Indonesia
NovelToon NovelToon
Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:482.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Aku tidak akan bersaing dengan masa lalumu. Sebelum kamu mendepakku, aku yang akan berjalan keluar."

Nayara tahu posisinya di kediaman Dewangga hanya sebatas hitam di atas putih. Melalui pernikahan kontrak dua tahun, ia menjadi tameng bagi Arkananta Dewangga untuk mempertahankan hak asuh anaknya, Kenzie, dari kejaran mantan istrinya, Saskia. Naya menjalani perannya dengan profesionalitas tinggi, sembari mengunci rapat hatinya di balik dinding es yang tebal.

Namun, situasi memanas saat Gisella—cinta pertama Arka—kembali dalam kondisi hancur. Dalih tanggung jawab membuat Arka kerap berpaling, memicu kelicikan Clarissa (saudara Saskia) untuk menjebak Arka hingga skandal kemesraannya dengan Gisella viral di media sosial. Foto viral ini menjadi senjata maut Saskia untuk merebut Kenzie kembali di sidang banding. Di depan mertua yang murka, Naya tampil anggun membela Arka demi menuntaskan tugas kontraknya.

Namun di balik layar, Naya menampar ego suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Bayang-Bayang Clarissa

Gedung-gedung pencakar langit Jakarta yang megah terpantul di kaca jendela mobil SUV hitam yang membawa Nayara kembali dari sekolah Kenzie. Sudah satu minggu berlalu sejak malam kesepakatan itu ditandatangani. Bagi Naya, rutinitas barunya kini terasa jauh lebih teratur, walau ia harus selalu siap memasang topeng ketenangan di setiap sudut rumah besar Dewangga.

Setiap pagi, Naya memastikan Kenzie terbangun dengan tawa, menyiapkan bekal nutrisi terbaik tanpa sedikit pun mencampuri urusan pelayan lain yang mengurus keperluan Arka. Baginya, batasan yang dibuat Arka adalah berkah; ia tidak perlu membuang energi untuk melayani pria angkuh itu. Otoritas penuh yang ia rebut dalam mengurus Kenzie terbukti efektif. Bocah itu kini jauh lebih ceria dan tidak lagi rewel.

Namun, kedamaian rumah tangga yang Naya bangun dengan rapi tidak serta-merta menjauhkan bayang-bayang badai yang mengintai dari dunia luar.

****

Di waktu yang sama, di lantai tertinggi gedung Dewangga Group yang membelah langit Jakarta, suasana ruang kerja Arkananta terasa begitu formal dan sibuk. Arka duduk di balik meja kerjanya, menatap tumpukan berkas audit kuartal pertama dengan kening berkerut. Ketukan tegas di pintu kaca ruangannya memecah keheningan, disusul oleh langkah kaki beritme cepat dari sepatu hak tinggi yang sangat ia kenal.

Clarissa Maheswari masuk tanpa menunggu izin sekertaris. Wanita itu tampil glamor dengan setelan blazer merah marun yang pas di tubuhnya, memancarkan aura sosialita kelas atas yang ambisius sekaligus dominan.

"Masih sesibuk ini, Arka? Bahkan setelah statusmu berubah menjadi seorang suami?" Suara Clarissa mengalun sinis, penuh dengan penekanan yang tajam.

Arka tidak langsung mendongak. Ia menandatangani selembar berkas terakhir sebelum menutup mapnya dengan gerakan tenang, lalu menatap Clarissa dengan mata elangnya yang kaku.

"Jika kedatanganmu ke mari hanya untuk membahas kehidupan pribadiku, Clarissa, kurasa sekretarisku sudah menjelaskan bahwa jadwalku hari ini sangat padat," sahut Arka datar, tanpa riak emosi.

Clarissa terkekeh pelan, sebuah kekehan yang sarat akan rasa tidak percaya. Ia melangkah mendekat, lalu menumpukan kedua tangannya di atas meja kerja Arka, menatap pria itu dengan pandangan menyelidik.

