Indonesia
NovelToon NovelToon
Bayi Tuan CEO

Bayi Tuan CEO

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:79k
Nilai: 5
Nama Author: Rafa Fitriaa

Pertemuan tidak sengaja Raifa dengan Elfathan saat ia sedang mencari kerja menjadi sebuah bencana baginya. Hidup dengan ekonomi keluarga yang cukup sulit dan ayahnya yang sedang di rawat di rumah sakit, membuat Raifa mau tidak mau menjadi tulang punggung keluarga.

Secara tiba-tiba ia ditawari pekerjaan oleh Elfathan saat pertama kali mereka bertemu. Raifa sama sekali tidak berpikir panjang, ia langsung mengiyakan tawaran itu. Dan ternyata, kesulitan hidup Raifa semakin bertambah setelah membuat keputusan itu.

Akankah Raifa bertahan dengan pekerjaan itu agar ayahnya tetap terjaga? Atau malah sebaliknya, ia akan mensia-siakan kesempatan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafa Fitriaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Marah

Elfathan sampai di rumah sekitar pukul tiga sore karena padatnya jalanan kota Jakarta. Ia segera turun dari mobil dan menyuruh satpam untuk membawakan kopernya dari taksi. Semua ekspektasi ia tentang sambutan dari istrinya ketika pulang hilang seketika. Rumah tampak sepi, tak ada satu orangpun yang menyambutnya.

Ia terus menengok ke kanan dan ke kiri, sampai ia menyadari jika satpam yang tadi ia suruh untuk membawakan kopernya masih berdiam di belakangnya. Elfathan pun segera membalikkan badan dan bertanya kepada satpam itu.

"Ini rumah kok sepi, pada kemana?" tanya Elfathan dengan singkat.

Satpam itu sedikit mengerutkan keningnya, karena biasanya rumah ini memang selalu sepi. "Tadi pagi ibu pergi sih pak dianterin sama supir, tapi belum pulang sampai sekarang. Kalau yang lainnya saya kurang tau soalnya saya dari tadi di depan pak," jawabnya

Raifa keluar rumah tanpa sepengetahuannya? Jangan-jangan ia ada rencana lain di belakangnya. Sungguh, otak Elfathan kini dipenuhi oleh pemikiran pemikiran aneh yang entah datang dari mana. Sudah capek, sekarang istrinya tidak ada di rumah.

"Terus sekarang supir nya kemana? Tolong panggilin kesini," titahnya kepada satpam itu.

"Tadi supir yang mengantar ibu sempat menghubungi saya kalau dia dipanggil ke rumahnya nyonya, pak."

"Yaudah, kamu antar itu ke kamar saya. Setelah itu kamu bisa lanjutin pekerjaan kamu," titah Elfathan lalu duduk di sofa ruang tamu.

Laki-laki itu terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri tentang kemana perginya istrinya itu. Selama mengenal istrinya, ia tidak pernah melihat wanita itu pergi tanpa seizin nya. Raifa selalu mengabari kemana pun ia pergi walaupun status mereka sebenarnya hanya saling menguntungkan saja.

Elfathan masih diam di sofa ruang tamu ketika jam di dinding menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Ia masih mengenakan pakaian yang tadi, laki-laki itu belum menginjakkan kakinya di kamarnya. Tidak ada sama sekali tanda tanda jika istrinya akan pulang.

Tadi, bi Yuni sempat menghampirinya dan menanyakan ingin dibuatkan makanan apa, tapi ia mengatakan masih kenyang. Entahlah, sampai sekarang pun ia tidak memiliki mood untuk makan.

Cklek, terdengar suara pintu terbuka lalu disusul dengan suara langkah kaki yang berirama. Raihan bisa melihat jika Raifa tidak menyadari keberadaannya, sehingga ia harus berdehem.

"Loh? El, udah pulang?" tanya Raifa yang masih terkejut dengan keberadaan suaminya.

"Keliatannya?" tanya balik laki-laki itu dengan sinis sambil menaikkan salah alisnya.

Raifa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Wanita itu bisa merasakan jika atmosfer di rungan ini sekarang sudah sedikit berbeda. Seingatnya ia tidak pernah mendengar suaminya berkata sesingkat ini, kecuali waktu awal kenal.

Lagi pula, saat tadi ia baru turun dari taksi ia merasa rumah itu masih sepi. Satpam yang berjaga di depan pun tidak memberitahunya jika suaminya ini sudah pulang ke rumah. Atau jangan-jangan Elfathan ingin memberinya kejutan?

"Kok, gak bilang mau pulang sekarang sih. Kan aku bisa masak buat kamu, siapin semuanya," ujar Raifa dengan suara yang mulai mengecil

"Ngapain?"

Kening Raifa mulai mengerut, bahkan kedua sisi alisnya hampir menyatu. "Ngapain apa El?" tanyanya dengan bingung.

Elfathan berdecak kesal, sudah capek ditambah istrinya yang dari tadi tidak mengerti terus. "Duduk disini!" perintahnya sambil menepuk bagian sofa disisinya yang kosong.

