seorang istri yang harus berjuang keluar dari dampak trauma perselingkuhan yang di lakukan oleh suaminya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikmatur rohma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
orang yang salah
Hari - hari kita lalui tanpa membicarakan ataupun menyinggung masalah perselingkuhan atau pun masalah keinginan kita masing masing . Atau pun masalah keluhan kita masing - masing . Aku terfokus kepada apa yang harus aku benahi. Introspeksi mulai dari perlakuan terhadap suamiku yang katanya kurang perhatian.
Aku sendiri merasa bersalah atas sandiwara perselingkuhan ku dengan Eko.
Akhirnya aku mencoba mengawali nya dengan cara memberi perhatian kepada suamiku selalu menanyakan kabar saat dia diluar rumah . Membuatkan kopi atau teh tiap pagi . Menyambut suamiku pulang kerja dengan senyum yang lebar. Yang sebenarnya aku sedang capek pulang kerja juga.
Aku memutuskan untuk bekerja di luar dengan rajin dan juga mengelola sedikit usaha sampingan di rumah .karena aku tidak mau kebutuhan rumah tangga ku kekurangan dan aku tidak mau suamiku berhutang lagi kepada orang lain apalagi kepada lawan jenis yang akhirnya dia menjual harga dirinya demi uang apalagi kesetiaan dan dirinya sendiri demi uang .
Aku berusaha menjadi apa yang dia mau tidak pernah mempermasalahkan soal keuangan walau dia memberi seberapa pun dan harus mensyukuri nya. Aku mencoba melakukan apapun yang dia inginkan agar dia betah dirimu dan tidak ke lain hati . Hingga aku pun tidak pernah memikirkan apa yang sebenarnya aku inginkan .
Aku berdandan sesuai keinginan nya dan berpenampilan seperti yang dia inginkan tanpa memikirkan hal itu cocok untuk ku atau tidak.
Hampir aku kehilangan jati diriku karena terlalu menuruti keinginannya . Semata-mata hanya tidak ingin dia selingkuh dan tidak ingin kehilangan sosok suami dalam rumah tanggaku . Karena aku sudah kehilangan ayahku dan aku tidak mau kehilangan lagi kepala rumah tangga dalam kehidupan ku .
Aku tidak tahu apakah ini merupakan trauma .Namun aku sangat takut jika memikirkan suamiku selingkuh apalagi harus kehilangan nya . Mungkin didepan suamiku aku berpura - pura tegar dan mampu kehilangan nya . Namun hatiku menolak semua itu . Hatiku sakit saat memikirkan nya .Hatiku sakit saat mendengar kata selingkuh,sungguh aku tidak bisa move on dengan kejadian itu .
Terkadang aku melihat akun sosial media milik Irene ,untuk apa ?, untuk melihat gaya dia berdandan dan berpenampilan. Aku menyontoh gaya dia berpenampilan untuk menarik perhatian suamiku. Walaupun rasanya sangat sakit saat melihat wajahnya . Namun entah kenapa semangatku untuk menaklukan suamiku kembali saat melihat fotonya . Mungkin ada rasa benci terhadap irene dan juga suamiku . Terkadang juga ada rasa ingin balas dendam kepada mereka .Sehingga aku selalu melihat wajahnya untuk menumbuhkan rasa balas dendam ku. Rasanya tidak pernah cukup sandiwara ku dengan eko untuk membuat suamiku jera.
Aku paksakan berdandan sesuai keinginan suamiku walaupun aku merasa tidak cocok hingga aku merasa aku bukanlah diriku lagi . Namun sepertinya perjuangan ku sia - sia suamiku tidak pernah memujiku atau memberi apresiasi atas usahaku tersebut. Malahan ada saja kekurangan dari ku .
" Lihat yang lainnya terlihat keren , tapi kamu ?". ejeknya saat itu pas waktu acara kumpul dengan rekan kerjanya. Aku tidak tahu alasannya apa berkata seperti itu. Atau hanya membuat ku tidak percaya diri bertemu dengan orang lain karena dia takut aku berselingkuh juga seperti saat aku berselingkuh dengan Eko .
Hatiku sakit saat itu juga dia tidak pernah memuji ku sedikitpun padahal aku sudah susah payah merubah diriku yang tidak suka dandan menjadi lebih suka dandan dan berpenampilan sedikit modis walaupun sedikit memaksa. Aku terkadang menangis seorang diri capek dengan perilaku suamiku. Aku seperti seorang pengemis cinta padahal aku adalah korban disini .
