WARNING!
Novel cabek🌶️🌶️🌶️ HOT LOVE, FULL KISS💖
Seorang duda bernama Andre dengan wajah tampan, seorang CEO sekaligus pengusaha, dan dari keluarga terpandang mencari gadis impiannya, yakni Zurra. Duda yang tinggal di menara genfill, menara yang menjadi tempat tinggal para jetset dan borjuis di negaranya. Andre sangat merindukan Zurra yang terpisah dari dirinya. Zurra adalah gadis cantik yang ditaksirnya saat SMA. Namun, Tuhan mempermainkan takdir keduanya. Mereka dipertemukan di rumah cinta, yaitu apartemen untuk penyedia jasa perempuan malam. Zurra adalah salah seorang yang jadi gadis di sana. Bagaimana nasib cinta keduanya, lalu masih maukah Zurra menerima cinta Andre dan bahkan sebaliknya masih maukah Andre menerima keadaan Zurra kini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACASTAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ZURRA LAGI, ZURRA LAGI YANG KENA
Beberapa belas tahun yang lalu.
"Hei,kamu sini!" (Bianca)
"Ya kak, ada apa?" (Zurra)
"Kamu lagi dekat sama Andre, ya?" (Bianca)
"Maksudnya dekat gimana ya kak?" (Zurra)
"Ya dekat, kamu lagi ngedeketin Andre." (Bianca)
"Kayaknya kakak salah deh kak, saya tidak pernah mendekati Andre, tapi Andre yang berusaha mendekati saya." (Zurra)
"Belagu kamu." (Bianca)
Tiba-tiba badannya di dorong dengan keras oleh kakak kelasnya itu. Dan bruk, Zurra jatuh.
"Aggh." (Zurra)
"Sok cantikkk, mana mungkin Andre mau sama kamu gadis kampung kalau kamu gak merayu dia." (Bianca)
"fitnahhh!" (Zurra)
"Kamu mau dihajar hah?" (Bianca)
Zurra sudah tidak tahan difitnah, dituduh macam-macam, dan dibully oleh mereka. Dia berusaha bangkit dan mau menjelaskan pada mereka kalau dia tidak seperti yang dituduhkan.
Tapi, belum sempat ia bangkit dan membalas dorongan dari kakak kelas perempuannya itu. Mereka sudah menahannya kedua tangannya. Dan sebotol cola ditumpahkan ke rambutnya.
Pecahlah tangis Zurra pada waktu itu. Dia benar-benar dipermalukan. Beberapa orang yang lewat di situ malah hanya menonton saja, lewat, melihat sekilas lalu pergi lagi. Seakan dia tidak seberharga itu untuk ditolong karena telah dianiaya.
Zurra seakan jadi sampah yang tak berguna lalu diinjak-injak dan tidak ada harganya sama sekali.
"Masih mau melawan, haaahaaa" (Bianca dan temannya)
Mereka terpingkal-pingkal menertawakan Zurra yang basah dari ujung rambut sampai badannya. Zurra berusaha melepaskan tangannya yg ditahan dua orang. Dan dagunya yang dicengkeram oleh satu orang.
Dan sebuah teriakan menghentikan perbuatan jahat mereka.
"Hei kalian, apa yang kalian lakukan?" (Bu Anita)
Bu Anita, berteriak melihat hal itu. Beliau adalah guru BK. Ada yang melaporkan hal tersebut kepada beliau dan beliau buru-buru ke tempat tersebut. Dan benar di depan mata beliau menyaksikan pembulian itu terjadi.
Beberapa anak kelas 12 itu lalu berlari meninggalkan Zurra yang masih menangis.
"Hei tunggu, kalau jangan kabur." (Bu Anita)
Bu Anita mendekati Zurra, lalu dia mengangkat kedua tangan Zurra dan berusaha membantunya berdiri.
"Kamu kenapa bisa begini Zurra, apa yg mereka lakukan pada kamu?" (Bu Anita)
Zurra hanya terisak-isak. Ia tidak bisa menjelaskan karena air matanya masih membasahi pipinya.
"Bu, tadi mereka mendorong Zurra lalu menumpahkan minuman ke rambut Zurra, Bu." (Dina, temannya Zurra)
"Mengapa kalian tidak menolongnya?" (Bu Anita)
"kami juga takut Bu, mereka kakak kelas 12 sering galak Bu." (Kiki, temannya Zurra)
"Benar-benar keterlaluan mereka. Ayo kalian ikut ke ruang BK, kalian sebutkan nama-nama mereka biar ibu bisa laporkan ke wali kelas mereka." (Bu Anita)
"Baik Bu." (Dina dan Kiki)
Zurra dibantu temannya itu dibawa ke ruang BK. Di sana Zurra dan temannya menceritakan kronologis kejadian bagaimana sampai Zurra bisa dianiaya seperti itu.
"Bu, sebenarnya Zurra tidak pernah salah Bu, Andre yang sering ngejar-ngejar Zurra. Banyak saksinya kok Bu. Andre sering datang nyamperin Zurra ke kelas dan ke kantin." (Kiki)
"Ya, benar, Bu. Andre berusaha keras ingin selalu ketemu Zurra. Tapi Zurra biasa aja. Cuma kakak kelas itu cemburu Bu. Ini bukan satu aja Bu, ada lagi sebelumnya ada kakak kelas yang juga naksir Andre Bu, dia juga nuduh Zurra caper ke Andre. (Dina)
" Zurra dikunciin di toilet Bu. Zurra sering kena tuduh yang tidak-tidak padahal Zurra gak pernah caper atau mendekati Andre. Jangankan ke Andre, ke cowok lain juga sama Bu. gak sama sekali." (Kiki)
Temannya Zurra menjelaskan panjang lebar. Sambil membantu mengeringkan rambut Zurra dengan tisu. Baju Zurra yang basah sudah diganti dengan kaos pinjaman dari Bu Anita.
"Baiklah nanti ibu panggil lagi kamu ke sini ya Zurra, nanti mereka ibu sidang kembali. Tolong saat sidang mereka kamu hadir untuk menerangkan kronologisnya kembali." (Bu Anita)
"Baik bu, sekarang saya pamit dulu yaa bu." (Zurra)
"Yaa, kalian juga terima kasih sudah membantu Zurra ya." (Bu Anita)
"yaa bu, sama-sama Bu." (Kiki dan Dina)
"Mari Bu, kami pamit dulu." (Zurra)
"Ya, Zurra." (Bu Anita)
menurut ku kamu punya pilihan buat nolak perjodohan, bilang saja ada wanita yang kau cintai. tapi malah diterima dan nyakiti istri mu...heh.