Indonesia
NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Mawar Hitam

Balas Dendam Sang Mawar Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Bertahun-tahun setelah sebuah pembantaian menghapus keluarga Black Rose dari dunia mafia, Elena kembali dengan identitas sebagai seorang pelayan.

Tidak seorang pun tahu siapa dirinya atau alasan sebenarnya ia memasuki keluarga Bianchi.

Namun, putra pertama keluarga Bianchi, Leon mulai mencurigai wanita itu. Kebiasaan aneh dan tato yang wanita itu miliki, membangkitkan potongan ingatan dari masa lalu yang tidak pernah bisa ia pahami.

Sampai sebuah kesalahpahaman memaksa mereka untuk menikah.

Leon melihat kesempatan untuk mengawasi Elena lebih dekat. Sementara Elena menerima pernikahan itu demi satu tujuan yaitu membalas dendam.

Dua orang dengan tujuan tersembunyi terikat dalam satu pernikahan.

Dan, tanpa mereka sadari, pernikahan itu akan membuka rahasia yang menghubungkan masa lalu mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dokumen Rahasia

Victor terlihat mondar-mandir di dalam ruang kerjanya.

Sejak meninggalkan ruang makan, pikirannya tidak pernah benar-benar tenang. Kalimat Elena terus terngiang-ngiang di kepalanya.

Mawar.

Sudah dua puluh tahun berlalu. Tapi, hanya dengan mendengar satu kata itu, kenangan lama yang selama ini ia kubur kembali muncul ke permukaan.

Victor berhenti di depan meja kerjanya. Ia mengusap wajah dengan kasar, lalu melirik jam dinding yang sudah melewati tengah malam.

Victor menghembuskan napas panjang. Ia tidak bisa terus berada di rumah. Ada sesuatu yang harus segera ia pastikan.

Pria itu mengambil mantel yang tergantung di sandaran kursi, lalu keluar dari ruang kerjanya. Langkahnya lebar dan tergesa-gesa menuju pintu utama.

Begitu sampai di luar, Victor merogoh ponsel dari saku celananya dan segera menghubungi seseorang.

"Temui aku di markas."

Tanpa memberikan kesempatan untuk bertanya, Victor langsung memutuskan sambungan telepon lalu, masuk ke dalam mobil.

"Jalan!" perintah Victor.

"Baik, Tuan."

Mobil segera melaju meninggalkan halaman kediaman Bianchi.

Sementara itu, di lantai atas, Elena berdiri di depan jendela kamarnya. Tatapannya mengikuti mobil Victor yang semakin jauh dan akhirnya menghilang di balik gerbang.

Senyum tipis muncul di sudut bibirnya.

"Kalau aku tidak bisa menemukan jawabannya, maka kamu sendiri yang akan menunjukkannya kepadaku, Victor," gumamnya.

Di ruangan lain, Leon juga berdiri di depan jendela ruang kerjanya.

Ia mengerutkan keningnya melihat mobil Victor meninggalkan kediaman mereka.

Sejak percakapan di meja makan tadi, ada sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya.

Reaksi Victor bukan sekedar reaksi seseorang yang marah karena seorang pelayan masuk ke ruang penyimpanan dokumen. Tapi, terselip ketakutan yang begitu dalam hingga hanya satu kata mampu membuat ayahnya kehilangan kendali.

Mawar.

Leon mengepalkan tangannya. Tanpa membuang waktu, ia keluar dari ruang kerjanya dan berjalan menuju kamar Elena.

Tapi, sesampainya di kamar, ia melihat Elena sudah terlelap dalam tidurnya.

Leon menutup pintu lalu, melangkah perlahan agar tidak membangunkan Elena.

Ia berdiri di sisi ranjang, menatap Elena dalam diam. "Apa yang sebenarnya kamu rencanakan, Elena?" gumamnya.

Sementara itu, mobil yang Victor tumpangi sudah tiba di depan markas The Raven.

Bangunan besar itu berdiri sunyi di tengah gelapnya malam. Hanya beberapa lampu di sekitar halaman yang menyala redup, menerangi anggota The Raven yang berjaga di setiap sudut.

Tidak lama kemudian, mobil lain berhenti di belakang mobil Victor.

Daniel segera turun dan berjalan menghampiri ayahnya.

