Seseorang yang sudah dewasa tidak akan membuang waktunya hanya karena cinta yang ia miliki dan itulah terjadi pada Dea, siswi misterius yang menyembunyikan perasaannya dari SMP sampai akhirnya mereka di pertemukan oleh takdir
"Aku tidak mencintaimu!!"
"Kita sudah dewasa De! tolong jangan mengelak lagi!"
"Apa maumu?"
"Menikahlah denganku!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia_13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cinta tidak harus memiliki
“Ari datanglah kerumah! Aku ingin meminta pendapatmu!” Ucap Dea saat telponnya sudah tersambung dengan Ari di sebrang sana, saat ini adalah jam makan siang sudah bisa dipastikan gadis itu juga sedang istirahat makanya dia berani menelpon Ari saat ini
“Nggak bisa aku ada kerjaan!” ucap Ari sengaja membuat Dea kesal, karena Dea juga biasanya menelponnya pasti karena hal penting, jadi menurutnya bermain sedikit saja tidak masalah, kalau Dea kesal itu adalah kesenangan sendiri baginya
“Aku nggak minta kamu datang sekarang!” Desis Dea kesal dengan ucapan Ari
“Tapi aku sibuk! Emang kamu aja yang sibuk?” ucap Ari membuat Dea benar-benar kesal
“Arii!!” peringat Dea dengan keras
“Hahaha ya! ya! nanti aku datang!” tawa Ari senang karena berhasil membuat Dea kesal, sungguh kesenangan tersendiri menurutnya jika berhasil membuat gadis itu kesal apalagi sampai marah, tapi sayangnya Dea jarang sekali marah, kalaupun marah pasti diam makanya Ari akan membujuk perempuan itu dengan berbagai macam cara
“Aku tunggu ya! sekalian nginep aja disini!” ucap Dea
“Ok siap bu bos! Siapin makanan yang banyak jangan lupa!” kekeh Ari, karena memang biasanya jika dia menginap di rumah Dea maka satu hal yang harus disiapkan adalah makanan khusus untuk mereka menonton drama Korea mumpung besoknya libur
“Hm ya! ya!” ucap Dea menutup telponnya dengan Ari
“Semoga ini keputusan yang tepat!” gumam Dea setelah mengabari Nathan dirinya ingin bertemu, dan ternyata Nathan menyanggupi permintaan Dea untuk menemuinya padahal butuh waktu berjam-jam dari rumah Nathan kerumahnya
Namun siapa sangka, Nathan ternyata benar-benar totalitas ingin menjadikan dia seorang istri, baru dia mengatakan ingin bertemu Nathan langsung mengiyakan permintaannya tanpa berpikir panjang
Setelah menghubungi Natha Dea memutuskan menghubungi Ari untuk meminta pendapat gadis itu terkait rencananya besok bertemu dengan Nathan, Dea berharap Ari akan memberikan dia nasehat yang masuk akal sehingga dia akan mudah dalam mengambil keputusan
Dea berharap Ari akan mengerti posisinya sehingga tidak tidak pusing menjelaskan panjang-panjang terkait apa yang akan dia lakukan selanjutnya
...****************...
“Kakak lo sejak kapan balik?” tanya Ari ketika masuk ke rumah Dea mendapati kakak Dea yang amat sangat jarang ia lihat secara langsung, bahkan saking jarangnya berkunjung kerumah itu Ari tahu pemuda itu kakak Dea dari Poto keluarga yang di pasang di tembok
“Sejak kemarin! Mau lanjut kuliah katanya! Udah masuk ke kamar!” jawab Dea sekaligus mengisyaratkan agar Ari tidak melirik kakaknya yang sedang fokus menonton berita di tv ruang keluarga di sana
“Ya ya!” ucap Ari yang berjalan menuju kamar lama Dea yang kini menjadi kamar Deni
“Kamar gue udah pindah jangan masuk ke sana lagi!” ucap Dea saat menyadari Ari berjalan ke arah kamar lamanya
“Kapan pindah kamar! Padahal kemarin gue kira lo masih masuk ke kamar itu!” tanya Ari penasaran karena memang saat mengantar Indra terakhir kali dia kesana Dea masih menepati kamar itu
“Ya itu kemarin, beda sama sekarang!” ucap Dea santai mempersilahkan Ari masuk kedalam kamar barunya
“Kenapa pindah?” ucap Ari memandangi kamar baru Dea, memang tidak seluas kamar yang kemarin, namun masih nyaman dengan paduan warna biru bergaya estetik, berbeda dengan kamar sebelumnya saya bernuansa putih
“Kepo! Udah duduk dulu, gue ambil minum jangan macam-macem sama barang-barang gue!” ucap Dea sebelum meninggalkan Ari di dalam kamarnya
...****************...
