Indonesia
NovelToon NovelToon
Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Balas Dendam
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Azarin mengira, setelah ia melahirkan anak, Fajar akan bersyukur dan menganggapnya istri.

Namun semua harapan itu hancur setelah ia mendengar percakapan suami dan Ibunya.

Fajar, tidak pernah menganggapnya istri. Baginya hadirnya Mia dalam hidupnya adalah aib. Dan akan membuang Mia dengan dalih kecelakaan.

Mendengarnya Azarin langsung lemas. Ia pun memutuskan untuk kabur malam itu juga, dan tidak lagi mengharapkan belas kasih Fajar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merubah Azarin

Pagi itu, Azarin sedang menyiapkan pesanan pembeli. Namun fokusnya teralihkan oleh bisikan-bisikan riuh di luar dapur.

Azarin menoleh pelan, keningnya mengerut kecil.

"Ada apa yah?"

Naya yang kebetulan masuk itu mengejutkan Azarin.

Ia tarik tangan Naya mendekat cepat.

"Naya, di luar ada apa?"

Naya refleks menoleh keluar, melongo kecil.

"Ohh itu....kamu belum lihat berita yah?" yang dibalas gelengan polos Azarin.

 "Si Dean masuk tv. Kalo ga salah proyek pabriknya sukses besar, dia juga di nobatkan jadi salah satu dari 10 pengusaha terkaya di Indonesia lho."

Hening.

Untuk sesaat Azarin ciut dengan posisinya.

Ia merunduk. Memilin jemarinya gusar.

"Dia—sesukses itu yah?"

Tau kemana arah fikiran Azarin Naya tersenyum simpul, ia tepuk bahu Azarin lembut.

"Udah....namanya jodoh gaada yang tau, Rin. Kalo dasarnya dia jodohnya kamu mau gimanapun cewek-cewek diluar sana menggaet ya pemenangnya kamu." kekeh Naya.

Namun yang ada, hiburan Naya tak membuatnya lega. Ia justru minder.

Azarin merasa tak cocok menerima pinangan dadakan dari Dean.

Bagaimana ia bisa bersikap di depan wanita-wanita yang mendambakan posisi di samping Dean.

Azarin yakin mereka berasal dari kalangan terkenal, para sosialita papan atas, dan juga berada di dunia yang sama dengan Dean.

"Naya..."

Teman yang sedang melongok dibalik tirai itu lantas menoleh, "Kenapa?"

"Apa—aku tolak saja pinangan Dean?"

Naya membeliak kecil, berjalan cepat menghampiri temannya, menarik tangan Azarin mendekat.

"Jangan bercanda, Azarin! Ini kesempatan kamu buat balas dendam ke Fajar dan pelakornya itu. Buktiin kalo kamu itu juga pantas berada di sisi Dean!"

Untuk sejenak Azarin bimbang.

Ia tatap telapak tangannya yang kapalan dan kulitnya yang keras.

Apa pantas wanita sepertinya mendapatkan gelar istri seorang pengusaha muda terkemuka seperti Dean.

"Tapi aku—"

"Kamu minder karena kamu ga secantik dulu?"

Azarin merunduk dalam. Yang semakin meyakinkan tebakan Naya.

Naya raih kedua bahu Azarin mendekat, menatap lekat wajah cemas temannya intens.

"Dahh daripada kamu cemas gaada ujungnya mending kamu siap-siap."

Senyuman aneh Naya menghadirkan tanda tanya besar di benak Azarin.

"Memangnya kita mau kemana?"

Naya tatap Azarin intens, "Kemana lagi, perawatan lah. Nanti si Dean dateng jemput kamu buat datang ke pesta tokoh besar di kota ini, mending siap-siap dulu gih. Warung ini serahin sama aku."

Azarin membeliak, "Tap-tapi—"

"Udah....jangan bingungan deh. Tadi Dean udah ngabarin ke aku, kamu di chat centang satu."

