Indonesia
NovelToon NovelToon
Accidentally Got Into The Novel

Accidentally Got Into The Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Penyeberangan Dunia Lain / Romansa Fantasi
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: KimHana

Marianna. Anna nama panggilannya. Terkesan simpel dan dapat diingat dengan mudah. Sesuai dengan namanya, hidupnya juga sederhana dan riang. Semua orang di sekelilingnya rata-rata menyukainya karena kepribadiannya yang ceria dan mudah bergaul.

Tapi tiba tiba saja hidupnya yang damai berubah menjadi kacau. Dia tanpa sengaja masuk ke dunia novel yang baru saja dibacanya. Novel ini merupakan kisah heroik perjalanan pameran wanita untuk mencapai puncak kejayaan. Tak seperti yang di harapkannya, ternyata dia hanya menjadi pameran pendukung yang akan mati dalam setengah tahun. Tentu saja dia tidak bisa menerimanya, karena itu dia berusaha mencari cara supaya keluar dari dunia berdarah itu. Tapi tanpa sengaja dia bertemu dengan pameran utama dalam novel tersebut yang membuat ia mengurungkan kembali niatnya untuk keluar dari novel tersebut.



Novel ini murni khayalan author semata, tidak ada maksud tertentu. Bila ada kesamaan nama tokoh, latar, kesalahan ejaan ataupun bahasa mohon dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimHana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ia Bahkan Tidak Bisa Memakan Ayam Lagi

"Nona, mari kita beristirahat dulu. Saya sangat lelah" ujar Olive sambil duduk di tengah jalan. Mereka sudah hampir tiga jam berjalan kesana kemari dan tangannya sudah hampir penuh dengan belanjaan Anna. Nonanya seperti tidak kenal lelah. Ia sangat energik, dan membuat Olive curiga apakah nonanya telah disuntik penambah stamina sebelum kesini?

Inilah pertama kalinya ia belanja seperti orang kesetanan begini. Semua yang menurut nonanya menarik mata ia akan membelinya. Tak peduli apakah itu berguna atau tidak. Olive tak mampu membantah karena inilah pertama kalinya nonanya tersenyum bahagia seperti tanpa beban.

Jika Anna mengetahui isi hati Olive, mungkin ia dengan keras membantah. Bahagia apa? Ia sebenarnya sangat tertekan karena itulah ia menghibur dirinya dengan berbelanja. Setelah mereka kembali ke kastil, tak akan ada waktu untuk berbelanja seperti ini. Ia akan memasuki medan perang yang sebenarnya. Karena itulah ia memutuskan untuk bersenang-senang dulu sebelum semua masalah rumit menimpanya.

Anna menganggukkan kepalanya sebagai jawaban karena ia juga merasa lelah. Tadi ia tidak terlalu merasakannya karena sangat bersemangat, sekarang setelah Olive menyebutkannya ia menyadari ia juga lelah.

"Mari kita mampir disana!" ujar Anna sambil menunjuk toko yang tidak jauh dari mereka. Toko itu mempunyai bangunan kayu dan di depannya ada papan nama bertuliskan "Warung Makan Ayam Pak Stev"

Olive tertegun. Itu warung makanan manusia. Mereka adalah bangsa Vampir dan jarang bagi mereka mengkonsumsi makanan manusia. Olive bahkan tidak ingat kapan terakhir kali ia memakan makanan manusia. Mereka biasanya minum darah hewan yang disajikan oleh kepala pelayan Fredy dan nona biasanya ia tidak makan apapun.

Niat Olive supaya tuannya membawanya ke penginapan terdekat supaya mereka beristirahat. Tapi nonanya malah mengajaknya untuk kesana.

Tepat ketika Olive ingin membantah, Anna sudah menarik tangannya dahulu yang membuat ia tidak berkesempatan untuk berbicara. Biarlah, mungkin saja nonanya ingin mencicipi makanan manusia, jadi ia dengan pasrah mengikuti Anna.

Sesampainya disana Anna langsung mengambil tempat untuk duduk. Ia membuka menu dan tertarik dengan ayam kremes mereka. Seperti apa rasanya ayam kremes di dunia ini. Ia sangat penasaran.

"Olive, kamu mau pesan apa? Pesanlah sebanyak yang kamu mau, saya traktir." ujar Anna murah hati.

"Tidak usah, nona." tolak Olive halus.

"Tidak usah sungkan. Aku akan membayarnya. Kamu tenang saja." ujar Anna sambil menepuk dadanya dengan bangga.

"Nona, saya benar-benar tidak ingin apapun." kata Olive bersikeras.

"Baiklah. Aku tidak akan memaksa." ujar Anna akhirnya.

Ia berteriak dan memanggil pelayan untuk memesan makanan. Tidak lama setelah itu sepiring ayam kremes pana sudah di sajikan di depannya. Anna tidak sabar. Sudah lama sekali ia tidak makan enak sejak datang ke dunia ini. Anehnya ia tidak merasakan kelaparan semenjak ia menempati tubuh Anna.

"Kresss..." Anna langsung menggigitnya.

Beberapa detik kemudian ia merasa aneh. Kenapa ayamnya tidak ada rasa? Anna menggigitnya sekali lagi tapi tetap saja sama. Dengan bingung ia melihat sekelilingnya, Anna melihat semuanya makan dengan lahap. Kenapa hanya ayamnya yang rasanya berbeda?

