Indonesia
NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:913.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Sebuah Petunjuk

     "Duggghhhh."

     Suara kepala Ardana yang kejedot ujung meja terdengar. Semua yang berada di sana menjerit kageet, terutama Bu Karina.

     "Awwwww. Papa...."

     Bu Karina sontak membungkuk meraih Ardana. Dengan sisa jiwa tentara yang memang dituntut harus kuat, Ardana bangkit dibantu Bu Karina dan Bu Lila yang kompak memegangi Ardana.

     Ardana dibawa duduk di atas sopa. Wajahnya benar-benar memprihatinkan. Darah segar kembali mengucur, kini dari sudut bibir bukan dari dalam perutnya seperti tadi. Belakang kepalanya yang kejedot terasa sakit dan berdenyut.

     Bu Karina dan Bu Lila meskipun kesal dengan Ardana, kompak matanya berkaca-kaca. Merasakan kesedihan masing-masing.

     Bu Lila sedih karena ingat putrinya yang pergi entah ke mana sekaligus miris melihat Ardana yang berkali-kali menerima hantaman dari kedua orang tuanya.

     "Biarkan dia mati. Jangan diberi ampun, karena dia yang sudah menyebabkan Nayra pergi. Dia pergi karena si bajingan ini mau menikahi secara siri mantan kekasihnya yang sudah kembali. Dasar tidak tahu diuntung," hardik Pak Idris emosi tidak terkira.

     "Apa? Ardana mau menikahi siri mantan kekasihnya yang kembali datang?" pekik Pak Kemal tidak percaya.

     "Jadi, itu yang membuat putriku pergi? Tega kamu Nak. Kenapa tidak kamu kembalikan saja pada kami baik-baik, kalau kamu sudah tidak menyukainya?" Pak Kemal ikut emosional. Matanya tajam menatap Ardana.

     "Lihat tulisan ini, semua isi hati Nayra ada di sini, termasuk ketika ia mengikuti anakku pergi ke rumah sakit demi menjaga perempuan itu. Dasar pengkhianat, istri baru sembuh dari sakit, dia malah sibuk menjaga mantan kekasihnya di RS," marah Pak Idris tidak bisa ditahan lagi.

     "Papa...itu tidak benar, Pa." Suara Ardana bergetar membela diri.

     "Apa yang tidak benar?" sentak Pak Idris seraya menghampiri Ardana dan bersiap melayangkan tinjunya ke muka Ardana. Untung saja Bu Karina sigap menahannya. Kalau tidak, bisa jadi beberapa gigi Ardana rontok terkena bogem mentah Pak Idris.

     "Bicara kau bangsat," amuk Pak Idris kembali saking tidak puas ditahan tangannya oleh sang istri.

     "Bicaralah. Akui semua kesalahanmu." Bu Karina bicara dengan nada sedikit lembut.

     "Ardana melakukan tugas malam, karena diberi mandat sama tim, Pa. Semua hanya demi kemanusiaan. Dokter Arka menunjuk Arda untuk menjadi terapis pasien itu, hanya sampai dia sembuh dari sakit kejiwaannya," tutur Ardana melanjutkan kalimat tadi yang sempat terputus.

     "Pasien mantan kekasihmu itu, maksudmu? Semudah itu kamu menerima tugas dengan dalih tugas khusus dari rekanmu yang dokter itu? Bisa-bisanya kamu diatur dokter itu hanya untuk menangani satu pasien sakit jiwa, dan herannya lagi tiap malam kamu menjaganya. Atau kamu sengaja dikendalikan pasien sakit jiwamu itu, iya, kan?" cecar Pak Idris penuh tekanan.

     "Ya ampun Arda. Kenapa kamu tega menyakiti putri kami? Sudah pernah kami memberi isyarat padamu, kalau kamu memang tidak bisa mencintai putri kami, maka kembalikan dia." Pak Kemal berkata diiringi isak tangis.

     Laki-laki paruh baya itu, sudah tidak malu lagi menangis. Dia sangat terluka dengan perlakuan Arda terhadap putrinya.

     "Arda minta maaf, Pak. Demi Tuhan, pernikahan siri itu tidak terjadi. Itu hanya baru permintaan perempuan itu. Tolong percaya, Pak, Arda tidak berniat menikahinya meskipun saat itu Arda memang ditugaskan menjadi terapis khusus untuknya." Ardana mengakui kalau dirinya tidak berniat menikahi Tiana.

