Indonesia
NovelToon NovelToon
Lala Sang Penari

Lala Sang Penari

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Chicklit / Tamat
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: utiyem

Hai hai hai Bestie, jangan lupa kasih jempol, fav, komen yak.

Kisah tentang seorang penari cilik yang tumbuh dalam kehangatan keluarga. Bersemangat mengejar impiannya sebagai penari profesional.

Hidupnya berubah ketika pacarnya ditemukan tewas. Dan dia dituding menjadi pelaku utama. Mampukah dia mengurai benang kusut nasibnya?

Belum lagi gangguan dari lelaki menyebalkan yang selalu mengganggu tiap momen penting dalam hidupnya. Lelaki yang bahkan bersumpah untuk jadi menyebalkan seumur hidupnya.

NB: ada baiknya baca novelku yang I Love U, Mas dulu.😁😁

Author : Utiyem

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon utiyem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Farel berubah

Aku menghubungi Farel saat kelas berakhir sore itu.

"Iya Sayang," sapa Farel di ujung sana.

"Gimana punya kabar? Kamu beneran gak pulang selama libur semester?" tanyaku.

"Gak, aku liburan disini. Kamu udah balik kos?" tanyanya.

"Udah dong, ini udah selesai kelas. Tinggal balik. Nanti datang kekosan kan? Ada titipan dari tante Ine. Gimana kabar orang yang kamu tabrak?" tanyaku.

"Baik, semua udah membaik. Iya nanti aku mampir kos kamu. Kangen sama pacarku yang cantik," rayu Farel membuatku ngakak.

"Iya pacarku yang ganteng.... sampai ketemu di kosan yak, luph yu," kataku. Aku menutup teleponku. Sudah sampai di depan vespa kesayangan.

"Pacarmu anak mana?" suara Riko mengagetkanku. Dia sudah ada di belakangku.

"Kak Riko!!! Bikin kaget aja!" kataku sambil ngelus dada. Sore dengan suasana syahdu begini malah dikagetin. Riko tersenyum. Duduk di jog depan vespaku.

"Anak mana dia?" tanyanya lagi.

"Anak Solo kuliah di UG," jawabku. Riko manggut manggut. Belum punya rencana minggir dari motorku.

"Kak aku mau pulang, minggir yaa," pintaku halus.

"Gak, aku mau main ke kosmu. Mana kuncinya aku boncengin," kata Riko sambil menengadahkan tangan. Aku menggeleng.

"Aku mau tidur Kak, capek," tolakku. Dia tidak bergeming. Samtai masih ngeyel duduk di vespa.

"Kak plis deh aku gak suka di paksaa!!" Kataku sambil ngegas. Beberapa siswa sudah menoleh kearah kami. Riko tersenyum.

"Oke, kali ini saja. Lain kali aku juga gak suka ditolak," kata Riko sambil beranjak. Bodo amatlah.

Aku sampai kosan, Farel udah disana. Ngobrol sama Nita dan Lola.

"Weee ini nih yang lagi gencar dikejar kejar senior," Nita nyablak. Farel langsung melotot.

"Siapa? Kamu dikejar kejar senior? Awas yaaa aku gak suka!!" kata Farel dengan muka merah padam.

"Eh, aduh gak gitu Rel. Aku juga gak nanggepin kok," jawabku. Farel masih gak percaya. Dia menarik tanganku masuk kamar. Menutup pintu kamar. Memepetkan tubuhku ditembok kamar. Tangannya mencekik leherku.

"Rrrrreeeellll," aku berusaha meronta.

"Ingat baik baik. Catat lekat dalam pikiranmu Laaa, Lala sayang. Kamu punya aku. Selamanya cuma punya aku. Gak ada yang boleh deket atau menyentuh kamu..... ngerti???" bisiknya masih sambil mencekik leherku. Aku berusaha melepaskannya. Aku mulai pusing.

"Ngerti gak!!!" bentak Farel. Aku mengangguk pelan. Dia melepaskan cekikannya. Aku merosot terduduk dan batuk batuk.

Hening beberapa saat....

Farel mengambilkan aku minum saat aku masih mengatur nafas. Mukanya sudah tidak emosi.

"Maaf, aku cemburu banget kalau kamu deket sama cowok lain La," kata Farel sambil mengelus rambutku. Aku diam. Lama aku diam kemudian menyerahkan bungkusan titipan Tante Ine.

"Dari tante, buat kamu," kataku sambil beranjak keluar kamar. Tidak menghiraukan permintaan maaf Farel.

"Ada yang salah?" tanya Nita saat aku keluar kamar. Mungkin mukaku masih terlihat shok. Ini adalah kekerasan pertama yang aku alami seumur hidupku. Aku diam. Farel merangkul pinggangku.

"Hanya kesalah pahaman yang sudah diselsaikan," jawab Farel sambil mengeratkan pelukannya. Aku mengamati Farel sejenak. Dia tersenyum dan berusaha mencium bibirku. Aku menghindar.

"Hihihihi lucu ya kalau lagi ngambekan," kata Lola sambil memandangi kami berdua. Aku berlalu diam. Menuju kamar mandi dan menyalakan kran air dengan keras. Satu satu air mataku tertetes. Menyatu dengan derasnya air yang kuguyurkan dibadanku.

