Indonesia
NovelToon NovelToon
Rasaku Hilang Karena Cemburumu Berlebihan

Rasaku Hilang Karena Cemburumu Berlebihan

Status: tamat
Genre:Cerai / Tamat
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ludia Tola

Lima belas tahun, bukanlah waktu yang singkat. Lusi adalah seorang perempuan yang sabar dan tulus mencintai Yudi yang mempunyai sifat cemburu dan rasa curiga yang berlebihan, namun seiring dengan berjalannya waktu, kesabaran yang dimiliki oleh Lusi pun perlahan mulai luntur. Apakah Lusi masih bisa mempertahankan cintanya? Apakah Yudi bisa merubah sifatnya? Akankah cinta mereka langgeng hingga maut yang memisahkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ludia Tola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Akur Kembali

Sehari sudah mereka lewati di kota Pelangi. Yudi diam-diam memperhatikan istrinya yang selalu bercanda penuh ceria bersama kedua orang tuanya. Terkadang tertawa lepas menandakan bahwa ia sangat bahagia.

Dhey juga begitu akrab dengan kakek dan neneknya. Ia bahkan selalu bermanja-manja. Kedua orang tua itu pun tak kalah bahagianya bisa bertemu dengan anak dan cucunya.

Sore hari, tak disangkah juga kakak pertama dari Lusi juga tiba-tiba datang tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Yani langsung memeluk mereka satu per satu.

"Tumben kalian datang ke sini?" tanya Yani dengan suara datar. Ia tahu bahwa adiknya tidak pernah datang menjenguk ayah dan ibu walau jarak tempat tinggal mereka cukup dekat membuat ia semakin kecewa kepada Lusi.

"Maaf Kak, kami baru punya kesempatan!" jawab Yudi mewakili karena melihat istrinya hanya menunduk.

Yudi tahu bahwa kakak iparnya ini tidak menyetujui pernikahannya dengan Lusi tapi ia tetap berusaha untuk bersikap biasa saja.

Suasana jadi hening beberapa saat.

"Yuk, kita masuk dulu!" ajak ibu maria untuk mencairkan suasana.

Lusi masih merasa segan kepada Yani dan ia memilih diam saja. Begitu pula halnya dengan Yudi.

Yani merasa iba melihat sikap adiknya dan sebenarnya dalam hati ia sangat meridukannya karena sejak Lusi menikah baru kali ini mereka bertemu.

Dhey muncul dari samping rumah dengan gaya yang menggemaskan. Ia baru saja memberi makan kelinci.

Melihat ada orang baru, ia pun tertunduk malu dan wajahnya makin menggemaskan saja.

"Ayo kenalan sama Tante Yani dulu, Nak!" kata Yudi.

Yani sangat senang bertemu dengan ponakannya. Ia memeluk dan menciumnya. Rasa kecewa yang selama ini menguasai dirinya kini seolah gugur.

"Ponakan Tante sangat cantik, siapa namamu?" tanya Yani sambil mencubit pipi Djey dengan pelan.

"Dhey," jawabnya dengan malu-malu.

"Udah sekolah yah?"

"Iya Tante,"

Tidak butuh waktu yang lama, keduanya langsung akrab. Lusi dan Yudi sangat senang melihat kedekatan mereka.

Malam harinya, Yani menyampaikan maksud kedatangannya yang tiba-tiba. Rupanya sudah ada seorang laki-laki yang ingin meminangnya dan pesta pernikahannya akan digelar bulan depan apabila kedua orang tua Yani merestui.

"Siapa pria itu dan apa pekerjaannya?" tanya ibu Maria.

"Namanya Alet, dia yang punya toko tempat saya bekerja, Bu," sahut Yani.

"Kalau Bapak sih, tidak ada masalah, sepanjang kalian saling mencintai dan calon suamimu itu akan menghormati dan menghargai kami sebagai orang tua dan kamu harus menyampaikan bahwa beginilah kehidupan kami." kata pak Tono.

"Terima kasih, Pak!" ucap Yani terharu.

Malam itu Lusi menemukan kembali sosok seorang kakak yang sangat menyayangi dan memanjakannya. Yani juga merasakan hal yang sama.

Malam itu, sebelum tidur mereka menghabiskan waktu hingga larut malam untuk bercengkrama sambil main joker.

Ada wajah-wajah yang paling berbahagia malam itu. Pak Tono dan ibu Maria sangat berbahagia melihat hubungan kedua putrinya yang sudah akur dan malam itu mereka tertidur dengan nyenyak, kecuali salah satu pasangan yang masih ingin melengkapi kebahagiaannya walau malam semakin larut.

Malam itu Yudi sangat menginginkan sesuatu yang bisa membuatnya seolah terbang ke angkasa.

Di kamar yang sempit namun hangat, ia mulai melingkarkan tangan kekarnya di leher jenjang milik istrinya. Mungkin karena malam itu hati Lusi sedang bahagia sehingga ia merespon pergerakan suaminya. Rasa yang selama ini sudah hampir hilang kini mulai mekar kembali.

Yudi makin tertantang karena baru kali ini ia mendapat respon dan Lusi terlihat agresif. Sudah beberapa bulan ini istrinya beku dan tak pernah mempunyai gairah tapi saat ini ******* halus dibibirnya sangat menggairahkan terutama saat gunung kembarnya di elus dengan lembut.

