Novel ini hanya pemikiran sendiri cuman hiburan semata berarti hanya daya hayal saya sendiri penuh kebohongan itu lah daya hayal
Nama saya Hafiza Alice Adinda umur (22)tahun pekerjaan sebagai dokter saya senang menjadi dokter bisa berguna dan membantu sesama saya bekerja bukan untuk uang tapi bisa membantu orang lain terlalu munafik jika saya tidak perlu uang karna semua manusia butuh uang saya tidak memikirkan uang karna saya anak dari seorang pengusaha sukses no tiga di kota ini ayah saya memberi uang berlipat lipat ganda dari gaji saya sebagai dokter.Tapi suatu hari saya mendapatkan pasean seorang yy berkuasa orang yg di segani dia lumpuh saya sebagai dokter harus merawat yg dan apa yg terjadi saya harus terpaksa menikah dengan nya yg ternyata orang tua nya memiliki masa lalu dengan orang tua ku
Nama ku Dafa Alexander Wilson berusia(27)tahun bekerja sebagai CEO Wilson.Aku orang yg gila bekerja egois dan kejam mengingat aku mapan dan tampan tidak menyulitkan aku mencari kekasih aku memutuskan menikah dengan kekasih nya kami sudah membuat rencana yg luar biasa pernikahan kami tinggal hitungan hari tapi sayang aku kecelakaan membuat ku lumpuh dan aku sangat marah calon istri ku memutuskan begitu saja aku murka harga diri ku merasa terinjak sampai aku harus memutar otak memperbaiki semua nya sampai aku memutuskan menjebak seseorang dia seorang dokter yg sangat menyebalkan karena selalu membantah karna aku tidak suka di bantah oww apa jadi nya pernikahan tapi nanti aku fikir kan yg pasti aku harus menyelamatkan nama baik kami
bagaiman kah kedua nya lewati setelah hidup bersama akan kah mereka bisa bahagia?
tanpa sadar takdir menyatukan mereka seiring banyak hal yg mereka lalui dan akan kah cinta tumbuh di antara mereka
Jika berminat silahkan baca novel ketulusan cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Dafa menemani Hafiza menjemput Adit mereka menuju Apartemen Asma mereka memasuki lift banyak orang di dalam membuat Dafa malas harus berdesakan tapi Hafiza memaksa nya masuk
"Luka mu nanti terbuka lagi"bisik Dafa datar
"Ngak akan mas"bisik Hafiza tersenyum
"Hei jangan berdesakan istri saya lagi terluka jika dia berdarah kalian mau saya gantung"ucap Dafa kesal saat mereka berdesakan
"Halo tuan jika tidak suka lewat tangga darurat lift ini bukan milik kalian"ucap seseorang kesal
"Sudah mas"ucap Hafiza menahan tangan Dafa
"Suruh sahabat mu tinggal di tempat elit biar kita ngak susah saat mengunjungi nya"ucap Dafa geram
"Jangan marah mulu"ucap Hafiza tersenyum lift itu penuh banyak yg masuk Dafa khawatir dengan luka Hafiza jadi dia membiarkan Hafiza bersender di sudut lift dan dia melindungi Hafiza dengan tubuh nya Hafiza mendongak menatap Dafa tidak lama lift nya terbuka Dafa mengajak Hafiza segera keluar
"Apa kau tidak apa apa"ucap Dafa menelusuri lorong itu
"Iya mas"ucap Hafiza tersenyum dia senang dengan perlakuan Dafa.Hafiza menekan bel Apartemen Asma tidak lama Asma keluar dan mempersilakan mereka masuk
"Papa Dafa"ucap Adit memeluk Dafa
"Adit biarkan dulu papa Dafa nya duduk"ucap Asma mengingat kan
"Ayo duduk dulu "ajak Asma
"Adit udah siap ikut jalan"ucap Hafiza tersenyum
"Iya dong ma"ucap nya semangat
"Asma aku ajak Adit sebentar ya"ucap Hafiza izin
"Iya makan nya jangan malu terus aku yakin tuan Dafa udah ngebet banget punya anak"goda Asma
"Apa hubungan nya malu dengan punya anak"ucap Hafiza bingung Asma hanya tersenyum
"Tuan Dafa apa Hafiza baik sebagai istri"ucap Asma dengan lirikan menggoda Dafa berdiri mendekat membuat Asma salah tingkah apa dia salah bicara
"Kamu mau nya Hafiza punya anak berapa"ucap Dafa tersenyum tipis membuat Asma lega
"Emm seperti nya jika 12 seru kali lihat nya"ucap Asma
"Enak aja kau pikir aku pabrik membuat anak"ucap Hafiza cepat
"Kami permisi"ucap Dafa berlalu pergi
"Datar amat sih"keluh Asma cemberut
