Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Di Panggil Ke Dunia Lain

Aku Di Panggil Ke Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Dunia Lain / Fantasi Isekai / Barat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Melodic start

Arthur. Pemuda yang gila bermain game online, secara tiba-tiba dia di panggil oleh seorang putri dari kerajaan Arckredenia. Untuk membantu menyelamatkan kerajaan kecil nya dari kehancuran, akibat perang melawan Iblis selama 15 tahun.

Namun Arthur bukan satu-satunya yang di panggil oleh putri itu. 4 orang yang berasal dari bumi yang sama dengan Arthur ikut terpanggil setelah Arthur tiba di kerajaan Arckredenia.





Update 3 hari sekali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melodic start, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhir Penghabisan

Dengan desa Ardenvale yang hancur di sekitarnya, Arthur dan Hero Golem, Phoenix, Arjuna, Naga Hitam, Hanzo, Atlas, dan Bima bersiap untuk menghadapi Malgrim, Abaddon, dan Mammon.

Arthur, dari handphone pintarnya, merubahnya menjadi pedang api yang bersinar terang.

"Kawan-kawan, kita harus mengakhiri ini sekarang!" serunya sambil mengamati tiga jenderal iblis yang mengepung mereka.

Golem, dengan tubuhnya yang kokoh, menghadapi Malgrim sambil berkata, "Tidak akan aku biarkan mereka melewati pertahanan ku!" Golem memukul tanah, menciptakan gelombang getaran yang menghentikan serangan Malgrim.

Phoenix melambung di udara, menjatuhkan serangan api ke arah Abaddon.

"Waktunya untuk membakar iblis-iblis sialan itu!" teriaknya sembari mengepulkan sayapnya yang menyala.

Arjuna, dengan panah emasnya, mengincar Mammon. "Panah keberanian, berikan cahaya pada kegelapan!" serunya saat melepaskan panah bercahaya menuju jenderal iblis tersebut.

Naga Hitam bergelantungan di langit, melingkari para pasukan iblis itu. "Rasakan lah racun ku yang mematikan ini!" ujarnya sebelum menyemburkan napas beracun ke arah pasukan iblis.

Hanzo, dengan kecepatan kilat, menyelinap di antara musuh-musuhnya. "Seni bayangan, membunuh dalam keheningan," bisiknya sambil melancarkan serangan ninja nya.

Atlas, sebagai seorang tanker, berdiri di garis depan, mempertahankan teman-temannya dari serangan lawan.

"Mereka tidak akan melewati pelindung ini!" serunya sambil menahan serangan musuh dengan perisainya.

Bima, dengan pedang raksasanya, melancarkan serangan mematikan. "Waktu untuk mengakhiri ini!" pekiknya saat menyerang Mammon dengan pukulan dahsyat.

Arthur, sambil berkeliling dalam pertempuran, terus merubah handphone pintarnya menjadi berbagai item strategis.

"Setiap serangan mereka akan kita balas dengan kekuatan yang lebih besar!" serunya dengan tekad kuat.

Pertempuran epik berlanjut, dengan cahaya dan kegelapan saling bentrok di desa Ardenvale yang hancur. Percakapan dan seruan semangat terdengar di antara sorak-sorai pertempuran, membentuk kisah heroik yang akan diingat selamanya.

Meskipun serangan mereka semakin ganas, para jenderal Iblis terus menyerbu dengan kekuatan yang luar biasa. Arthur dan para Hero panggilannya berkumpul, menghadapi tekanan yang tak terelakkan.

Malgrim, dengan kejamnya, tertawa sambil menghadapi serangan Phoenix. "Kau hanyalah burung kecil yang akan padam di hadapan kegelapan sejati!" ujarnya sambil menghasilkan gelombang kegelapan yang menyerang Phoenix.

Arthur, sambil mengubah handphone pintarnya menjadi pedang blood demon, melancarkan serangan taktis.

"Kita harus menghilangkan satu per satu. Golem, fokuskan seranganmu pada Abaddon! Phoenix, atasi Malgrim! Arjuna, Naga Hitam, tangani Mammon bersama-sama!"

Golem, dengan pukulannya yang dahsyat, mencoba menaklukkan Abaddon.

"Pertahananmu tidak akan cukup melawan kekuatanku!" ucap Abaddon sambil melawan dengan pedang gelapnya.

Phoenix, berputar di udara, meresapi energi api untuk melawan Malgrim. "Terimalah teknik api Matahari ku. Hujan api Matahari!" serunya sambil mengarahkan serangan cahaya yang menyilaukan ke arah Malgrim.

Sementara itu, Arthur mengubah handphone pintarnya menjadi perisai Athena, mempertahankan diri dari serangan intens.

"Tahan mereka, meskipun para jenderal Iblis ini memang kuat, tetapi kita harus tetap bertahan! Bersama, kita bisa mengalahkan mereka!"

Bima, dengan pukulannya yang kuat, berusaha menaklukkan Mammon. "Kau mungkin iblis, tetapi keberanian kami tak terkalahkan!" pekiknya sambil melancarkan serangan yang memotong angin.

Arthur, mengaktifkan flame shot dan wind shot dari handphone pintarnya, meluncurkan serangan jarak jauh untuk memberikan dukungan pada rekan-rekannya.

"Rasakan kekuatan api ini!. Flame shot tembak!".

Dalam serangan yang semakin intens, para jenderal Iblis tidak menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Malgrim menghindari serangan Phoenix dengan lincahnya, "Kau tak bisa menyentuhku, api yang membakar tak mampu mencapai kegelapan sejati!" sambil meluncurkan serangan gelombang kegelapan yang mengepung.