"Jangan naif, Arka. Kamu pikir aku akan percaya begitu saja dengan drama pernikahan mendadakmu seminggu yang lalu?" Clarissa menaikkan sebelah alisnya, sorot matanya menajam. "Menikahi seorang wanita antah-berantah yang tidak punya latar belakang jelas? Seorang Nayara? Siapa dia? Bahkan namanya tidak pernah terdengar di kalangan kita."

"Dia istriku. Itu sudah lebih dari cukup sebagai latar belakangnya," jawab Arka tegas, suaranya bariton dan penuh intimidasi yang dingin.

"Istri? Jangan bercanda!" Clarissa menegakkan punggungnya, bersedekap sambil tersenyum meremehkan. "Kita sudah saling mengenal sejak lama, Arka. Aku tahu persis bagaimana standarmu. Kamu adalah pria yang rasional, perfeksionis, dan selalu memperhitungkan keuntungan dalam setiap langkah. Menikahi wanita dari kalangan biasa yang bahkan tidak bisa memberikan keuntungan bisnis apa pun untuk Dewangga Group? Itu sangat tidak masuk akal."

Arka menyandarkan punggungnya ke kursi, membalas tatapan Clarissa dengan ketenangan yang kokoh. "Pernikahan bukan melulu soal transaksi bisnis, Clarissa. Aku tidak butuh suntikan dana atau relasi dari keluarga wanita untuk membuat Dewangga Group tetap berdiri di puncak."

"Tapi kamu butuh wanita yang sepadan untuk mendampingimu di depan publik, bukan wanita yang hanya tahu cara mengurus dapur!" Clarissa menyela cepat, nadanya mulai meninggi karena kesal melihat ketenangan Arka. "Tante Ambar pasti tertekan menghadapi menantu seperti itu. Aku tahu betul bagaimana standar ibumu."

"Ibuku sangat menyayangi Naya. Dan yang paling penting, Kenzie mencintainya," timpal Arka dingin, menggunakan nama anaknya sebagai perisai terbaik dalam sandiwara ini. "Naya memiliki ketulusan yang tidak dimiliki oleh wanita-wanita yang hanya mengincar status sosial dari nama Dewangga."

Kalimat terakhir Arka bagai tamparan keras yang mendarat tepat di ego Clarissa. Wanita itu mengepalkan jemarinya yang dihiasi kuteks merah menyala. Ia tahu kalimat itu juga menyindir dirinya yang selama ini terang-terangan mengincar posisi di samping Arka.

Clarissa memajukan wajahnya kembali, menatap lurus ke dalam manik mata Arka dengan pandangan yang penuh dengan kecurigaan yang membara.

"Ada yang tidak beres di sini, Arka. Aku bisa merasakannya," bisik Clarissa penuh ancaman. "Pernikahan yang terlalu mendadak, tidak ada masa pendekatan, dan tiba-tiba wanita itu sudah menguasai rumahmu? Ini terlalu rapi untuk sebuah cerita cinta. Ada rahasia besar yang sedang kamu sembunyikan dari dunia, bukan?"

Arka tidak berkedip sedikit pun. Rahangnya mengeras, namun ia berhasil mempertahankan ekspresi datarnya yang kaku. "Kamu terlalu banyak menonton drama sinetron, Clarissa. Urus saja urusan perusahaan keluargamu, jangan mencampuri urusan rumah tanggaku."

"Oh, aku tidak akan tinggal diam, Arka," Clarissa menarik tubuhnya mundur, lalu mengambil tas Hermes-nya dari atas sofa dengan gerakan anggun yang mengancam. "Aku tidak akan membiarkan wanita kelas bawah itu menikmati fasilitas dan nama besar Dewangga dengan mudah jika ternyata semua ini hanya lelucon yang kamu buat untuk mengamankan sesuatu."

Clarissa berjalan menuju pintu, namun tepat di ambang pintu, ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Arka dengan senyuman licik yang mengerikan.

