Indonesia
NovelToon NovelToon
Manusia Hantu

Manusia Hantu

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Tamat
Popularitas:94.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Theresia YS

Kehidupan rumah tangga Helena Igit dan Darta Ingan yang penuh cinta dan kebahagiaan berubah menjadi suram dan penuh kepahitan setelah kematian neneknya dan kehadiran Anas.

Kejadian-kejadian yang mengerikan dan berbau mistis terus bermunculan dirumahnya, hingga Helena menderita penyakit yang aneh. Apakah kejadian demi kejadian aneh yang menimpa Helena berhubungan dengan kematian neneknya?
Ataukah justru karena kehadiran Anas?
Siapakah Anas yang sebenarnya?

Benarkah isu yang beredar di kampung, bila neneknya sudah berubah menjadi Uwok Senaringk ( Manusia Hantu )?
Dan rahasia apa yang disembunyikan oleh Darta dari Helen?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theresia YS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Kebencian Anas 1

"Dasar *****. Kenapa kamu tega mempermainkan aku, Ta!'' Anas menampar Darta dengan keras.

Darta hanya meringis mengelus pipinya, ia sadar dengan kesalahan yang telah ia perbuat kepada Anas.

"DASAR *******! Kamu anggap apa semua pengorbanan yang telah aku lakukan selama ini untuk kamu ********!" Anas memaki dan mengutuk Darta penuh emosi.

Darta mendekati Anas dan memeluknya dari belakang, "Maafkan aku, Nas. Maafkan, aku. Tapi, bukan kah kamu sendiri sudah tahu kalau aku sangat mencintai Helena."

Anas memberontak dan melepaskan pelukan Darta darinya. "Apa? Apa kamu bilang ... kamu sangat mencintai Helena? Lalu, lalu apa artinya selama ini tubuhku yang selalu kamu nikmati setiap saat. Dan ... dan jangan bilang kalau anak yang sudah tiga kali aku kandung juga tidak ada artinya apa-apa Dimata mu!"

"Tapi, kamu kan sudah tahu. Kalau itu hanya syarat untuk menyempurnakan ajian ku, dan bukankah ... bukankah kamu sendiri yang menawarkannya kepada ku? Dan aku akui, aku salah tak bisa menahan nafsu ku bila berada di dekatmu. Tapi ku pikir, bukannya kita melakukan itu atas dasar suka sama suka. Dan aku pun tak pernah memaksa mu setiap kali kita melakukan hubungan itu." ucap Darta tanpa rasa bersalah.

"Ah! *********! Pergi! Pergi kamu dari sini!" Pekik Anas.

"Maafkan aku, Nas. Kamu tetap sahabatku yang terbaik." ucap Darta sebelum meninggalkan Anas.

Darta pergi meninggalkan Anas seorang diri di dalam villa kecil milik Anas. Sepeninggal Darta Anas berteriak, memaki, dan mengutuk tentang segala hal termasuk kebodohan dirinya. Ia berteriak dan memaki kecewa pada sikap Darta, ia mengutuk kebodohan dirinya yang terlalu terlena dengan angan-angannya dan nafsu Darta yang ia anggap sebagai cinta dari Darta untuknya.

Anas terkejut mendapati kabar dari Helena bahwa ia akan menikah dengan Darta. Anas berharap bahwa kabar itu hanyalah permainan Darta untuk membalas dendam pada Tuan Apung, namun kenyataannya justru ia yang telah jatuh dalam permainan Darta.

Anas masih berharap bahwa ini semua adalah permainan Darta untuk membalas dendam, namun saat melihat pancaran kebahagiaan dari mata Darta saat upacara pernikahan yang sedang berlangsung di depan kedua matanya, Anas hanya bisa meneteskan air mata kepedihan dari sudut matanya.

Setelah upacara pernikahan selesai, Anas mengurung diri di dalam kamarnya. Dan keesokan harinya ia langsung pergi kembali ke villanya, Anas terus menangis meratapi nasibnya hingga air mata pun tak lagi bisa menetes untuk membasuh perih yang ia rasa.

Di tengah keterpurukan yang dialaminya, Itak Sayah mulai mempengaruhi Anas melalui mimpi Anas yang ia datangi setiap tengah hari atau senja. Itak Sayah mengajak Anas makan di sebuah restoran yang enak dan lezat, anehnya setelah mengalami mimpi tersebut Anas tak pernah merasakan haus dan lapar samasekali. Dan mimpinya itu juga datang bila ia tidur pada waktu tengah hari dan senja hari, Anas sudah mulai kecanduan dengan mimpinya itu.

Sudah seminggu Itak Sayah tak pernah muncul dalam mimpi Anas, Anas mulai merasakan rasa lapar dan haus. Walau sudah makan makanan atau minum, namun rasa lapar dan haus yang dirasakannya tak jua menghilang.

Anas lalu teringat dengan ucapan terakhir Itak Sayah padanya. Di dorong rasa dendam dan sakit hati yang menderanya, akhirnya Anas nekat mendatangi Itak Sayah untuk bekaji dan menerima warisan ajiannya.

"Kamu siap menerima segala konsekuensi dan resiko yang ada? Berpikirlah baik-baik, apa yang sudah kamu putuskan tak akan bisa ditarik kembali." ucap Itak Sayah.

"Saya siap Itak." jawab Anas yakin.