"Kami pergi dulu"ucap Hafiza melangkah pergi bersama Adit.Dafa mengajak Adit ke taman bermain anak mereka bermain di sana banyak anak anak lain di sana Hafiza hanya tersenyum dengan kenakalan Adit dan Dafa bisa menikmati tawa lepas dan senyum tulus Hafiza
"Dafa"ucap seseorang memeluk Dafa dengan erat Dafa tidak bereaksi
"Kenapa pelukan Hafiza lebih hangat baru kali ini aku merasakan hal berbeda dari Hafiza"batin Dafa
"Ada apa"ucap Dafa datar
"Aku mencari mu"ucap nya tersenyum Dafa tersenyum sinis
"Ngak salah Putri Wijaya mencari seorang yg cacat"sindir Dafa ya itu Putri
"Jangan bilang kau memilih wanita kampungan itu kau hanya mencintai ku kan"ucap Putri curiga Dafa memutar kaki nya mendekati Hafiza tanpa berkata lalu ada lumpur sedikit dia menginjak nya dan memandang Putri,Dafa menunduk ingin membersihkan sepatu nya
"Mas Dafa "ucap Hafiza mendekat
"Itu kotor mari sini"ucap Hafiza mengambil tisu di dalam tas nya membersihkan sepatu Dafa dan Dafa memandang Putri seakan mengatakan dia lebih baik dari pada kamu Putri kesal dia mendekat
"Dafa"geram Putri kesal Dafa berdiri memasukkan tangan nya di saku celana
"Cinta itu buta tapi jangan sampai kita tidak melihat yg perlahan menyakiti kita"ucap Dafa memandang kedepan
"Hafiza Dafa Aleksandar Wilson"ucap Dafa tegas dan gagah nya menunjuk pada Putri jika Hafiza sudah menjadi istri sah nya dan menantu Wilson
"Kau lupa janji mu pada kakak ku"ucap Putri serius
"Kau lupa siapa aku"ucap Dafa angkuh
"Dafa Aleksander Wilson"ucap Dafa senyum devil nya
"Aku dengan sekejab bisa menghancurkan siapa pun yg aku mau termasuk kamu"ucap Dafa tajam Hafiza hanya diam memperhatikan wajah Dafa
"Ini tidak mungkin"ucap Putri penuh amarah
"Aku akan pasti kan aku akan menjadi menantu Wilson dan merebut mu kembali"ucap Putri kesal lalu berlalu pergi Dafa menatap Hafiza yg terdiam lalu dia pergi
"Itu Putri"ucap Hafiza pelan
"Mama Fiza ayo main lagi"ucap Adit menarik tangan Hafiza untuk bermain Dafa membeli air minum dia kembali duduk
"Mintak dong pa Adit haus"ucap Adit,Dafa memberikan kan Hafiza minum sama hal nya dengan Adit
"Capek"ucap Adit mengeluh dan berkeringat
"Capek juga"ucap Dafa pada Hafiza
"Tidak mas cuman perut Fiza sedikit nyeri"ucap Hafiza pelan
"Ada yg ingin di tanya kan"ucap Dafa menyender kan kepala Hafiza di bahu nya
"Tidak ada"ucap Hafiza dia juga bingung apa yg mau dia tanya kan padahal hati kecil nya menuntut banyak pertanyaan pada Dafa
"Saat aku berkata itu tidak main main"ucap Dafa memandang Hafiza dengan dalam
"Bukan kah aku sudah bilang akan memulai dari awal bersama mu"ucap Dafa serius Hafiza memandang ke depan entah apa yg dia pikir kan
"Papa Dafa,Adit mau main yg sering di ajak om Rafa "ucap Adit
"Yang mana"ucap Dafa
"Itu lho main kuda itu lho pa"ucap Adit,Dafa mengerti Adit mau apa
"Iya kita ke sana"ucap Dafa
"Bentar dulu mas Hafiza belum sholat cari tempat sholat dulu"ucap Hafiza berdiri
"Dimana"ucap Dafa mereka mencari tempat sholat setelah menemukan mushola akhirnya Hafiza sholat dia mengambil wudhu dan mengajak Dafa tapi Dafa menolak
"Papa Dafa harus jagain mama Fiza"ucap Adit saat Dafa memain kan ponselnya
"Ini udah jagain"ucap Dafa menatap Adit
"Iya tapi beda pa "ucap Adit
"Mama Fiza kan wudhu jadi dia pasti melepaskan hijab nya nanti jika ada yg masuk bisa kelihatan aurat nya mama Fiza bilang itu tidak boleh"ucap Adit
"Benarkah"ucap Dafa penasaran dia masuk dengan pelan melihat Hafiza emang sendiri dan seperti memperhatikan sekitar Dafa keluar lagi mengetik di ponselnya mencari penjelasan yg bisa dia pahami dia mulai mengerti tentang aurat wanita meski sedikit
"Ehh kau tidak di perbolehkan masuk"cegah Dafa pada orang yg masuk
"Kenapa saya mau sholat"ucap nya bingung
"Istri saya lagi sholat"ucap Dafa kesal
"Apa urusan nya minggir saya mau sholat"ucap nya Dafa menahan orang itu terjadi keributan di sana Adit hanya membela Dafa
"Mas kenapa ribut"ucap Hafiza datang
"Ini mbak orang ini menghalangi saya mau sholat jangan jangan dia *******"ucap nya
