Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Tak Harus Memiliki

Ketika Cinta Tak Harus Memiliki

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: A.dinart

Iseng iseng berhadiah aja.

Ketika sepasang kekasih yang sudah sejak lama saling mencintai tiba - tiba harus berpisah karena suatu alasan.

Ini kisah Raditya dan Jeni Prasetio yang sudah 5 tahun menjalin hubungan asmara namun tiba - tiba saja ayah dari Jeni memintanya untuk memutuskan hubungan dan menikahkan Jeni dengan pria asing.

Akankah Raditya bisa menerima semua ini dengan ikhlas, atau justru menghalalkan berbagai cara untuk merebut kembalinya cintanya?

~Yuk ikuti ceritanya selanjutnya di novel yang berjudul 'Ketika Cinta Tak Harus Memiliki' by A.dinart~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.dinart, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab dua puluh satu

Jeni terpaku menatap layar ponsel dan mulutnya ternganga, karna tangannya begitu gemetar hingga membuat ponselnya terjatuh kelantai dan menimbulkan suara bising.

"Tidak! Tidak mungkin!" teriak Jeni histeris meremas dadanya yang terasa sesak. Batinnya terus berusaha menyangkal dengan apa dilihatnya barusan, dengan tangan yang amsih bergetar Jeni meraih kembali ponselnya yang terjatuh memastikan jika yang ia lihat itu adalah salah. Tidak mungkin kan suaminya melakukan hal itu dibelakang dirinya.

Perlahan ia tatap kembali gambar yang terpampang dilayar ponselnya.

"Benarkah ini kamu mas?" meremas ponsel ditangannya.

"Tega sekali kamu melakukan ini padaku mas!" ucapnya dan kini air matanya telah mendarat dengan sempurna di pipi cantiknya.

Dibawah nampak Dimas sedang berlari menaiki aank tangga menuju kamarnya dan segera menemui istrinya.

BRAAKK

Pintu terbuka dengan kasar. Dimas menatap Jeni yang sudah berurai air mata dan nampak begitu pilu.

"Jeni!" seru Dimas seraya mendekat pada Jeni.

"Stop! Jangan mendekat!" seru Jeni dan tanpa menatap lelaki yang kini mematung.

Wanita itu masih menatap layar ponsel dalan genggamannya.

"Sayang, aku bisa jelaskan semuanya!" ucap Dimas yang bisa menebak arti dari sikap sang istri.

"Jelaskan apa Mas, sepertinya kamu audah sudah tahu sekali ya apa yang sedang terjadi, padahal kamu belum lihat dan aku belum mengatakan apapun padamu."

Dimas terpaku mendengar perkataan Jeni. Tanpa bisa mengeluarkan kata-kata dari mulutnya.

"Sayangnya untuk saat ini aku tidak ingin penjelasan apapun dari mulutmu mas. Mungkin kamu benar aku sudah gila karna selalu mengatakan jika anakku masih hidup dan sekarng aku akan menikmati masa gilaku untuk mencari tahu tentang kematian anak pertamaku!" Jeni menyambar tas dan kunci mobil yang berada diatas meja riasnya lalu pergi meninggalkan Dimas yang masih mematung.

"Jen, aku akan mengantarmu kita akan cari tahu sama-sama!" ucap Dimas dan mengikuti istrinya yang terus melangkah menuju mobilnya.

"Tidak perlu! Cukup aku saja yang menjadi gila Mas. Kamu nikmati saja kebersamaanmu dengan wanita yang mungkin menurutmu waras!" Jeni memasuki mobilnya dan mulai menyusuri padatnya jalanan Kota pagi itu.

Ucapan Jeni benar-benar membuat Dimas terpaku.

"Shitt! Semuanya jadi kacau!" Tangan Dimas terkepal dan memukul kosong ke udara.

"Ada apa?" Tanya Anggoro yang baru saja tiba dirumahnya dan melihat anaknya nampak frustasi.

Lalu Dimas menceritakan semuanya tentang masalah yang sedang menimpa rumah tangganya tanpa terlewat sedikitpun. Termasuk pemikiran Jeni yang menurut Jeni Danish itu masih hidup.

"Jadi kamu sama sekali tidak ingat dengan apa yang terjadi semalam?" tanya papa dari Dimas.

"Sama sekali tidak pa!" sahutnya dengan nada lemah.

"Tentu saja kamu tidak akan mengingatnya Dim, bukankah kamu mabuk semalam?" tanya Adelin yang tiba-tiba saja muncul dari arah kamarnya.

"Sejak kapan wanita itu ada disini!" gumam Anggoro dalam hati.

Sebetulnya dirinya tidak suka melihat perempuan itu berkeliaran di dalam rumahnya meskipun wanita itu datang untuk anaknya. Anggoro merasa ada yang tidak beres dari perubahan sikap Adelin yang tak lain adalah mantan istrinya atau ibu dari anaknya itu yang begitu tiba-tiba.

"Temui papa di ruang kerja satu jam lagi!" ucap Anggoro pada anaknya.

"Ya pa!" sahut Dimas

Sementara Adelin menatap kepergian mantan suaminya itu dengan tatapan yang entah apa.

"Dimana istrimu sekarang?" tanya Adelin pada anaknya.

