Erik Wira Pranata adalah seorang CEO berusia 27 tahun dengan satu anak. Anehnya ia memiliki anak dengan statusnya yang masih perjaka alias belum pernah menikah.
Kemudian, sang anak meminta sosok Ibu kepada Daddy nya. Erik pun bingung harus bagaimana, di satu sisi ia begitu trauma akan penghianatan di masa lalunya.
Bagaimanakah kelanjutannya ?
Mari baca kisahnya di sini.. :)
Jangan lupa follow IG : maeputrisarmi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Periode
Mobil Tian lekas bergegas menyusuri jalanan untuk menghantarkan Hana.
Di dalam mobil..
"Ini kue brownies buat Lo. Gue tarok di dashboard, jangan sampe lupa !" Peringat Hana dengan nada datar.
"Iya.. iya.. Terimakasih, Han." Ucap Tian tersenyum.
"Hm.." Jawab Hana cuek.
"Kalo jutek gitu, Gue turunin nih !" Ancam Tian bercanda.
"Ya silahkan aja !" Jawab Hana menantang.
Tiba-tiba Tian menepikan mobilnya di sebelah kiri jalan.
"Kok berhenti ?" Tanya Hana merasa aneh.
"Mau turun kan ?" Tanya Tian enteng.
"Oh, Lo tega ?!" Ucap Hana kesal, lalu ia mengambil tas nya dan hendak membuka safetybelt nya.
Tian langsung mencengkeram tangan kanan Hana.
"Bercandaaaa" Seru Tian seraya terkekeh.
"Gak papa kok, Gue turun aja, daripada Lo gak ikhlas ! Gue bisa minta jemput Erik.." Ujar Hana.
"Mau ngadu nih ?" Ledek Tian pada Hana.
"Awas !" Tegas Hana pada Tian.
"Apaan sih Lo. Udah, Lo duduk aja yang manis, Gue anterin sampe pintu rumah Lo." Perintah Tian pada Hana dengan lembut, ia memasangkan kembali safetybelt yang telah Hana lepas tadi.
Tian lekas menjalankan mobilnya kembali.
Suasana menjadi hening. Tian tak merasa nyaman dengan suasana aneh seperti itu, walaupun dia bukan tipe orang yang banyak bicara, namun dia lebih menyukai sikap hangat terhadap orang-orang terdekatnya.
"Ehem.." Tian berdehem.
Hana tetap diam, mengunci rapat mulutnya dan tak mengalihkan pandangan lurusnya sama sekali.
"Han.." Panggil Tian pelan.
Hana pura-pura tak mendengarnya.
"Kok Lo jadi gini sih ? Lo marah sama Gue ?" Cecar Tian.
Hana diam seribu bahasa, pura-pura tak mendengarnya.
"Salah Gue apa ? Bilang !" Pinta Tian pada Hana, ia sudah tak tahan dengan suasana di mobil saat ini.
"Ihhhh... Lo itu sadar gak sih ?! Lo itu telat jemput Gue, dan lagi Lo tega mau turunin Gue di pinggir jalan" Ungkap Hana kesal.
"Wah.. wah.. wah.. Gue minta maaf kalo bercanda Gue kelewatan tadi. Tapi perihal Gue telat jemput Lo, biasanya Lo gak semarah ini sama Gue, toh Ayah gak bakal marah karena Beliau tau Lo keluar sama Gue. Apa jangan-jangan.. coba sini ponsel Lo !" Tanpa permisi Tian langsung menyambar ponsel yang ada di genggaman Hana.
Tian mengecek pengingat kalender, Hana selalu membuat pengingat tentang masa menstruasi nya.
"Pantesan, antara hari ini atau besok itu periode Lo" Ujar Tian lalu mengembalikan ponsel Hana.
Ditengah perjalanan pulang, Tian menghentikan mobilnya di sebuah mini market.
"Mau ngapain ?" Tanya Hana penasaran.
"Udah duduk manis aja disini" perintah Tian datar.
Tian keluar seorang diri meninggalkan Hana yang masih duduk di dalam mobil. Hana hanya dapat melihat gerak-gerik Tian dari kaca mobil yang tertutup.
Selang beberapa menit kemudian, Tian kembali kedalam mobil dengan satu tentengan plastik berwarna putih khas mini market.
"Ini buat Lo" Ucap Tian seraya menutup pintu mobilnya dan memberikan tentengan nya pada Hana.
Tian lekas menyalakan mesin mobilnya dan kembali melanjutkan perjalanan.
Hana membuka plastik putih pemberian Tian.
"Ha ?!" Hana terkejut melihat plastik yang berisi coklat, cemilan ringan, ice cream cup, dan pembalut wanita.
"Persiapan aja, siapa tau stok dirumah abis." Ucap Tian santai tanpa menoleh karena ia fokus mengendarai mobilnya.
"Terimakasih.." ucap Hana pada Tian seraya tersenyum.
"Udah senyum nya ! Senyum Lo gak manis" Ujar Tian datar.
"Dih.." Hana menyebikkan bibirnya.
Tian terkekeh melihat reaksi Hana.
Diam-diam Hana memotret belanjaan pemberian Tian untuk di kirimkan pada Erik.
Me
(Picture)
Lo mau ngasih apa ke Gue ?
Erik
Gila Lo !
Dari Tian tuh ?
Me
Ya iyalah.
Belum afdol kalo belum malak sahabat Gue yang satunya.
Erik
Males Gue, Lo suka ngadu ke anak Gue kalo Gue ngasih Lo sesuatu, daripada Gue di musuhin dia..
Me
Lagian anak Lo sih syirik aja ke Gue.
Terus Gue harus gimana ?
Erik
Ya udah, Lo bilang sama Tian. Besok kan masih weekend, kebetulan tadi Mama bilang ke Gue suruh undang kalian ke rumah Gue, ajak Bokap dan Nyokap Lo pada. Kita barbeque-an !
Me
Siap, Bos 👌
***Send***
Hana tampak sumringah karena esok ia akan berkumpul bersama keluarga dari para sahabat nya.
"Kenapa kelihatan bahagia gitu ?" Tanya Tian merasa aneh, pasalnya Hana tadi terlihat datar sekali berbeda dengan ekspresi yang di tunjukkan sekarang.
"Besok ke rumah Erik, bawa keluarga. Barbeque-an, Mama yang ngundang." Ujar Hana dengan penuh binar kebahagiaan.
"Seneng banget Lo.. gak sabar bikin Erik naik darah Lo ?" Ledek Tian.
"Gue sih kalem-kalem aja, Cio nya aja yang suka ngusik Gue" Jawab Hana acuh.
Tian hanya terkekeh mendengar jawaban sahabatnya itu.
Bersambung...
Jangan lupa untuk selalu beri dukungan untuk author ya, agar author semakin semangat, terimakasih 🙏♥️
katanya bahagia dg suami y??
nanti sakit sendiri.
menghapus kontak seseorang di hp suami percuma saja klo akhirnya terus berhubungan.
blokir aja sekalian kontak gak penting tuh
klo lg penat krn problem,obatnya adalah yang enak2 wkwk...
dasar bucin akut
jebol euy,gara2 cemburu wkwk
tisha ngasih no hp suaminya???