Indonesia
NovelToon NovelToon
Crazy Obsession

Crazy Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Romansa / Identitas Tersembunyi / CEO
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: xyniee

Berbagai cara telah dilakukan Angelica Jane untuk kabur dari neraka yang disebut sebagai rumah itu dan ribuan kali pula dirinya gagal dalam usaha pelarian. Tak sekali dua kali, bahkan berkali-kali. Vincent Federico-- iblis berkedok paras malaikat itu merenggut kebebasannya.

Sampai ketika, seorang pria misterius tiba-tiba datang dan membawanya pada sebuah kenyataan yang tak terduga. Kenyataan tentang rahasia masa kecilnya yang selama ini tidak diketahuinya sama sekali.

Memori serta ingatan asing perihal kejadian di masa lalunya mulai bermunculan, seolah ingin mengungkap dan mengingatkannya akan suatu hal yang selama ini dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xyniee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19. Tentang kebenaran.

“HAHAHA! BUNUH SAJA AKU! BUNUH!”

Jackson memijat pelipisnya, orang ini benar-benar tahan akan siksaan dari mereka. Meskipun kuku jarinya telah dicabut sedikit demi sedikit hingga darah terus menetes ke lantai, selain tertawa gila seperti itu tak ada lagi yang diucapkan. Sekilas matanya melirik Vincent, pria itu duduk tenang dengan kaki saling tumpang tindih. Menatap lurus, lebih tepatnya ke arah pengkhianat tersebut tanpa ekspresi.

“Tidak berguna.”

Vincent melepas satu tembakan hingga melubangi kepalanya dan jatuh telentang, mulut sedikit terbukanya mengalirkan darah saat tembakan kedua dilepaskan di leher serta tenggorokannya. Belum puas, dia menyuruh anak buahnya untuk memotong tubuh itu menjadi beberapa bagian sebagai pakan anjing ganas miliknya.

Pengkhianat itu tidak ada gunanya, mereka hanya membuang-buang waktu selama tiga hari untuk menginterogasi orang yang mentalnya telah dirusak. Jelas sudah direncanakan, agar pria itu-- Daniel menutup mulut. Meski begitu, Jessica telah mengirim informasi yang berhasil didapatnya walau sedikit terlambat.

Ternyata, Daniel diam-diam mencuri file penting perusahaan serta menjualnya pada perusahaan pesaing dengan harga tinggi. Selain itu, senjata mereka dibuat duplikat palsu agar yang asli bisa diseludupkan. Beruntung Jackson mengetahui pergerakannya dan langsung segera merampas kembali senjata yang bernilai ratusan juta itu.

Namun, Vincent masih tidak mengerti. Daniel memang terbukti sebagai mata-mata serta pengkhianat, tetapi setelah diselidiki lebih jauh dia tak ada hubungannya dengan kasus hilangnya Jane. Pria itu hanya ditugaskan untuk menjadi tikus oleh seseorang di perusahaan. Hal ini membuat Vincent berpikir keras karena merasa ada yang janggal, tetapi ... apa?

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ***

Belahan bumi lain, seorang gadis dengan pakaian sederhana tengah memberi makan beberapa hewan ternak yang berada di halaman rumah. Senyuman manis terukir tanpa beban di bibirnya, hingga ia mendengar suara panggilan lembut dari arah belakang.

“Aurora apa yang sedang kau lakukan? Biar Ibu yang mengerjakannya, kau istirahat saja di dalam. Luka mu masih belum sembuh total,” ujar Evelyn. Mengelus rambut Aurora-- Jane dengan lembut.

“Tidak apa-apa, Ibu. Aku bosan tanpa melakukan apapun, lagipula aku tidak mengerjakan sesuatu yang berat.” Jane cemberut menatap Evelyn.

“Baiklah, jika sudah selesai temui Ibu di dalam. Kita makan siang bersama,” ucapnya halus.

Evelyn memandang Jane tersenyum, setelah sebulan lebih akhirnya ia mau bicara tanpa sungkan dan tidak takut-takut seperti dulu. Sayangnya, anak itu mengalami hilang ingatan sehingga tidak dapat mengingat apapun yang terjadi, terutama bagaimana dirinya bisa berakhir di sungai dengan penuh luka waktu itu.

Ia mengaku hanya ingat ketika dirinya jatuh dari tebing jurang, kemudian berakhir ditemukan olehnya. Namun, Evelyn berpikir rasanya tidak sesederhana itu. Karena tak ada pilihan lain, mereka akhirnya menggunakan nama anak mereka yang sudah tiada sebagai identitas sementara Jane sampai ingatannya kembali. Saat ini, gadis itu tengah dalam masa pemulihan. Luka-luka di tubuhnya sudah mulai membaik dan bisa beraktivitas seperti biasa.

