Indonesia
NovelToon NovelToon
Rafka Dan Ragam Senja

Rafka Dan Ragam Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:740
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Nirmaya

Berkali-kali gagal dalam hubungan membuat ia menutup akses bagi siapapun yang mendekati bahkan datang melamarnya. Jika nenek moyangnya berkata pamali terus menerus menolak lamaran karena konon katanya tidak akan mendapatkan jodoh seumur hidup. Peduli apa dia? Toh takdir seorang manusia telah di tentukan jauh sebelum terlahir ke dunia. Begitulah pemikiran gadis pemilik nama Arunika Binar Senja.

Tapi, bagaimana jadinya jika seorang Pria yang ia kenal datang membawa serta seluruh keluarga untuk melamarnya? Tanpa rasa takut untuk di tolak, Pria tersebut justru dengan senang hati dan menerima dengan sabar syarat-syarat yang di ajukan Senja?

Apakah Senja akan kembali memulai kisah dengan Pria itu? Mampukah mereka menjalani sampai batas waktu yang telah ditentukan? Atau justru Senja Kembali gagal dalam hubungan kesekian kalinya ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Nirmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebutuhan Bayi

"Senja! Itu Rafka sudah di depan” ketukan pintu yang tidak biasa-biasa saja membuat Senja yang masih bersiap diri mempercepat aktivitasnya.

“Suruh masuk aja, Bun. Senja tinggal pakai jilbab ini” Ketukan pintu sudah tidak terdengar, Bunda menjauhi kamarnya. Bukan Senja yang lama bersiap, tapi Rafka lah yang datang terlalu awal. Terlalu disiplin pikir Senja.

Semalam Rafka menghubunginya, minta temanin cari kado buat rekan kerjanya yang baru saja lahiran. Sekalian jengukin langsung di rumah sakit. Sejauh ini, hanya itu rencana mereka hari ini.

Berbicara mengenai kejadian tempo hari, pada akhirnya Afyah menginap di rumah Senja dan malam itu dia juga terserang demam cukup tinggi. Dan syukurlah tidak sampai harus di bawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan. Sampai sampai saat ini, Senja tidak mengetahui bagaimana keadaan Afyah setelah menumpahkan rasa sakitnya.

“Oke sudah selesai” Senja tersenyum menatap pantulan kaca yang menampilkan dirinya. Di raihnya tas selempang dan memakainya, lalu melenggang pergi menghampiri Rafka.

Dari kejauhan ia sudah bisa melihat Rafka bersama Ayahnya berberbicara dengan di temani minum dan makanan. Jika di duga bukan pembicaraan serius, wajah mereka santai-santai saja dan Rafka bisa mengimbangi Ayahnya.

“Asik banget ceritanya, bahas apa sih?” celetuk Senja mengalihkan dua pria beda generasi itu ke arahnya, Ayah tersenyum usil kala melihatnya “Bicarain anak gadis lama betul kalau bersiap”

Senja menduduki sofa samping Ayahnya “Sengaja itu, biar yang nungguin lumutan!” Jawab sekenanya, mencomot kue kuean di atas meja.

“Senja belum datang, Yah?” itu teriakan Bunda dari arah dapur

“Belum, Bun! Kayanya molor tuh- aduhh!” Ayah meringis mengusap paha yang baru saja di geplak tanpa hati oleh Senja. “Ayah nih! Nanti Bunda ngomelin Senja!” sewot Senja tak terima.

Ayah masih mengusap-ngusap upaya menghilangkan rasa pedih. Anaknya ini kalau mukul tidak ingat status sepertinya. “Galak banget jadi perempuan, itu Rafka syok liat kamu nabok Ayah kaya tadi!” tunjuknya pada Rafka yang terdiam menatap mereka.

Senja melihat Rafka lalu beralih ke Ayahnya lagi “Memang begitu Kak Senja, Bang! Biasakan diri dari sekarang” Gahez ikut menimpali, Pemuda itu baru saja dari luar entah habis kemana.

“Ini juga satu, anak kecil ngga usah ikutan!” Rafka tertawa pelan, lihatlah, Senja menahan kesal di goda adek dan Ayahnya. Hanya sesaat, karena Senja menatap tajam ke arahnya membuatnya reflek mengatup bibir rapat-rapat.

