Indonesia
NovelToon NovelToon
Beyond The Sea

Beyond The Sea

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Kaya Raya
Popularitas:23.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ssintia

Kedatangannya ke Indonesia membuat seorang Kay Cyrano Agesislou pemilik perusahaan pelayaran terbesar di Yunani terobsesi terhadap seorang gadis mungil yang dia temui di sebuah pelabuhan.


Sejak saat itulah Kay mencari tahu segala tentang gadis yang baru menginjak usia delapan belas tahun itu. Jillian Lakhaesa nama itu terdengar sangat indah ketika Kay mendengarnya.


Mendengar gadis itu selau diperlakukan tidak manusiawi membuat Kay ingin Jillian berada disisinya. Tapi Kay ingin gadis itu sendiri yang datang menghampirinya.


Cinta dan obsesi menjadi satu membuat Kay melakukan apapun untuk membuat Jillian menjadi miliknya.

Banyak hal yang terungkap dalam hidupnya membuat Jillian merasa dunia memang benar-benar mempermainkannya.


xxxx
Hai, ini adalah cerita pertama yang aku buat.
Maaf jika masih terdapat banyak kesalahan dalam pengambilan dan penulisan kata.
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ssintia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter | 19

+

+

Saat ini mereka berdua sudah berada di kolam renang dan sedari tadi Lily memeriksa sekitarnya untuk melihat dimana orang yang di maksud tapi dia tidak melihat siapapun selain dirinya dan Kay.

Sedangkan laki-laki itu malah sedang asik berenang kesana kemari meninggalkan Lily yang duduk di kursi santai yang berada tepat di samping kolam.

"Honey sini." Karena tidak ingin terus memikirkannya Lily segera menyetujui ajakan Kay dan menceburkan dirinya ke dalam kolam untuk bergabung dengan laki-laki itu.

Badan Lily ditarik oleh Kay hingga keduanya menempel, Kay menyembunyikan wajahnya di leher Lily membuatnya merinding seketika.

"Kay ini tempat umum." Peringat Lily seraya melihat sekitarnya takut ada yang melihat. Meskipun nyatanya tidak ada siapapun.

"Aku tidak peduli."

"Kay." Lily mendorong badan Kay sebelum laki-laki itu bertindak lebih jauh lagi.

"Ck kau tidak asik." Apa katanya, Lily tidak asik, yang benar saja.

"Aku ingin berenang." Lily berenang menjauhi Kay lalu dirinya asik memutari kolam hingga setengah jam berlalu barulah Lily berhenti dan menyusul Kay yang sudah membalut tubuh atasnya dengan handuk.

Saat Lily duduk di sampingnya Kay segera membalut tubuh Lily dengan handuk yang sedari tadi dia pegang.

"Terimakasih."

"Hm."

"K-kay apa i-itu?" Lily terpaku ketika melihat satu keluarga yang berada tidak jauh dari tempatnya sedang asik berbincang dengan sepasang suami istri tengah mengawasi tiga orang yang lebih muda. Lily baru menyadari keberadaan mereka.

"Benar."

"Sepertinya tidak mungkin Kay, paman bilang orang tuaku sudah meninggal karena kecelakaan." Lily menatap Kay dengan serius.

"Dia berbohong."

Saat Lily akan bangkit tangannya ditarik oleh Kay hingga dia kembali duduk di sampingnya. Lily melayangkan tatapan protesnya pada Kay yang dibalas dengan tatapan dalam yang tidak Lily mengerti.

"Kau ingin mendengar sebuah cerita?"

"Cerita apa?"

"Kau harus bersabar karena aku akan menceritakan kisah yang cukup panjang." Kay membawa tubuh Lily hingga merapat dan Kay menyandarkan tubuhnya dengan Lily yang ada di pelukannya.

"Ada sepasang suami istri yang hidup bahagia dengan tiga orang anak di hidup mereka. Suatu saat sang istri memberi tahu suaminya bahwa dia hamil lagi dan tanpa diduga respon sang suami tidak sesuai dengan harapan. Sang istri diperintahkan untuk menghilangkan bayi yang sedang dikandungnya,

Bayi itu dipercaya membawa kutukan untuk hidup mereka, sudah berbagai cara suami istri itu lakukan untuk melenyapkan bayi itu tapi tidak ada yang berhasil. Akhirnya mereka memutuskan untuk mempertahankan bayi itu sampai lahir kedunia. Pada saat bayi itu lahir, perusahaan keluarga itu mengalami kebangkrutan dan mereka percaya hal itu disebabkan oleh anak yang baru dilahirkan,

Hingga mereka akhirnya memutuskan membuang bayi itu sangat jauh bahkan sampai ke luar dari negaranya. Dan benar saja setelah bayi itu tidak ada dengan perlahan keadaan perusahaannya mulai stabil dan mereka berlima akhirnya hidup bahagia." Kay menundukkan kepalanya dan melihat Lily yang menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong.

