Indonesia
NovelToon NovelToon
Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bonggiw01

Aku Assasin Terkuat yang tak terkalahkan, bahkan setelah menjadi seorang kakek tua, tidak ada yang bisa membunuh ku.
"Hidup ku bosan. aku harap... aku bisa bertemu dengan musuh yang lebih kuat dari ku..."
Tenyata keinginan ku Terkabul!

Setelah aku mati oleh serangan jantung, Aku di hidup kan kembali di dunia Murim... di dunia yang banyak sekali Petarung yang sangat kuat.

ini perjalanan ku sebagai Assasin Terkuat di dunia modern, sekarang hidup di dunia murim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab4

Keheningan sejenak. Lalu suara berat memecah udara.

“Aku! Aku akan mencalonkan diri!” Barnett melangkah ke depan.

Tubuhnya besar, ototnya seperti baja, dan tatapan penuh kesombongan.

Karl mendengus. “Aku tidak bisa membiarkan orang sepertimu memimpin para monster ini.” Ia maju, langkahnya mantap.

Tak mau kalah, Leo berjalan ke depan dengan senyum dingin. “Kalian berdua seharusnya tahu diri dan tetap di belakang, kalau tak mau aku pecahkan tulang kalian.”

Bella, yang kini sudah tumbuh menjadi gadis berwajah cantik dengan mata tajam, melangkah maju. “Aku tak yakin bisa mengalahkanmu, Leo. tapi aku ingin mencoba kekuatan baruku.”

Risman memandang sisa peserta. “Hanya empat? Apa ada yang lain?”

Sebuah suara santai terdengar. “Ini merepotkan, tapi aku sudah bosan berada di bawah perintah orang lain. Karena aku ingin bersantai, aku harus menjadi pemimpin.” Ryan melangkah maju.

Tatapannya tenang, seolah pertarungan ini hanyalah formalitas.

Barnett menyeringai. “Bagus! Sudah lama Aku ingin sekali bertarung melawanmu, Ryan!”

Karl mengangguk. “Dia kuat, aku bisa merasakannya.”

Leo melirik sinis. “Bertahan lima tahun bukan berarti kau lebih kuat dariku, Ryan.”

Di antara keramaian, Bella memandang diam dalam diam.

'Ryan, tiga tahun lalu, kau yang menyelamatkanku di lembah ular. Dan sejak itu… aku tak pernah berhenti memperhatikanmu.'

Risman mengangkat tangan, menghentikan semua percakapan.

“Bagus. Ada lima kandidat. Dan aku, komandan Risman, kepala pelatihan wilayah 05 akan memastikan bahwa yang menjadi pemimpin kalian adalah yang paling layak!”

Ia menatap mereka satu per satu, lalu tersenyum kejam. “Pertarungan perebutan pemimpin dimulai. Siapapun yang menang, kalian semua harus tunduk pada pemimpin kalian!"

Lapangan latihan yang dipenuhi batu-batu besar itu terasa sunyi menegangkan.

Semua peserta yang tersisa berdiri melingkar, menatap arena kosong di tengah.

Komandan Risman menyapu pandangan ke seluruh peserta.

“Baiklah…” suaranya berat. “Siapa yang bertarung pertama?”

Tanpa ragu, Barnett melangkah maju. “Aku! Aku sudah tak sabar ingin menghajar seseorang!”

Karl, yang berdiri tak jauh dari sana, mengangkat dagu. “Aku akan menjadi lawanmu, Sudah lama aku ingin menutup mulut besarmu, Barnett.”

Risman menatap keduanya. “Karena kalian akan menjadi rekan, dilarang membunuh. Tapi selain itu… lakukan sesukamu.”

Keduanya berdiri saling berhadapan.

Napas mereka berat, pandangan mereka tajam.

Mereka sepakat menggunakan peraturan tangan kosong, tidak ada senjata, hanya tubuh dan keterampilan.

Seorang pengawas maju. “Mulai!”

WUUUUSSSH!

Keduanya melesat bersamaan, debu di bawah kaki mereka terangkat. Lalu...

TAK! TAK! TAK! BUAK!

Serangan pertama langsung meledak di udara.

Tinju, siku, dan lutut bertemu di tengah.

Gerakan cepat mereka membuat beberapa peserta harus memicingkan mata agar bisa mengikutinya.

“Heh… kau cukup kuat, Karl!” teriak Barnett sambil menghajar maju.

TAK! TAK! BUAK!

“Aku akan mengalahkan bajingan sepertimu!” Karl membalas dengan nada geram.

BUAK! Tak! BRAAK!

Serangan demi serangan saling ditangkis dan dihindari.

Namun, Barnett melihat celah kecil.

BUAAK!

Tinju keras menghantam ulu hati Karl. Nafas Karl tersengal, tubuhnya sedikit membungkuk.

DUAK! BUAK!