"Jangan keras-keras suara desahnya sayang, entar kedengaran sama seisi rumah!" bisik Yudi di telinga sang istri.

Lusi pun tersipu karena malu. Ia tak sadar telah mengeluarkan ******* nikmat.

Yudi mencium bibir tipis yang sedang tersenyum itu lalu malumatnya dengan perlahan sambil memenjamkan mata sedang kedua tangannya sudah bergerilya di mana-mana.

Beberapa saat kemudian, adegan ciuman diakhiri dan melangkah lagi ke adegan berikutnya yang lebih panas hingga keduanya tumbang secara bersamaan.

***

Pagi ini Yudi sangat emosi karena rencananya akan berangkat ke Jakarta lagi untuk berbelanja tapi setelah mengecek keuangan ternyata nominalnya sangat tidak memungkinkan untuk belanja.

Yudi segera memeriksa keadaan toko dan isinya dan ia sangat heran karena isinya juga sudah berkurang sementara uang yang disetor oleh Gani jauh dari perkiraan sebelumnya.

"Mana Maya?" tanya Yudi kepada Gani.

"Maaf Bos, kemarin istri saya pulang ke kampung dan tidak sempat minta izin karena orang tuanya sedang sakit!" kata Gani dengan gugup. Ia tahu bahwa Yudi sedang marah.

"Ini pembukuan yang dibuat oleh Maya sangat tidak jelas dan uang yang kamu setor ini sangat kurang," ucap Yudi dengan kesal dan marah. Gani gemetar karena melihat wjah majikannya yang sangat emosi.

"Sepertinya pengelolaan keuangan toko sudah mulai tidak beres," sambungnya lagi kemudian menuju ke meja kasir untuk memeriksa laci tempat menyimpan uang.

Di laci hanya tersimpan beberapa lembar uang pecahan dua puluh ribuan, sepuluh ribuan, dan lima ribuan. Yudi menutup laci meja itu dengan kasar lalu meninggalkan Gani sendirian.

Setelah memastikan bahwa Yudi sudah berlalu, Gani langsung mencari ponselnya dan menghubungi Maya.

"Iya, halo!" suara Maya dari seberang sana.

"Gawat... gawat,nih!" ucap Gani terbatata.

"Apanya yang gawat?" tanya Maya penasaran.

"Pak Yudi marah besar karena sepertinya ia sudah curiga tentang perbuatan kita," ucap Gani membuat Maya lemas. Sudah beberapa waktu ini keduanya sepakat untuk menggelapkan sebagian uang hasil penjualan yang masuk.

Gani dan Maya sudah tidak sabar ingin membangun rumah di kampung membuat keduanya khilaf. Gani juga sudah belajar untuk berbohong dengan mengatakan bahwa istrinya pulang ke kampung karena orang tuanya sedang sakit padahal Maya pulang untuk melihat pembangunan rumahnya yang sudah dimulai.

"Heyy, kenapa diam saja? Ini semua gara-gara kamu yang sok-sok-an ingin punya rumah sendiri!" gertak Gani di ponsel.

"Kok, nyalain saya? Bukannya Mas nggak nolak waktu saya masukan ide?" balas Maya tak kalah sengit.

Giliran Gani yang terdiam dan ia mengakui perkataan istrinya. Kini ia baru menyesal, kenapa waktu itu malah mendukung tawaran Maya. Keduanya sama-sama diam dan larut dalam pikiran masing-masing meskipun ponsel masih terhubung.

Sudah lama mereka melakukan hal itu tapi karena banyaknya omzet yang masuk sehingga Yudi tidak pernah curiga apalagi Gani dan Maya sudah cukup lama bekerja di tokonya, jadi ia sudah memberikan kepercayaan penuh kepadanya.

1
She_L
Sabar kawan hhhh, cerita masa lalu.
She_L
makasih atas supportx
Anis Rohayati
jiji sma si maria dan si surya ka mudah2han ketauan dan si surya di cerai kan ana
She_L
Siap kawan
She_L
Makasih
Anis Rohayati
lusi yudi 😍😍😍😍😍
Anis Rohayati
lusi yudi 😍😍😍😍
Anis Rohayati
nah gitu dong yudi
She_L
Terima kasih atas suport dan dukungannya!
Anis Rohayati
nah gitu dong ka jgn ada pelakor nya mls dah banyk cerita kya gitu jadi kebawa bosen
Anis Rohayati
kasih pelajaran dulu lusi yudi nya biar tau rasa di cuekin gimna
She_L
Maaf, jika karyaku ini jelek soalnya saya baru belajar dan tentu banyak kekurangan.
She_L
makasih masukannya.
Anis Rohayati
jadi jiji sma si yudi
Anis Rohayati
ga masuk akal kalau yudi selingkuh ka bukan nya dari awal sifat yudi ga mudah tergoda masa sama jalang yuli aja mudah tergoda jadi mls lanjut baca
Bang Beng: tolong follow balik kak.....
dan mampir di novel ku kalok berkenan kak.
terimakasih.
total 1 replies
She_L
Terima kasih suportnya kawan!
Ryana
Semangat terus kak aku udah beri 🌷untuk kakak
She_L
Siap kawan
Ryana
Lanjut!
Ryana
Semangat kak nulisnya
Ryana: iya kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!