Akan tetapi, ada satu masalah yang mengganggunya. Evelyn pernah mendapati Jane menangis dalam tidurnya secara tak sengaja, saat itu tengah malam ia bangun dan hendak minum air. Namun, dikejutkan oleh suara isak tangis yang berasal dari kamar Jane. Gadis itu beberapa kali mengucap kata tolong dan berhenti, serta ada nama seorang pria tak dikenal yang disebutkan.

Ketika ditanyai pada pagi harinya, Jane malah kebingungan dan membantah bahwa ia tidak menangis saat tidur. Hal ini membuat mereka merasa aneh. Namun, apapun itu Evelyn harap tidak membawa dampak buruk baginya. Ia hanya berharap Jane bisa pulih, serta mendapat kembali memori ingatannya yang hilang.

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ***

Tak terasa dua bulan lebih berlalu, pencarian masih dilakukan secara rutin dari pagi hingga bertemu pagi lagi. Bagai tak kenal lelah, Vincent terus mencari Jane meski keadaannya sangat kacau. Tubuh tegap itu semakin mengurus dengan kantung hitam terlihat jelas di bawah matanya.

“Argh! Brengs*k!”

Dinding beton itu menjadi pelampiasan tanpa peduli dengan tangan yang sudah terluka sebelumnya, telapak tangan dikepal kuat sehingga darah menetes ke lantai.

“M-maafkan aku, maaf ....”

Tanpa disadari David berada diambang pintu memperhatikan Vincent, dia melihat adiknya mengamuk dengan kondisi memprihatinkan. Hal ini terasa dejavu, mengingat untuk yang kedua kalinya Vincent dalam keadaan yang sama setelah bertahun-tahun lamanya. David tak mengerti, kenapa gadis itu begitu penting baginya.

“Oh, dia masih menggila?” tanya Kenzo. Mengejutkan pria kelahiran sembilan puluh dua itu karena kedatangannya.

David meliriknya sambil mendesis, “Apa urusanmu di sini?”

Kenzo terkekeh.

“Aku? Sejak kapan kedatanganku tidak memiliki urusan? Tentu saja ada, kita harus bicara terutama menyangkut orang itu.”

Mereka berdua berjalan menjauh, meninggalkan Vincent yang masih dalam kegilaannya. Tak sekali dua kali dia menghantam kepalanya ke atas meja kerjanya cukup keras, mengerang frustasi sembari berusaha meredakan emosinya yang semakin menjadi-jadi. Vincent merasa sebentar lagi kewarasannya akan hilang, pria itu sudah kepalang bingung dengan cara apalagi harus mencari Jane.

Bahkan jika gadisnya tiada, seharusnya ada jejak yang menunjukkan tanda-tanda mayatnya berada. Namun, nihil. Kendati demikian, ada satu hal yang Vincent lupakan. Hutan itu seperti labirin, ada beberapa tempat tersembunyi yang tidak diketahuinya menyebabkan pencarian menjadi sulit. Terlebih, medan yang dilalui tidak semulus jalan kendaraan.

“Aku tidak menyangka, seorang Vincent Federico bisa sekacau ini hanya karena seorang gadis.”

Pintu ruangan terbuka lebar, Jackson yang berlari menghampiri terkejut dan segera menahannya.

“Maaf, tapi Tuan tidak dapat diganggu untuk saat ini. Sebaiknya anda kembali di lain waktu,” ujar Jackson sesopan mungkin.

“Tidak, Jackson. Pergilah , biarkan dia masuk.”

Vincent mengangkat kepalanya dengan arogan, menatap seseorang yang telah berkata kalimat sarkas padanya. Mata elangnya melirik Jackson dan menyuruhnya untuk segera pergi keluar.

“Apa yang membuatmu datang kemari, Nicholas? Bukankah kita tidak memiliki urusan lagi selain bekerja sama? Atau, kau belum puas setelah menghajarku kemarin tanpa alasan?”

Nicholas bahkan belum mengucap sepatah kata apapun, tetapi Vincent langsung menyerangnya dengan sindiran. Pria itu jelas dalam kondisi tak ramah untuk pembicaraan dan kedatangan Nicholas hanya memperkeruh suasana.

Tanpa menghiraukan tatapan tajam Vincent, dia mendudukan tubuhnya di sofa dengan santai kemudian menyesap minuman yang telah disediakan oleh pelayan.

“Ada sesuatu yang harus dibicarakan, ini menyangkut gadismu itu. Apa kau yakin tidak ingin mendengarnya?” Nicholas tersenyum hangat, tetapi malah terlihat menyebalkan di mata Vincent.

