Indonesia
NovelToon NovelToon
Rapa & Cleona : Menjaga Hati

Rapa & Cleona : Menjaga Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: leni septiani

Menjaga hati itu tidak mudah, begitu juga dengan apa yang Cleona dan Rapa alami. Meskipun sudah sejak kecil selalu bersama dan berbagi kisah, tapi semua itu tidak menjamin hubungan yang akan selalu baik.

Cleona sadar bahwa ketika usia mulai beranjak remaja, perasaan itu akan mulai terombang ambing dan kelabilan mengantar pada sebuah perasaan baru, dimana selalu ada yang membuat kita tertarik. Dan di masa ini lah perasaan di uji, kuatkah untuk menjaga hati? Atau justru malah goyah dan melepaskan yang sejak lama kita genggam.

Cleona tidak pernah tahu akan masa depan, tapi harapan Cleona hanya satu, semoga laki-laki tercintanya mampu menjaga hati untuk dirinya, meskipun banyak perempuan lain datang menghampiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Sama Adik Sendiri kok Cemburu

“Lo gak mau bukain pintu buat gue juga, Bang?” Clara berucap begitu sang Kakak membukakan pintu mobil untuk Cleona.

“Manja lo, Dek biasanya juga keluar sendiri,” dengus Rapa memutar bola matanya malas.

“Sialan emang lo, mentang-mentang Queen udah jadi pacar lo, adik sendiri lo lupain. Awas lo, gue bakalan hasut Queen supaya putusin lo!” kesal Clara turun dari mobil dan menutup pintu mobil dengan sedikit di banting.

Cleona yang mendengar dan melihat perdebatan kakak beradik itu tertawa. Sudah biasa sejak kecil dulu, pasti selalu ada drama seperti ini. Clara selalu merasa di abaikan jika Rapa sudah bersama Cleona. Padahal siapa pun tahu bahwa Rapa tidak pernah pilih kasih. Laki-laki itu menyayangi adiknya, bahkan sangat. Hanya saja seperti ini lah cara Rapa dan Clara mengutarakan rasa itu, melalui perdebatan dan adu pendapat keduanya mengakrabkan diri.

Mungkin orang yang baru menganal akan menganggap bahwa mereka berdua tidak akur, tapi Cleona jelas sudah paham akan karakter keduanya. Clara dan Rapa memang selalu bertengkar, tapi setelahnya mereka akan saling berpelukan dan tertawa bersama.

“Emang lo rela gue sama cabe-cabean, Dek?” tanya Rapa begitu mereka berjalan bersama menuju kediaman Lyra-Pandu.

“Dih, amit-amit! Awas aja lo, Bang kalau berani, gue gak akan segan-segan dorong lo ke sumur!” ancam Clara menatap tajam pada kakaknya yang bergidik ngeri di samping Cleona.

“Emang Abang mau sama cabe-cabean?” tanya Cleona.

“Dih, mana mau Abang sama mereka, yang Abang mau 'kan cuma Queen seorang.” Jawab Rapa mengedipkan matanya genit.

“Berani banget kamu, Bang godain anak Mami. Udah siap tanggung jawab?” Luna yang kembali dari dapur menghampiri ketiga remaja itu. Clara tidak lupa menyalami punggung tangan ibu keduanya itu, begitu juga dengan Rapa, kemudian Cleona yang langsung bergelanjut manja di tangan ibunya.

“Abang mah siap, Mi, tapi Papi sama Mami siap apa enggak di tinggal Queen?” Rapa menaik turunkan satu alisnya sampai satu cubitan cukup keras Luna berikan.

“Queen gak akan pernah ninggalin Papi sama Maminya, paling juga Abang yang di tinggal nanti,” ibu dua anak itu menjulurkan lidahnya, kemudian menarik Cleona menuju dapur.

“Mana mungkin, Queen ninggalin Abang coba, Queen kan cinta Abang,” ucap Rapa sedikit berteriak, karena jarak dirinya dan Luna serta Cleona sudah cukup jauh.

