Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Desa Kesayangan Mafia

Gadis Desa Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:29.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Paman, kenapa ini besar sekali?” tanya Lucia bingung.

​“Kau menyukainya?”

​“Memangnya itu apa?”

​“Jadi kau tidak tahu ini apa? Kau yang membangkitkannya dan kau tidak tahu cara menidurkannya?!”

Lucia polos hanya menggeleng lugu, membuat sang mafia paling ditakuti di seluruh Italia itu menepuk jidatnya kuat-kuat.

****

Disiksa kemiskinan di desa terpencil Calabria dan dijual oleh pamannya sendiri ke sebuah klub malam, Lucia pasrah menunggu takdir kelamnya.

Namun, sebuah penggerebekan menyelamatkannya dan membawanya bekerja sebagai pelayan di mansion megah milik Alessandro Frederick–bos mafia dingin berdarah dingin yang menderita alergi parah terhadap sentuhan manusia.

Satu sentuhan dari orang lain bisa membunuh Alessandro. Tetapi, saat jemari Lucia tak sengaja menyentuhnya, tidak ada rasa terbakar.

Bagaimana bisa seorang mafia kejam menaklukkan hati gadis lugu hingga mengira elusan in-tim adalah usapan rasa kasihan dan ciuman adalah penyembuh rasa sakit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

“Kenapa diam saja. Bicaralah. Aku suka mendengarmu mengoceh seperti burung.”

Alessandro masih memeluk Lucia dari belakang, menahan napasnya yang memburu tepat di ceruk leher gadis itu.

Hawa panas dari tubuhnya menyelimuti Lucia, membuat jemari mungil gadis desa itu gemetar samar di atas lengan kekar yang melingkari pinggangnya.

“Itu Paman masih keras,” bisik Lucia pelan, takut jika suaranya justru makin membangunkan peliharaan ajaib di balik celana Alessandro.

Alessandro mengikis jarak di antara mereka, mengecup lembut bahu Lucia yang terbuka.

“Biarkan saja. Dia sedang mencari sarang baru. Kalau kau tidak bergerak, dia tidak akan menggigitmu.”

“Sarang baru?”

“Ya. Sarang yang mebih hangat.”

Lucia menelan ludah, dadanya kembali naik-turun cepat. Sentuhan bibir hangat Alessandro di kulit lehernya memancing desir aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

“Tapi kenapa napas Paman ikut panas. Aku jadi seperti mau meleleh.”

Alessandro terkekeh rendah, suara beratnya bergetar tepat di telinga Lucia.

Tangannya merambat naik, mengusap lembut jemari Lucia lalu menyatukan jemari mereka. Hasrat yang semula buas perlahan berganti menjadi rasa intim nan posesif yang teramat dalam.

Alessandro hendak membalikkan tubuh Lucia untuk mendaratkan ciuman manis lainnya di bibir mungil itu.

Tiba-tiba...

Ponsel khusus berenkripsi tinggi milik Alessandro yang tergeletak di atas meja berdering nyaring.

Atmosfer romantis nan panas di dalam kamar seketika pecah.

Alessandro memejamkan mata sejenak, menggeram kesal karena momen intimnya terganggu. Dengan enggan, ia melepaskan pelukannya dari tubuh Lucia, menjangkau ponsel tersebut dan menggeser layarnya.

“Ada apa?” tanya Alessandro dingin.

Suara Vincent di seberang telepon terdengar sangat tegang dan memburu.

“Tuan, kelompok Marco dan anak buahnya melakukan pergerakan nekat Mereka menyerang konvoi pengiriman logistik persenjataan kita di area pelabuhan sektor utara. Dua anggota kita terluka!”

Dalam hitungan detik, aura manis dan hangat yang tadi menyelimuti Alessandro lenyap tak berbekas.

Matanya yang semula redup oleh gairah mendadak berkilat tajam, sedingin es kutub dan penuh aura membunuh yang mengerikan.

Mode mafia kejam sang penguasa klan Frederick telah aktif sepenuhnya.

“Siapkan seluruh tim utama. Aku turun sendiri malam ini,” ucap Alessandro singkat lalu mematikan sambungan telepon.

Pria tegap itu berdiri, melangkah cepat menuju lemari tersembunyi di sudut kamar. Ia mengenakan sarung pistol kulit di bahunya, lalu menyarungkan senjata otomatis berlaras hitam.

Lucia yang duduk di tepi ranjang membelalak polos, menatap perubahan drastis pada pria di hadapannya.

“Paman Tampan mau kemana? Kok bawa mainan besi banyak sekali?”

Alessandro tidak menjawab dulu. Ia mengambil sebuah kotak hitam dari dalam laci meja, lalu menghampiri Lucia.

Pria itu berlutut di satu kaki di depan Lucia, membuka kotak tersebut, dan mengeluarkan sebuah pistol rakitan khusus berukuran mungil dengan ukiran ornamen emas yang sangat indah.

Alessandro meraih tangan kanan Lucia, meletakkan senjata emas yang mematikan itu tepat di atas telapak tangannya.

“Pegang ini,” ujar Alessandro dengan nada suara yang kembali memelan.

Lucia membolak-balikkan senjata tajam itu dengan raut wajah amat bingung. Alisnya bertaut lugu.

“Paman, ini pemantik api buat bakar kayu, ya? Kok bentuknya kaku seperti cetakan kue di desa?”

Pfft!