     "Omong kosong, kamu hanya membela diri di depan ayah mertuamu karena merasa tertekan. Kalau saja istrimu tidak pergi dan mengetahui pembicaraan kalian, bisa jadi kalian sudah menikah siri," timpal Pak Idris masih emosi.

     "Tolong percaya Arda, Pa. Arda tidak ada niat untuk menikahi perempuan itu," mohonnya sambil menatap Pak Idris dengan sangat. Wajahnya kini sudah tidak berbentuk. Darah masih mengucur, tapi ia menguatkan tubuhnya untuk memohon di depan sang papa yang benar-benar marah.

     "Ya Allah, Nak Arda... Kenapa kamu melakukan itu pada Nayra?" Tangis Bu Lila tiba-tiba pecah. Tubuhnya lemas, terutama ketika alasan kepergian putrinya adalah karena Arda dituntut menikah siri oleh mantan kekasihnya yang telah kembali.

     Pak Kemal menahan tubuh istrinya yang lemas. Masih untung Bu Lila tidak pingsan, ia hanya lemas karena tidak kuasa membayangkan keadaan Nayra saat ini di mana.

     "Sekarang kamu harus bertanggung jawab, cari Nayra sampai dia ketemu. Kalau tidak, maka aku yang akan menghabisi nyawamu," ancam Pak Idris kalap.

     "Papa, jangan bicara seperti itu. Ngucap, Pa." Bu Karina menghampiri suaminya dan memegangi tangannya supaya tidak kembali pada Ardana kemudian menumpahkan kembali emosinya yang tidak terkendali.

     Pak Kemal cukup terkejut mendengar ucapan emosi Pak Idris seperti itu. Meskipun ia kecewa dengan Ardana, tapi mendengar ancaman keras besannya itu, ia sangat tidak setuju.

     Pak Kemal menghampiri Pak Idris dan meminta Bu Karina menjauh dan kembali pada Ardana.

     "Sini, aku lihat buku diary putriku. Aku juga ingin melihat." Pak Kemal meminta buku diary Nayra dari tangan Pak Idris. Tanpa penolakan, Pak Idris memberikannya.

      Pak Kemal membuka lembar demi lembar buku diary itu. Pada lembar terakhir ia menemukan sebuah petunjuk.

     "Yogyakarta. Nayra pergi ke Yogyakarta. Ini lihat, sepertinya ini petunjuk untuk kita, di mana ia berada." Suara Pak Kemal terdengar sedikit girang.

     Bu Lila yang tadi terduduk lemas, merebut buku diary di tangan suaminya. Lalu melihat tulisan Nayra di dalam diary itu. Pada halaman kedua terakhir, Bu Lila menemukan kata maaf dari Nayra untuk dirinya dan suaminya serta untuk kedua mertuanya.

     "Buat Ibu dan Bapak. Nayra pergi untuk menenangkan diri. Maafkan Nayra, karena Nay belum bisa bahagiakan Bapak dan Ibu. Di manapun Nay, Ibu dan Bapak jangan khawatir, Nayra akan baik-baik saja."

     "Buat Mama Karina dan Papa Idris. Maafkan Nayra ya, Ma, Pa. Nayra pergi, mungkin dengan cara ini Nayra akan bangkit dan bisa melupakan Mas Arda. Mama dan Papa sehat-sehat, ya. Nayra sayang kalian. Terima kasih atas kasih sayang yang telah Mama dan Papa berikan selama ini."

     Ardana yang mendengar ada petunjuk tentang Nayra, perlahan ia bangkit. Namun sakit di perut dan di kepala bagian belakangnya, membuat keseimbangan tubuhnya tidak stabil.

     Ardana terhuyung dan jatuh. "Nayra...." sebutnya sebelum ia benar-benar tersungkur.

     "Arda...."

     Semua tersentak melihat Ardana jatuh dan tersungkur.

     Bu Karina dan Bu Lila lebih dulu menghampiri. Bu Karina menangis saat memegangi tubuh Ardana yang kini menyedihkan. Hati kecilnya sedih melihat tubuh yang kini tidak berdaya.

     "Arda, bangun, Da."

     Dalam rumah yang seharusnya suka ria dengan ucapan selamat ulang tahun untuk Bu Karina, kini berubah jadi suasana duka yang menyayat hati. Mereka semua kehilangan Nayra sekaligus miris melihat Ardana yang kini tidak berdaya dan tidak sadarkan diri.