Barnett memanfaatkan momen itu, melancarkan pukulan beruntun.

Karl hampir terpojok, namun dengan cepat ia memutar tubuh, membalas.

BUAK! DUAK! BRAAAK!

Tiga pukulan telak mendarat di wajah dan dada Barnett.

‘Aku akan mengalahkannya! Dia hanya hewan buas yang tidak mengerti beladiri!’ pikir Karl sambil menekan serangan.

Namun… Barnett malah tersenyum menyeringai.

Mata hitamnya berubah merah darah, ciri khas kekuatan terkutuk dari Clan Lonceng Kematian.

DUAK! BUAK! BRAAAK!

Barnett mengamuk, tinjunya menghajar Karl tanpa henti. Darah mulai menetes dari bibir Karl.

“Hahahaha! Ayo berteriak bajingan!” Barnett menghantam lagi.

BUAK! DUAK! BUAK!

Karl mulai kehilangan fokus. Pandangannya kabur.

‘Sial… pandangan ku… kesadaranku mulai hilang!’

BUAK! BUAK! BUAK!

Barnett menghajar Karl meskipun sudah terjatuh.

“Hentikan! Kau bisa membunuhnya!” Pengawas mencegahnya sambil menarik bahunya.

Barnett hanya tertawa keras. “Hahahaha! Akhirnya aku bisa menghajar bajingan banyak omong ini!”

Ia melangkah ke tengah arena lagi. “Siapa lagi?! Ayo, siapa lagi yang berani melawan aku?! Leo! Maju! Akan ku hajar kau!”

Namun Suara tenang terdengar. “Aku.”

Semua mata menoleh ke arah Ryan yang berjalan maju.

Langkahnya mantap, tatapannya malas seolah ini hanya pertarungan permainan anak kecil.

Barnett menyeringai. “Hahaha… akhirnya! Aku bisa bertarung dengan mu, Ryan! Ayo kita lihat siapa yang akan menang!”

Pengawas mengangkat tangan. “Mulai!”

WUUUSSHH!

Barnett menyerang dengan buas, tinjunya seperti peluru.

Mata merahnya masih menyala.

Tapi Ryan berdiri diam dengan tubuh malas.

TAK! BUAK!

Ryan menahan tinjunya dengan satu tangan, lalu membalas pukulan telak ke perut Barnett.

"Ahk!" Barnett terbelalak seolah isi perut nya akan keluar.

“BAJINGAN!” Barnett mengayun lagi.

TAK! BUAK! DUAK!

Ryan menepis semua serangannya dan melancarkan tiga pukulan cepat, membuat Barnett terhuyung mundur.

"Kemampuan mu masih mentah, Barnett" gumam Ryan.

Tanpa memberi waktu, Ryan meraih rambut Barnett, menariknya keras, lalu…

BUAAAK!

Lututnya menghantam wajah Barnett.

CRAK!

Hidung Barnett langsung memercikkan darah.

‘Orang seperti dia tidak akan bisa aku kendalikan, kecuali dia takut padaku,’ pikir Ryan dingin.

Dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, Ryan menghantam tubuh Barnett 20 kali berturut-turut dalam hitungan detik.

BUK! BUK! BUK! BUK!

Tubuh Barnett seperti di terjang badai.

'Cih! Aku terbiasa menyerang titik vital untuk membunuh musuh. Ini cukup sulit karena aku harus menghindari titik vital' pikir Ryan.

BUAAAK!

Tendangan terakhir mengirim Barnett terbang menabrak dinding batu.

BRAAAK!

Tubuhnya terjatuh tak berdaya.

Ryan berjalan perlahan ke arahnya. Tatapannya tetap dingin, tanpa emosi, dia bersiap menghajar Barnett lagi.

“A-aku menyerah! Aku mohon… hentikan, Cu-cukup Ryan!” suara Barnett bergetar, ketakutan.

Komandan Risman menyeringai dari jauh. ‘Luar biasa! Dia anak yang sangat menjanjikan, aku yakin, dia akan menjadi pembunuh berdarah dingin untuk kultus iblis ini!'

1
Endi Tu Endy
dari awal lagi kah
Terserah
gass thor 🍻
V.MaryGrace
lanjut thorr
Terserah
ninggalin jejak dulu
Ed Troivan
update terus💪👍
The Rizki: kenalan yuk
total 1 replies
Ed Troivan
Lumayan ceritanya thorku 💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
xebeck D ron
awal lagi nih?
ZAHRANI
keren mantap jiwa thor👍👍
Heroik gg
katanya season 2 bang kok balik season 1
Anonim
👍
Betesyon Betesyon
ini cerita nya di mulai dari awal lagi kah?
RR
lagi pindahan atau lagi tes ombak nih bang😁, semangat terus pokonya dahh
ZAHRANI: bang jangan sampek hiatus😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!