Aku masih ingat dia menangis saat aku kepergok dengan Eko video call dan aku kira dia bakal berubah sedikit demi sedikit ,aku kira dia sangat mencintai ku dan takut kehilanganku . Tapi nyatanya aku tertekan dia sepertinya memberikan syarat kepadaku ." Jika ingin aku mencintaimu kamu harus menjadi yang aku mau ". Dia seperti melakukan ini kepada ku. Atau dia lakukan itu karena dia juga merasa di khianati.
Dia membalikkan semuanya bahwa semua yang dilakukan adalah kesalahan ku .Aku benar - benar capek . Namun bodohnya aku tetap saja mengikuti semua keinginan nya .Karena janji manisnya dan rayuan manisnya . Apalagi sentuhan hangatnya .Aku seperti dibelenggu dan tidak bisa keluar lagi dari belenggu ini .
Aku terus bertahan dan berusaha berharap suamiku bisa berubah. berdoa setiap waktu untuk perubahan suamiku.Terkadang aku melihat ada sedikit perubahan darinya yang tidak terlalu mementingkan teman nya dibandingkan keluarga,dia sedikit memprioritaskan keluarganya.Dia juga selalu memberi kabar kepada ku saat diluar rumah . Banyak hal yang aku rasakan sedikit berubah namun yang aku tidak suka dibalik perubahan nya dia menekan aku untuk menjadi apa yang dia inginkan.
Aku anggap itu adalah wajar atau adalah sesuatu pengorbanan untuk pasangannya dengan harapan dia bisa berubah .Dan aku selalu mengikuti alurnya agar dia kembali terhadap ku dan juga keluarga . Aku mencoba ikhlas walaupun aku harus menjadi orang lain untuk mendapatkan cintanya kembali.Atau mungkin rasa bersalah ku karena membalas dengan perselingkuhan juga .
Akhirnya semua berjalan seperti itu terus walaupun aku terkadang merasa tersiksa namun tetap kujalani.Hingga suatu saat belum sampai satu tahun sesuatu terjadi dalam rumah tanggaku . Perekonomian kami yang sudah mulai stabil .Aku bekerja demi untuk keluarga dan mencukupi kebutuhan keluarga. Dulu niatnya hanya untuk menutupi kekurangan namun lama kelamaan aku merasa semua kebutuhan aku yang menanggung .
Semua pemikiran ku salah tentang seorang wanita yang harus mandiri dan bisa menghidupi dirinya sendiri . Bisa meringankan beban keluarga itu salah . Yang benar adalah mandiri untuk dirinya sendiri . Menata mental kita untuk kemungkinan yang paling buruk terjadi terhadap kita .Tidak mengandalkan orang lain memang benar karena kita tidak tahu sampai kapan bisa mengandalkan orang lain . Namun salah jika kita tidak sama sekali mengandalkan orang yang harus di andalkan dan menghilangkan fungsinya .
Tenyata memang benar pengorbanan yang kita berikan kepada orang yang tidak menghargai kita itu adalah sebuah kesia-siaan. Memberikan pengorbanan kepada orang yang salah adalah sia-sia.
Suamiku merasa aku bisa menghidupi diriku sendiri dan juga anak-anak kami dengan gajiku sehingga dia seenaknya memberikan nafkah kepadaku. Aku tidak tahu gajinya diberikan kepada siapa karena setiap akhir bulan dia mengeluh kehabisan uang sedangkan dia memberikan gajinya pun tidak sepenuhnya kepadaku .
Karena kejanggalan itu pun aku mulai mencurigai nya kembali ." Memangnya gaji kamu sudah habis pa ?. Kan gajinya tidak di berikan ke aku semua tiap bulan ?. Memangnya kamu tidak bisa mengatur keuangan mu sendiri ?". Tanyaku
" Banyak lah kebutuhan, uang bensin ,dan lain lain ". jawabnya memberi banyak alasan yang sebenarnya aku tahu dia banyak royal ke teman - temanya atau orang terdekat sedangkan dia merasa keluarga intinya sudah terpenuhi dari nafkahnya dan tambahan dari gajiku.
Sebenarnya aku cukup kewalahan untuk menutupi kekurangan. Aku bekerja keras untuk menutupinya sampai untuk memberi nafkah untuk orangtuaku saja aku harus berpikir dua kali .Untuk membeli kebutuhanku saja aku juga harus berpikir dua kali .Namun lagi-lagi keadaan menuntut ku untuk bersabar . Aku tidak tahu kesabaranku akan bermuara dimana .
Trik apalagi yang harus aku gunakan untuk menghadapi suamiku ini? . Yuk ikutin terus ya para readers 🥰