Indonesia
NovelToon NovelToon
Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Cintamanis / Romansa / Tamat
Popularitas:296.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nur hapidoh

Lurah pondokku adalah calon suamiku. Kisah cinta kami bermula dari hal iseng yang aku lontarkan. Ketika dia menyidang temanku karena selalu pulang malam dan diantar teman prianya.
Aku yang kasihan dengan temanku, iseng mengatakan "Ya sudah saya tunggu lamaran Pak Ustadz" tidak aku sangka, dia benar-benar datang ke rumahku di saat malam takbiran. Seketika rasa haru menyelimuti hatiku, kisah cinta kami pun bermula. Rasa cintaku semakin besar saat temanku berniat merebut dia dariku. Aku sadar cintanya kepadaku. Cintaku semakin dalam, keraguan diriku terkikis habis. Dia menemaniku saat penelitian dan bersamaku saat wisuda sebagai suamiku. Ayo baca novel kisah cinta antara Nur dan Ali, bagaimana mereka bertahan dalam rumah tangga yang di mulai Dengan Bismillah? Dimulai dari Nol. Sanggupkah mereka melewati segala macam rintangan dalam pernikahan mereka? Baca yuk, novelnya sampai selesai. Happy reading.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Lamaran resmi

Aku hari ini akan berkunjung ke rumah Lilik Mas Ali, dalam rangka persiapan lamaran secara resmi dan penetapan tanggal pernikahan kami. Kami kesana sekalian berunding bagaimana nanti teknis acara lamaran kami.

Setelah selesai berdiskusi kami pergi ke luar untuk mencari makan siang. Semotor dengannya sungguh sangat langka. Walaupun kami tinggal di pondok tetapi interval pertemuan kami bisa dibilang sangat jarang, kalaupun ketemu aku selalu lari dan menghindari dia karena rasanya sangat tidak enak kalau sampai ketahuan Pak Kiai ataupun teman yang lain.

Dia seorang lurah di pondokku, bagaimanaoun aku harus menjaga image dia, jangan sampai rusak hanya karena masalah asmara di antara kami.

Dia memintaku untuk memeluk pinggangnya, dia mengelus tanganku dengan lembut, sementara tangan satunya dia gunakan untuk nyetir.

" Nanti gak fokus nyetirnya loh" ucapku padanya.

" Jangan kwatir, aku pastikan semuanya aman "

Setelah sampai di tempat makan, kami langsung pesan yang kami mau. Makanan favoritku adalah Mie ayam, jadi kami pergi ketempat langgananku di warung mie ayam sekitar karang wangkal.

Saat kami sedang makan, ga sengaja bertemu teman kampusku, dia hanya menyapaku saja, bertanya sekitar tugas kampus, tapi aku melihat Mas Ali terus saja melotot ke arahku. Aku jadi merasa tidak enak. Segera saja aku akhiri obrolanku bersama temanku itu, Andre namanya, teman satu angkatan dan juga satu prody denganku.

" Kenapa sih, jutek banget jadi orang" protesku mendekatinya. Dia masih cemberut saja.

" Kan aku sudah bilang, aku gak suka kalau kamu ngobrol sama pria lain" absurd banget deh, alasannya dia itu. Masa iya aku hanya boleh bicara dengan perempuan? Gak asyik banget deh ini orang. lama-lama ngeselin jadinya.

" Janji sama aku, sebisanya, kurangi interaksi kamu sama pria lain, tolong jaga perasaan aku" dia menatapku dengan penuh permohonan.

" Oh Tuhanku, kenapa dia jadi posesif kayak gini sih?" monologku dalam hati.

" Please janji yah.." dia genggam tanganku lalu membawa kepelukannya. Aku grogi saat itu. Jujur saja, jantungku berdetak sangat kencang saat itu. Aku selama ini tidak pernah sedekat ini dengan laki-laki dewasa, apalagi dengan seseorang yang dalam arti kata memiliki hubungan spesial denganku, calon suamiku.

" Iya, aku janji. Lalu bagaimana denganmu?" tanyaku balik, rasanya gak adil deh, aku di larang bicara dengan pria lain, sementara dia bebas bicara sama perempuan lain.

" Hatiku hanya milik kamu, aku bisa pastikan bahwa aku akan membatasi interaksi bersama perempuan lain" dia tersenyum padaku dan mencium tanganku sekilas. Aku sangat bahagia sekali. Rasanya ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di kepalaku saat ini.

