Indonesia
NovelToon NovelToon
Affair With Hot Secretary

Affair With Hot Secretary

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Kehidupan di Kantor
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Hampa, itulah yang dirasakan Tristan dengan rumah tangganya. Sampai suatu hari, dia kedatangan sekretaris baru yang cantik jelita. Saat itulah tiang kesetiaan Tristan goyah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chaptet 15 - Cek Seratus Juta

Tangan Tristan menjamah lekuk tubuh Nayla. Dia bahkan tak segan meremas bokong sintal gadis itu sambil terus melumaat bibirnya.

Gairah Tristan kian memuncak. Dia berhenti sejenak dan mengangkat Nayla dengan gaya bridal. Perlahan dia letakkan gadis tersebut ke sofa.

Nayla tampak kaku. Tapi nafasnya sedikit tersengal karena sebenarnya dia mulai menikmati sentuhan Tristan.

Tristan tampak bergegas menanggalkan seluruh pakaian hingga tak tersisa. Selanjutnya dia tindih tubuh Nayla. Ia memulai semuanya dengan melahap gundukan kembar milik gadis tersebut.

Nayla refleks memejamkan mata. Dia merasa aneh sekaligus dibuat melayang. Aneh karena sentuhan Tristan membuatnya terbuai, melayang karena sentuhan itu membuat kupu-kupu beterbangan di perutnya.

"Eumh..." tanpa sadar, Nayla bergumam nikmat.

Tristan tersenyum puas. Jujur saja, dia senang jika Nayla juga menikmatinya. Itu berarti sentuhannya mendapat persetujuan.

Perlahan tangan Tristan mulai bermain di alat vital Nayla. Sentuhan pertamanya membuat tubuh Nayla berjengit, bahkan melengkung ke depan.

"Aah..." Nayla akhirnya mendesah. Membuat Tristan semakin memainkan jarinya dengan intens di bawah sana.

Sebenarnya Tristan ingin segera melakukan penyatuan. Akan tetapi dia tahan karena ingin memastikan Nayla menikmati permainannya terlebih dahulu.

Mulai terdengar suara cairan dari pergerakan jari Tristan. Pertanda Nayla sudah sepenuhnya kebasahan.

"Ah... Ah... Aaah!" Nayla mengerang panjang karena dia sudah mencapai puncak kenikmatannya. Tubuhnya bergetar hebat untuk sejenak. Saat itulah Tristan melakukan penyatuan.

Seketika Nayla meringiskan wajah karena dia merasakan sakit tak terkira, tepat saat milik Tristan berhasil merobek selaput daranya.

Setetes air mata keluar dari sudut mata Nayla. Ia mengatup mulut dan memejamkan matanya rapat-rapat. Berusaha pasrah dengan semua ini.

Sementara Tristan tentu menikmati semuanya. Dia menggerakkan pinggulnya dengan gagah, bahkan sampai mengeluarkan desahan dengan suara jantannya.

Tristan sangat merindukan kenikmatan ini. Bisa dibilang dia sedang bersemangat sekarang.

Nayla berusaha menahan sakit. Namun lama-kelamaan, rasa nikmat perlahan dia rasakan. Sehingga dia mulai ikut melenguh bersama Tristan.

Sambil terus menggempur Nayla, sesekali Tristan cengkeram buah dada perempuan itu. Lalu dia lumaat bibir Nayla untuk kesekian kali.

Sampai akhirnya tibalah Tristan menggapai kllimaksnya. Bersamaan dengan itu, ternyata Nayla juga ikut merasakan. Tubuh mereka sama-sama bergetar untuk sesaat. Di iringi suara desahan dari keduanya.

Setelah Tristan melepas penyatuan, Nayla terkulai lemas di sofa. Dia berusaha mengontrol nafas yang masih memburu.

Tristan sendiri tampak bergegas mengenakan pakaiannya. Dia mengambil sesuatu dari lacinya.

Melihat itu, Nayla juga segera bergegas mengenakan pakaian. Dia berdiri dengan pelan karena masih merasakan sakit di area pribadinya.

"Ini uang untukmu. Aku harap ibumu bisa sehat." Tristan menyodorkan cek bernilai seratus juta.

Mata Nayla terbelalak tak percaya. "I-ini banyak sekali, Pak. Lebihan malah, karena biaya operasinya sekitar lima puluhan juta," ungkapnya.

