Kisah cinta sepasang suami istri yang baru saja menikah yang terpaksa harus berpisah karena sebuah hal yang menuntut sang istri harus mundur merelakan suaminya untuk orang lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adhilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#20
Sirena berpamitan untuk berangkat kerja, padahal dia hari ini tidak ada jadwal pemotretan. Tujuannya kali ini adalah pergi ke rumah sakit untuk menyerahkan surat persetujuan pengangkatan rahim miliknya.
Sirena sudah berfikir dengan matang kalau dia akan melakukan operasi yang dokter sarankan untuk dirinya sebelum penyakitnya semakin parah.
Dia akan merelakan Ronald untuk wanita lain, dan dia akan pergi dari kehidupan Ronald demi kebahagiaan Ronald beserta keluarganya, karena bagi Sirena kebahagiaan Ronald adalah segalanya buat dia.
"Aku harus memikirkan rencana untuk pergi dari kehidupan Ronald dan membuat dia membenciku agar dia bisa melupakan aku." monolog Sirena sambil mengendarai mobilnya sendiri.
"Kalau memang aku bukan sumber kebahagiaan untuk dia, aku rela pergi demi kebahagiaannya." lanjut Sirena.
Tak berapa lama setelah itu dia sudah sampai di rumah sakit, dia segera pergi menuju tempat dokter Luna untuk menyerahkan surat itu.
Kebetulan Sirena sudah membuat janji, jadi dia tidak perlu harus repot repot menggantri seperti pasien yang lainnya.
"Permisi dok, selamat pagi." sapa Sirena saat memasuki ruangan dokter Luna.
"Selamat pagi juga mbak Siren, saya tidak menyangka kalau anda akan mendapatkan jawaban secepat itu, padahal kemaren saya sudah menebak kalau anda pasti akan membutuhkan waktu yang lama untuk memikirkan ini." balas dokter Luna.
"Tidak ada alasan saya menunda ini dok, toh meskipun saya mempertahankan rahim saya, saya juga tidak akan bisa mempunyai anak." balas Sirena.
"Saya suka dengan jalan pikir anda, baiklah mari langsung kita bicarakan saja waktu dan tanggal untuk anda melakukan operasi."
"Iya dok, ini suratnya." Sirena menyerahkan surat yang dia bawa tadi.
"Apakah ada rekomendasi rumah sakit terbaik yang lebih baik dari rumah sakit ini dok?" tanya Sirena karena dia ingin yang terbaik untuk pengobatannya.
Dia tidak mau kalau pengorbanan yang sudah dia lakukan ini tidak akan membuahkan hasil yang baik.
"Ada mbak, tapi ini di luar negri." jawab dokter Luna.
"Dimana itu dok?" tanya Sirena lagi.
"Di Singapura, di sana ada rumah sakit terbaik yang bisa menangani operasi anda." jawab dokter Luna.
"Singapura? Kalau aku menginginkan untuk di operasi di sana apakah bisa dok?" tanya Sirena lagi.
"Bisa mbak, kalau mbak Siren mau nanti saya bisa membantu mengurus semuanya mbak, karena kebetulan teman saya ada banyak yang bekerja di sana." balas dokter Luna.
"Ya udah dok, saya mau di sana saja dok, berapapun nanti biayanya akan saya tanggung."
"Baik mbak Siren, akan segera saya urus semuanya." balas dokter Luna.
"Tapi boleh gak kalau waktunya jangan dekat dekat gini, soalnya aku masih ada jadwal pemotretan yang belum selesai."
"Bisa mbak, terserah mbak Siren aja kapan bisanya, tapi kalau bisa jangan lama lama mbak." balas dokter Luna.
"Iya dok, nanti akan saya tanyakan dulu kepada manajer saya, nanti kalau sudah tahu waktunya akan saya kasih tahu dokter."
"Iya mbak, akan saya tunggu." balas dokter Luna.
Setelah semuanya beres, Sirena langsung pergi dari rumah sakit menuju apartemen miliknya sendiri untuk menenangkan diri dan memikirkan semuanya lagi, agar nanti jika waktunya sudah tiba dia sudah siap dengan keadaan yang ada.
Meskipun sudah ikhlas menerima semuanya, tapi terkadang Sirena masih berharap kalau semuanya ini hanya mimpi buruk dan berharap dia akan segera bangun, tapi ternyata ini adalah nyata, dan dia harus bisa menerima itu.
...***...
sang penukinya kurang literasi.
Ronald dr dulu gitu sih lelet menyelesaikan masalah, bhkan gk bisa tau istrinya sakit. dia gk pinter soale.
mkne kurang sreg karakter Ronald gk bisa di andal kan melindungi kluarga.