Vincent yang baru saja melangkah cepat melewati pintu kamar yang terbuka untuk melapor, seketika membeku kaku di ambang pintu.

Asisten kepercayaan itu melongo lebar saat mendengar ucapan ajaib Lucia.

Namun, reaksi Alessandro jauh lebih mengejutkan.

Bukannya marah atau menjelaskan dengan nada dingin, bibir Alessandro justru tertarik membentuk sunggingan senyum tipis.

Suara terkekeh pelan yang sangat renyah dan langka keluar dari tenggorokan sang mafia.

Vincent di dekat pintu hampir saja tersandung kakinya sendiri karena saking syoknya melihat bos mafianya yang kejam bisa tertawa serenyah itu di tengah situasi perang.

Alessandro mengusap kepala Lucia dengan penuh kelembutan, lalu mendekatkan wajahnya dan mendaratkan satu ciuman hangat nan dalam di dahi mulus gadis itu.

“Benda itu bukan pemantik api, Lucia,” bisik Alessandro tepat di depan wajah Lucia. “Benda itu untuk melubangi kepala orang jahat kalau ada yang berani menyentuhmu.”

Lucia mengedipkan matanya polos. “Melubangi kepala? Seperti menembak burung di sawah?”

“Ya, mirip seperti itu,” sahut Alessandro seraya tersenyum tipis. Pria itu berdiri, memutar tubuhnya dan menatap Vincent dengan raut wajah yang kembali membeku dan tegas. “Tetap di kamar bersama pengawal sampai

aku pulang. Paham?”

“Paham, Paman Tampan!” jawab Lucia antusias seraya mengacungkan pistol emasnya ke udara seolah memegang mainan kayu.

“Hati-hati ya! Jangan sampai ular Paman tertembak musuh di luar!”

Alessandro memejamkan mata rapat-rapat menahan geli di dadanya, sementara Vincent di pintu sudah menggigit bibirnya setengah mati agar tidak tertawa menyembur.

“Paman!” panggil Lucia.

“Hmm.”

“Aku mau belajar. Apa boleh?”

Alessandro yang hendak keluar, menghentikan langkahnya.

“Bibi tadi bilang aku bodoh, jadi aku ingin jadi pintar. Paman mau mengajariku?”

Mendengar itu, rahang Alessandro mengeras. Ternyata Isabella sudah berhasil membuat gadisnya terpengaruh.

Jika Lucia jadi pintar, bukankah nanti Lucia dia bisa melawannya? Menjadi pembangkang dan tak lagi menurut.

“Kita bicarakan setelah aku kembali nanti,” ucap Alessandro melangkah keluar kamar dengan aura membunuh yang siap melumat habis kelompok Marco malam itu juga.

1
Muft Smoker
pawang ular aman 👍👍👍👍
Muft Smoker
nah loo anaconda dtg ,,
Muft Smoker
nah kan bnr ,, ni cuma pengalihan aj ,, target sbnrnya yx si Lucia ,,
tinie
dia menyukaimu karna kamu baik
makanya sekolahkan dia
biarkan dia cerdas
dia pasti akan memilihmu ,, dalam keadaan apapun
Ita rahmawati
jgn geer kamu Alesandro,, semua yg baik SM dia pasti akan disukain 🤣
Muft Smoker: udh terbang melayang lngsung di jatuhkan sampai inti bumi klo bgtu kak
🤭🤭😂😂😂😂
total 2 replies
zhelfa_alfira
keren
Ita rahmawati
polosnya lucia lebih ke bodoh 😂
jd aku rasa perlu belajar deh dia biar pinter 🤭
tinie
yaya Alesandro datang
🇦 🇵 🇷 🇾👎
sngt keren aq sk
🇦 🇵 🇷 🇾👎
biar aq perjls... yaaaa yaaaa yaaaa yaaaa di sk kau🙂
🇦 🇵 🇷 🇾👎
😅😅😅😅😅😅😅😅ya allah mules
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk ada kapok" manusian durjana ni
Sri Rahayu
untung Alessandro datang dan bisa nenyelamatkan Lucia dari Jhoni dan anak buah Marco....lanjut Thorr😘😘😘
+82
ular aman 🌚
Endang Sulistiyowati
Makanya Alesandro, itulah perlunya Lucia untuk belajar. Lucia kan baik, ga bakal khianatin kamu. Biar Lucia jg tahu caranya bertahan hidup di kota, dan ga terjebak karna kepolosannya itu.
Muft Smoker
sumpah kak ,, kram perut aq tuh ,,
bnr2 saling melengkapi ni si Lucia dg Ale Ale rasa 🍌 ,, 🤭🤭🤭
kasihan Vincent yg trus nahan ketawa ,, takut kembung Dy tuh ,,
semoga Lucia selalu aman dsna jgn sampai ini cuma jebakan biar si ale2 keluar mansion sdang kn target sebenarnya Lucia ,,
Muft Smoker
undangan blum sampe k rumah aq loo kak senja ,, udh jd suami aj niih🤭🤭
Muft Smoker
hmmmm mencari kesempatan dlm kesempitan anda Ale😼😼😼😼😼😼
Ita rahmawati
ya gpp Lo dia belajar kan biar jd pinter 🤣
Ita rahmawati
aku jd kyk orang gila baca cerita ini 😂
Muft Smoker: udh paling sbar AQ tuh ,,
🤭🤭😭😭
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!