"Aku tahu. Anggap saja ini permintaan maafku karena sudah mengambil keperawananmu. Harusnya kau tadi bilang padaku sebelum aku melakukannya," kata Tristan sambil menyerahkan cek seratus juta ke tangan Nayla.

"Saya ingin bilang. Tapi saya perlu uang untuk biaya operasi. Jadi saya memilih diam. Lagi pula... Bapak sepertinya sudah sangat ingin..." sahut Nayla seraya menundukkan kepala.

"Tolong rahasiakan semua ini dari siapapun. Bahkan dari Zay. Dan aku akan berusaha memastikan kita tak akan melakukannya lagi," ujar Tristan.

Nayla mengangguk. Setelah itu dia beranjak dari gedung Nebula.

Kini Tristan tertinggal sendiri. Dia mengusap kasar wajahnya berkali-kali karena baru menyesali apa yang terjadi. Tristan merasa kalau tadi dirinya seperti kerasukan setan.

"Maafkan aku, Olivia... Denis..." gumam Tristan.

...***...

Setelah melangkah keluar dari gedung Nebula yang hening itu, Nayla berjalan terhuyung menuju kendaraan yang akan membawanya kembali ke rumah sakit. Setiap langkah terasa berat dan menyisakan perih di bagian paling dalam tubuhnya, namun genggaman tangannya pada lembar cek itu begitu kuat, seolah-olah itulah satu‑satunya tiang penyangga di tengah kekacauan perasaannya.

Dada Nayla bercampur rasa sakit, kehilangan sesuatu yang tak tergantikan, namun juga kilasan kelegaan yang getir dan pahit karena ibunya kini memiliki jalan keluar. Sesampainya di lorong rumah sakit yang masih berbau obat dan ketegangan, dia menyembunyikan kejadian malam itu rapat‑rapat di balik senyum lelah yang dia perlihatkan kepada Rianti dan Zaki. Dia hanya mengatakan bahwa bantuan sudah didapat, dan harapan sudah terbuka kembali bagi nyawa sang Ibu.

Matahari baru saja menampakkan sinarnya yang samar keesokan paginya ketika Nayla sudah berdiri di depan pintu bank terdekat. Tubuhnya terasa pegal, matanya sedikit bengkak karena kurang tidur, namun tekadnya tak tergoyahkan. Dia melangkah masuk dengan tenang, menyerahkan cek bernilai seratus juta rupiah itu kepada petugas. Jantungnya sempat berdebar kencang saat proses berlangsung. Namun beberapa saat kemudian, dana tersebut sudah berpindah ke rekeningnya, aman, sah, dan siap digunakan.

Tanpa membuang waktu sedetik pun, Nayla kembali melesat menuju administrasi rumah sakit. Saat menyerahkan pembayaran penuh serta dana cadangan yang cukup itu, wajah para petugas berubah menjadi lebih sopan dan tenang. Prosedur persiapan operasi segera dipercepat. Tak lama berselang, ibunya sudah dibawa masuk ke ruang operasi dengan tim medis yang lengkap dan peralatan terbaik.

Di luar pintu yang tertutup itu, Nayla duduk bersimpuh, menundukkan kepala dan berdoa sekuat jiwanya, berharap pengorbanan yang dia bayarkan dengan harga kehormatan diri sendiri semalam tidak sia‑sia.

Karena proses ini memakan waktu cukup lama dan kondisinya masih terasa lemah secara fisik maupun batin, Nayla terpaksa mengirim pesan izin tidak masuk kerja hari itu juga. Dia menjelaskan situasi terkait operasi ibunya serta keharusannya menemani di sana sepanjang hari.

Berita ketidakhadiran itu sampai ke telinga Zay. Dia merasa hal itu sangat tidak masuk akal dan meluapkan kekesalannya di ruang kerja hingga terdengar sampai ke telinga Tristan.

"Benar‑benar tidak tahu diri perempuan itu," ujar Zay dengan nada tinggi dan ketidaksukaan yang jelas. "Baru saja masuk bekerja satu hari kemarin, hari ini sudah hilang tanpa pertanggungjawaban yang lebih baik. Bagaimana caranya kita bisa maju kalau orang baru saja datang langsung mengatur waktu sesukanya sendiri? Dia pikir kantor ini tempat bermain?"