Sayangnya hal itu di tangkap mata Gahez sehingga meledaklah tawa adek Senja. “Yah… masa Bang Rafka calon-calon suami takut istri sih!” suara tawanya menggelengar di ruangan. Bungsu keluarga ini terlihat sangatlah Bahagia di tengah-tengah wajah jengah ruang tamu.

“Teruslah ketawa sampai keselek! Ingatin ya, kalau nanti si gila ini nikah dapat istri galak. Aku orang pertama yang bakal ngetawain nih bocah!” Sungutnya kesal. Tapi, apa peduli Gahez? Membuat Kakaknya kesal adalah misinya selama ini. “Udahlah ayo pergi, dari pada ladenin manusia aneh ini!”

Senja bangkit dari duduknya di ikuti Rafka berpamitan pada Ayah dan Bunda yang masih di panggil Senja.

“Pulangnya malam?” Tanya Bunda, Wanita paruh baya ini satu-satunya yang tidak mengetahui ledek-meledek tadi.

“InsyaAllah tidak sampai malam, Bun” Jawab Rafka, di anggukin Bunda. “Hati-hati bawa kendaraannya ya, Rafka”

“Iya, Bun. Pamit ya” Rafka dan Senja pergi meninggalkan rumah.

“Rencana mau belikan kado apa?” Senja membuka topik awal. Mereka sudah dalam mobil milik Rafka menuju salah satu Mall.

Rafka diam, ia juga belum ada gambaran hadiah apa “Ada saran, ngga? Aku belum tau mau belikan apa”

“Anaknya cewe atau cowo?”

“Cewe” Senja mengangguk, ia mencari rekomendasi di pencarian mbah semua orang. “Kalau baju gimana?” saran Rafka.

Senja menimbang-nimbang sebelum menggeleng “Jangan deh, baju tuh cuma bisa ke pake sebentar apalagi ini masih bayi, kalau umur nya sudah setahunan bajunya ngga bakal kepake. Bayi tuh cepat banget gedenya”

“Nih ada nih, ada mainan, boneka, selimut dan handuk” tunjuk Senja pada hpnya “atau ini, kasur satu set? Lengkap sama bantal guling selimut” tawarnya lagi.

Rafka semakin bingung mau menentukan pilihan seperti apa sekarang. “Yang menurutmu bagus dan berfungsi sangat baik aja” Senja menoleh ke arahnya, kenapa jadi di serahkan ke dia ini?

“Aku juga ngga tau, Ka. Kalau ponakanku atau adek sepupuku kadang ku kasi boneka yang besar itu aja. Atau ngga uang buat Ibunya. Lumayan kan bisa di belikan susu” akunya sambil menscroll hp mencari alternatif atau ide-ide yang lebih kreatif di banding kebiasaannya.

Rafka terkekeh “Ya sama, Aku juga gitu” timpalnya dengan jujur. Senja menghela nafas. Kenapa untuk urusan begini mereka satu pikiran? “Ya sudah kita tentukan di toko nya aja. Minta saran sama yang jualan atau sales nya” finalnya, Rafka setuju.

Mereka akhirnya tiba di toko perlengkapan bayi yang terletak di salah satu lantai Mall. Mata mereka langsung di sambut berbagai kebutuhan tubuh mungil yang baru terlahir. Lengkap berbagai warna dan bentuk yang unik-unik, jangan lupakan motif-motif yang begitu menggemaskan di mata. Senja hampir lupa tujuan utama dia kesini apa.

Salah satu penjaga toko menghampiri mereka menanyakan kebutuhan atau butuh bantuan dalam memilih dan mencari barang yang di butuhkan. Hal itu langsung di sambut baik Senja, jangan menyia-nyiakan kesempatan kan?

Mereka di arahkan ke perlengkapan bayi khusus perempuan. Dominan warna yang sangat kontras dengan tempat khusus laki-laki. Di daerah ini warna yang lebih mencolok warna merah muda dan ungu, tapi tidak sedikit juga warna putih.

“Disini tempat perlengkapan khusus cewe, Kak. Kakak nya mau cari apa?” tanya ramah karyawan toko.

Senja menoleh ke Rafka meminta pendapat mau hadiah seperti apa. Mungkin saja sudah menemukan barang yang cocokkan?. Tapi Rafka justru menyerahkan secara penuh ke dirinya. Senja tersenyum pada karyawan tersebut. “Kami mau nyari buat kado rekan kerja, Mba. Kira-kira bagusnya itu yang kaya mana?”