Abaddon, melawan Golem dengan kecepatan dan kekuatan iblisnya, tertawa menghina, "Pertahananmu hancur di hadapan kegelapan! Bersiaplah menghadapi kebinasaan!" Golem terdesak, tetapi tetap tegar mempertahankan posisinya.

Mammon, dengan liciknya, mencoba memanfaatkan kelemahan dalam pertahanan Bima. "Keberanianmu tak bisa menyelamatkanmu dari kematian dan keputusasaan!" ucapnya sambil membalikkan serangan dan melancarkan serangkaian serangan penyihir.

Arthur, melihat kondisi yang semakin sulit, berpikir cepat dan mengubah handphone pintarnya menjadi pedang blood demon lagi. "Waktunya meningkatkan serangan kita! Golem, bersiap untuk serangan bersama! Phoenix, tingkatkan kekuatan api mu!"

Golem dan Phoenix menanggapi seruan Arthur, menyatukan kekuatan mereka dalam serangan bersama. Golem menghantam tanah, menciptakan getaran hebat yang melemahkan pertahanan Abaddon, sementara Phoenix melepaskan serangan api yang melibas kegelapan Malgrim.

Sambil tetap bertahan dari serangan musuh, Arthur mengaktifkan spell aktif lagi.

"Flame shot. Wind shot, sekarang!".

Serangan panas api dan angin tajam melesat ke arah jenderal Iblis, menciptakan celah dalam pertahanan mereka.

Namun, pertempuran masih jauh dari selesai, dan keberanian Arthur dan para Hero panggilannya diuji saat mereka berjuang melawan kekuatan kegelapan yang semakin kuat.

"Kalian semua. Sekarang!. Kita harus memanfaatkan setiap peluang!"

"Baik Tuan!".

Namun pertempuran telah masuk kedalam keadaan kritis, Arthur memutuskan untuk memanggil berbagai jenis item lagi sebagai buff power untuk meningkatkan kekuatan Hero panggilannya.

"Kawan-kawan, kita tidak boleh menyerah! Bersama, kita bisa mengalahkan mereka!" serunya sambil mengaktifkan buff power yang memperkuat serangan dan pertahanan mereka.

Golem, dengan kekuatannya yang ditingkatkan, kembali menghantam Abaddon. "Saatnya membuat mereka merasakan pukulan kita yang sesungguhnya!" ujarnya sambil mengerahkan kekuatan penuhnya.

Phoenix, yang diperkuat oleh aura panas yang lebih intens, melepaskan serangan api yang melahap kegelapan. "Rasakan lah api suci ini. Bakar semua iblis ini!" serunya sembari mengepulkan api.

Namun, jenderal Iblis tidak menyia-nyiakan kesempatan. Malgrim memanfaatkan momen tersebut untuk merencanakan serangan mendalam ke arah Arthur. "Kau tidak bisa menghindar dari nasibmu yang sudah ditentukan, manusia!" serunya sambil meluncurkan serangan kejam.

Arthur, dengan cepatnya, menyadari ancaman tersebut dan mengaktifkan Shield aura untuk melindungi dirinya.

"Kau pikir serangan seperti ini masih mempan melawanku?!. Kau masih belum belajar Dengan kematian teman mu itu!" serunya sambil menahan serangan Malgrim.

"Dasar sialan!". Teriaknya marah.

Sementara itu, Arthur merubah handphone pintarnya menjadi pistol Desert Eagle yang berkilat. "Waktunya untuk bertemu dengan Raja Yama. Persiapkan dirimu, Malgrim!" serunya sambil menembakkan peluru ke arah jenderal Iblis itu.

Peluru meluncur dengan presisi yang mematikan, membuat Malgrim terkejut. "Kau tidak bisa menghentikanku!" serunya dengan percaya diri, tetapi peluru terus mengarah tepat ke arahnya.

Arthur tersenyum, "Tidak ada gunanya. Kau sudah tamat, temui teman mu di neraka bersama Yama di sana!".

Seraya itu, para Hero panggilan terus bertarung dengan keberanian dan kekuatan yang ditingkatkan, berhasil membuat pasukan iblis mundur.

Pertempuran masih berlangsung, namun Arthur dan para Hero panggilannya telah membuktikan bahwa kekuatan persatuan dan strategi dapat mengatasi kekuatan kegelapan yang tampaknya tak terkalahkan.

...Terimakasih sudah membaca...

1
Protocetus
up min 🔥
Protocetus
Um aja min bukan UM
Celestial: ok ok. aku tampung saran nya/Grin/
total 1 replies
DEWA KEGELAPAN
hohoho menarik
DEWA KEGELAPAN
hohoho menarik
1vhy
keren thor bagian prolognya jelas, semangat dan ayo saling support novel🥰
Celestial: makasih
total 1 replies
anjay bawa handphone
Celestial: dapet inspirasi dari isekai smartphone
total 1 replies
comment aja lah
Celestial: bakal dibales kok
total 1 replies
lumayan lah
Celestial: makasih /Smirk/
total 1 replies
terlalu jauh spasinya, kalo buat novel diperhatikan dulu mas. aku aja baca novelku dulu supaya tahu ada yang salah dalam penulisannya
Celestial: ok. nanti ku perbaiki lagi
total 1 replies
Orang Sukses
Bedehh, ini ceritanya mirip-mirip sama Tate no yuusha ya?
Celestial: untuk awalnya. iya
total 1 replies
mampir bro, gw lihat di grub tadi
Celestial: thanks you bro
total 1 replies
Mother Of Goddess
entah kenapa saya merasa baca cerita ini ada kemiripan sama anime Tate no Yuusha😊
Mother Of Goddess: semangat author
total 3 replies
Mother Of Goddess
nice, penggunaan bahasanya mudah dimengerti dan bagus ceritanya👍👍
Hiro Takachiho
Next chapter, please! Aku harus tahu kelanjutan ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!