Sequel dari kisah Ajari aku Ustadz dan cinta untuk Khansa.
Cerita ini menceritakan kisah Khalid anak dari ustadz barra dan alira. Mengantongi restu dari kedua belah pihak namun tidak untuk Aulia gadis yang ia cintai.
Aulia tidak tau jika dirinya sudah di khitbah oleh Khalid sejak lulus SMA. Raka orang yang Aulia suka telah mengkhitbah Aulia namun ayahnya Fadil tidak menerima dengan alasan tidak cocok dengan laki-laki pilihan Aulia sendiri.
Aulia terkejut ketika keluarga barra datang untuk melamar Aulia, namun Aulia menolak dengan alasan tidak mencintai Khalid. Aulia kesal dengan Khalid karena sejak SMA Khalid selalu usil dengan Aulia. ternyata di balik itu Khalid menyimpan rasa.
Khalid mengkhitbah Aulia lewat ustadz Barra kepada ayahnya Fadil tanpa Aulia ketahui sebelumnya. Bagaimana perjuangan cinta khalid untuk Aulia hingga jatuh ke pelukannya.
Simak kisahnya Bait-bait doa ustad Khalid.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fenitri Azzukhruf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. marahnya Raka
Sejujurnya masih ada keraguan dalam benak aulia entah apa itu. Ia tetap terus berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa keputusan nya benar.
Rumah sudah sangat ramai, Fadil mengabarkan kepada para saudara dan tetangga kejadian yang menimpa Aulia. Mereka semua mengerti tapi tak menghentikan mereka untuk membantu acara seserahan nanti malam dan pernikahan besok.
Fadil masuk ke dalam kamar Aulia yang tidak terkunci. Aulia sedang duduk memandangi foto raka yang masih tersimpan di handphone nya, ia menitikkan air mata. perasaan yang sudah dalam terkikis oleh satu kejadian.
" Simpan air matamu nak, tak pantas laki-laki macam itu kamu tangisi dia pengecut." ucap Fadil mengusap kepala Aulia.
" maaf ayah." Aulia menghapus air matanya.
" Kamu benar-benar yakin akan keputusan mu menerima Khalid. Khalid sudah mengatakan kepada ayah jika dia ikhlas kamu menikah dengan laki-laki yang kamu cintai asal kamu bahagia."
" yakin Ayah insyaallah."
" sekali lagi ayah tekankan karena sudah tak bisa mundur, nanti malam keluarga ustadz Barra akan datang untuk seserahan".
" iya Ayah Aulia sangat siap."
" Alhamdulillah, baiklah nak sudah jangan menangis lagi. untuk apa kamu tangisi sedang kan dia sedang bahagia dengan pernikahan nya". geram Fadil. Aulia mengangguk.
__
Di kediaman Raka.
Sejak semalam Raka tak pulang, setelah pernikahan nya yang ketahuan oleh keluarga Aulia dirinya langsung melajukan mobilnya menuju bar. Raka mabuk mabukan menegak minuman keras hingga banyak.
Marsha khawatir dengan lelaki yang kini sudah menjadi suaminya, seharusnya malam pertama menjadi surga dunianya kini justru menjadi neraka baginya.
Raka mabuk ia tak bisa pulang ke rumah, beruntung ada temannya yang menolong Raka sehingga ia di bawa ke apartemen miliknya. Apartemen itu tak jauh dari bar di mana Raka menghabiskan kemarahan nya semalam.
" kepalaku." Raka memegang kepalanya yang masih terasa pusing.
" sudah bangun kamu rupa nya Raka." Raka mencoba membuka matanya, ia tau suara itu adalah teman nya.
" aku ada di rumahmu ini."
" Ya di apartemen ku, semalam kamu mabuk ngigau seperti orang depresi saja. Ada apa sebenarnya Raka apa yang membuat mu begini." tanya Joni temannya.
" Ada sedikit masalah saja." ucap Raka.
Raka masih memegangi kepalanya berusaha duduk, ia betul-betul pusing sekali. Joni menyodorkan satu gelas minuman kopi untuk menghangatkan tubuh nya saat ini.
" minumlah nanti ku antar pulang kamu ke rumah." Raka meneguk air nya.
Tak lama pintu terketuk ternyata pengirim makanan online, Joni memesannya untuk mereka sarapan. Raka tak ingin mengatakan apa yang terjadi dalam hidup nya, pagi ini cukup dirinya berada di rumah temannya.
" mau pulang sekarang atau nanti, biar ku antar jika kepala mu masih pusing". Ucap Joni melihat Raka yang masih memegang kepalanya.
" tidak perlu terima kasih kamu sudah mengurusku aku bisa pulang sendiri."
" kamu yakin.". Raka mengangguk.
Marsha yang sejak semalam uring-uringan karena Raka tak pulang. Kini ia bergegas untuk menemui Raka di rumah mertuanya, berharap jika Raka sudah pulang pagi ini.
Marsha mendengus kesal nampak tak ada mobil Raka di sana, itu artinya semalam Raka tidak pulang ke rumah.
" Hay sayang baru datang."