Azarin membulat, menggaruk tengkuk lehernya kecil, "Lupa ku cas, hehe."

Naya memutar bola mata malas, terus mendorong Azarin keluar dari dapur, membawanya ke kontrakan untuk bersiap-siap.

***

Dean langkahkan kakinya menuruni tangga tenang. Ia pilih cufflink pada kerah lengan, memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana.

Sang ibu yang melihat raut wajah sumringah putranya tentu bertanya-tanya. Berdiri tepat di samping ujung tangga.

"Dean, kamu mau kemana?"

Sang putra tatap lekat wanita dengan setelan baju trendy dan perhiasan lengkap itu, tersenyum tipis. Ia dekatkan wajahnya ke telinga sang ibu.

"Coba tebak."

Nyonya Diana geplak bahu putranya pelan, "Ishh mama serius!"

Dean terkekeh kecil, "Jemput calon menantu mama."

Mendengar itu Nyonya Diana melotot, menatap putranya kosong, sebelum akhirnya berteriak heboh.

"Serius, Dean?! Siapa?! Mana?! Mana sini mama mau ngomong! Kyaa....!! Akhirnya putraku mau mengakhiri masa lajangnya!!"

Lagi-lagi Dean harus mengeluarkan stok sabar menghadapi ketantruman ibunya.

Tentu saja ini menjadi kabar baik bagi Nyonya Diana, menantu sudah lebih dari harta karun berharga.

"Mama mau nyiapin hadiah! Mama ikut yah! Mama udah ga sabar banget liat menantu mama! Gimana anaknya, Dean?! Dia baik?! Cantik?! Ramah?! Dia bakal suka sama mama kan?! Mama takut banget menantu mama takut sama mama huhuu....!"

Dean meringis kecil, menyumpal telinganya dengan jari.

"Mahh...."

Dean tarik bahu sang ibu mendekat, menatap wajah sumringah ibunya intens. Pria itu tersenyum.

"Lebih dari baik, mah. Dia pelita di hati Dean. Dia wanita yang Dean tunggu-tunggu, dia yang menjadi alasan Dean melajang hingga sekarang."

Nyonya Diana melongo. Ia tidak menyangka, putranya melajang demi menunggu wanita pujaannya.

"Serius?! Ahh mama jadi makin penasaran lho!" seru Nyonya Diana heboh.

Kesal sang putra malah bengong, ia dorong sang putra keluar cepat.

"Sudah, sudah, sudah. Cepetan jemput menantu mama! Jangan bikin mama menunggu yah sayang! Mama ga sabar banget tau, Dahhh!!" seru Nyonya Diana melambai pada sang putra.

Lalu pintu ditutup dengan rapat setelahnya.

Dean tatap malas pintu yang sudah tertutup, menarik nafas panjang, lalu menghelanya perlahan, turun dari undakan teras.

Senyum tipis terbit di bibir pria itu, sesuatu yang menggelitik memenuhi dadanya nyaris menggila.

Seperti—rasa yang sudah lama ia rindukan, kini mulai menemukan jalan untuk pulang.

"Azarin."

"Tunggu aku."

***

"Naya....ini bajunya terlalu pendek ngga sih?" lirih Azarin cemas, menarik-narik ujung rok sedikit ke bawah.

Naya dorong punggung Azarin keluar, membawanya ke pinggir jalan.

Wanita itu memutar bola mata malas, "Ini kencan pertamamu lho, Rin. Kamu mau pake baju kedodoran sama rok sepanjang tol Jagorawi favorit mu itu?"

Azarin spontan terkekeh. Yang semakin membuat Naya geleng-geleng kepala.

"Udah....nurut saja, lagian ini rok-nya bagus kok, cuma ya...agak sedikit di atas lutut, tapi pas kok, selutut lah....ngga seksi-seksi amat." kekeh Naya.