Pesanan kami sudah datang, jadilah kami makan dalam diam, tidak baik kalau makan sambil bicara. Dia tampak sangat menikmati mie ayam langgananku ini. Dahulu, waktu semester satu sampai semester empat, aku memang kost di sekitar daerah sini, jadi aku langganan makan disini. Ibu pemilik warung juga hapal denganku.

" Pacarnya ya Mba?" tanya beliau saat kami sudah selesai makan.

" Bukan Bu, tapi calon suamiku " ucapku tersipu malu sambil melirik sama Mas Ali. Aku lihat dia juga tersenyum sumringah. Setelah membayar makanan kami , kamipun berpamitan, saat aku keluar dari sana, tidak sengaja berpapasan dengan Isna, temanku di kampus.

" Hallo Nur,siapa nih? kok gak mau dikenalin sih?" tanyanya sambil terus melihat ke arah Mas Ali. Saat aku akan mengenalkan Isna padanya, tiba-tiba dia menarik tanganku dan menuntunku untuk naik ke motor, memakaikan helm ku dan menyuruhku naik motor segera.

" Gak usah coba-coba kenalin aku sama teman-teman kamu" dia cemberut tampak tidak suka dengan niatku tadi.

" Dia cuma minta kenalan doang, gak lebih. Gak usah berlebihan deh, aku kan jadi malu sama teman aku tadi. Kok kamu gitu sih, semua temanku kamu perlakukan kaya musuh, aneh deh" protesku gak suka dengan kelakuan dia yang selalu mau menang sendiri dan suka aneh-aneh.

" Aku ga butuh teman-teman kamu. Aku cuma butuh kamu. Sudah cukup buatku, paham tidak?" dia menyuruhku untuk pegangan dan langsung melajukan motor dengan kecepatan sedang.

Aku cuma tersenyum sama Isna dari atas motor, mengkode untuk berpamitan sama dia, aku berharap dia paham maksudku. Begini nih kalau punya calon suami es balok, dimana-mana bikin pusing saja. Besok saat ke kampus aku pasti jadi bahan gunjingan teman-teman, secara gitu.. hari ini calon suamiku ini sudah menyinggung dua temanku, dengan sikap dinginnya dia, sedingin es balok.

" Kita mau kemana? Kenapa gak pulang ke pondok saja?" tanyaku heran, karena dia mengarahkan motor ke arah berlawanan dari jalan yang biasa aku lewati kalau mau pulang ke pondok.

" Lewat jalan muter, aku mau jalan-jalan sebentar ke Ratu" dia nyebutin nama Mall yang terkenal di Purwokerto. Aku hanya diam saja manut maunya apa. Malas berdebat terus sama dia.

Kami sampai di mall, berjalan-jalan cuci mata lah, istilah anak muda mah.. Aku lihat dia beli setangkai bunga mawar dan juga boneka bear.

" Kamu mau beli apa? Ambil saja, nanti aku yang bayarin" tawarnya. Tapi aku rasanya gak tega untuk melakukan itu, jadi aku menggeleng tanda menolak tawaran dia.

Walaupun mahasiswa, aku sangat jarang pergi ke Mall, jadi memang gak hobby, bukan jaim atau lagi gabut dengan nolak tawaran dia. Murni gak tega, aku tidak tahu sih , berapa biasanya dia dapat kiriman bulanan dari orang tuanya, tapi sebagai sesama santri, aku sungguh merasa tidak tega melakukannya.

Aku lihat dia beli banyak makanan ringan dan beberapa aksesoris, aku yang memang gak ada persiapan mau pergi ke mall. Jadi hanya menemani dia saja, gak beli apa-apa.

Setelah puas jalan-jalan, kami memutuskan untuk pulang, selama di mall, aku gak tahu kenapa dia gak mau lepaskan genggaman tangan dia. Aku tuh takut banget kalau ada orang yang kenal kami, lalu nanti jadi omongan orang-orang.

Dia sepertinya cuek sekali. Sungguh bikin pusing sekali. Bagaimana pun juga aku masih ingat ceramah dia waktu dulu menyidang Aini, dilarang pacaran!!! lah ini.. apa namanya kalau sedang pacaran ? Aku frustasi sumpah deh.

" Udah belum, aku cape loh, dari tadi keliling kayak gak ada kerjaan gitu" dia menoleh padaku, lalu tersenyum manis sekali dan mengelus pucuk kepalaku dengan lembut. Aku jadi salah tingkah diperlakukan seperti itu. Jadilah aku sembunyikan wajahku di belakang punggung dia sambil menutup wajahku pakai tangan, malu sekali rasanya. Dia malah menggodaku dengan mencubit pinggangku, aku sontak kaget dan langsung lari dari jangkauan dia. Aku lihat dia kejar aku sampai ke parkiran.