" mana Raka ma." tanya Marsha kepada sang mertua.
" apa dia tak pulang ke rumah mu".
" jika dia pulang ke rumah Marsha tak mungkin Marsha akan ke sini ma.". Ia Marsha yang sudah sangat ingin marah.
Terdengar suara deru mobil sport milik raka, senyum Marsha tersungging kini suaminya sudah pulang.
Raka masuk langsung berlari kecil ke atas tanpa dirinya mempedulikan lagi Marsha istrinya di sana. Marsha pun ikut berlari mengejar Raka ke kamarnya.
" Keluar dari kamarku Marsha ". Teriak Raka.
" aku khawatir padamu Raka, kau tidak apa-apa ". Marsha memeriksa tubuh suaminya itu.
" aku sedang tak ingin bertemu siapa-siapa kamu keluar dari kamarku". Bentak Raka untuk kedua kalinya.
" aku ini istri mu Raka, kamu tak berhak mengusirku."
Argh.... Raka melempar semua yang ada di atas meja ia tak peduli jika semuanya hancur.
" aku tidak akan menghalangi mu menikah dengan Aulia Raka.". ucap Marsha dengan tidak punya rasa malu lagi.
" kamu pikir setelah semua kejadian ini di ketahui oleh nya Aulia akan menerima ku hemmm". Raka mencengkeram bahu Marsha, Marsha meringis kesakitan.
"terus bagaimana".
" Hancur sudah impian ku untuk memiliki gadis cantik saliha seperti Aulia semua karena kamu."
" kenapa harus aku, papa mu yang meminta ku untuk hal ini Raka. " Marsha meninggikan suaranya.
" pergilah sebelum aku lebih kasar padamu ". Raka masuk ke kamar mandi dengan membanting pintunya.
Marsha pun terkejut baru kali ini juga dirinya melihat sosok Raka yang marah. Marsha membersihkan kamar suaminya, dirinya menyiapkan pakaian santai lalu Marsha keluar ia memilih bersama sang mertua.
__
Kali ini wajah Khalid terus berbinar tak seperti biasa saat di kampus, biasanya ia akan lurus pandangan nya tanpa hirau dengan para mahasiswi. Kini Khalid tersenyum saat ada yang menyapanya, sedikit kemajuan untuk para mahasiswi.
" Ustadz setelah ini ada jadwal mengajar di pesantren". ucap Rahes.
" aku ini mau menyiapkan pernikahan ku Rahes kenapa kau buat padat jadwalnya." Rahes memutar bola matanya.
" jadwal ini tersusun sebelum ustadz mau menikah, apa Rahes telponkan saja ustadz Fahri minta dia suruh mengganti kan".
" tak perlu biar kita kesana, hanya itukan jadwalnya Rahes."
" ada yang lain ustadz ". Khalid melotot ke arah Rahes, Rahes terkekeh.
" jadwalnya nanti malam ustadz mandi kembang tujuh rupa biar wangi saat malam pertama".
" gila kamu, mau ngajarin aku syirik." Khalid memukul Rahes menggunakan buku yang ada di tangannya. Rahes tertawa suka sekali dirinya membuat kesal Khalid saat ini.
Runtutan jadwal sudah di jalankan oleh Khalid ia menyandarkan tubuhnya di kursi mobil terlihat cukup lelah. Rahes tidak mengatakan jika jadwal di pesantren tidak hanya mengajar satu kali tapi hingga dua kelas.
" ya ampun Rahes aku mau ganti asisten saja besok, kamu emang gila ".
" eh jangan bos, aku sudah benar kan memberikan jadwalnya ".
" kenapa kamu tak katakan jika dua kelas hari ini."
" maaf Rahes lupa." Rahes menahan tawa.
" kamu memang ya ."
Rahes lalu tertawa namun dirinya menghadap ke arah lain tidak menghadap Khalid agar tak Khalid ketahui, bisa-bisa dirinya di pecat saat itu juga.
" ustadz tak ingin potong rambut, besokkan mau jadi raja". Tanya Rahes menyarankan.
" kenapa aku tak berfikir seperti itu ya, rambut ku sedikit panjang kan besok harus terlihat tampan ".
" meski bos sudah tampan sih, tapi kalau lebih rapi nanti mbak Aulia makin klepek-klepek ". Khalid tertawa mendengar ocehan Rahes.
" oke antarkan aku ke tempat mang Jaja". Rahes tak melajukan mobilnya ia tetap berhenti.
" Rahes,,,, cepat nanti aku dobel gajimu bulan ini hitung-hitung bonus kebahagiaan ku."
" nah itu baru bos dermawan." Rahes langsung menancap gas membuat Khalid kaget jantungnya anjlok Rahes tak kira-kira menginjak gasnya. Khalid menggeleng kan kepalanya, meski begitu tapi Khalid sayang dengan Rahes ia sudah seperti anak angkat oleh Barra.
Namun Rahes sudah melihat jika kondisi jalan aman terkendali tak ada kendaraan berlalu lalang.
__
ini pendapat ku. tetap semangat kaka 😃
semangat thor