam sekali tu orang 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪 Thor ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Sirot Judin
👍👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Dapur Mama lina
sediiiihhhh
Baek chanhun
ibu Zaida yg terhormat,
itu blm seberapa, karma yg
di terima oleh anak mu yg tersayang.
siapkan mental, siapkan pisik.
dan berlapang dada.
thanks mbak 💪😍
Hanzo
kok blm rilis jg ya
mama iez
betul sekali 🤗
Baek chanhun
next Mbak 💪🥰
Suyadi Yadi
klu Dinda bodoh tetap bersamamu yoga Karena Dinda pintar makanya minta cerel sama kamu
Hanzo
mantap, lanjutkan thor /Applaud/
mama iez: terima kasih 🤗🙏
total 1 replies
Suanti
jgn mau kembali sama yoga lebih baik cepat ngurus surat cerai
mama iez: siap kk 🤗 terima kasih responnya,ikuti terus updatenya ya 🙏🤗
total 1 replies
Hanzo
hhmmmmmmmmh,,,gantung lg thor 😂
Hanzo: siap thor, tencuuu
total 2 replies
Baek chanhun
next Mbak 💪🥰
Hanzo
krikk...kriikkk...krrriiikkk
Baek chanhun
aduh Thor Ngantung banget
bacanya, kayak buah dd Ng pake
bra, tergantung tapi masih nempel
di dada, kalo novel ini di hati.
thanks mbak 💪🥰
mama iez: wkwkwkwkwk,,iya kakak maaf,soalnya lagi sibuk,jadi nulisnya gak bisa banyak 😁🙏 diusahakan update terus deh biar cepet selesai juga 🤗
total 1 replies
Suyadi Yadi
betul itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!