"Maaf pak mungkin suami saya tidak bermaksud seperti itu"ucap Hafiza tak enak orang itu masuk
"Mas ngak boleh menghalangi orang yg mau beribadah"ucap Hafiza menenang kan Dafa yg kesal
"Aku hanya menjaga mu agar aurat mu tidak di lihat orang itu"ucap Dafa serius
"Terimakasih mas mau jaga aurat nya Hafiza tapi tidak menghalangi ibadah orang itu dosa"ucap Hafiza tersenyum
"Ya udah ayo"ucap Dafa menggendong Adit mereka pergi menuju mobil hari itu mereka berbahagia seperti satu keluarga bersenang senang Hafiza mengajak Dafa banyak hal sehingga Dafa melupakan jika dia dari keluarga Wilson yg di segani
Mobil mereka sampai Adit tertidur di pelukan Hafiza seharian bermain membuat nya kelelahan sama hal nya dengan Hafiza mengingat luka nya belum sembuh dia tertidur di bahu Dafa
"Pak tunggu sebentar"ucap Dafa pada sopir nya mengendong Adit lalu keluar dari mobil menuju Apartemen Asma
"Maaf tuan Dafa merepotkan "ucap Asma tidak enak
"Iya"ucap Dafa datar
"Terimakasih menemani Adit jalan"ucap Asma tersenyum Dafa berlalu pergi tidak ingin sopir nya menunggu lama
"Jalan"ucap Dafa pada sopir nya dia merentangkan tangannya mengarah kan kepala Hafiza di dada nya dia memandang ke arah jalan tidak sengaja tangan Hafiza menyentuh tangan nya membuat Dafa menoleh menatap Hafiza yg tengah tertidur dengan damai wajahnya tenang Dafa menatap wajah Hafiza dengan seksama dia memejamkan matanya menyentuh wajah Hafiza seakan melukis nya
"Apa ada sesuatu di pelukan mu entah kenapa bisa menghangatkan aku saat kau memeluk ku ucapan mu mampu membuat ku tak bisa berkata dan mata itu kenapa menatap seperti itu"gumam Dafa memandang Hafiza sopir hanya melirik dari kaca memperhatikan Dafa selama dia menjadi sopir Dafa baru kali ini dia melihat sisi lain Dafa terhadap wanita jika bersama Putri mereka akan sibuk dengan ponsel masing masing tapi Dafa merelakan dada nya menjadi tempat ternyaman Hafiza tidur
"Tuan sudah sampai"ucap sopir membuyarkan tatapan Dafa pada Hafiza
"Iya"ucap Dafa meletakkan Hafiza pelan dia keluar mengendong Hafiza
"Mas Dafa "ucap Hafiza belum sepenuhnya tersadar lalu mata nya terbuka sempurna
"Mas Dafa ngapain "ucap Hafiza berpegangan
"Terbang ke angkasa"ucap Dafa santai
"Mas turuni Hafiza malu di lihat orang"ucap Hafiza cepat Dafa berhenti melangkah menurun kan Hafiza melihat sekeliling
"Tidak ada orang"bisik Dafa mengendong Hafiza lagi
"Ihh mas Dafa"ucap Hafiza cemberut
"Hafiza malu tau"ucap Hafiza mengerucut kan bibir nya Dafa tersenyum tipis
"Wah Hafiza baru lihat senyum mas Dafa begitu mempesona"ucap Hafiza malu Dafa menurun kan Hafiza saat sampai kamar
"Kau terpesona"ucap Dafa serius
"Tidak"ucap Hafiza menggeleng membuat Dafa kesal
"Terus pria seperti apa yg membuat mu terpesona gagah tampan cool maco"ucap Dafa menyebut semua pria idaman wanita
"Tidak ada"ucap Hafiza tersenyum lalu menghadap Dafa mengambil jaket Dafa yg di lepas kan nya
"Hafiza akan terpesona saat melihat lelaki selesai wudhu dan air nya menetes dari wajah nya maka dia akan terlihat sangat tampan"ucap Hafiza tersenyum
"Berarti kau tak pernah terpesona dengan ku"ucap Dafa dan Hafiza hanya tersenyum Dafa masuk ke kamar mandi mencuci wajah nya kembali lagi pada Hafiza
"Terpesona tidak"ucap Dafa dengan wajah yg basah Hafiza tertawa
"Mas Dafa ngapain"ucap Hafiza menahan perut nya
"Katanya tadi terpesona saat melihat wajah lelaki basah "ucap Dafa
"Beda dong mas jika kita berwudhu wajah kita terlihat berseri dan terlihat cantik atau tampan wudhu itu bukan hanya sekedar membasahi wajah air yg membasahi tubuh kita dengan wudhu dosa kita bisa gugur insyaallah"ucap Hafiza tersenyum
"Sama aja"ucap Dafa malu sendiri mengusap tengkuk nya Hafiza tersenyum manis membuat Dafa tertegun melihat nya
Btw, aku pernah baca novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, itu keren banget. Kalo search jangan lupa tanda kurungnya