"Sampaikan salamku pada 'Nyonya Dewangga' yang terhormat. Katakan padanya untuk bersiap, karena aku bersumpah akan mencari tahu kebenaran di balik pernikahan ini. Dan begitu aku menemukan celahnya, aku sendiri yang akan menyeretnya keluar dari istanamu."

Blam!

Pintu kaca itu ditutup dengan hentakan yang cukup keras.

Arka menatap pintu yang kini kosong itu dengan pandangan mata yang menggelap. Detak jantungnya sedikit berpacu lebih cepat, bukan karena takut pada Clarissa, melainkan karena ia menyadari bahwa ancaman wanita itu bukan sekadar gertakan sambal. Clarissa adalah wanita yang nekat dan memiliki koneksi yang luas.

Arka meraih ponsel pribadinya di atas meja. Jemarinya bergerak cepat mencari sebuah nama, lalu menekan tombol panggil. Hanya butuh dua kali nada sambung sebelum suara tenang di seberang sana menjawab.

"Ya, Tuan Arka? Ada yang bisa saya bantu?"

Suara Nayara terdengar begitu stabil dan tenang di speaker telepon, tanpa ada kepanikan, seolah ia sudah tahu bahwa panggilan dari Arka pasti membawa sebuah kabar penting.

Arka menarik napas dalam-dalam, mengendurkan sedikit dasinya yang terasa mencekik. "Clarissa baru saja dari ruanganku."

Hening sejenak di seberang telepon, sebelum Naya kembali bersuara dengan intonasi yang menghanyutkan. "Lalu? Apa wanita pilihan keluarga Anda itu mulai mencium bau sandiwara kita?"

Bersambung...

1
aliifa afida
coba panggil nya "Mas" terus yaaa.. gk usah pnggil tuan🤭🤭🤭
Rusmini13
malah gak capek Naya tp bagaimana kalo Arka yg jatuh cinta padamu gimana apa aturan itu masih berlaku...
Rusmini13
ombak air ombak asmara 🤭🤭
hai mom jumpa lagi dgn hp yg berbeda
😄😄😄🩷🩷
sweetpurple
keren!
Mama lilik Lilik
ceritanya sangat bagus ya mom,cuma nich nama pengacara nya arka,sering Gonta ganti, nama mama nya Naya jg sering ganti,tapi tetap bagus ceritanya, terimakasih mom untuk karya yg luar biasa ini🙏
Hariyanti
ceritanya bagus dan menarik 🥰🥰🥰🥰🙏
Hariyanti
arka itu bodoh atau gimana🤔 dia yang memulai bikin kontrak maka seharusnya dia yg batalin kontrak itu. setelah batal baru bicara hati😏😏
Hariyanti
ayo arka buruan batalkan kesepakatan 2 tahun itu.spy Naya ga galau terus
Hariyanti
ada yang mulai menyesal sepertinya🤔
K4RL4
ceritanya ok bgt
FHR
Memaafkan
matcha
AllahuAkbar takbir mbk gisel.. wkwkwk
Teh Euis Tea
otw baca mommy
matcha
karakter nya naya ini terlalu kuat smpe ketutupan karakter arka.. jd terkesan motonon krn krn karakter naya terlalu kuat dan selalu menang..
Ila Lee
jdi bukit kn tuan arka jgn diam C
mcm orng bodoh
Mutaharotin Rotin
semangat Mak ghin smoga ceritanya sukses sampai endingnya 💯💯
Mutaharotin Rotin
😍😍😍😍
Ila Lee
semoga semua dapat jalan keluar mata, akan menjadi Nyonya arka sampai maut memisah kn punya anak yg ramai biar kenzie senang bermain nanti😍😍😍😍😍😍😍
Ila Lee
arka cepat khas buang surut kontrak itu biar naya tidak berteka 2 dalam hati
Ila Lee
arka sudah lupa kn dari mula kau yg buat aturan mata hanya mengikut harapan Boss🤣🤣🤣 sekarang jdi nya gini🤣🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!