Dan Anas akhirnya menerima ajian yang diwariskan oleh Itak Sayah kepadanya. Walaupun ia harus menanggung resiko yang mengerikan yaitu menjadi manusia hantu.

"Anas, cucuku ... kemarilah ...." ucap Itak Sayah diujung nafasnya.

"Tabeq Itak." Anas mendekati Itak Sayah dengan rasa takut dan bingung.

"Jangan takut. aku sudah tak memiliki apa-apa lagi, setelah semuanya ku wariskan padamu aku kembali menjadi manusia biasa dan aku bisa meninggal layaknya manusia. Suatu saat bila engkau ingin meninggal dengan wajar, engkau harus meneruskan ajian itu pada orang lain. Jika tidak, maka engkau tidak akan bisa mati. Kau akan hidup sebagai hantu yang harus memakan mayat orang yang baru meninggal di dalam tubuh seorang manusia.''

"Iya saya mengerti, Itak." sahut Anas.

"Cucu ku ada yang harus engkau ketahui." ucap Itak Sayah tersengal-sengal.

"Apa Itak?"

Anas bertanya dengan rasa penasaran yang sangat besar, Itak Sayah lalu bercerita dengan nafas yang sudah hampir habis. Dan akhirnya, Itak Sayah mampu menceritakan semuanya sampai selesai di saat nafasnya sudah habis tak bersisa. Anas lalu pergi meninggalkan Itak Sayah yang sudah meninggal dengan posisi duduk di atas gong. Amarahnya semakin menjadi, ia lalu mendatangi seseorang untuk menumpahkan segala amarahnya.

"Siapa yang menceritakan semuanya itu padamu, Nak?" tanya Itak Wek dengan tenang.

"Itak hanya perlu jujur saja padaku." Anas menjawab dengan emosi.

"Apa yang harus aku ceritakan lagi, kamu sudah tahu semuanya." Wajah Itak Wek sedih dan rasa bersalah kembali menghinggapinya.

"Arrrggghhhh!"

Anas berteriak kesal dan kembali masuk ke kamarnya, Itak Wek mengetuk dan memanggil-manggil namanya namun Anas tak menghiraukannya. Anas menangis sejadi-jadinya, hatinya hancur, sakit dan terluka.

Ia ingin marah tapi tak tahu harus marah pada siapa, Itak Wek? Tak mungkin, Anas tak mungkin sanggup untuk marah pada orang yang sangat disayanginya itu. Pada Helena? Helena juga tak tahu apa-apa dengan semua ini. Anas terus menerus menangis di dalam kamarnya, Itak Wek pun ikut menangis melihat kesedihan Anas. Namun Itak Wek tak tahu harus berbuat apa.

Pagi hari Anas bangun dengan wajah yang sembab dan kusam, ia mendatangi kamar Itak Wek. Ia langsung memeluk Itak Wek ketika Itak Wek membuka pintu kamarnya.

"Wek, maafkan Anas. Tak seharusnya Anas melampiaskan semuanya pada Uwek."

"A-nas, Wek yang seharusnya minta maaf sama kamu, Nak." Itak Wek mulai terisak.

"Nggak Wek, Uwek nggak salah. Anas mau berterima kasih karena Uwek sudah merawat Anas dengan tulus." ucap Anas.

"Sudah seharusnya, Nak. Karena kamu juga cucu kandungku." Itak Wek memeluk dan menciumi wajah Anas.

Anas memeluk Itak Wek dengan senyum yang berbeda, tangannya diam-diam mengambil rambut Itak Wek. "Makasih ya, Wek."

"Iya Nak. Uwek harap kamu bisa melupakan semuanya dan kita lanjutkan kembali hidup kita yang baru. Yang lalu biarlah berlalu, dan biarkan mereka tenang bersama La Taala--Yang Maha Kuasa--." ucap Itak Wek.

"Iya Wek."

Itak Wek sangat bahagia Anas bisa menerima dan memaafkan semuanya yang sudah terjadi di masa lalu. Namun, Itak Wek tak menyadari bahwa Anas yang ada di pelukannya sekarang bukanlah Anas yang sudah ia rawat dari kecil.

1
Karebet
👍👍👍
Karebet
👍👍👍👍
Karebet
👍👍👍
Karebet
👍👍👍👍
Karebet
👍👍👍
Karebet
👍👍👍👍
Karebet
👍👍👍
Karebet
👍👍
Karebet
👍👍👍
Kolop
lanjut
Lutfi Sukarna
Bagus sekali
karissa 🧘🧘😑ditama
tbkan ku mah bkan tereq deby plkuny tpi anas
bimo dg
sungguh bagus sekali kisah ini wo
Herlin Todo
aku heran deh cerita yg sebagus ini pembacanya kurang
Herlin Todo
jujur aku baca yg seprti ini agak takut²
Herlin Todo
aku ko bacanya deg degan
Yosdi Hendra
harusnya ada istilah baru langsung dikasih artian dlm tanda kurung.biar pembaca ga bingung atau bolak balik membaca yg sudah terlewati.kan ga semua pembaca disini org dayak.
Ani
makasih thor... suka bisa baca sampai tamat.. 🌹🌹🌹
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
gk d sangka Anas musuh dalam selimut.
Anas Manusia setan bkn Hantu
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
aduh hidangan organ tubuh bikin ak, dag dig dug derrr,,,merinding
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!