Selesai mandi hari sudah magrib. Farel rebahan dikamarku sambil menyeduh teh. Dia juga sudah membuka kardus makanan dari mama. Aku diam saja masuk kamar. Menyisir rambutku yang mulai bergelombang. Aku harus meluruskannya lagi kalau ada waktu. Farel memelukku dari belakang.

"Aku minta maaf La, maafkan aku. Aku cuma cemburu sekali kalau denger kamu sama cowok lain," jelas Farel sambil menciumi pundakku. Aku menghela nafas panjang.

"Gak papa, aku maafin," jawabku. Farel tersenyum. Memandangiku dari cermin yang memantulkan wajah kami berdua.

"Aku sayang kamu La," katanya lagi. Aku mengangguk berbalik menghadap Farel.

"Mau makan apa?" tanyaku. Kami membahas menu makan malam kali ini. Suasana mencair..... kami akrab lagi. Farel itu sahabat, teman, dan kekasih. Aku memaafkannya untuk kesalahan kecil. Tidak masalah. Dia mungkin terlalu cinta jadi bersikap seperti itu.

***

Minggu minggu sibuk kualami. Sibuk bolak balik kotaku dan kampus minimal lima kali sebulan. Sibuk juga dengan tugas kuliah yang makin padat. Tugasku tidak bisa dikerjakan duduk. Tugasnya kebanyakan menari. Harus hapal dan kompak dengan teman satu tim tari. Perkuliahan emang cuma sampai jam 5 sore paling lambat. Tapi kadang kami harus latihan tari sepulang jam kampus.

Beberapa kali bertemu Rico yang makin lama makin agresif. Sekarang fokusnya bukan hanya dekat denganku, tapi menggangguku, bahkan membully ku karena dianggap terlalu kaku.

"Aku cuma ngajak berteman, gak lebih. Tapi kamu seolah aku ngejar ngejar kamu. Dasar sok cantik," katanya pedas suatu hari karena aku menolak traktiran makan siangnya. Haa teman??? Dia pikir mataku buta? Sorot matanya saja seperti akan menelanku bulat bulat. Dia pikir aku bocah SMP yang mudah dikibuli.

***

"Kemana lagi!!!!" teriak Farel diujung sambungan telpon. Akhir akhir ini dia emang suka ngamuk karena jarang ada waktu denganku.

"Aku masih ada di kampus Rel, ini mau pulang. Kamu tunggu sebentar dikos yaa... gak lama," kataku sambil terburu buru menuju parkiran. Karena fokus cepat sampai aku justru menubruk Rico yang belum pulang. Dia memegangi lenganku yang akan terjungkal.

"Aku sebenarnya males nolongin kamu, tapi mau gimana lagi. Sesama manusia harus saling tolong menolong," kata Rico sambil lekat menatap dadaku yang basah karena latihan tari. Juga kaosnya yang sedikit rendah lehernya.

"Sebagai sesama manusia kamu harus bisa jaga matamu," jawabku angkuh sebelum tancap gas pergi.

Sampai Kos suasana sepi. Farel menunggu didepan pintu kamar. Mukanya merah padam. Matanya nyala menatap kedatanganku. Entah benar atau perasaanku. Aku seperti sudah tidak mengenali Farel lagi. Apalagi kalau sudah marah seperti ini.

"Dari mana kamu!!! Selingkuh yaa!!" bentaknya sambil mencengkeram kaos depanku. Tubuhku langsung terangkat. Dia langsung menampar pipiku sampai aku terpelanting di lantai. Air mata langsung deras menetes. Hening....

"Lala..... sorry sorry..." kata Farel berusaha memelukku. Aku menangkis tangannya. Balik menamparnya cukup keras. Dia diam saja. Aku cepat berdiri dan masuk kamar.

Dia mengganjal pintu kamarku dengan tangannya. Menarik tanganku dengan cepat dan memelukku erat. Aku berusaha lepas. Akan tetapi tubuhku terlalu mungil dalam kungkungannya.

"Sorry Laa.... sorry.... aku kebawa emosi tadi. Maaf.... maaf banget. Apa sakit?" tanyanya sambil mengelus pipiku bekas tamparannya. Aku diam saja dalam pelukkannya yang erat. Lola dan Anita datang dari gerbang. Mereka nyengir lihat aku pelukan di depan kamar kos.

Aku langsung mendorong tubuh Farel.

"Aduh, bikin iri saja," komen Anita. Farel memandangi dua temanku. Aku menggunakan kesempatan itu untuk menarik handuk, dan pergi kekamar mandi.

Farel masih menungguku di kamar.

"Lala aku minta maaf," katanya sambil memegangi tanganku. Aku diam. Mengoleskan lotions dan krim di wajahku. Pipiku agak bengkak bekas tamparannya.

"Lala aku janji ini jadi yang terakhir. Aku kangen banget sama kamu. Langsung berfikir kamu pasti selingkuh. Kita jarang ketemu walaupun ada di kota yang sama. Itu menyakitkan," kata Farel mengiba.