"Jadi, aku tidak di harapkan ya." Lily tidak bodoh dia mengerti dengan apa yang diceritakan Kay adalah kisah hidupnya.

"Ya." Lily memejamkan matanya lalu menunduk.

Lily menghela nafas lalu membuka matanya dan melihat Kay yang ternyata sedang menatapnya. "Tidak apa, aku tidak kaget mendengarnya." Bohong, ucapan Lily sepenuhnya bohong, dia ingin sekali berteriak dan mempertanyakan kepada Tuhan kenapa dia hidup kalau keberadaanya saja tidak ada yang menginginkan.

"Kay ayo kita pulang." Ajak Lily seraya melepasakan tubuhnya dari Kay tanpa berniat untuk memandang keluarga bahagia di belakangnya.

Kay menatap mata Lily dengan pandangan rumitnya lalu segera menarik tangannya untuk kembali ke kamar hotel. Kay malah dengan sengaja berjalan melewati keluarga itu dengan tangannya yang merangkul Lily. Sedangkan gadis itu menyembunyikan wajahnya dengan merapatkan tubuhnya pada Kay.

Setelah sampai di kamar Lily hanya diam mematung di dekat pintu dengan pandangannya yang kosong. Sedangkan Kay menghela nafas panjang melihatnya, lalu dia segera masuk ke toilet untuk bersih-bersih.

Keluar dari kamar mandi kay mendapati Lily yang sedang berjongkok di depan pintu dengan tangan yang membentuk pola abstrak di lantai.

"Cepat mandi, jangan sampai masuk angin." Kay merangkul tangan Lily hingga berdiri.

"Aku keluar, ada keperluan dan pulang malam nanti." Lily hanya menganggukkan kepalanya tidak menjawab perkataan Kay.

"Aku percaya padamu." Kalimat itu terdengar dari mulut Kay sebelum Lily menutup pintu kamar mandi.

Didalam Lily menyalakan shower lalu berdiri dibawahnya, entah berapa lama dia berada di bawah guyuran air yang pasti ketika melihat dirinya di pantulan cermin wajahnya sangatlah pucat.

Lily memakai kemeja putih Kay yang tergeletak di kasur lalu segera membaringkan badannya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dengan posisi meringkuk.

Kay kembali ke hotel pada pukul delapan malam dan dia mendapati kamar yang gelap. Kay segera menyalakan lampu lalu dia melihat ada gundukan di kasur membuatnya segera menghampirinya dan segera membuka selimut itu lalu mendapati Lily dengan keadaan yang memprihatinkan.

Sebenarnya Kay tidak ingin lama-lama meninggalkan Lily sendirian, tapi pekerjaannya tidak bisa ditinggalkan.

Peluh mengalir di wajah Lily yang pucat seperti mayat, juga badannya yang menggigil tapi panas membuat Kay panik lalu dengan segera menghubungi dokter pribadinya.

"Aku tidak mau tahu dalam sepuluh menit kau harus berada di sini."

"Baik tuan."

Kay mengganti kemeja yang Lily pakai karena sudah basah oleh keringat dengan kemeja lain dan juga celana karena sebelumnya Lily tidak mengenakan benda itu.

"Baby wake up." Kay mengelus kening Lily yang mengernyit.

"K-Kay."

"I'm here." Bisik Kay ditelinga Lily.

"Sakit..." Kay mencoba meredakan emosinya ketika mendengar rintihan Lily dengan tangan yang meremas dadanya membuat Kay segera menahannya.

"Tidak apa, sebentar lagi sembuh." Bertepatan dengan itu pintu kamar di ketuk dan masuklah dokter yang akan memeriksa Lily.

Kay menyingkir membiarkan dokter untuk memeriksa Lily dengan leluasa, tidak ada yang terlewat dari pandangan Kay hingga dokter selesai memeriksanya.