Anna menyuruh Olive mencicipinya. "Cobalah." ujarnya sambil menyerahkan sepotong ayam ke mulut Olive.

Olive mengunyah nya tanpa ekspresi.

"Bagaimana?" tanya Anna penasaran.

"Seperti biasa." ujar Olive datar.

"Maksudnya?" tanya Anna bingung.

"Tidak ada rasa apapun." kata Olive sambil mengunyahnya. Bagaimanapun ini pertama kalinya nona menyuapinya? Jadi ia akan menghabiskannya dengan enggan.

"Nah kan? Kamu juga merasakannya." ujar Anna senang. Ia berpikir ada yang aneh dengan lidahnya, tapi ternyata Olive juga merasakan hal yang sama.

"Aku akan memprotes." ujar Anna sambil berdiri.

Dengan cepat Olive menarik tangan Anna duduk kembali. "Nona, kita adalah bangsa Vampir. Tentu saja kita tidak merasakan apa-apa tentang makanan manusia." bisik Olive.

Anna termangu. Ia lupa bangsa Vampir tidak makan makanan manusia. Hatinya sakit. Mulai sekarang ia bahkan tidak bisa memakan sayap ayam favoritnya setelah menjadi pemilik asli. Bahkan takdir merampas satu-satunya penyemangatnya.

Dulu ketika ia sedih, ia akan memesan KFC dengan sangat banyak beserta minuman bersoda untuk pelampiasannya. Ia akan makan sendirian di temani serial drama favoritnya sampai pagi. Sekarang ia bahkan tidak bisa melakukan itu. Ia menjadi sangat sedih.

"Nona, anda kenapa?" tanya Olive khawatir melihat nonanya yang sepertinya sangat terpukul.

"Tidak apa-apa." ujar Anna lemas. Bahunya terkulai dan matanya yang biasanya sangat cerah sekarang mulai redup. Ia menyandarkan kepalanya di atas meja dan mengamati orang-orang yang bercanda tawa di sekelilingnya. Sesekali diantara mereka akan ada yang berteriak kepedasan lalu ada juga mengomentari makanannya enak. Anna merasa mereka seperti sedang mengejeknya.

Anna tidak tahan lagi. Dengan cepat Anna mengemasi barang-barangnya lalu berdiri melunasi tagihannya.

"Ayo pergi." ujar Anna sambil menyeret Olive dengan tergesa-gesa.

Olive bingung. Tadi ia merasa nonanya sangat bersemangat untuk makan di kedai itu, tapi sekarang nonanya menyeretnya untuk cepat-cepat pergi dari situ. Terlepas dari banyak pertanyaan yang berada di benaknya, ia hanya bisa menelannya kembali. Dengan pasrah Olive membiarkan Anna menyeretnya dengan paksa.

Setelah merasa cukup jauh dari warung makan itu, Anna melepaskan tangan Olive. Ia menarik nafas dalam-dalam supaya memperbaiki suasana hatinya.

"Apa yang terjadi nona?" tanya Olive karena tak dapat membendung rada penasarannya lagi.

"Tidak ada apa-apa." jawab Anna dengan tenang. Tak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya kepada Olive kalau ia patah hati karena tidak bisa memakan ayam lagi. Yang ada Olive akan mencoba membunuhnya kembali karena menemukan ia bukan tuannya.

"Itu hanya ayam, Anna." gumam Anna menyemangati dirinya sendiri. Lagipula bukankah juga bagus kamu sekarang tidak makan lagi. Kamu tidak akan bersusah payah memikirkan makanan lagi setiap hari? Kamu sudah menghilangkan faktor utama penyebab kamu miskin, Anna.

Bukankah penyebab kamu miskin karena terlalu fokus mencari makan dan melupakan untuk menabung? Sekarang kamu tidak perlu bersusah payah memikirkannya lagi. Kamu hanya perlu mendapatkan uang sebanyak mungkin dan bersenang-senang dengan dirimu sendiri.

"Benar sekali. Kenapa aku tidak memikirkannya dari tadi?" batin Anna gembira. Lagipula ia sudah makan makan manusia selama dua puluh tiga tahun, jadi tidak ada yang perlu disesali.

"Nona.. nona?" panggil Olive yang membuat Anna membuyarkan lamunannnya kembali.

Dengan cepat Anna menyesuaikan ekspresinya. Setelah jeda beberapa saat ia berkata lagi "Kita cari penginapan saja."

Olive menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat. Itulah yang ia inginkan dari tadi semenjak mereka keluar dari warung itu, tapi nonanya tetap saja tidak peka. Ia ingin mengatakannya langsung tapi ia merasa tidak enak melihat wajah Anna yang terlihat murung jadi ia mengurungkan niatnya kembali.

Anna dan Olive bergegas mencari tempat penginapan.

1
Yhan
nextt
Yhan
semangattt
Yhan
semangat
Yhan
semngat
Yhan
next
Yhan
semangat
Yhan
next
Yhan
semangat
Yhan
next
Yhan
semangat
Yhan
Nextt
Yhan
next
Yhan
Semangat
Yhan
Next
Yhan
Semangatt
Yhan
next
Yhan
semangat
Yhan
suka dengan ceritanya
Lavender: Makasih kak karena udah suka sama ceritanya.. 🙏
total 1 replies
Yhan
semangat next
RATU REINKARNASI
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!