“Apah?? Lo serius??” pekik Ari mendengar cerita Dea yang menurutnya di luar dugaan, dia memang tahu Dea akan di jodohkan tapi dia masih tidak menyangka akan secepat ini, padahal rencananya untuk mendekatkan Dea dan Indra masih belum selesai tapi Dea malah sudah akan menikah, apakah rencananya akan gagal total?
“Ya! gue pikir ini adalah jalan yang terbaik yang harus gue ambil! Udah cukup untuk gue main-main selama ini! Waktunya gue serius sama dunia gua! Siapa tahu nanti gue bisa jadi diri gue yang lebih baik setelah nikah!” balas Dea menatap langit-langit kamarnya menerawang
Jalan kehidupan yang terbelit-belit dan sering menyiksa batinnya membuat Dea benar-benar putus asa selama ini, dia berharap dengan adanya perjodohan ini bisa membebaskan dari kenangan masalalu yang menurutnya kelam
“Gue nggak bisa ngasih pendapat apa-apa De! Tapi apa lo nggak mau pertimbangkan lagi? Dia sudah kembali, dan bahkan gue pikir dia masih cinta sama lo De!” ucap Ari menatap Dea di sampingnya
“Cinta nggak harus memiliki ri! Gua akan lebih bahagia kalau memang dia bahagia! Udah ah jangan bahas dia lagi! Jadi menurut lo gimana?”
“Semua keputusan ada di tangan lo! Ah bentar lagi lo nikah pasti kita nggak bisa ngobrol sebebas ini nanti!” ucap Ari memeluk sahabatnya dari samping
“Hahaha jangan kangen ya Ri!” tawa Dea tidak membalas pelukan Ari, mereka kini sedang tiduran di kasur Dea dengan posisi Ari kini memeluk Dea dari samping, sedangkan Dea masih tiduran terlentang melihat langit-langit kamarnya
“Lo kalau ketawa makin cantik tahu De! Jarang banget ketawanya!” ungkap Ari karena memang benar Dea jarang sekali menunjukkan tawanya selama ini
“Ya lah! Mahal soalnya!” kekeh Dea pelan
“Ada-ada lo ini! Hm Kevin gimana? Dia setuju?” Tanya Ari yang mengingat betapa posesifnya Kevin pada Dea
“Dia tadi nggak ada pas sekeluarga bahas pernikahan gue sama Nathan! Mungkin besok gue bakal bilang sama dia pelan-pelan!”
“Semoga aja dia setuju ya!”
“Biarkan tuhan yang mengatur itu!” ucap Dea sambari tersenyum
...****************...
Sedangkan di ruangan lain ada sosok manusia yang sedang membaca sesuatu yang amat sangat Dea simpan dan jaga dengan baik
Deni awalnya hanya penasaran kini sedang fokus membaca isi buku yang ia temukan di bawah meja belajar Dea, tempatnya memang tersembunyi namun siapa sangka dia bisa melihatnya
"Kenapa kamu menyembunyikannya semua ini dek! Maafin kakak!" gumam Deni yang tidak menyangka dengan apa yang telah di lalui Dea selama ini
jurang kali Thor 🤣🤣✌️
kasihan
tapi Dea tetap milih nathan pada akhirnya
semangat terus menulisnya