Ini kisah putri dan pangeran Rafa, bagi yang baru mampir di sarankan untuk membaca novel mommy Ara dulu ya.
Pangeran Rafa Singgalang, putra kedua dari Fajri Singgalang, Rafa sangat mencintai kekasihnya, mereka baru berpacaran kurang lebih lima bulan, sebulan menjelang pertunangannya Rafa mengalami kecelakaan hingga dinyatakan lumpuh, namun ada fakta di balik kelumpuhan Rafa apakah itu?
Putri Alfarizi Loghan, anak kedua dari dari Arkan Alfarizi loghan, putri syok mendengar kabar tentang kelumpuhan Rafa, namun ia sangat tulus menerima keadaan Rafa, tapi siapa sangka sang Daddy tak merestui hubungan mereka semenjak Rafa di nyatakan lumpuh.
bagaimana kisah selanjutnya dan apakah Rafa bisa sembuh seperti sedia kala??
Yuk simak kisah tapi jangan lupa kasih dukungan pada Author yaa🤗
Wasalam🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adhel Younges, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Kebahagiaan
Tiba di kamarnya putri melihat ponselnya berkedip, belum sempat ia menerima panggilan tersebut ponsel itu sudah mati, lalu ia meraih ponselnya dan melihat betapa banyaknya panggilan masuk dari Rafa serta beberapa chet juga.
“Astaga aku lupa bawa ponsel, mungkin dikira aku marah nih,” monolog sendiri.
Drt....
Drt....
“Halo, assalamualaikum,” sahut putri tenang.
“Wa’alaikum salam, ke mana aja sih dari tadi di hubungi ngak di angkat-angkat,” cerocos Rafa.
“Maaf, aku lupa bawa ponsel, jangan marah dong,”
“Uhh, aku kira kamu yang marah sama aku,”
Benar tebakan putri.
“Marah kenapa,”
“ya Karna insiden tadi siang,”
“Ngak lah ngapain juga aku marah, kecuali jika kamu mau balikan sama dia,”
“Eh, siapa juga yang mau balikan sama dia, aku aja udah lupa jika aku pernah pacaran sama dia,”
“Yakin lupa?,”
“Seratus persen,”
“Syukurlah kalau begitu, oh iya apa sudah minum obat?,”
“Sudah sayang, emang lagi apa sih kok ngak bawa ponsel,”
“Lagi rame di rumah, ada bang Ares dan keluarga kecilnya,”
“Oh Pantesan,”
Rafa mengira jika putri akan marah padanya Karna kedatangan Riana tadi siang, semenjak pulang dari restoran putri belum ada sama sekali menghubungi Rafa, Rafa juga ngak menyangka kalau wanita itu sudah balik dari luar negri dan sialnya lagi malah bertemu dengan dia di waktu yang tak tepat, Rafa berharap agar wanita itu tak membuat macam-macam pada dirinya dan juga putri, kalau sampai itu terjadi dia tak tau apa yang akan terjadi nanti pada hubungannya dan juga pada wanita itu.
“pangeran, sebaiknya kita istirahat sudah malam nih, apa lagi tadi siang kamu capek banget keknya,”
“Baiklah, tapi besok siang kita jalan-jalannya,”
“Ke mana?,”
“aku ingin mengajakmu ke suatu tempat,”
“Sip deh kalau begitu,”
“Selamat beristirahat dan selamat malam,”
“You to,”
Setelah panggilan berakhir putri segera menuju lemari guna mengambil baju piamanya, saat menoleh ia melihat Azam sudah tidur lelap dengan memeluk boneka lumba-lumba, putri terkekeh melihatnya Karna boneka itu lebih besar dari azam, tangan Azam saja tak sampai untuk sekedar memeluk boneka tersebut.
“lucu banget sih kamu zam,” ujarnya seraya mengelus puncak kepala Azam.
@
@
@
Sementara di kamar lain, Ares lagi berusaha menidurkan putri kecilnya, yang sering kali rewel jika malam hari. Terkadang Ayesha kasihan melihat suaminya tapi mau bagaimana lagi, embun ngak mau dengan dirinya, makin kencang tangisnya jika berada di tangan Ayesha.
“Apa dia sudah tidur mas?,” bisik Ayesha sambil memeluk Ares dari belakang
“Sedikit lagi,”
Cup...Ayesha mengecup pipi Ares, membuat pria itu tersenyum.
“nakal,” ujar Ares sambil menoel dagu Ayesha.
“Biar mas ngak capek,” ujarnya seraya tersenyum.
Setelah putrinya tidur, Ares melihat Ayesha mengambilkan baju tidur untuknya dengan santainya ia mendekap Ayesha dari belakang.
“aku menginginkanmu,” bisik Ares tepat di telinga Ayesha.
