Indonesia
NovelToon NovelToon
Kesalahan Satu Malam

Kesalahan Satu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:32.6k
Nilai: 5
Nama Author: Widiamnd

Siapa sangka aku akan jatuh cinta pada seorang berandal mesum yang jelas-jelas telah merenggut masa depanku dan kesucianku? Jatuh cinta pada lelaki misterius yang telah membuatku mabuk kepayang.

Aroma gelapnya membuatku merasa penasaran namun siapa sangka jika dibalik sifatnya yang agak berantakan itu ada seorang lelaki yang butuh perhatian?

Seorang lelaki yang tak mengenal cinta dalam hidupnya dan bagaimana bisa aku mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widiamnd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membandingkan

"Wid, kok kaos warna item gue gak ada?" Tanya Arthur yang baru selesai mandi dan mencari baju yang ingin ia kenakan di lemarinya.

Widia yang sedang memainkan ponsel diatas ranjang langsung menyahut. "Ini gue pake." Jawab Widia santai lalu dia tertawa melihat postingan lucu dari media sosial.

Arthur hanya bisa mendengus, semejak Widia ada diapartemennya, baju-bajunya dikuasai gadis itu bahkan kaos yang ingin ia pakai juga sudah dipakai gadis itu.

"Terus gue pake apaan dong?" Dengus Arthur.

Widia akhirnya menoleh ke Arthur, baru ingin berbicara Widia langsung melototkan matanya melihat tubuh Arthur dalam keadaan telanj*ng dada dan hanya handuk kecil yang melilit dipingangnya. Buru-buru Widia menutup matanya.

"Si bego, kenapa gak pake baju?!" Teriak Widia padahal sih dia masih mengintip-ngintip lewat sela jarinya.

Arthur berkacak pinggang pada Widia. "Gak usah pake nutup-nutup mata deh, gue tau lo suka ngeliat badan gue." Celetuk Arthur.

Widia pun membuka matanya, dia menatap Arthur yang berkacak pinggang padanya. Dia berdeham menetralkan rasa ingin menyentuh dada bidang Arthur apalagi perut kotak-kotaknya yang begitu menggiurkan.

"Ya kan di lemari lo masih ada baju lain." Ucap Widia, matanya masih mengarah pada perut kotak-kotak milik Arthur.

Munafik jika Widia tidak terpesona dengan tubuh atletis Arthur. Dia terpesona dengan tubuh Arthur dan ingin menyentuh tubuhnya tapi dia kan bukan wanita murahan yang berani melakukan itu.

Arthur lagi-lagi mendengus, dia mengambil asal kaos dalam lemarinya lalu memakainya di depan mata Widia dimana membuat Widia mendesah kecewa karna tidak bisa melihat perut kotak-kotak itu lagi dan lagi dia belum sempat menyentuhnya.

Dan ketika Arthur ingin memakai celananya, buru-buru Widia mengalihkan pandangannya. Kalau dibawah sana beda lagi ceritanya, Widia tidak berani melihat benda yang membuat Widia kehilangan kesuciaannya.

"Gak usah buang muka! Gue udah pake celana!" Kata Arthur, dia bergabung dengan Widia diatas ranjang.

Widia menatap Arthur. "Oh gitu."

"Ternyata otak lo cabul juga ya." Arthur menyeringai menatap Widia, dia duduk bersender disenderan ranjang menatapi Widia yang gelagapan.

"Dih gak tuh." elak Widia.

"Alah, gue liat lo melototin badan gue tadi. Kalo mau nyentuh bilang aja, gue tau gue seksi sampe semua cewek mau nyentuh gue." Ucap Arthur dimana membuat Widia merasa jijik mendengarnya.

"Dih apaan, najis." Cibir Widia dengan sudut bibir terangkat.

Arthur tertawa. "Mau sentuh gak? Gue kasih deh dengan gratis buat lo. Mau gak?"

Widia berpikir dahulu, memang dia ingin menyentuh perut kotak-kotak Arthur tapi apakah tidak apa-apa? Arthur kan mempunyai otak mesum tapi dia ingin sekali menyentuhnya setidaknya hanya sekali saja.

