Indonesia
NovelToon NovelToon
Us

Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy / Teen Angst / Teen School/College
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Ryuna_

"Kita adalah satu yang tak utuh"

...

Aderal Eiden, dicap sebagai seorang berandal yang kehadirannya membawa masalah.Setiap langkahnya adalah bencana, akan ada satu setidaknya orang terjatuh karenanya.

Tapi bagi Celina Lee.Aderal Edien adalah rumahnya,porosnya, dan dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryuna_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Us Nineteen

Bel pulang sekolah berbunyi sekitar lima menit lalu, Celine berada di pos satpam menunggu Eiden. Lantaran lelaki itu mengatakan akan menjemputnya agar pulang bersama. Celine tidak sendiri, ia ditemani oleh Chrisa, Shana dan satu orang teman Eiden tempo hari yang katanya akan mengajak Chrisa pulang bersama.

"Nama lo Celine kan?" rupanya teman Eiden itu bertanya padanya.

"Iya, lo..." Celine tak ingat nama lelaki itu.

"Lo nggak ingat ya, kenalin sekali lagi kalau gitu. Gue Rafka" katanya.

"Ah iya, Rafka" kata Celine, lalu ia melirik kearah Chrisa "Kalau mau pulang duluan nggak apa-apa kok, gue sama Shana aja. Lagian ada satpam disini" katanya.

Chrisa mengangguk pada Celine "Yaudah kalau gitu, kita pergi duluan. Kalau Eiden nggak datang lima menit lagi kalian naik taksi aja" kata Chrisa lalu menggandeng Rafka pergi. Keduanya keluar dari pos satpam menuju motor lelaki itu yang ada di luar gerbang.

Terisasa Celine dan Shana sekarang, Celine mengarahkan layar ponselnya pada Shana "Kamis sama jum'at kan tanggal merah, mau nggak Sha kalau kita kepantai. Udah lama nggak liburan" ajak Celine.

Shana mengangguk "Boleh, nanti kita nginap di villa gue aja. Kita ke Bali aja gimana?."

"Boleh juga sih, nanti gue yang urus tiketnya" karena biasanya Celine lah yang selalu membeli tiket, Shana yang menyediakan penginapan karena gadis itu punya banyak villa lalu Chrisa yang akan menghandle tempat dan pembagian waktu nantinya.

"Sha, gue mau pergi sebentar lagi" Sudah saatnya Celine mengatakan hal ini pada Shana. Karena selama ini ia tidak berani memberi tahu, karena kejadian satu tahun lalu membuat mereka semua menjadi sensitif tentang kepergian orang-orang terdekat.

"Kemana?."

Celine menatur nafasnya agar tetap bicara dengan nada stabil "Gue perlu nenangin diri, dan pergi dari kota ini cara terbaik. Gue bakal ngelanjutin sekolah disana nantinya, dan mungkin gue bakal netap di sana dalam waktu yang lama. Gue nggak bisa kasih tahu gue mau pergi ke mana" katanya.

Shana mengangguk, diantara mereka bertiga hanya Shana yang sangat sensitif mengenai hal semacam ini "Asal lo bisa bahagia disana gue nggak apa-apa, gue juga perlu nenangin diri biar tetap waras" katanya.

Celine menangguk, lalu hening menyapa mereka. Hanya ada deruan motor dan mobil yang terdengar sekarang.

Hingga sebuah motor berhenti di depan gerbang dan bersamaan dengan itu Eiden turun dari motornya. Menghampiri Celine yang tersenyum lembut padanya.

"Lo bawa mobil nggak?" tanya Celine pada Shana.

Shana mengangguk "Pulang duluan aja, gue mau ambil mobil dulu."

Celine mengangguk lalu pergi bersama Eiden. Celine masih melirik-lirik kearah sekolah saat Eiden memasangkan helm padanya.

"Naik" Eiden mengulurkan tangannya untuk pegangan Celine, ia mengeluarkan jacket dari dalam tasnya dan memberikan pada gadis itu "Pakai, udaranya dingin" katanya.

Saat gas motor ditarik, keduanya membelah jalanan kota di sore hari yang mendung.

......................

Setelah pulang mereka hanya mengganti pakaian lalu pergi lagi, Eiden membawa Celine ke cafe sore ini. Celine dengan dress biru bermotif bunga-bunga kecil terlihat sangat cantik hari ini. Mereka tidak pergi menggunak motor, melainkan sebuah mobil yang menjemput keduanya.

Celine duduk didi kursi yang disediakan khusus di samping Eiden untuknya. Menatap bagaimana wajah serius Eiden melayani pelanggan.

Celine mengerjap beberapa kali saat Eiden meletakkan piring dengan bebarapa potong cake serta segelas strawberry milkshake di depannya.

"Ini?" Celin mendongak menatap Eiden.

Eiden berhenti sejenak pada tugasnya "Makan itu dulu, nanti gue pesanin makanan yang lain" katanya lalu melanjutkan pekerjaannya.

Celine mengangguk, mulai menikmati hidangan yang diberikan untuknya. Dari tempatnya Celine dapat melihat banyaknya pelanggan yang mayoritas perempuan, apalagi barisan panjang yang berada di depan Eiden.