“Duduklah, kau akan tertarik mendengarnya.”

Nicholas melirik Vincent yang duduk di kursi kerjanya dengan enggan, sengaja menjaga jarak. Rupanya, pria itu masih dendam padanya atas kejadian tempo lalu. Jika Vincent ingin, dia bisa saja membalas perbuatan Nicholas. Sayangnya tidak bisa, mengingat Nicholas merupakan klien eksklusif V.F holding corp.

Sejenak keheningan menenggelamkan mereka, sebelum akhirnya Nicholas mengucap empat kata yang membuat Vincent kebingungan.

“Kau membuat adikku tersiksa.”

Kening Vincent mengerut.

“Apa maksudmu? Adik? Siapa Adik yang kau maksud? Maaf, Tuan Dominic. Aku tidak mengerti kemana arah pembahasan ini, jika tidak ada kepentingan lain aku harap kau lebih baik pergi dari sini.”

Vincent bersiap melangkah pergi dari ruangan, tetapi kata yang terucap berikutnya membuat pria itu menghentikan langkahnya dan membeku di ambang pintu dengan tangan memegang kenop.

Nicholas tersenyum, “Tentu saja ada. Karena gadismu itu, adalah Adikku.”

Hening.

“Apa?”

Vincent berbalik melihat Nicholas penuh pertanyaan, apa maksud pria itu menyebut Jane sebagai adiknya? Vincent telah membaca informasi dan data diri gadisnya, tetapi tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa adanya saudara sedarah lain. Vincent mengetahui kedua orang tuanya telah tiada bersama satu orang kakak laki-laki, selain itu tak ada lagi.

“Kau pasti tidak percaya, bukan?”

Nicholas menggali kembali ingatan masa lalunya, sebuah kenangan mengerikan yang telah menjadi ketakutannya selama ini. Sebuah rasa sakit yang dihantarkan membuat Nicholas memiliki trauma, hingga dia beberapa kali harus terapi psikologi demi menjaga dirinya tetap waras.

Bertahun-tahun lamanya dia berusaha melawan rasa takut yang telah ditanam dalam dirinya sejak kecil, agar bisa membalikkan keadaan untuk membalas dendam. Hingga akhirnya dia sampai pada titik ini. Nicholas memandang Vincent tersenyum cerah dan menghampirinya yang masih tampak berpikir keras.

“Aku tidak mati, informasi yang kau baca itu tidak sepenuhnya benar. Izinkan aku memperkenalkan diri,” ujarnya menyeringai.

Nicholas mengulurkan tangan pada Vincent.

“Aku, adalah Kakak laki-laki dari Angelica Jane. Nicholas Dominic.”

1
Rendy
baguss banget alur cerita nya bagusss
ayfujoakut
Lumayan
ayfujoakut
Biasa
SK
lanjut thor
arafaq_9
semangat thor ❤
SK
alur yg sangatttttttt tidak membosankan,,, luar biasa sekali.terus up ya thor
xyniee_: thank youuuuu🥹🥹💗
total 1 replies
SK
ayooo kak up lagi
xyniee_: malam ini up yaaa💗
total 1 replies
Nia
semangat thor...lanjut
xyniee_: tunggu yaa!
total 1 replies
YAMEROO
semangat thor
xyniee_: terima kasih banyak atas dukungannya! tetap ikuti cerita ini yaa!✨
total 1 replies
meymey
maaf kepijit
xyniee_: waduh, kenapa bisa kecewa nih kak?🙏
total 1 replies
meymey
Buruk
xyniee_: aduh kenapa nih kak, boleh tolong jelaskan kenapa buruknya?😐
total 1 replies
Yaniesulis Ahlame
aduuh jangan deh Thor.. suka bgt sama y posesif thor
Yaniesulis Ahlame
kasihan vincent
xyniee_: nanti kita buat dia lebih kasihan gimana?😂
total 1 replies
miaMalaysia
to long bagi tajuk novel heroin dia nama Thalia plsssssss , kalau tahu laa;)
xyniee_: eh gimana gimana?
total 1 replies
Yaniesulis Ahlame
tak menunggu Jane merasa cemburu ke vincent/Drool//Drool//Drool/
xyniee_: dia penasaran aja itu kok/Chuckle/
total 1 replies
xyniee_
/Drool/
xyniee_: terima kasih banyak! terus ikuti cerita ini ya, dukunganmu sangat berharga!
total 2 replies
Teriablackwhite
iblis kek Vincent gak papa sih Thor, aku mah ikhlas sumpeh
Teriablackwhite
Bibir berkata Angelica Jane, otak mengatakan Angelina Joly 😭 mian thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!