“Queen lebih cinta Mami-Papi, Bang, Maaf!” teriakan Cleona membuat Rapa cemberut dan melangkah menaiki undakan tangga yang akan mengantarnya ke kamar.

Clara sudah lebih dulu naik, karena gadis cantik itu terlalu malas jika sudah mendapati drama yang di perankan kakak satu-satunya.

Di meja makan Cleona duduk, memperhatikan Mami dan Bundanya yang sedang masak untuk makan malam nanti, jam memang baru menunjukan pukul 17.00, para suami pun belum pulang, tapi mereka memang selalu masak lebih awal agar nanti begitu para suami pulang dari kantor bisa langsung mengurus laki-lakinya masing-masing.

Cleona selalu suka dimana kedua orang tuanya tengah bermesraan, saling memberi gombalan atau becanda, membuat suasana menjadi hangat dah harmonis. Ia selalu berharap bahwa kelak ia juga akan menjalani rumah tangga seperti kedua orang tuanya, menjadi perempuan hebat seperti Bunda dan Maminya.

Satu pukulan Cleona daratkan di kepalanya, merutuki diri yang sudah berani membayangkan semua itu di usianya yang masih sangat muda ini. Ia memang tahu bahwa Bunda-Ayahnya menikah saat masih berada di bangku SMA dan Mami-Papinya menikah ketika masa kuliah, tapi Cleona sudah mengatakan kepada mereka bahwa dirinya tidak ingin menikah di usia itu, ia ingin menyelesaikan kuliahnya dan bekerja terlebih dulu sebelum menikah, dengan harapan bahwa Rapa masih bersedia menunggu.

Satu lagi pukulan Cleona daratkan di kepalanya, kesal karena terus saja membayangkan soal masa depan yang sepertinya masih jauh dirinya gapai.

“Kamu kenapa Queen? Kok, kepalanya di pukul-pukul, pusing?” Bunda Lyra bertanya, satu alisnya terangkat dan menatap Cleona dengan mata memicing.

“Queen gak apa-apa kok, Bunda, hehe.” Jawabnya cengengesan, menggaruk tengkuknya salah tingkah. Lyra menggelengkan kepala, kemudian melenggang pergi dari hadapan Cleona yang masih duduk di meja makan.

“Mami, Priela mana?” Cleona bertanya begitu menyadari bahwa adik tercintanya itu belum terlihat sejak tadi.

“Adik kamu main di kamar Abang sejak tadi,” jawab Luna tanpa mengalihkan matanya dari penggorengan.

“Kok, di kamar Abang? Ngapain?” kening Cleona naik sebelah. Luna mengedikan bahunya, tanda bahwa ia tidak tahu.

Bangkit dari duduknya, Cleona melangkah meninggalkan dapur. Dalam hati ia terus menggerutu dan bertanya-tanya tantang apa yang tengah di lakukannya di kamar Rapa. Cleona tahu bahwa Laura dekat dengan Rapa, tapi kenapa harus kamar Rapa? Kenapa tidak kamar Clara yang lebih banyak bonekanya? Mengingat itu kembali membuat Cleona kesal dan ingin sekali menyeret adiknya.

Cleona yang hendak menaiki undakan tangga dengan tujuan menghampiri adiknya di kamar Rapa, tiba-tiba terhenti begitu mendengar suara pintu terbuka dan kembali tertutup, kemudian di susul dengan suara tawa yang begitu sangat Cleona kenal. Melipat tangan di dada, Cleona bersandar pada pembatas tangga, menunggu orang itu turun. Hatinya tidak henti menggerutu dan kekesalan dalam hati tidak dapat dirinya sembunyikan.

“Kak Queen ngapain berdiri disini?” Laura Priela Arsyatami, yang lebih akrab di panggil Priela oleh keluarga itu bertanya.