Suara itu menggema di ruangan terbuka. Namun apa yang terjadi selanjutnya jauh dari dugaan siapa pun. Tristan yang sedang berjalan melewati sana, masih terbayang rasa bersalah dan beban berat di hatinya, tiba‑tiba berhenti tegak seketika. Dia merasa terganggu bukan karena ketidakhadiran Nayla, melainkan karena cara orang lain merendahkan gadis yang kemarin malamnya telah menyerahkan segalanya demi kebutuhan hidupnya. Dia tahu betapa beratnya apa yang sedang ditanggung Nayla sendirian saat ini.

Tristan masuk ke ruangan itu dengan langkah berat namun penuh otoritas yang tak terbantahkan. Wajahnya kaku dan tatapannya tajam sekali.

"Cukup!" bentaknya keras hingga membuat Zay dan rekan‑rekan lain terdiam serempak. Udara di sekeliling mereka seketika terasa padat dan dingin. "Kamu tidak tahu apa‑apa mengenai keadaan sekretaris baruku itu. Jangan pernah menghakimi orang lain dengan pandangan dangkalmu sendiri. Dia sedang berhadapan dengan masalah hidup dan mati keluarganya saat ini juga di rumah sakit."

Zay terkejut besar, mundur selangkah karena terkejut diserang begitu tajam. "Tetapi Pak... maksudku, aturan kantor—"

"Aturan tetap berlaku, tapi kemanusiaan tidak boleh hilang!" potong Tristan lagi dengan nada yang lebih menggelegar dan tegas. Dia melangkah mendekat hingga berdiri tepat di hadapan bawahannya itu. "Aku sendiri yang mengizinkannya dan menjamin pekerjaannya. Jangan pernah sekalipun kamu meragukan keputusanku atau membicarakannya lagi dengan nada meremehkan. Dia adalah bagian dari perusahaan ini dan dia akan kembali saat waktunya tepat. Apakah jelas?"

Keheningan yang menakutkan menyelimuti ruangan itu. Zay menunduk gemetar, menyadari betapa pimpinan mereka sangat memihak gadis tersebut hingga berani melawan pendapat umum begitu tegas.

"Jelas, Pak..." sahut Zay pelan lalu segera menyingkir.

1
Mita Paramita
akhirnya 🤣🤣🤣
tattoo
baguslah.. segera berakhir para lintah
Ass Yfa
akhirnya...Tristan liat Okivia..sama Zsy...harusnya....buar bom meledak...boooommmm
Rommy Wasini Khumaidi
dilihat dari judulnya tek kira mas Tris sama Nayla yang dipergoki,ternyata sijalang Olivia
Rommy Wasini Khumaidi
lah bukanya Olivia sama Zay mau liburan diparis,kok malah di paris van java🤣🤣 uang 100jt lebih hanya dipakai dalam negri buat nginep dihotel mewah doang😂
Desau: lebih seru paris van java kak 🤣
total 1 replies
MamDeyh
Sama Zay kah 🤔
Mita Paramita
mungkin Denis bukan anak kandung Tristan... hasil perselingkuhan Olivia & zay😈😈😈 lanjutin Tristan sampe puas bikin Nayla tepar 🤣🤣🤣🫡
Mita Paramita
gass terus Nayla bikin Tristan lupain Olivia 🤣🤣🤣 rebut sekalian
Mita Paramita
bos dan sekretaris jadi lupa batasan malah curcol masalah rumah tangga 🫡🫡🫡 kasian ternyata Tristan Pria kesepian
Mita Paramita
Nayla takut gelap 😭😭😭 tapi kalo sekarang lebih takut kehilangan Tristan 🤣🤣🤣
Rommy Wasini Khumaidi
monggo dilanjutkan saja mas Tris
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
jangan-jangan Denis bukan anak Tristan sama Olivia lagi, Olivia kan suka di celup-celup😂
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
langsung jadian deh Tristan sama Nayla menjadi pacar selundupaan 🤭
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
kalau udah mabuk pasti lupa sama janji ya Tristan 😂
Dinda Putri
Kenapa ga nikah siri aja sih biar greget gitu
Rommy Wasini Khumaidi
gimana rasanya mas Tris?
Ass Yfa
yg katanya tdk akan terulang lagi mlh berkelanjutankan...
tattoo
lagi 🌚🌚🌚
Rommy Wasini Khumaidi
lanjutkan Nay,aku mendukungmu
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
itu beda ya nay karena itu cuma reflek aja 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!