"Bagaimana?"

"Nona Jillian terlalu banyak pikiran dan membuatnya stress hingga mengalami demam yang cukup tinggi tuan." Jelas dokter.

"Terimakasih, keluar dan berikan resep obatnya pada Elger."

"Baik tuan."

Setelah dokter itu keluar Kay segera duduk di samping Lily dan menatap wajah gadis itu dengan dalam. Tangannya terulur untuk mengusap hidungnya yang basah karena keringat.

"Kau tidak harus menahannya." Kay berbicara sendiri.

Kay melepaskan kemeja yang dipakainya hingga tubuh atasnya polos lalu bergabung dengan Lily dan membawa tubuh gadis itu kedalam pelukannya.

Tengah malam Kay terbangun ketika merasakan pergerakan di sampingnya. Ketika membuka matanya Kay melihat Lily yang bergerak gelisah dengan mata yang terpejam membuatnya segera bangun dari tidurnya lalu memeriksa dahi Lily yang cukup panas.

Kay lupa untuk memberikan Lily obat dan dia melihat sekitarnya lalu menemukan obat di sofa yang pasti Elger simpan. Dia bangkit untuk mengambil obat itu lalu segera membangunkan Lily.

Kay menepuk-nepuk pipi Lily berharap gadis itu terbangun, tapi hanya gumaman tidak jelas yang terdengar. Tidak kehabisan akal, Kay mengguncang bahu Lily hingga gadis itu membuka matanya.

"Bangun." Kay membantu Lily bangun lalu menyandarkan badan gadis itu ke bantal yang sengaja dia tumpuk.

"Minum ini." Kay menyodorkan obat kedepan mulut Lily, dengan susah payah dia menelan obat itu, lalu matanya kembali terpejam akibat rasa pusing yang dia rasakan.

Kay menyimpan kembali obat di nakas lalu berjalan menuju lemari untuk mengambil kaus berlengan panjang. Kembali kesamping Lily, Kay menurunkan selimut yang menutupi tubuhnya lalu membuka kemeja yang sudah basah oleh keringat.

Lily tidak melawan, pasrah dengan apa yang sedang dilakukan Kay padanya karena untuk bergerak saja rasanya Lily tidak punya tenaga sedikitpun.

Kay kembali bergabung dengan Lily setelah mengganti baju gadis itu, lalu membawa tubuhnya masuk kedalam pelukannya.

"Kay." Lily berkata dengan lirih.

"Hm." Kay mengelus kepala Lily yang dia sandarkan di dadanya.

"Jangan tinggalkan aku." Lily membalas pelukan Kay.

"Tidak akan pernah." Kali ini Kay mencium pucuk kepala Lily berkali-kali.

"Apakah perkataanmu bisa ku percaya?"

"Kau bisa mengambil jantungku jika aku melanggarnya." Lily memejamkan matanya lalu menghirup nafas dengan dalam.

Mendengar jawaban Kay membuat Lily merasa lega seolah beban di pundaknya terangkat. Dia takut Kay akan bosan dengannya lalu membuangnya seperti apa yang keluarganya lakukan terhadapnya. Ah sepertinya dia tidak pantas untuk menyebut mereka keluarga.

+

+

...°B e y o n d T h e S e a °...

..."hurtful? actually what it is"...

1
charis@ŕŕa
lagi ndong thor knp up ny lama.....
Bzaa
seruuuuu dan bikin penasaran tor....
Bzaa
awalnya sudah menguras emosi...
sukses otor, dan semangat 💪😘
callmevigo: Terimakasih ❤️
total 1 replies
charis@ŕŕa
love love luar biasa keren
charis@ŕŕa
lanjut donk......
👑@N4ND@👑
lanjut ...
👑@N4ND@👑
seru berasa kaya nonton flim ,bikin penasaran semangat thor lanjut 😍😎
callmevigo: Makasih❤️
total 1 replies
charis@ŕŕa
knp hrus pakek pngman....???
callmevigo: biar aman kak😉
total 1 replies
Enok Nurhayati
Ceritanya menarik
Fushito UwU
Ngomong-ngomong, thor, jangan sampe gak rajin menulis, ya! Soalnya aku sudah terlanjur ketagihan dengan ceritamu.
callmevigo: Makasih,,
total 1 replies
Alexia
semangatt kakkk up nya... ceritaanyaaa seruuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!