“Kenapa emang? Gak boleh?” ketus Cleona. Gadis cantik dengan wajah di tekuknya itu melangkah menjauh, membuat Laura dan Rapa saling tatap dan menaikan satu alisnya masing-masing, bingung dengan sikap ketus Cleona yang pergi begitu saja dengan kaki yang sedikit di hentakan.

Rapa pergi menyusul Cleona setelah mengusak rambut adik kecilnya itu. Jujur saja, Rapa tidak ingin lagi mendapati wajah judes kekasihnya, tidak ingin lagi mendapat penolakan dan kebencian wanita cantik itu. Mengejar, Rapa mendapati Cleona berjalan sambil terus menggerutu memaki dan menyumpah serapahi Rapa dengan bersungut-sungut. Rapa yang masih bingung dengan yang terjadi kepada kekasihnya itu terus mengikuti dari belakang hingga Cleona masuk ke dalam rumahnya tanpa menyadari Rapa yang sejak tadi mengikutinya.

“Udah cape menggerutu, Queen?” kata Rapa yang berdiri tak jauh di belakang Cleona. gadis cantik itu menoleh, kemudian mendengus dan kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Rapa dengan kebingungan.

“Queen, kok Abang di tinggal?” teriak Rapa kembali mengikuti gadis cantik itu yang sekarang sudah menaiki undakan tangga.

“Jangan ngikutin gue, pergi aja lo sana sama Priela!” sentak Cleona keras, membuat Rapa yang sudah berada dekat dengan perempuan cantik itu terkejut, karena Cleona yang berbalik tiba-tiba.

Rapa diam di tempatnya, mencerna apa yang di ucapkan kekasihnya itu, sedangkan Cleona kembali melanjutkan langkah menuju kamar. Sampai sebuah bantingan pintu terdengar dan kembali mengejutkan Rapa, menyadarkan laki-laki itu bahwa sang pujaan hati tidak lagi berada di depannya.

Senyum kecil terbit di sudut bibir Rapa, kemudian berubah dengan kekehan geli sebelum akhirnya menggelengkan kepala seraya bergumam, “Sama adik sendiri cemburu, Queen-Queen, kamu itu lucu tahu gak? Gemesin, bikin Abang makin cinta.”

1
prima yanary
Luar biasa
dina
paling suka pada part ini,cinta Rapa benar benar teruji ❤️😍
dina
cerita nya bagus,santai dan menghibur
🥀Leni Septiani 🥀 HIATUS: terima kasih
total 1 replies
arfan
up
Kepiting Cina
astaga, mertua dan menantu apaan sih ini???😭
Kepiting Cina
pengertian amat adik ipar😂
Kepiting Cina
jujur aku masih kesal
Kepiting Cina
kebanjiran, tolong dong😭
Rini Astuti
memang sesuai nama sekolahnya kebaperan murid2nyà bikin baper 🤣🤣👍🏼👍🏼👍🏼
Noli loliii
seneng nih lihat kejudesan dan kecuekan double C 🤭🤭
Dariella zhoylie felisetiawan
apl nya apa ya info dong
BINTANG PENGHACUR
banyak amat pemerannya hadeh pusing gw bacanya
BINTANG PENGHACUR
ayolah Thor bikin cleo cemburu sama rapa
JK
THOR GK ADA NIAT BUAT CERITA SHAFA SAMA DANIEL GTU😭😭😭
Riska Wulandari
heran loh sama mereka semua,, kepalanya pada kuat2 g ada yg kena gegar otak padahal hobinya saling geplak..🤭
Riska Wulandari
🥰🥰 terimakasih thor..
Riska Wulandari
lega banget rasanya..
eh si kembar mana ini sampai d lupain loh..
Riska Wulandari
knp ya si Dania??g jadi nikah??🤭🤭
Habis ini giliran Pandu aja yg d buang ke Timbuktu thor..🤣🤣🤣
Riska Wulandari
keterlaluan emang si Pandu...masa 3 bulan g boleh pulang sama sekali..
Riska Wulandari
keluarga langka emang..🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!