Masa lalu dari kedua orang tuanya membuat seorang pemuda berusia dua puluh tahun harus mengalami banyak kejadian buruk dalam hidupnya, dialah Kaivalya Rajasa Danendra yang merupakan putra dari Rajasa Danendra.
"Aku inginkan jadi putra Sagara Danendra"
"Kamu tepatlah putra Rajasa nak..."
"Aku tidak ingin darahnya, darahnya membuatku tak bisa menjadi keturunan murni Sagara, aku hanya terus di sebut sebagai keturunan darah mati!"
Keturunan darah mati, itulah julukan Kaivalya dari para mahluk halus yang dia temui. mampukah dia melepaskan bayangan Rajasa dari dalam darahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu teman senasib
"Cantika, Cantika Zaidan Pranaya"
"Kenapa kamu tidak kuliah? a iya aku lupa, ada acara do'a tadi ya" ucapnya
"Iya, tapi sudah selesai, ini anak kakak?" tanya Cantika
"Bukan, ini adik bungsuku, namanya Rinto, dia ikut papa yang sedang berobat karena tumor di Smith hospital, dia dari Lampung dan tidak sekolah, kebetulan Smith hospital menyarankan untuk sekolah di sini sementara" jawabnya
"Jadi kakak dari Lampung?" tanya Grace
"Bukan, saya dari Kaliki, hanya tinggal di sini untuk menemani papa berobat, saya tinggal dengan ibu tiri saya di sana dan ayah angkat saya juga" jawabnya terdengar membingungkan.
Lelaki itu tertawa melihat ekspresi Cantika yang terlihat kebingungan, jadi dia menjelaskan tentang siapa dirinya.
Di mulai dari dia yang seorang anak piatu karena ibunya meninggal saat melahirkan adiknya, ayahnya lalu menikah dengan perempuan lain yang menyayangi dia dan adiknya, bahkan mereka punya adik lagi dari ibu tirinya itu, tapi keadaan berubah setelah dia beranjak remaja, ayahnya ternyata orang yang jahat, bahkan ibu tirinya juga, bukan pada mereka tapi pada anak kandung dari ibu tirinya yang mereka buang sejak bayi.
"Saya pikir selama ini kami adalah keluarga yang bahagia, tapi ternyata di tempat lain adalah seorang anak yang kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya karena ulah papa dan ibu tiri saya, sampai mereka terkena karma dari perbuatan mereka dan bercerai" jawabnya
"Kenapa tidak di hukum? Maaf" tanya Cantika hati hati
"Sudah, papa sudah di hukum bukan hanya di penjara tapi juga di hantui perasaan bersalah sepanjang hidupnya, sampai sekarang dia jadi sakit tumor otak" jawabnya
"Apa anak itu tahu tentang kalian?" tanya Grace merasa prihatin
"Tahu, bahkan dia punya hati yang begitu luas, dia memaafkan papa dan juga ibu kandungnya, papa sudah tidak bersama lagi dengan istrinya itu, tapi hubungan kami tetap baik karena saya ikut beliau sejak papa di penjara, dia merawat kami dengan penuh kasih sayang" jawabnya
"Lalu bagaimana perasaan kakak setiap bertemu dengan anak itu?" tanya Cantika
"Sayang sudah pasti karena dia sudah seperti adik saya, tapi ada perasaan segan juga dengan keluarga ayah kandungnya yang merawat dia, perasaan bersalah dan malu, mereka begitu baik dan melupakan semua kejahatan papa, dan itu membuat saya tidak bisa melupakan kejahatan papa saya padanya, meski semuanya sudah berbaikan sekarang" jawabnya
"Kasihan dia, siapa namanya?" tanya Cantika
"Rakshan Permana" jawabnya
"Rakshan Permana?" tanya Cantika melotot dan orang itu mengangguk
"Kamu kenal?" tanyanya
"Ah, kalau itu mah Cantika kenal kak, kepala sekolah SMA Chandra Mukti kan? Papanya si genit Alvian dan Arvin?" tanya Cantika dan lelaki itu terkekeh
"Iya yang itu, dia juga yang minta kami ke sini" jawabnya
"Ternyata hidup Om Rakshan begitu pahit ya sejak bayi, Cantika harus bersyukur dengan apa yang Cantika dapatkan, tapi Om Rakshan beruntung bisa menikah dengan orang yang dia sukai" gumam Cantika
"Rakshan beruntung, karena dia punya hati yang tulus, bahkan meski dia di buang sejak bayi" ungkapnya
"Apa Cantika kurang tulus ya, jadi orang yang Cantika suka tidak menerima Cantika?" tanya Cantika
"Bukan, mungkin bukan jodohnya saja, saya pernah hampir menikah tapi calon istri saya membatalkan pernikahan di hari H" jawabnya