Ayesha membulatkan matanya saat mendapatkan serangan mendadak seperti itu, namun ia tak bisa mengerakkan badannya justru di tiap jengkal tubuhnya ingin mengistirahatkan diri di dekapan Ares.
Ares berbisik lirih di telinga Ayesha, nafas hangatnya membelai daun telinga dan tengkuk istrinya. Suara bisikan suaminya mendayu syahdu di Indra pendengarannya, membuat Ayesha seolah terhipnotis oleh bisikan itu dan secara refleks ia menyandarkan diri di dada bidang suaminya yang memberikan kehangatan.
Ares semakin erat mendekap tubuh istrinya itu dan tangannya melai membelai puncak kepala Ayesha serta menelusuri daun telinga dan juga tengkuk istrinya dengan memainkan ujung jarinya membuat Ayesha terhanyut oleh sentuhan yang di berikan oleh suaminya.
“Apa kau sudah siap sayang,” tanya Ares saat mereka sudah berada di atas ranjang. Ayesha menatap suaminya kemudian ia mengangguk kan kepalanya.
Malam ini udara cukup dingin, angin yang berembus terdengar berisik di antara ventilasi jendela kamar tapi tak mengusik aksi panas dua orang yang saling menghangatkan diri.
Suara ******* berganti dengan erangan, menyusup keluar bersatu dengan angin malam mengalun berirama membentuk nada cinta yang syahdu. Menyelesaikan hasrat yang tengah bergejolak dan memuncak naik bak gelombang pasang untuk mendapat pelepasan kenikmatan, erangan panjang dari keduanya mengakhiri permainan mereka.
“Terima kasih sayang, maaf jika membuatmu lelah,” ujar Ares lalu mencium lembut kening Ayesha.
“semoga lelah ku menjadi lillah mas,” ujar Ayesha kemudian ia memeluk erat Ares dan membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami untuk mencari kenyamanan hingga mereka berdua terlelap dengan pulsanya.
@
@
@
Selesai sarapan pagi, Ares berniat memboyong anak serta istrinya kembali ke rumah kecil milik mereka, tentu hal itu membuat Ara merasa sedikit sedih karna baru semalam menghabiskan waktu bersama cucu nya kini mereka kembali ke rumahnya, tak bisakah Ares menginap dirumahnya beberapa hari lagi, walau kenyataannya rumah Ares tak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka tapi Ara tak punya waktu untuk sekedar mengunjung sang cucu di karena kan kondisi mamanya yang kurang fit.
“Apa ngak sebaiknya nginap disini dua hari lagi,” ujar Ara pada Ares, lalu ia melirik istrinya, tatapan Ayesha seakan menyerahkan semuanya pada Ares membuat pria itu bimbang.
“Apa mommy masih rindu dengan cucu mommy?,”
“Tentu, mommy sangat rindu dan bahkan masih ingin bermain dengan mereka,”
“baiklah, baiklah, Abang akan menginap disini, ya sudah Abang pergi dulu ya, titip anak dan istri Abang ya mom, dad,”
“Jangan khawatir, kami akan menjaganya,”
Ares mencium ketiga buah hatinya dan tak lupa juga pria tampan yang mengemaskan siapa lagi jika bukan Azam, setelah itu sang istri tercintanya.
“Aku berangkat dulu, kalau ada apa-apa minta ke mommy aja ya,”
“Iya mas, hati-hati,”
Setelah Ares pergi Ayesha kembali masuk ke dalam rumah.
“Sebaiknya kamu istirahat saja, mommy lihat kamu sangat kelelahan,” ujar Ara yang melihat menantunya sedikit mengantuk.
“Ngak apa mom,”
“Udah sana istirahat biar mommy yang jaga mereka,” usir Ara lagi.
“Benaran mom, aku ngak apa-apa,” elak Ayesha pada mommy mertuanya.
“Baiklah mommy ngak maksa,”
“makasih mom,”
Ayesha dan Ara kembali keruang keluarga di mana disana sudah ada mama Ara dan juga Arkan yang mengendong tripel E, hanya Erlangga yang ngak di gendong Karna pria itu sangat aktif dan mulai dengan ke asik kan nya sendiri, apa lagi jika bukan belajar memiringkan tubuhnya.
Ara sangat bahagia melihat Erlangga belajar tengkurap, walau umur mereka belum genap tiga bulan tapi tumbuh kembang ke tiga cucunya sangat cepat.
@ @ @ @ @
Mohon dukungannya untuk novel ku, bagi yang sudah mampir Jangan lupa tinggalkan jejak likenya yaa.
Cukup beri like itu sudah sangat berarti bagi Author...🙏🙏🙏
Wasalm.....💞💞💞
boleh kok
lebih dr itu juga bolehhh
😁😁😁🙈🙈🙈🤣🤣🤣
macem2 SM keluarga putri & Rafa
bisa di libas perusahaan Daddy nya