"Ada apa Daddy memintaku datang ke sini tengah malam begini?" tanyanya dengan nada heran.

"Kita harus memastikan sesuatu."

Tanpa menjelaskan lebih lanjut, pria itu langsung melangkah menuju pintu utama markas.

Daniel mengernyitkan kening. "Memastikan apa, Dad?"

Rasa penasaran membuat Daniel mempercepat langkahnya, menyusul sang ayah.

Mereka melewati beberapa lorong hingga akhirnya berhenti di depan sebuah pintu besar yang dijaga ketat oleh anggota The Raven.

Dua penjaga segera membungkuk hormat. "Tuan."

Victor mengangguk pelan. "Kalian boleh pergi".

"Baik, Tuan."

Para penjaga pergi satu persatu, menyisakan Victor dan Daniel di depan pintu.

Setelah memastikan tidak ada siapapun, Victor membuka pintu besar itu lalu, memberi isyarat Daniel untuk mengikutinya masuk.

Daniel memandang sekeliling.

Ruangan itu penuh dengan lemari besi dan rak-rak yang berisi dokumen lama. Beberapa di antaranya bahkan sudah tertutup debu.

"Dad, sebenarnya ada apa?"

Victor masih diam. Ia berjalan menuju salah satu lemari besi yang berada di sudut ruangan.

Pria itu berjongkok, lalu memasukkan kombinasi angka pada panel pengaman.

Klik!

Kunci terbuka.

Victor menarik pintu lemari besi dan mengambil sebuah map tebal yang tampak sudah sangat tua. Lalu, Ia membawanya ke meja di tengah ruangan.

"Kamu tahu sendiri, tadi pagi Leon membawa wanita itu ke markas."

Daniel mengangguk. "Ya. Tapi aku masih tidak mengerti apa hubungannya dengan semua ini?"

Victor membuka map tersebut. "Daddy tidak menyangka Leon membiarkan wanita itu masuk ke ruangan ini."

Daniel terdiam.

Victor mengangkat wajahnya. Tatapannya berubah tajam.

"Wanita itu melihat dokumen tentang The Black Rose."

"Apa?" Daniel spontan meninggikan suaranya.

"Pelan kan suaramu," seru Victor .

Daniel langsung menutup mulut. "Ma-maaf, Dad."

Victor membuka satu per satu lembar dokumen di atas meja.

Di dalamnya terdapat catatan transaksi, nama-nama organisasi, simbol, tanggal, serta sebuah perjanjian rahasia yang sudah disimpan selama puluhan tahun.

"Dokumen ini bukan sekadar catatan biasa," ujar Victor pelan. Jarinya mengetuk lembar perjanjian tersebut.

"Ini dokumen penting tentang tragedi dua puluh tahun lalu."

Daniel terdiam. Pandangannya tertuju pada daftar organisasi yang tercantum dalam dokumen itu.

Beberapa nama sudah diberi tanda khusus. Di bagian bawah halaman terdapat simbol-simbol organisasi yang pernah bekerja sama dengan The Raven.

"Kalau sampai dokumen ini jatuh ke tangan orang lain, The Raven akan dianggap sebagai pengkhianat."

Daniel menelan ludah.

"Dan, kalau informasi ini tersebar, organisasi kita bisa hancur," lanjut Victor. Ia lalu membalik halaman berikutnya.

"Selama ini, tidak ada seorang pun yang mengetahui isi perjanjian ini."

Daniel menghela napas panjang. "Tapi, Dad... Bukankah The Black Rose sudah lama musnah? Semua orang yang terlibat dalam organisasi itu sudah mati, tak tersisa."

Victor terdiam cukup lama. "Itu memang benar," sahut Victor. "Adrian dan Clara memang tewas malam itu." Ia menatap dokumen di hadapannya.

"Tapi, mereka memiliki beberapa orang kepercayaan yang tidak tergabung dalam organisasi mana pun," lanjut Victor. "Orang-orang itu menghilang setelah pembantaian itu terjadi. Dan, sampai sekarang, kita belum berhasil menemukan mereka."

Victor menutup sebagian dokumen. "Dan, satu hal lagi." Victor menatap Daniel serius. "Adrian dan Clara mempunyai seorang anak. Begitu juga dengan Zero, orang kepercayaan Adrian. Dan, malam itu tidak ada mayat anak kecil di sana."