"Kau janji tidak akan mengulanginya lagi? Aku tidak pernah ditampar siapa pun. Kalau kau melakukannya lagi. Aku akan visum. Kau tahu apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Papaku magister jurusan hukum dan pensiunan polisi. Aku yakin beliau tidak akan terima anaknya ditampar," kataku sambil tajam menatap Farel. Dia selalu takut berhubungan dengan Papa. Farel mengangguk patuh.

"Janji," katanya singkat. Aku mengangkat jari kelingkingku. Dia menautkan jari kelingkingnya. Seperti janji kita dulu saat masih kanak kanak.

Aku merasa..... Farel yang sekarang bukan Farel yang dulu. Jika aku membandingkan farel semasa SMP dan Farel sekarang seperti dua orang yang berbeda..... Tapi bukankah waktu merubah semua orang? Kami tentu saja berubah.

1
Erneztya Ayoda
Luar biasa
MAY.s
Lah kok ws tamat sih tooor😭😭😭😭
padahal masih pingin ada cerita lala hamil dan lihat sabarnya Vano😭😭😭
Apapun itu semoga othor selalu sukses ya... ayo aku tunggu karya othor yang baru. Eman² vote sama giftku gae sopo🤭
Eh, tapi aq ttp kasih othor vote sama kopi kok😘
Utiyem: wes mbundet 🤣🤣🤣
total 1 replies
MAY.s
Somplak tenan🤣🤣🤣🤣

Vanoooo... kui wajib moco novel ku biar anu🤭🤣
Utiyem: perjaka ting ting dia🤣🤣🤣
total 1 replies
MAY.s
Kerokan plus plus😅
Utiyem: jelas, banyak modus daripada tulus🤣🤣🤣
total 1 replies
MAY.s
Buat pembuktian yo Van... baru kali ini nemu artikel kayak gini 🤣🤣🤣🤣
Utiyem: takut dikerjain lala🤣🤣🤣 secara mereka kan musuh dulunya
total 1 replies
MAY.s
Aq puas tertawa diatas penderitaan Vano🤣🤣🤣🤣🤣
Utiyem: yok kita ketawain rame2🤣🤣🤣
total 1 replies
MAY.s
Aq ngakak baca ungkapan Vano thor🤣🤣🤣🤣
Utiyem: rodo2 koplak emang🤣🤣🤣
total 1 replies
MAY.s
Wuaaaaa... jadi kelingan someone 🤧
Utiyem: kau jahat ani......
total 3 replies
MAY.s
Sampai dibaca berulang² aku ttp gk ngerti tooor... kalimatnya terbalik² apa gimana?
Utiyem: kalau begitu, akan aku usahakan sangat (sangat diusahakan) kurang lebih begitu🤣🤣🤣
total 1 replies
MAY.s
Wooo semudah itu kamu luluh hanya karena dengar alasan Rita?
Utiyem: nyebelin yank🤣🤣🤣
total 1 replies
MAY.s
Jujur sebagai readers, aku ttp dongkol meski mau alasan bagaimanapun. Hah, emang dasar cowok mirip kucing, gk bisa ada bau ikan pasti ngendus.
Utiyem: iya sih, ini awal othor mbundet dengan kisah ini. bikin konflik, bingung penyelesaian🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
MAY.s
Vano biarin Nita di rumahnya apa emang sengaja mau bikin Lala bilang cemburu dan cinta atau apa karena Rita nya yg emang gatel. Aq kok ikut nyesek ya klo jadi Lala😔
Utiyem: iyo sih🤣🤣🤣
total 3 replies
MAY.s
Yah, gk kuat juga ternyata
Utiyem: gak, dia lemah sama orang yang dicintai
total 1 replies
MAY.s
Arrrggghhh.... Ritaaaaaaaaaaa
Utiyem: karena itulah disebut kerikil
total 1 replies
MAY.s
Aaaaaa.... meleyot deh ngomong sambil ngusapin alis
Utiyem: piye2 aku tak berguru🤣🤣🤣
total 5 replies
MAY.s
Kelakuannya sdh manis, tapi mulutnya masih pedes, btw aku gemes🤣
Utiyem: ya begitulah vano🤣🤣🤣
total 1 replies
MAY.s
Kejadian ini mengingatkanku sama putri dan Revan. Dulu emakmu juga gitu kayak gk suka sama revan tapi klo dicium masih nyambut. Ah, emang ya... anak itu duplikat ortu🤭
Utiyem: wooo iyo yak🤣🤣🤣 aku kok baru nyadar😅😅😅
total 1 replies
MAY.s
Vote mendarat 🪂
Utiyem: makacih😍😍
total 1 replies
MAY.s
Othor... kau berhasil buat aku kayak org sinting mesem² dewe ngebayangin sikap Vano di warung... aaaah... uwu gitu loh😍
Utiyem: waaaa iki genah🤣🤣🤣
total 3 replies
MAY.s
Bales no... "But its my dream!" 🤣🤣🤣
Utiyem: 🤣🤣🤣🤣 malah dadi debat capres.... eh, debat inggris
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!