"Gimana mau gak?" Arthur menunggu.

Akhirnya Widia menganggukan kepalanya. "Tapi lo gak akan ngapa-ngapain gue kan?" Widia berjaga-jaga.

Arthur berdecak. "Gak, tenang aja. Lo emang mau gue apa-apain?" Sebelah alis Arthur terangkat.

"Yaaaa gue belom siap aja." Widia mencari alasan agar Arthur tidak melakukan apa-apa padanya.

Arthur memicingkan matanya sebentar, dia tahu sekali kalau Widia berbohong. Dia bukan belum siap tapi tidak ingin Arthur menyentuhnya lagi. Sudah terbaca sekali dari wajahnya.

Dan Arthur pun membuka kaos yang ia kenakan lagi dimana terpampang lah tubuh atletis Arthur di depan mata Widia.

"Sentuh semau lo." Arthur mempersilahkan Widia menyentuh tubuhnya.

Mula-mula Widia mendekati Arthur lebih dekat. Dia menatap perut kotak-kotak Arthur dari jarak sedekat itu membuat jantung Widia berdetak lebih cepat. Baru kali ini Widia melihat perut kotak-kotak secara nyata dan ternyata itu sungguhan.

Jari-jari lentik Widia menyentuh perut kotak-kotak Arthur dengan mata berbinar. Benar-bener nyata, itu bukan lemak tapi otot perutnya.

Arthur yang merasakan Widia mulai menyentuhnya memejamkan matanya. Ya ampun, padahal hanya tangannya saja yang menyentuh perutnya tapi kenapa bisa terasa nikmat?

"Wahh," mata Widia berbinar-binar seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan yang menyenangkan.

"Ahh," tanpa sadar Arthur malah mendesah pelan dimana langsung memberhentikan aksi Widia.

Widia terdiam, dia menatap wajah Arthur yang memejamkan matanya. Apa dia menikmati sentuhan Widia? Seketika wajah Widia memerah, dia langsung menjauhkan tangannya dari perut Arthur dan langsung membaringkan tubuhnya membelakangi Arthur.

Sungguh, apa itu?

Arthur membuka matanya, dia melihat Widia sudah tidur membelakanginya. "Udah nih nyentuh perut gue?" Tanya Arthur.

"U-udah. Gue udah puas." Jawab Widia gugup.

"Cih! Emang ya lo itu cabul."

"Lo tuh, lagi lo yang nawarin gue ya." Sahut Widia, dia masih membelakangi Arthur.

"Yaudah sekarang gantian, buka baju lo. Gue mau sentuh gunung lo."

Ucapan lelaki itu membuat wajah Widia kembali memerah. Kenapa gampang sekali dia berbicara begitu? Memang ya berandal bajingan mesum. Apa diotaknya hanya ada itu saja?

"Gak mau!" Tolak Widia. "Minta aja sama pacar-pacar lo itu." Ketus Widia.

"Darimana lo tau gue punya pacar?"

"Tau aja, oh iya ternyata..." Widia kembali duduk dia menatap Arthur lagi dengan senyuman mengejek. "Lo gigolo ya?"

"Gigolo?"

Widia menganggukan kepalanya. "Udah berapa banyak cewek yang udah lo tidurin?" Tanya Widia dengan gaya soknya.

"Gak kehitung."

"Wah, berarti lo bener-bener gigolo ya?"

Arthur mengangkat kedua bahunya cuek. "Terus kenapa? Lo cemburu karna gue tidur sama cewek lain? Lo cemburu karna bukan lo yang gue tidurin? Udah jujur aja kalo mau bilang gak usah gengsi-gengsi." Oceh Arthur.

"Gue gak mau tuh. Malah ya, gak pengen sama sekali pengen lo sentuh. Tapi heran aja, kenapa ada cowok sampah kayak lo yang gonta-ganti cewek dengan gampangnya. Hah, gue rasa kak Galen lebih baik dari lo, udah gitu mending gue nikah aja sama dia daripada lo."

Mendengar nama Galen seketika membuat rahang Arthur mengeras. Dia tidak suka jika ada yang membeda-bedakannya dari kakaknya itu apalagi Widia baru saja membandingkannya dengannya.