"Benarkah? Kenapa begitu?" tanya Cantika terkejut
"Tepat di hari itu, ibu tiri saya mengamuk, dia punya penyakit mental, tapi itu terjadi karena orang tua calon istri saya menghina saya yang hanya seorang petani saat itu, jadi beliau marah dan menghancurkan pelaminan, saya tidak jadi menikah dan calon istri saya juga katanya tidak mau punya mertua gila" jawabnya
"Jahat sekali dia mengatakan hal seperti itu pada orang tua" gerutu Cantika membuatnya terkekeh
"Iya, dia jahat, padahal mama begitu senang saat saya akan menikah, tapi dia tidak bersedia tinggal dengan saya juga di Kaliki, jadi saya memilih untuk menyerah saat itu" jawabnya
"Bagus kak, tinggalkan saja dia yang tidak mau hidup susah hanya karena kakak seorang petani, ternyata nasib kakak lebih memalukan dari Cantika, perasaan Cantika jadi lebih tenang sekarang" ungkap Cantika
"Jangan terlalu memikirkan sesuatu yang bukan untukmu, tunggu saja sesuatu yang lain yang mungkin di takdirkan untuk kamu, apa yang kita lihat buruk belum tentu buruk untuk kita, dan apa yang kita pikir baik juga belum tentu baik untuk kita, serahkan semuanya pada Allah SWT, kalau jodoh tidak akan lari jauh" ungkapnya membuat Cantika tertawa
"Iya, Cantika tidak akan menunggu yang tidak pasti, Cantika akan belajar saja dan menunggu jodoh Cantika datang, kak Zaheer biar sama gadis lain, nanti Cantika dapat pangeran" ungkap Cantika
"Pangeran Arab mau?" tanyanya
"Pangeran Korea kalau bisa" jawab Cantika
"Nama kakak siapa? Supaya kalau bertemu Om Rakshan, Cantika bisa titip salam" tanya Cantika
"Kalau Rakshan kamu panggil Om, berarti Saya juga harusnya kamu panggil Om dong, nama saya Rendi Prayoga" jawabnya
"Om itu khusus untuk yang sudah menikah, kalau kakak kan masih lajang" ledek Cantika
"Astagfirullah, ngenes sekali nasib jomblo" keluhnya tapi tiba tiba Cantika menghilang dari sana
"Kakak, kakak bicara dengan siapa, orang orang lihatin kakak" tanya Rinto adiknya
"Tadi ada mahasiswa di sini" jawab Rendi Shok karena Cantika tiba tiba saja menghilang.
"Tidak ada siapa siapa sejak tadi" ucap Rinto membuat Rendi Shok bahkan ditertawakan anak anak di kelas itu.
••••••••••••
"Hahaha...."
"Kamu kenapa Cantika, kenapa dari sejak sadar kamu tertawa terus?" tanya Zaidan khawatir.
"Stress mungkin kak" ucap Kaivalya
Plak.
"Diam kamu Genderuwo yang ketempelan jin sungai!" ketus Cantika menggeplak kepala Kaivalya yang terus di tempeli Baharuddin.
"Kamu tidak apa apa nak?" tanya Baharuddin
"Ini sakit" rengek Kaivalya menunjuk kepalanya dan Baharuddin segera mengusap kepala Kaivalya dengan hati hati.
"Entah apa yang terjadi Brata, sepertinya sekolah ini jadi semakin banyak mengalami gangguan jin dan anak anak juga terkena gangguan jiwa" keluh Zaki membuat Brata terkekeh
"Mereka hanya sedang puber pak" jawab Brata yang juga masih di tempeli Briana
"Cantika" panggil Zaidan lagi khawatir
"Tidak apa apa pa, Cantika baik baik saja, Cantika sudah lepas sekarang, Grace sudah tidak mengharapkan kak Zaheer lagi, Cantika sudah lepaskan dia" ucap Cantika memeluk Zaidan
"Kenapa tiba tiba?" tanya Zaidan
"Karena ternyata ada yang nasibnya lebih ngenes dari Cantika yang hanya mencintai sepihak, ada yang sudah mau ijab kabul tapi di tinggalkan pasangannya" jawab Cantika
"Ko bisa? Siapa?" tanya Kaivalya, Mustafa dan Shafeea
"Kepo" jawab Cantika kembali tertawa
"Si Kunti memang menyebalkan, harusnya gue nggak panggil namanya tadi, gue biarin aja dia terus patah hati" gerutu Kaivalya
"Tapi Cantika sudah menang melawan pengaruh jin itu nak" ucap Baharuddin
"Gue senang lihat kalian selalu bersama" ungkap Heru
"Senang sih senang, tapi tangan Lo nggak perlu genggam tangan Shafeea juga" gerutu Mustafa
"Aduh, kepalaku ko ada yang berbisik ya" keluh Heru
"Jangan di dengarkan kak, dengarkan Shafeea saja" bujuk Shafeea
"Anjir si Heru, lagi sakit juga modusin Shafeea yang polos polos imut itu" gerutu Kaivalya karena Heru sepertinya punya alasan untuk selalu dekat dengan Shafeea sekarang.