1
Ade Chubi
kebanyakan readers kalo tokoh utama nya di khianati suami nya ,readers suka langsung nyuruh minta cerai 😁walopun gak dapet apa apa
Lina Zascia Amandia: Iya Kak betul. Gtegetan readersnya kayaknya...
total 1 replies
Boru Angin
lanjut enak cerita nya 👍
Lina Zascia Amandia: Silahkan Kak... 🙏🙏
total 1 replies
Boru Angin
aneh sekali punya suami kayak gitu
irma hidayat
cerita yang bagus
Tatan Utari
Apa ga salah Bandung / Bogor sampai 6 jam
vera tri
kesel liat nay ..terlalu lemah😢
vera tri
tinggali aj nay..ngapain menunggu orang yg tidak mencintai kita😢
Siti Saodah
pasti yng liatin itu si jalang Tiana
Siti Saodah
harusnya si Tama jangan menggangu rumah tangga nayra, meskipun dia dulu menemani nya dan cuma mau ketemu Nara,dia harusnya menghargai Arda
Siti Saodah
cukup Naira,kasian Arda dia sudah berusaha dan membuktikan kalau dia berubah
Siti Saodah
aku sampai nangis Thor di episode ini😭😭
Lina Zascia Amandia: Ya Allah, maafkan saya ya Kak, udah buat Kakak menangis... 😢😢😢🙏🙏
total 1 replies
Siti Saodah
tapi aku yakin kalau misalnya si Arda gak tau Tiana pernah hamil dia bakal tetep nikahi jalang nya itu
Siti Saodah
bodoh kalo kamu berfikir seperti itu nai,kamu rela di sakiti hanya karena punya mertua baik fikirkan kebahagiaan mu nai
Siti Saodah
dasar laki gak punya perasaan istri lagi demam bisa bisa nya di gagahi
Siti Saodah
ya lagian si nayra pengen banget di sentuh,udah tau kaki dingin gitu masih aja bertahan
Nok Denok
kirain cerita Bagus,,ga taunya cerita Oneng,,lebayy
Lina Zascia Amandia: Terimakasih Kakak. Maaf sudah lebay, karena si Onengnya udh ditinggal pergi oleh Bajuri...
total 1 replies
Zheevanya Putri
penulis ny lebay apa" d ksh note apa apa d note udah gitu pake curhat segala..
Lina Zascia Amandia: Hahhaa... maafkan saya yg lebay ya. Ini bentuk protes sy kepada pihak NT Kak. Masa iya nulis lelah2 tidak dpt reward. Maaf juga mental seseorang tdk sama satu sama lain. Mungkin saat kecewa sy bisanya lebay seperti apa yg kakak katakan. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sholawat Nariyah
AUTHOR MEMUAKKAN..
WANITA di jadikan objek perlakuan semena suami
Lina Zascia Amandia: Maaf ini hanya hiburan. Saya tidak bermaksud memberi kesan kalo wanita adalah objek semena2 suami. Kakak baca sampai tamat dong.
total 1 replies
Sholawat Nariyah
MEMUAKKAN, cerita ini cerminan dari diri Author yg menjadi Wanita lemah saat ada laki laki yg menginjak injak harga dirinya
Lina Zascia Amandia: Gak juga Kak, saya hanya memenuhi permintaan PF dengan tema Air Mata Pernikahan. Jangan terlalu menjudge dr tampilan isi tulisan ya Kakak cantik. Ini hanya hiburan, kalau gak sesuai jangan memojokkan penulisnya atau menuduh penulis seperti apa yang ditulisnya. Kalau tuduhan Kakak tdk sesuai, maka akan jadi dosa untuk kakak lho. Tapi berhubung saya gak mau menjadikan tulisan sy ini dosa bagi orang lain, saya maafkan Kakak saat ini juga agar saya gak menuntut Kakak kelak di akhirat. Alhamdulillah nama Kakak Sholawat Nariyah, banyak2 baca sholawat agar dpt syafaat dr Kanjeng Nabi Besar kita Muhammad SAW. Makasih kehadirannya ya Kakak cantik. Selamat dunia akhirat. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nok Denok
mampir Thor,, kayaknya bagus nih, tp letak paragraf awalannya sedikit mengganggu
Lina Zascia Amandia: Wah, makasih byk Kak.... paragraf awal? Ok, saya cek? Ganggunya di mananya, biar sy perbaiki. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!