Indonesia
NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Sang Nyonya

Kehidupan Kedua Sang Nyonya

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Pelakor / Kelahiran kembali menjadi kuat / Rumah Tangga
Popularitas:45.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Karin mengabdikan seluruh hidupnya untuk mendukung suaminya Dimas menuju kesusksesan. Setelah berada di puncak kesuksesan, Suaminya justru mengkhianatinya dengan membawa pulang wanita muda dengan berniat untuk di jadikannya istri kedua. Lebih menyakitkan nya lagi keluarga suaminya ikut mendukung dan bahkan merendahkanya. Seolah pengorbanannya selama bertahun-tahun tidaklah berarti.

Saat nyawanya berakhir karena ulah sang pelakor. Karin terbangun kembali di masa lalu tepat saat Suaminya membawa wanita itu kerumahnya. Di beri kesempatan kedua Karin berubah menjadi wanita kuat dan bersumpah akan membalas rasa sakitnya di kehidupan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Dimas buru-buru mengambil ponselnya begitu menyadari Karin sempat membaca notifikasi yang muncul di layar. Ia segera mengunci layar ponselnya, lalu memasukkannya ke dalam saku jas dengan gerakan yang sedikit tergesa.

"Kamu kenapa?" tanya Karin polos.

"Tidak apa-apa. Hanya urusan pekerjaan," jawab Dimas singkat.

Karin mengangguk pelan. "Kalau begitu semoga pekerjaanmu lancar."

Dimas menatap Karin beberapa saat. Entah mengapa, sikap istrinya yang terlalu tenang justru membuatnya semakin gelisah. Biasanya Karin akan terus bertanya atau menunjukkan wajah kecewa, tetapi kali ini tidak. Justru ketenangan itulah yang membuatnya sulit menebak apa yang sedang dipikirkan perempuan itu.

"Bu, aku ke kamar dulu untuk ganti baju," ucap Dimas sambil berdiri.

"Iya, cepat. Jangan sampai terlambat," sahut Bu Ratna.

Dimas pun menaiki tangga tanpa menyadari tatapan Karin yang terus mengikutinya hingga menghilang di lantai dua.

Beberapa menit kemudian, Bu Ratna juga bangkit dari sofa.

"Vina, ikut Ibu. Kita bersiap."

"Baik, Bu."

Sebelum pergi, Vina sempat melirik ke arah Karin. Ada rasa puas di matanya. Ia mengira Karin benar-benar tidak mengetahui acara malam itu.

Begitu Bu Ratna dan Vina naik ke lantai dua, ruang keluarga menjadi jauh lebih sepi.

Karin perlahan meletakkan cangkir tehnya di atas meja.

"Bi Darmi."

"Ya, Nyonya."

"Arga ada di mana?"

"Sepertinya sedang membersihkan mobil di garasi, Nyonya."

"Tolong panggilkan."

"Baik."

Tak lama kemudian, Arga masuk ke ruang keluarga. Ia masih mengenakan kemeja putih dengan lengan yang digulung hingga siku. Meski baru selesai bekerja di garasi, penampilannya tetap rapi.

"Nyonya memanggil saya?"

Karin mengangguk.

"Arga, malam ini aku ingin keluar."

Arga sedikit terkejut. "Keluar, Nyonya?"

"Iya."

"Apakah Tuan Dimas sudah mengetahui?"

Karin tersenyum tipis.

"Belum."

Arga terdiam sejenak. Sebagai sopir, ia terbiasa mengantar sesuai perintah majikannya. Namun kali ini ia merasa permintaan Karin berbeda dari biasanya.

"Nyonya ingin pergi ke mana?"

Karin menatap Arga beberapa detik sebelum menjawab dengan tenang.

"Ke Gala Charity Night."

Mata Arga membelalak tipis. Untuk pertama kalinya, ekspresi tenangnya sedikit berubah.

"Nyonya... apakah Tuan mengajak Anda?"

Karin terkekeh pelan.