Karyawan yang ber nametag “Sinta” tersenyum tidak kalah ramah “Kami memiliki perlengkapan Bayi satu set lengkap nih, Kak. Karena bayi yang baru lahir sangat memerlukan perlengkapan yang banyak, dari pakaian, tempat tidur yang nyaman dan perlengkapan mandi. Mungkin kakaknya tertarik?”

Senja bimbang, terlintas di pikirannya untuk memborong semuanya saja. Tapi terlalu berlebihan. “Yang bisa terpakai jangka panjang, Mba. Ada?”

“Untuk kebutuhan jangka panjang kami memiliki satu set peralatan makan bayi, tas perlengkapan bayi, gendongan bayi, Kak. Karena ini bisa di pakai sampai umur dua sampai tiga tahun kedepan. Apalagi untuk tas, bisa di wariskan ke adiknya nanti” Penjelasan Karyawan Wanita di depannya membantu dia menentukan pilihannya sekarang.

Gadis tunangan Rafka itu menjentikkan jari “Betul tuh, Mba. nah mau apa nih? Ada tiga pilihan tuh?” tawarnya pada Rafka, lupakah gadis ini jika Rafka sudah menyerahkan semua pada dia?

Rafka menatap lembut Senja “Kamu mau yang mana?”

“Huh?” Senja menatapnya polos mendengar pertanyaan Rafka “Pilih lah yang kamu mau” menyerahkannya.

Gadis berhijab abu-abu tua itu tersenyum canggung menatap ke karyawan yang masih menatap sabar satu pasangan bingung di depannya. “Maaf ya, Mba. dia memang ngga bisa milih” basa-basinya. Karyawan toko mengangguk masih tersenyum Ramah.

“Satu set peralatan makan aja deh, Mba. lucu gitu banyak bentuknya” pilihan akhirnya. Tidak perlu minta pendapat Pria di sampingnya, anggap aja patung. Toh di tanya juga malah nyerahin balik.

Karyawan itu mengangguk “Mau warna apa, Mba?”

“Ya?” beo nya kembali di suruh memilih “Warna ya, Mba? biru boleh biru?” belum sempat di jawab penjaganya Senja kembali bersuara “Eh putih aja, nanti di kira salah ngenalin gender bayinya lagi.”

Akhirnya setelah melewati fase bingung banyak pilihan mereka berhasil mendapatkan sesuai kebutuhan bayi. Senja bertepuk tangan riang “Seru ya, baju-bajunya lucu..” Tunjuknya saat melewati bagian baju bayi. Mereka menuju kasir guna membayar barang pilihan.

“Ngga mau beli?” Tawar Rafka, Senja menggeleng pelan “Anaknya Bang Wisnu belum tau apa, kalau aku beli sekarang baru ternyata ngga sesuai kan sayang” Rafka mengerti, mau maksa pun juga buat apa? Yang di katakan Senja benar.

Rafka mengusap pelan kepala Senja “Sabar, nanti kalau sudah tau aku ajakin lagi buat nyari perintilan Bayi” Rafka menyerahkan peralatan makan bayi saat mereka tiba di meja kasir. Membayar sesuai harga dan pergi sembari menarik tangan Senja.

“Mau langsung ke Rs?”

“Memang mau pergi kemana lagi?” tanya balik Senja.

“Kamu ngga mau jalan kemana gitu?” tawar Rafka. Senja menggeleng “Ngga ada, ngga mau kemana-mana. Lagian memang mau jalan sambil nenteng-nenteng tuh kado?” tunjuk Senja pada paper bag besar di tangan Rafka.

Rafka meliriknya juga “Ya ngga papa, ringan juga ini”

“Jengukin aja langsung, kalau mau jalan nanti setelah jengukin juga ngga papa sekalian pulang” Rafka tersenyum sedangkan Senja menatap jengah Pria yang menggandeng tangannya. Basa-basi Rafka menawarkan begitu basi di hadapannya. Tinggal bilang ayo jalan aja susah betul. Kodenya itu loh, ngga kreatif.

1
Senja Susanti
sama namanya seperti namaku
Aksara Nirmaya: hihii halooo kak Senjaa🤗
total 1 replies
Irma Nsyah
semangat nulisnya 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!