" Sudah ya, please jangan godain lagi. Lemes banget sumpah deh.. " aku memohon sama dia biar stop ulah dia itu, sungguh deh. sudah gak sanggup lagi. Seharian di luar, sungguh sangat melelahkan. Ini adalah hari terpanjang dalam sejarah percintaanku dengannya, kami menghabiskan waktu bersama seharian.

" Kita pulang yuk, aku gak enak loh sama Pak Kiai" bujukku padanya.

" Baiklah, ayo kita pulang" kami akhirnya pulang juga, setelah mampir sebentar ke warung ayam penyet, pesan makanan untuk nanti makan malam. Dia turun di depan masjid SPN, lalu pulang jalan kaki sampai ke pondok. Aku melanjutkan perjalanan dengan naik motorku. Dia memberikan semua belanjaan dia tadi padaku.

Ternyata dia membeli semua itu untukku, dia sendiri tidak beli apa-apa.

1
aini saja
wah owabong deket rumahku thor...👍😍
Nur hapidoh: ya kak, kisah cinta author sama suami juga ada di sana 😂
total 1 replies
Sakila Kila
ap sih arti misuh-misuh.
heran tiap baca ad misuh-misuh.
Nur hapidoh: Bahasa lainnya marah-marah. Ungkapan perasaan kesal dan jengkel kepada lawan bicara.
total 2 replies
Pink Blossom
pondok'y msh bru, kh?
Nur hapidoh: makasih kak, akak juga terus semangat ya, utk berkarya
total 3 replies
Pink Blossom
mngkn cm byr listrik aja,, utk mkn'y bli atw msk sndri,, mngkn sprt itu
Nur hapidoh: betul, cuma bayar listrik sj. klo makan dan jajan beli sendiri di luar, bebas
total 1 replies
Pink Blossom
pnts gk dkt,, rupa'y d bgi 2 🤧🤧
Pink Blossom
MaaSyaa Allah,, mantap atuh,, sdh trjaga sjk kcil,, keren 👍
Pink Blossom: aamiin allahumma aamiin....
total 2 replies
Nur hapidoh
Saya dengerin audio booknya malah sampe nangis bawang kak, kembali menengok kehidupan author dan suami di masa lalu yang penuh onak duri, serasa dengerin sandiwara radio, berasa banget feeling nya, apalagi dubbernya keren banget bisa bawa kita ke suasana yg author ingin sampaikan dlm novel ini
Dahlia Anwar
apa ada foto pas Mash muda kalian engga jadi penasaran atau foto pernikahan
Nur hapidoh: ya begitu lah
total 5 replies
Dahlia Anwar
novel bagus kadang kesel aja Ama sikap nur wkwkwk saking keren nya Ampe terbawa suasana marah marah hampura ya Thor skngt
Dahlia Anwar: ahaha iya GX pp maaf banget engga maksud hanya terbawa suasana saja terllu fokus baca
total 2 replies
💞Nia Kurnaen💞
Salam kenal untuk authornya...🙏
💞Nia Kurnaen💞: terimakasih...sukses slalu utk authornya...🙏
total 2 replies
Nur hapidoh
jadi ingat mamahku yang sudah meninggal. semoga mamah di terima di sisi Allah dan di ampuni segala dosanya 😭
Nur hapidoh
karya pertama ku di noveltoon
Hi Hii
Ayah bibit pelakor yg meresahkan
Arifa Zahra
ustad tpi nggk menjaga batas perempuan dengn lelaki greget aku baca kelakuan ali sebelum ni
Nur hapidoh: kalau di bab2 season 2 ini cuma kisah halu nya author kak, ga benar2 terjadi dlm hidup kami. itu hy cerita utk membuat greget pembaca saja. biar novelnya jd seru
total 4 replies
Defi
Ga rela juga Dipta dengan Rianti thor
Nur hapidoh: baca ampe akhir ya kak akan ada byk kejutan nantinya
total 1 replies
Defi
Bagus Nur, biar Papanya Rianti sadar
Defi: aslii 😁
total 2 replies
Defi
Gimana Papa Rianti masi ingin menyalahkan Ali padahal puterimu Nadya dan Rianti yang bersalah
Defi
makanya jadi orang jangan jahat 🤭🤣 akhirnya terbayar tunai kan
Nur hapidoh: 😂😂😂😂😂😂😂
total 1 replies
Defi
Alhamdulillah terbuka juga hati mamanya Dipta
Defi
ini Mama kandung Dipta atau Mama tiri kenapa begitu jahat sama Dipta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!