"Kalau aku menunggu di ajak, mungkin sampai acara selesai pun namaku tidak akan disebut."

Arga terdiam. Ia mulai mengerti. Berarti selama ini, Nyonya rumah memang sengaja disingkirkan.

Karin berdiri dari duduknya lalu menatap Arga dengan penuh keyakinan.

"Arga, menurutmu apa yang aneh kalau seorang istri menghadiri acara yang dihadiri suaminya?"

"Tidak ada yang aneh, Nyonya."

"Bagus. Berarti malam ini aku akan datang sebagai istri sah Dimas, bukan sebagai tamu yang meminta belas kasihan."

Arga mengangguk hormat.

"Kalau itu keputusan Nyonya, saya akan mengantar."

Senyum Karin semakin lebar.

"Kalau begitu, siapkan mobil. Setelah itu antarkan aku ke sebuah butik."

"Butik, Nyonya?"

"Iya. Aku sudah punya pakaian, tapi belum punya gaun yang pantas untuk membuat semua orang sulit mengalihkan pandangan."

Arga menundukkan kepala.

"Baik, Nyonya."

Saat Arga berbalik meninggalkan ruang keluarga, sudut bibirnya tanpa sadar ikut terangkat.

Entah mengapa, untuk pertama kalinya ia merasa malam itu akan menjadi awal dari perubahan besar di rumah tersebut.

Sementara di lantai dua, Bu Ratna dan Vina masih sibuk berdandan, sama sekali tidak menyadari bahwa orang yang paling ingin mereka singkirkan... justru sedang bersiap memberi kejutan yang tidak akan pernah mereka lupakan.

Ia masih ingat jelas seperti apa para tamu yang hadir di Gala Charity Night. Para istri pengusaha besar mengenakan gaun rancangan desainer ternama dengan perhiasan yang berkilau. Acara itu bukan sekadar penggalangan dana, melainkan ajang menunjukkan status dan relasi.

Kalau ia ingin datang, Ia harus datang dengan penampilan yang membuat semua orang mengakui bahwa dialah istri sah Dimas.

Tak lama kemudian terdengar ketukan di pintu.

Tok... tok...

"Nyonya."

"Masuk."

Arga masuk sambil sedikit menundukkan kepala.

"Mobil sudah siap."

Karin mengangguk. "Kita berangkat sekarang."

"Baik, Nyonya."

Mereka berdua turun melalui pintu samping rumah agar tidak menarik perhatian. Seluruh penghuni rumah sedang sibuk bersiap di lantai atas, sehingga tidak ada yang menyadari kepergian mereka.

Sedan hitam itu perlahan meninggalkan halaman rumah.

Selama perjalanan, Karin memandang keluar jendela tanpa banyak bicara. Arga sesekali melirik kaca spion, ingin memastikan keadaan nyonyanya.

"Nyonya," panggilnya pelan.

"Hm?"

"Maaf kalau saya lancang bertanya."

Karin mengalihkan pandangannya.

"Ada apa?"

"Kalau Tuan Dimas marah karena Nyonya datang ke acara itu... apakah Nyonya sudah siap?"

Karin tersenyum tipis.

"Arga, menurutmu siapa yang seharusnya marah?"

Arga terdiam.

"Aku ini istrinya. Tapi justru aku yang disembunyikan, sementara perempuan lain dipersiapkan untuk berdiri di samping suamiku. Jadi kalau malam ini ada yang marah, seharusnya bukan Dimas."

Arga mengangguk pelan.

"Saya mengerti."

Sekitar tiga puluh menit kemudian, mobil berhenti di depan sebuah butik mewah yang menjadi langganan para sosialita kota itu.

Arga segera turun dan membukakan pintu.

"Silakan, Nyonya."

Begitu Karin turun dari mobil, seorang pegawai butik langsung menghampiri dengan senyum ramah.

"Selamat datang, Bu. Ada yang bisa kami bantu?"

