Seiring berjalannya waktu ... Perasaan cinta, perasaan sayang, dan juga saling mengasihi akan tumbuh. Meskipun Melody dan Aldi membutuhkan waktu 31536000 detik, untuk mereka saling menyatakan satu sama lain bahwa mereka benar-benar saling mencintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Raina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
..."Move on dari mantan terindah dan masih sangat kita cintai bukalah hal yang mudah, tapi aku sadar sesulit apapun itu aku harus tetap melupakannya!"...
Malam ini, Aldi dan Melody beristirahat di kamar tamu yang sudah disiapkan oleh orang tua mereka. Dan kini Aldi tengah berada di kamar mandi untuk menyelesaikan urusannya, sementara Melody terlihat tengah duduk di bibir kasur. Sepasang matanya terlihat gelisah setelah ia membaca sebuah pesan yang ia dapat dari whatsapp dan pemilik nomor itu adalah Eric.
Eric : Hai, Melody. Maafkan aku, karena aku baru aktif baru-baru ini setelah sekian lama aku berusaha menghilang darimu. Sepanjang malam aku sama sekali tak pernah bisa melupakanmu sedetikpun, sampai sekarang pun tetap begitu. Aku harap kamu bahagia dengan suamimu. Meskipun, rasanya sangat begitu sulit untuk melupakanmu. Dan aku selalu berharap bahwa pernikahanmu hanyalah mimpi burukku semata dan aku selalu berharap bahwa aku akan segera terbangun. Tapi, pada kenyataannya semuanya memanglah nyata. Kamu telah menikah dengan orang lain, Melody bagaimana kabarmu? Semoga kamu baik-baik saja, jujur aku sangat begitu merindukanmu–sangat!
Seketika saja air mata Melody jatuh tanpa dipinta, ia memeluk ponselnya dan berharap bahwa yang sedang ia peluk sekarang adalah Eric. Setelah sekian lama ia pun sama sekali tak bisa melupakan Eric dan sekarang pun ia sangat merindukannya. Apakah ia berdosa karena ia malah merindukan pria lain selain suaminya? Air mata Melody semakin berlinang dengan deras, ia sama sekali tak bisa menahannya. Bahkan saking tak kuasa nya isak tangisnya pun akhirnya lolos begitu saja dari bibirnya, bayang-bayang Eric masih tercetak jelas di ingatannya. Senyumannya, wajah tampannya, dan juga pelukan darinya yang begitu sangat nyaman.
Melody merasa bahwa dirinya dipenuhi rasa bersalah pada Eric karena telah menyakitinya, meskipun sebenarnya ia sama sekali tak berniat untuk melukai hatinya. Melody memejamkan mata dengan bibir terkatup, berharap isakan tangisnya tak merebak dengan mudah. Ia mencoba menahan rasa sesak di dadanya yang semakin berkecamuk dengan begitu dahsyat, jika saja ada kesempatan ia ingin memeluk Eric sekali lagi. Memeluknya dengan erat dan mengatakan bahwa ia masih mencintainya sekaligus merindukannya.
Cklek!
Sepasang mata Melody langsung terbuka begitu ia mendengar suara pintu kamar mandi di buka, secepat itu pula ia pun langsung menghapus air matanya dengan cepat saat mendengar langkah Aldi yang mulai mendekat.
"Melody, kamu kenapa?" Aldi menatap Melody penuh tanya setelah ia berdiri tepat di hadapan Melody.
Melody terlihat kikuk, namun ia berusaha untuk mengembangkan senyuman. "Ah, aku ump .. Aku baik-baik saja." kilah Melody berbohong.
"Terus kenapa kamu nangis?" tanya Aldi bingung.
"Um, aku hanya …" Melody terlihat semakin gugup dan berusaha untuk berpikir jawaban apa yang tepat untuk ia katakan pada Aldi, tanpa harus mengatakan hal yang sebenarnya.
Seketika saja Aldi langsung menamprakkan telapak tangan seolah meminta sesuatu, dahi Melody spontan mengernyit tak mengerti. "Boleh aku lihat ponselmu?"
"Untuk?"
Sedetik berikutnya Aldi pun langsung merebut pelan ponsel Melody dari tangannya yang membuatnya langsung terkesiap, namun ia pun akhirnya bernapas lega karena Aldi sama sekali tak mengecek ponselnya dan hanya meletakan ponselnya itu di atas meja nakas.
"Tidur, Melody. Ini sudah larut," kata Aldi lalu ia pun duduk di sofa dengan posisi mereka saling berhadapan meskipun Melody sedang duduk di bibir kasur.
"Aku belum bisa tidur," jawab Melody jujur.
"Ada yang kamu pikirkan?" tanya Aldi penasaran.
Melody terdiam sesaat sebelum akhirnya ia mengangguk. "Hm," sahut Melody pendek lalu ia pun menunduk lemah.
"Mikirin mantan kamu?"
Deg!
Seketika itu pula kepala Melody langsung terangkat setelah Aldi bertanya hal demikian, pertanyaan yang sangat tepat dengan apa yang sedang ia pikirkan saat ini.
Di tunggu ya kak, ayo saling mendukung🤗❤