Azarin memanyun kecil, berkali-kali ia menarik ujung rok ke bawah yang semakin membuat Naya jengkel.

Naya tarik tangan Azarin menjauh dari baju yang sudah ia siapkan penuh jiwa dan raga.

"Hustt! Diem! Jangan tarik-tarik lagi!" yang langsung mengicepkan Azarin.

Tak berselang lama mobil Mercedes-Benz putih melintasi depan kontrakan Azarin dan Naya. Tepat berhenti di depan mereka.

Azarin dan Naya melongo syok. Menatap mobil mewah di depannya tanpa berkedip.

Azarin semakin tidak pede lagi, ia lantas mundur, ngumpet di belakang Naya.

"Nay, mobilnya mewah banget. Aku takut ngotorin mobilnya. Nanti kalo aku disuruh ganti rugi gimana?"

Naya lagi-lagi harus dibuat sabar dengan kekolotan Azarin.

"Owalah Azarin...Azarin....dapet calon kaya kok malah minder. Panteslah Fajar males sama kamu."

Azarin langsung bungkam.

Naya berbalik, menarik bahu Azarin, menguatkan mental temannya itu.

Ia sejajarkan wajahnya ke wajah Azarin, menatapnya lekat, "Dengarkan aku, Azarin."

Temannya itu tatap takut-takut bola mata Naya yang nyaris keluar dari tempatnya.

"I-iya."

Naya tersenyum, "Berubahlah, demi masa depanmu. Buktikan pada Fajar kalau kamu juga bisa menjadi wanita-wanita yang selama ini pria itu dambakan. Jangan kembali jadi wanita kolot yang tidak enakan, Rin. Kamu berhak bahagia."

Azarin terdiam. Matanya berkaca-kaca.

"Woyy...woy...jangan nangis gilak! Setengah jam aku make-up in kamu ya Rin!" heboh Naya, segera mendangak-kan wajah Azarin ke atas.

"Masukin lagi ngga! Masukin!"

Azarin memanyun kecil. Ia tak lagi mengeluarkan air mata.

Naya elus dadanya seraya menghela nafas berkali-kali.

"Huftt...hampir saja."

1
Adinda
hidupmu rumit banget naya, kalau suamimu belum mampu ngontrak dulu,uangnya dikumpulkan keburu nanti suamimu diambil pelakor
Adinda
tapi salah naya juga sih kalau suamimu gak mampu setidaknya kamu juga membantu jangan langsung minta rumah
Adinda
fajar sama naya aja
Adinda
mimpi saja kau fajar kalau mau azarin balik sama kamu,tidak akan pernah mau azarin balik sama kau fajar
Adinda
bawa semuanya rin, enak banget ginjalmu diambil,kamu mau dicerain anakmu mau dibawa kepanti
Dokkan Battle
BACOT GOBLOK
Ma Em
Azarin kalau tdk mau Dean seperti fajar makanya rubah penampilan Azarin dan hrs pede jgn merasa rendah diri , kalau Azarin merasa selalu rendah diri tdk berubah jadi wanita yg elegan dan penuh percaya diri pasti Dean akan semakin cinta pada Azarin .
Dynhz: kasih tau makee😭🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
lanjuut thor
Dynhz: siap😍
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
udah nikah aja ma Dean, dari pada nanti di ganggu terus sama fajar ...
lanjuut thor.....
Dynhz: siap kakak😍
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
nah udah tau kan sifat asli istri baru mu..😂😂
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
paling bagus emang cerai saja dan buktikan kalo kamu bisa tanpa suami ...
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
nyesek bgt bacanya...
Ma Em
Azarin jgn sampai kamu kena bujuk rayu fajar biarkan fajar menyesal karena itu pilihan fajar sendiri , semoga Azarin selalu bahagia bersama Mia sang putri tercinta dan semoga Azarin berjodoh dgn Dean 🤲.
Dokkan Battle: kalau ajarin rujuk fiks dia sakit mental
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!