Karin tersenyum sopan.

"Saya membutuhkan gaun malam untuk menghadiri Gala Charity Night."

Mendengar nama acara itu, ekspresi pegawai tersebut langsung berubah lebih antusias.

"Tentu, Bu. Kebetulan kami baru saja menerima koleksi terbaru. Silakan ikut saya."

Karin mengangguk, lalu berjalan mengikuti pegawai itu.

Sementara Arga memilih menunggu di area lounge butik. Pandangannya sesekali tertuju ke arah ruang ganti.

Hampir empat puluh menit berlalu. Tirai ruang ganti akhirnya terbuka perlahan.

Arga yang sejak tadi duduk menunggu tanpa sadar berdiri.

Matanya sedikit membelalak.

Perempuan yang keluar dari balik tirai itu benar-benar berbeda dengan Karin yang dikenalnya selama ini.

Gaun panjang berwarna hijau zamrud membalut tubuh Karin dengan anggun. Potongannya sederhana, tetapi begitu elegan. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan gelombang lembut, sementara riasan tipis semakin menonjolkan kecantikan alami wajahnya.

Bahkan beberapa pelanggan yang sedang memilih pakaian ikut menoleh ke arahnya.

Pegawai butik tersenyum puas.

"Bu, gaun ini benar-benar seperti dibuat khusus untuk Anda."

Karin menatap pantulan dirinya di cermin selama beberapa detik.

Kemudian, perlahan sudut bibirnya terangkat.

"Malam ini..." gumamnya dalam hati, "...aku tidak akan membiarkan siapa pun mengambil tempat yang seharusnya menjadi milikku."

1
Dokkan Battle
AWOKAWOK CERITA AMPAS SKIP
Dokkan Battle
BUNUH SEMUA NYA CELINE, VINA, NENEK TUA BANGKA.... SASAGEYO SHINZOU SASAGEYO... SHINZOU SASAGEYO
Dokkan Battle
TUA BANGKA INI HARUS DIBUNUH
Dokkan Battle
INI NENEK TUA BANGKA HARUS DIBUNUH
Dede Dedeh
mulai kesel..... maaf thor tpi ku rasa terlalu banyak cerita kayak berulang sama vina,,,,, ,tpi jangan lama lama thor buat karin dan arga bahagia
awesome moment
muak dgn alur penjebakan. arga jg g aware samsek..maapkeun. pamit dlu. takut mun2 dgn alur yg sama. jebakan. manipulasi. klo g berkode, bisa dimaklumi. nha n...udh jelas2 arahnya akan ke sana malah diem bae. sengaja mengumpankan diri. ilang sdh ciio yg cerdas.
Dian Fitriana
update
awesome moment
rubah manipulator. smg arga lbh cermat
awesome moment
karin dipermalukan dgn berita pertunangan arga..tinggal arga n gmn
awesome moment
ayah yg tll syg sm anak smp galfok
awesome moment
😄😄😄irawan tpt bgts. bisnis kdg mmg kejam
awesome moment
sampah
awesome moment
jd kompor mleduk n vina. chapter puanjang tp...jd agak2. maapkeun yes?
awesome moment
siapa suruh ngehalu
Kholifah Tiara
Arga,,,,, kurang tegas,,,🙄🙄🙄
Adiba Azahra
Kak izin promosiin novelku yang berjudul satu imam dua makmum ya kak 🙏😊 yukk mampir 🙏👍😊
falea sezi
Arga nya menye😒😒 g cocok ma karin🤣 untung karin tegas jangan menaruh perasaan sama cowok menye g tegas karin nanti qm sakit hati. lagi🤭
Irsyad layla
si Arga nya bikin tegas dong masa ketipu sama tu cewe
Dewi Yanti
ternyat bapaknya jg kurG pinter, untung ada arga
R_Bell
vina heran kenapa karin benci sama dia? dasar anjing birahi. bisa2nya dia ga tahu kenapa. bener2 sundal playing victim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!