"Ngantar Kayla sekolah Ma,"

"Siapa wanita itu Dim dan bagaimana kau akan menyelesaikan masalah ini? Apa istrimu sudah tahu tentang ini?" Adelin memberikan Dimas serentet pertanyaan

Dan membuat Dimas kembali gelisah memikirkan sikap Jeni pagi tadi. Kini lelaki itu nampak begitu gusar.

* * *

"Maaf baru bisa menemuimu pagi ini, anakku sedang dirawat di Rumah sakit! Ada apa?" tanya Radit ada perawat itu.

"Aku mendapat kabar dari Rumah Sakit jika orang tua dari bayi yang kita tukar mulai mencari tahu tentang kematian bayinya!"

"Lalu kenapa? Bukankah kau bilang semuanya aman dan CCTV saat itupun dalam keadaan mati?" tanya Radit memastikan.

"Itu benar Tuan, tapi aku takut mereka menemukanku dan menanyakan masalah itu!" tutur perawat wanita tersebut.

"Masuklah!" Radit memencet tombol kunci pintu mobil sebelah kirinya.

"Kita mau kemana Tuan?" tanya Perawat itu setelah berada didalam mobil Radit.

Namun lelaki itu hanya melirik padanya tanpa berniat menjawab pertanyaan dari perawat tersebut

Dengan kecepatan penuh Radit mengemudikan mobilnya.

Menempuh jarak waktu 3 jam, mobil Radit kini di halaman salah satu Villa sederhana diatas bukit yang jauh dari jalan raya.

"Untuk sementara kau bisa tinggal disini," ucap Radit setelah memasuki Villa tersebut.

"Tapi Tuan, ini dimana? Bagaimana ku bisa hidup ditempat seperti ini sendirian tanpa seorangpun yang aku kenal disini?"

"Siapa namamu?"

"Arumi, Tuan bisa panggil aku Rumi saja

"Rumi, kmu hanya sementara saja tinggal disini sambil menunggu paspor dan visa untuk sedng diproses, setelah itu aku kan membawamu keluar Negeri!" tutur Radit dan sontak membuat Arumi tercengang kaget.

"Maksud Tuan?"

"Kau mau hidupmu aman bukan?"

"Tapi, kenapa harus keluar negeri segala? Aku tidak mau!" tolak Arumi. Lagian ia pikir mau apa hidup dinegeri orang tanpa tujuan.

"Kau tenang saja, Disana ada kakekku. Sebagai perawat kau bisa kan merawat kakekku? Kebetulan orang yang selama ini merawatnya akan segera resign."

Arumi nampak berpikir tanpa membalas perkataan Radit.

"Aku pergi dulu, jika ada apa kabari aku!"

"Tuan, ninggalin aku sendirian disini?" tanya Arum nampak terlihat ketakutan.

"Ada anak buahku yang berjaga didepan, jika ada keperluan bisa meminta bantuannya!" ucap Radit seraya pergi meninggalkan Arumi yang masih mematung ditempatnya.

Arumi sangat tidak menyangka jika dirinya harus terlibat masalah yang sangat besar seperti sekarang ini. Awalnya ia tidak berpikir sampai sejauh ini, yang ia tahu saat itu dirinya terlilit biaya operasi ayahnya sehingga ia tidak berpikir panjang atas tawaran kerjasama dari Radit. Siapa sangka hidupnya kini menjadi tidak tenang setelah dirinya melakukan satu kejahatan walau hanya dirinya dan Radit yang tahu.

"Bagaimana ini? Rasanya ingin sekali aku jujur danmemberi tahu kelaurga itu tentang kebenaran ini tapi itu tidak mungkin. Tuan Radit pasti tidak akan membiarkan semua itu terjadi! Sebenarnya apa maksud dari Tuan Radit mengambil anak itu? Huh orang kaya memang ada saja masalahnya." Arumi terus bergumam sendiri.

"Pa, semoga bapak sehat sehat saja ya, maafkan Rumi belum bisa nengokin bapak!" ucap wanita itu lagi.

Baru saja hendak merebahkan tubuhnya diatas sofa yang berada dikamarnya tiba tiba ponselnya berdering terpampang nyata nomor telpon Rumah sakit tempatnya bekerja itu menghubunginya membuat dirinya dilanda kecemasan.

"Aduh bagaimana ini?" wanita itu nampak mondar mandir ditempatnya sembari menatap ponselnya.

1
Swezty
baru baca sebagian sejauh ini masih oke
Any
👍
Azzh
ok
kutubuku
airmataku luruh
kutubuku
ketika cinta tak harus memiliki
kutubuku
hahahaha gemesin abinya
kutubuku
jeni
kutubuku
ternyata
kutubuku
ohhh dia
kutubuku
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
kutubuku
tetep aja cmbukur
kutubuku
wah, iman victor juga kuat
kutubuku
wkwkwk setan betina? bahasamu itu loh dim
kutubuku
siapa dia, radit kah?🤔🤔
kutubuku
memiliki raganya tapi tdk hatinya
kutubuku
sabar ya jeni,
kutubuku
astaga 😢😢😢😢
kutubuku
mandi dulu woy 😅😅😅
kutubuku
wkwkwkwk kelabakan pastinya 🤣🤣🤣
kutubuku
terharu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!