"Dan lo pikir lo lebih baik hah? Lo itu cuma jal*ng yang belagu. Gue tau lo mau disentuh tapi apa lo cuma pura-pura polos karna tabiat asli lo itu pelac*r seharusnya lo tau itu!" Arthur berteriak pada Widia, amarahnya meledak-ledak sekarang.

"Apa? Pelacur? Seharusnya lo sadar siapa yang jadiin gue sekarang layaknya pelacur? Lo! Lo udah nodain gue dan asal lo tau gue gak mau pernikahan ini. Dan semua karna lo, lo ngancurin hidup gue." Widia pun mulai meledak, dia mengeluarkan semua amarah yang ia tahan selama ini kepada Arthur.

"Dan lo pikir gue mau sama pernikahan ini? Nikah sama cewek gak jelas kayak lo? Gue terpaksa, karna apa? Karna Gio, gue ngehargain lo sebagai sepupu Gio. Seharusnya lo bersyukur gue nikahin."

"Bersyukur? Lebih baik gue mati sekalian dari bersyukur karna nikah sama bajingan gak punya perasaan kayak lo. Emang lebih baik gue mati aja seharusnya daripada harus hidup sama bajingan yang jelas-jelas udah ngacurin hidup gue."

Widia turun dari ranjang, dia sudah tak sanggup lagi. Rasanya dadanya sesak, matanya memanas. Dia ingin mengeluarkan air matanya sekarang dan dia tidak ingin Arthur melihatnya.

Oh iya, Widia lupa. Widia membuka kaos yang melekat ditubuhnya hingga hanya branya saja yang tersisa lalu dia lemparkan kaos itu ke Arthur. Dia tidak sudi memakai baju bajingan itu.

Dan setelah itu Widia pun keluar dari kamar dengan hanya memakai bra saja. Masa bodo Arthur melihatnya, Widia hanya terlalu marah sampai tidak mempedulikan itu.

1
Nurmali Pilliang
kenapa ngak up cerita nya bagus Aq suka
de~javu. {° ~ °}
thor kok gk up,dah tamat kah padahal cerita nya bagus
de~javu. {° ~ °}
tor kok lama gk up
may
udah tamatkah kok gak pernah up lg
4U2C
𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗿𝗽𝗲𝗸𝗮𝗹𝗮𝗶,,𝗮𝗽𝗮 𝗸𝗮𝗯𝗮𝗿 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮??? 𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗮𝗸𝘁𝗶𝗳 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗻𝗼𝘃𝗲𝗹 𝗸𝗲 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸,,𝗮𝗹𝗮𝗻𝗴-𝗮𝗹𝗮𝗻𝗴,,
may
semangat thor
di tunggu up nya
4U2C
𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗶𝗻𝗶 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝘁𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗸𝗲 𝗯𝗲𝗹𝗼𝗺,,𝗸𝗲𝗻𝗮𝗽𝗮 𝗱𝗶𝗴𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀,,𝗹𝗮𝗺𝗮 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗱𝗶𝗻𝗮𝗻𝘁𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗲𝗽𝘀 𝗻𝘆𝗮,,𝗺𝗮𝗵𝘂 𝘀𝗲𝗯𝘂𝗹𝗮𝗻 𝘂𝗱𝗮𝗵..
Wir Wirdaningsih
lanjutkan ceritanya bagus banget
Wir Wirdaningsih
lanjutkan ceritanya
may
neck
Alifah
up donk Thor 😔
may
neck
may
di tunggu up nya
may
ditunggu thor up nya
4U2C
𝗹𝗮𝗺𝗮 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝘂𝗽 𝗻𝘆𝗮,,𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗴𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴 𝘂𝗽 𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗵𝗼𝗿..𝘀𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗰𝗮𝘆𝘆𝗼𝗼𝗼💪💪💪
Alifah
update nyaa jgn kelamaan donk Thor 😔🥺
Ineke Amelia Lesmana
jangan lama up nya thor
may
neck
ditunggu secepatnya thor
biar nggak ngantung
may
thor kok lama sich upnya
Ineke Amelia Lesmana
ko g up lagi y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!