Daniel menegang. Matanya perlahan melebar. "A-apa? Jadi, maksud Daddy..."

"Ya." Victor menatapnya tajam. "Kedua anak itu mungkin masih hidup."

Hening. Suasana ruangan yang dingin seolah menjadi semakin berat.

Daniel memandangi dokumen di hadapannya. "Kalau kedua anak itu masih hidup, berarti..."

"Salah satu dari mereka adalah pewaris terakhir The Black Rose," ucap Victor dengan suara rendah. "Dan, jika dia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi malam itu, dia akan mencari orang-orang yang bertanggung jawab."

Daniel mengepalkan tangannya.

"Itulah sebabnya kita harus tetap waspada," lanjut Victor sebelum menutup map tersebut dengan hati-hati.

"Jangan biarkan siapa pun mengetahui keberadaan dokumen ini. Termasuk orang yang kita kenal." Victor mengambil map itu dan memasukkannya kembali ke dalam lemari besi.

"Lalu, apa yang harus kita lakukan, Dad?"

"Kita harus waspada." Victor menutup pintu lemari besi dan kembali menguncinya. Lalu, Ia berdiri dan menepuk bahu Daniel.

"Dan, satu hal yang harus Kamu tahu. Inilah alasan kenapa Daddy masih mempercayakan organisasi ini pada Leon."

Daniel terdiam.

"Meski dia orang luar, tapi dia bisa diandalkan. Selama Daddy belum memiliki alasan yang cukup untuk mencabut kepercayaan Daddy padanya, jangan mencoba mengambil alih posisinya."

Daniel mengangguk pelan. "Aku mengerti, Dad." Tatapannya kembali jatuh pada lemari besi yang menyimpan rahasia terbesar The Raven.

Sayangnya, mereka tidak menyadari di balik celah pintu yang tidak tertutup sempurna, sepasang mata mengawasi keduanya.

Ia mendengar dengan jelas setiap kata tentang tragedi dua puluh tahun lalu.

Setelah itu, ia mundur perlahan sebelum akhirnya menghilang dalam kegelapan.

1
Kustri
pengen'a kasih yg hitam spy sesuai... sayang'a gk ada🌹
+44
bentar lagi.. aku mencintaimu 🌚
Alissia
cemburu bilang dong jangan di geden gengsinya🤣🤣
Kustri
☕lah thor biar kalap UP'a😉
🇦 🇵 🇷 🇾👎
bucin lho kn cmbr kn😃
🇦 🇵 🇷 🇾👎: bnr😫😫😫
total 2 replies
Kustri
cemburu bilang boss! 🤣
💖💖💖
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Gengsi keknya, kak🤭
total 1 replies
Kustri
eummm.... ternyata leon bukan anak kandung victor
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Iyesss
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp kh mrk
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Coba tebak!😌
total 1 replies
Kustri
owh owh siapa diaaa....
nyogok biar dobel up🤭
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Hari ini, udah q kasih double 😌
total 1 replies
Kustri
mgkin benar the reavan pelaku'a 20th yg lalu leon umur brp🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Gak jauh sama Si El
total 1 replies
Kustri
siapa yg ngasih senjata ke elena!
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Aq/Grin/🤭
total 1 replies
Kustri
mgkin maria dijodohkan & daniel anak kekasih victor🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Bukan gitu 🤧
total 1 replies
Kustri
itu viona apa perawan tua? apa dia gk ada kerjaan lain? apa gk punya tmpt tinggal?
huh benalu menyusahkan👊
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Dia udah berkeluarga 😃. Habis pesta, makanya nginep dulu di rumah mas Piktor🤭
total 1 replies
Kustri
wkwkkkk... kau laki" sejati, gk mgkin akan melewatkan itu🤣🤣🤣
Kustri
tenang leon bs jd el akan membantumu dlm sgl hal
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Atau, sebaliknya 😃
total 1 replies
Kustri
betul kata leon, qu jg bertanya" dr mana keahlian el didpt klo sehari" ada dipanti... tlg beri penjelasan sedikit thor mgkin 1 part u/perjalanan el🥺
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Belum ada penjelasan, tapi udah ada dugaan kalau identitas di palsukan 😌
total 1 replies
Kustri
eummm... daniel si munaf, serakah & pecundang👊👊👊
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
sk crtvny
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu, kak 💜
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!