Cahaya gadis cantik, baik hati dan selalu ceria. Kesehariannya ia selalu membantu ayahnya "Darmawan" di toko bunga.
Cahaya tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu, ketika ia berusia 1 tahun ibunya membawa kembaran Cahaya pergi meninggalkan dirinya dan sang ayah. Namun meskipun demikian Cahaya tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang karena Darmawan begitu besar mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya kepada putri tercintanya.
Tapi sayangnya kebahagiaan dan keceriaan Cahaya seketika lenyap tatkala ia harus menelan pil pahit. Tepat di saat hari ulang tahunnya ayah Cahaya meninggal dunia karena kecelakaan. Demi menolong Bramantyo sahabat baiknya Darmawan mengorbankan nyawanya.
Bukan hanya itu saja pil pahit yang harus Cahaya telan. belum sembuh luka kesedihan yang Cahaya rasakan ia kembali terluka disaat mahkota yang selama ini dijaganya direnggut paksa oleh putra dari sahabat ayahnya sendiri.
Bagaimana Cahaya melewati hari-harinya? sanggupkah ia bertahan menjalani kehidupannya yang dianggap menyedihkan ini? simak terus kelanjutan ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianshen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malu
Didalam sebuah ruangan seorang gadis merasa gusar, matanya terus mengarah kepintu berharap seseorang yang ditunggu segera membukanya. tapi sudah hampir 2 jam berlalu pria itu tak juga kunjung datang dari balik pintu. cahaya bergerak tidak karuan sambil memaenkan hp ditangannya lalu ia mencoba untuk menghubungi reihan tapi diurungkannya karena ia baru sadar kalau di hp nya tidak tersimpan nomor Reihan.
cahaya memonyongkan bibirnya dan sesekali menggaruk rambutnya yang tak gatal.
" kemana sih dia, kenapa lama sekali?" gumamnya lalu menghela nafas panjang.
" katanya akan menjagaku, tapi mana buktinya dasar pembohong. sudah 3 jam lebih tapi belum juga kembali. apa jangan - jangan ucapannya itu hanya bohong atau mungkin saja waktu itu dia dalam keadaan mabuk ( cahaya mungusap wajahnya kasar) akhh... kenapa mudah sekali aku mempercayainya , bodoh... bodoh... bodoooh..." umpat cahaya dengan tangan memukul kepalanya sendiri.
Cahaya tidak menyadari dibalik pintu ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya sambil tersenyum.
" Sudah jangan marah - marah lagi, sekarang aku sudah disini. kasihan kepala yang tak bersalah itu menjadi pelampiasan kemarahanmu !" sontak suara itu mengejutkan cahaya.
Reihan berjalan mendekat kearah cahaya, meletakkan sebuah kantung yang berisi makanan dan buah - buahan diatas loker samping tempat tidur pasien.
" Maaf, tadi harry mengajakku makan siang setelah itu aku pulang ke rumah papah memintaku menyiapkan berkas yang diperlukan pak dirman untuk mengurus pernikahan kita." jelas Reihan sambil tangannya mengeluarkan semua isi kantong dan menatanya diatas loker.
cahaya hanya tertunduk diam merasa malu umpatannya terdengar Reihan.
Setelah mengeluarkan semua isi kantong dan menatanya rapih diatas loker Reihan duduk dibangku samping rangjang cahaya.
Reihan tersenyum menatap cahaya penuh kehangatan sampai yang ditatap merasa sangat gerogi.
" jangan menatapku terus seperti itu?" kata cahaya
Reihan kembali tersenyum lalu mencubit hidup cahaya...
"auwww.... " teriak cahaya.
" cihh.... ternyata kau benar - banar sangat menggemaskan ya" ucap Reihan dengan gemas kembali mencubit hidung cahaya.
Cahaya memonyongkan bibir dengan tangan sambil memegang hidungnya yang bekas dicubit Reihan.
Reihan tertawa geli melihat ekspresi wajah cahaya yang menatapnya sinis.
" sudah jangan menatapku terus, buka mulutmu!" titah Reihan sambil menyodorkan sesuap nasi yang ada ditangannya.
" aku bisa makan sendiri" ucap cahaya. tangannya hendak mengambil makanan yang ada ditangan Reihan tapi ditepisnya.
" aku akan menyuapimu, cepat buka mulutmu atau mau ku suapi dengan...." ucapan Reihan berhenti dan menyeringai.
melihat tatapan Reihan yang punya maksud tertentu Cahaya dengan cepat langsung membuka mulut dan menyantap makanan yang disodorkan Reihan.
Reihan tersenyum, ia berkali kali menyuapi cahaya sampai makanan yang ada ditangannya dimakan habis.
" anak pintar, sekarang minum obatnya!" Reihan menjulurkan tangannya yang memegang beberapa obat.
cahaya tanpa banyak bicara langsung mengambil dan meminum obatnya.
perasaannya sangat senang karena Reihan ternyata bersikap begitu hangat dan lembut padanya.
" istirahatlah, aku akan menjagamu diluar " ucap reihan lalu bangkit dari duduknya.
saat hendak pergi tiba - tiba tangan cahaya menarik tangannya, membuat reihan menoleh kearahnya lalu memandang tangan yang sedang menggenggam tangannya.
Dengan cepat dan perasaan malu cahaya melepaskan tangannya.
" te..taplah disini!" ucapnya cepat, dan karena meraa malu cahaya menutup wajahnya dengan selimut.
Reihan tertawa melihat tingkah cahaya yang menurutnya sangat menggemaskan itu.
vote, like dan komennya ya sobat author😊
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
anak salah bukannya dibenerin malah makin didukung kesalahannya
semangat