Wanita tersebut segera menuruti permintaan suaminya sambil menelan air ludahnya dengan kasar. Setelah ia mendudukkan dirinya di samping suaminya, laki-laki itu tidak langsung berbicara membuatnya menunggu lama.

"Kemana?" tanya Elfathan dengan sangat singkat tanpa melihat ke arah Raifa.

"Kemana apa nya?" tanya balik wanita itu karena tidak mengerti maksud dari kata yang keluar dari mulut Elfathan.

"Kemana aja baru pulang jam segini?" Elfathan memperjelas maksud dari ucapannya.

"Oh, tadi aku pergi ke rumah sakit karena ayah tiba-tiba aja kejang, adik aku sendirian disana jadi aku mau gak mau harus kesana. Kasian kan adik aku gak ngerti apa-apa harus ngurus semuanya sendiri, ibu aku lagi pulang ke rumah soalnya," jelas Raifa dengan cukup rinci.

"Kenapa?" Lagi-lagi Elfathan mengeluarkan pertanyaan singkatnya.

Oke, Raifa sekarang mengerti kenapa laki-laki di hadapannya bersikap seperti ini. Sepertinya suaminya sedang marah karena ia pulang telat, bahkan saat Elfathan sudah ada di rumah ia belum pulang. Tapi tidak seperti ini juga, ia sungguh tidak mengerti dengan maksud dari semua kata yang ia tanyakan.

"Kenapa apa nya sih El?" Raifa sedikit meninggikan suaranya.

"Kenapa gak ngasih kabar?" tanya Elfathan yang kini sudah menghadap ke arah Raifa, ia duduk dengan mengangkat kedua kakinya ke sofa.

Jika tadi wanita itu kebingungan dengan semua pertanyaan yang diajukan oleh suaminya, sekarang ia malah terlonjak kaget dengan pertanyaan Elfathan. Seingatnya tadi pesan itu sudah terkirim dengan baik dan tidak salah nomor.

"Gak ngasih kabar? Masa sih, coba cek handphone kamu, orang aku udah kasih kabar kok," tuturnya untuk membela dirinya sendiri karena merasa disalahkan.

Sial, Elfathan baru sadar jika sedari tadi ia tidak memegang handphone dan hanya menonton televisi saja. Ia tidak tahu dimana keberadaan handphonenya sekarang, lagi pula saat akan take off tadi pagi handphonenya memang sudah habis baterai jadi ia menyimpannya.

"Ya mana aku tahu, handphone aku aja habis baterai dari pas aku take off," balas Elfathan yang juga membela dirinya sendiri karena tidak mau malu.

"Makanya kalau handphone habis baterai langsung di isi baterai nya. Nih, kamu liat sendiri kalau aku udah ngabarin kamu."

Raifa mengeluarkan handphone yang ada di dalam tas nya lalu memberikannya kepada Elfathan. Laki-laki sudah melihat dengan jelas jika wanita yang di hadapannya ini sudah izin sebelum dia pergi. Tapi, ia tetap menjunjung tinggi egonya dan tidak mau malu sendiri.

"Ya."

"Kok 'ya' doang sih?! Gak mau minta maaf gitu karena udah salahin aku?!" protes wanita itu merasa tidak terima.

"Maaf," ujar Elfathan kembali menghadap ke arah layar televisi.

"Gak ikhlas maaf nya! Eh, tunggu deh, kamu belum ganti baju?" tanya Raifa ketika menyadari Elfathan masih memakai setelan kemeja dan celana kerja, bahkan laki-laki itu tidak melepas sepatu kerjanya.

"Belum."

"Jangan bilang kamu juga belum makan dari tadi?" tanya Raifa lagi yang di jawab gelengan kepala oleh lawan bicaranya. "Ish, kamu mandi dulu sana, nanti kalau udah selesai kita makan bareng, kamu mau makan apa?"

"Apa aja," jawabnya dengan wajah yang masih tetap datar, lalu laki-laki itu segera berlalu menuju kamarnya.

Siapa yang salah siapa juga yang marah. Sepertinya hari ini memang harus Raifa yang mengalah, is harus bersikap sangat baik kepada manusia yang sedang marah itu. Ia juga baru melihat wajah marahnya saat ini saja.

1
Nur Malia
lnjuy thoor
jngn lma2 up ny
샤롷툴 밯디얗
akhirnya
Hasbi Yasin
yey ahirnya ketemu
Hasbi Yasin
mudah2an ada notif pengambilan uang dn elfatan tau di mana rifa
Nur Malia
jngan lma2 thor raifa ny pergi
MEY CHAN
🥰🥰🥰🥰
MEY CHAN
baguss
Uswatun Hasanah
lanjutkan
Uswatun Hasanah
lanjut
Darma Wati
/Proud//Proud//Proud//Proud/
Sirot Judin
mampir ah
Fikres Kartika
baik seru ceritanya
Jubed Jubaedah
bagus
Ilham Mahmudi
lanjut seruu
Syahruni
lanjutkan lagi seru ceritanya
Syahruni: saya suka cerita nya lanjutkan terus
total 1 replies
Asih
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!