Celine pikir menempatkan Eiden pada pekerjaannya sekarang adalah hal yang menguntungkan, wajah tampan lelaki itu menjadi daya tarik tersendiri. Bukannya ini salah satu trik marketing yang bagus.

"Makan yang benar, nggak usah keliaran matanya" tegur Eiden yang tentunya dapat di dengar oleh beberapa orang yang berada di antrian cukup depan.

Celine patuh saja, disaat seperti ini Celine merasa menang karena dari sekian banyak perempuan yang melakukan modus pada Eiden ia yang dapat merasakan kedekatan itu. Celine meletakkan tasnya di atas meja, mengambil ikat rambut yang ia bawa dari rumah untuk mengikat rambut panjangnya.

Tapi tiba-tiba sebuah tangan yang lebih besar mengambil ikat rambut itu, Celine hendak menoleh tapi Eiden melarang. Lelaki itu lebih dulu menguncir rambut Celine.

Celine lihat antrian masih panjang sekarang tapi Eiden malah sibuk dengannya "Itu, antriannya... "

"Biar ganti sama bartender lain dulu, gue pegal berdiri terus"katanya.

" Tapi... "Tangan Celine diraih lebih dulu sebelum ia sempat berucap.

" Bawa tas sama minumannya"Eiden menggenggam sebelah tangan Celine lalu sebelah tangannya membawa piring berisi cake yang baru berkurang sedikit.

Eiden membawa Celine menaiki tangga, pada sebuah bangku pojok di lantai atas. Cafe ini sangat luas kalau kata Celine, apalagi memiliki dua lantai yang dapat menampung banyak pelanggan.

Dari atas sini Celine dapat melihat taman kota yang berada tak jauh dari sini. Juga di depan cafe, tepatnya pada taman kecil yang berisi meja dan kursi yang sekarang tengah diduduki orang-orang.

"Ini cafe hasil kerjasama Gue, Rafka sama Mave. Kita bangun ini tempat sekitar setengah tahun lalu" jelasnya.

Celine nampak berbinar "Gue nggak nyangka kalian bisa bikin cafe, bagus juga" pujinya.

Eiden tersenyum "Makan lagi Lin, lo belum makan tadi" katanya.

"Kalau cafe kalian berhasil, apa lo bakal tetap pergi sama gue? " tanyanya dengan raut wajah menurun.

Celine sangat berharap Eiden akan tetap pergi bersamanya, tapi ia tidak ingin menghancurkan usaha lelaki itu yang dibangun susah payah menjadi sia-sia.

"Gue tetap bakal pergi, kita berencana buka cabang di Bali. Karena mereka berdua nggak bisa ngelola, gue yang bakal pergi" katanya memberi penjelasan.

Celine mengangguk paham, ia memperhatikan cake di hadapannya "Bikin cake kayak gini dapat resep dari mana?" tanyanya tiba-tiba penasaran.

"Di internet banyak, kita cuman modifikasi resep dikit-dikit aja."

Celine mengangguk, tiba-tiba ia teringat pembicaraannya di sekolah bersama Shana tadi "Ei, mau ikut liburan nggak?" tanyanya.

"Kemana?."

"Rencananya mau ke Bali, Kamis sama jum'at kan tanggal merah ditambah sabtu minggu juga libur jadi kita punya banyak waktu. Lo boleh ajak teman lo kalau mau" jelas Celine.

"Yaudah, gue urus tiket pesawatnya kalau gitu" Eiden mengambil ponselnya, membuka aplikasi untuk memesan tiket pesawat "Berapa orang?" tanyanya.

Celine menarik sebelah tangan Eiden "Gue udah pesan tiketnya, penginapan juga udah ada. Semuanya udah lengkap" jelas Celine.

"Kalau gitu, gue yang biayain transportasi sama makan disana."

"Ei, lo baru aja kerja loh. Biarin uangnya ditabung aja dulu, nanti-"

"Gue udah bilang sama lo kan, kalau lo mau lihat topeng gue kita pergi ke Bali. Lo bakal tahh semuanya nanti."

......................

1
auliasiamatir
ternyata Celine sangat sangat ribet sama kehidupn nya
auliasiamatir
kasian banget hodup mu caline
auliasiamatir
oo helllooooo, zaman apa ini nyonya, masih mendidik anak dengan cara sep itu..
auliasiamatir
jangan kasar dong Eid
auliasiamatir
kayaknya seru.. langsung vaforit ini
Yani Dyan
Up dong thor
Yani Dyan
suka sama karakter eiden
Devi Aviana Putri
Kayaknya bakal seru dan gemes-gemes gitu ceritanya, nih. Baru sempat mampir, Kak. Semangat terus lanjutin ceritanya, ya, Kak. ❤️
Nova Azzuhra
iya santai dong
Nova Azzuhra
semangat ya
Nova Azzuhra
karna kamu cantik😂
Nova Azzuhra
baik banget sih
Nova Azzuhra
ya ampun😭
Nova Azzuhra
disini lah
gst. bintangselatan
udalah thor, gue nikahin aja ya eiden sm celine
gst. bintangselatan
to the point banget si eiden wkwq
gst. bintangselatan
eiden effort bgt ya jd cowo wkw
Unknowing
mampir juga bang, judul : kuharap ini bukan dongeng
Ryuna_: saya cewek kak
total 1 replies
Unknowing
semangat bang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!