Indonesia
NovelToon NovelToon
Affair With Hot Secretary

Affair With Hot Secretary

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Kehidupan di Kantor
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Hampa, itulah yang dirasakan Tristan dengan rumah tangganya. Sampai suatu hari, dia kedatangan sekretaris baru yang cantik jelita. Saat itulah tiang kesetiaan Tristan goyah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 - Seperti Model

Pintu ruang rias akhirnya terbuka perlahan. Suara deritnya seolah menahan napas seluruh orang yang ada di studio lantai empat. Ketika tirai pembatas disingkap, Nayla melangkah keluar dengan cermin kepercayaan diri yang benar-benar baru.

Dia mengenakan setelan pakaian dalam warna dusty rose berlapis lace halus dari koleksi terbaru Nebula Fashion Group. Baju luarnya berupa outer silk transparan berwarna senada yang dibiarkan jatuh longgar di bahunya, memperlihatkan lekuk leher jenjang, tulang selangka yang tegas, dan proporsi tubuh yang begitu elegan. Kulitnya tampak bercahaya di bawah pendar lampu studio. Penata rias sengaja memberikan sentuhan makeup natural dengan bibir berwarna peach basah, sementara rambutnya dibiarkan terurai dengan gelombang halus yang teratur.

Dia tidak tampak seperti seorang karyawan biasa yang terdesak keadaan. Nayla berdiri di sana bak seorang dewi yang tahu persis pesonanya.

Seketika studio hening total. Semua orang terpana, mulut mereka seolah terkunci.

Tristan, yang semula berdiri bersedekap di tepi studio, mendadak kaku. Matanya membelalak, dadanya naik turun dengan napas yang tertahan. Mulutnya bahkan sedikit menganga, kehilangan seluruh kontrol diri yang biasanya dia banggakan sebagai seorang CEO dingin. Bayangan Nayla saat ini mendadak berhimpit secara liar dengan ingatan malam itu, malam di mana kepolosan Nayla terlebur dalam balutan kehangatan cinta satu malam mereka.

Ingatan akan kelembutan kulit wanita itu, desah pelannya, dan lekuk tubuh yang dulu bergelung di bawah kendalinya kini menghantam kepala Tristan bagai guncangan hebat. Darahnya berdesir panas, gairahnya melonjak drastis hingga menciptakan denyut berbahaya di dalam dadanya.

Tristan merasakan bulir keringat dingin mulai menetes dari pelipisnya. Keinginan untuk memiliki wanita itu kembali membakar seluruh kesadarannya.

'Sial, aku bisa gila kalau berdiri di sini lebih lama,' batin Tristan frustrasi.

Tak mau mempermalukan diri di depan anak buahnya karena gestur tubuh yang makin tak terkendali, Tristan berbalik cepat. "Lanjutkan," perintahnya singkat dengan suara parau sebelum melangkah tergesa-gesa keluar studio menuju toilet eksekutif di ujung koridor.

Di dalam toilet, Tristan mencengkeram tepi wastafel. Ia memutar keran, membasuh wajahnya berulang kali dengan air dingin yang mengucur deras. Menatap bayangannya di cermin, matanya tampak sedikit memerah dengan napas yang masih terengah-engah. Ia berusaha keras menetralkan detak jantungnya yang berpacu liar, memaki dirinya sendiri yang begitu mudah bertekuk lutut hanya karena penampilan baru wanita yang seharusnya hanya menjadi bawahannya.

Sementara itu di studio, proses pengambilan gambar berlangsung dengan sangat mengagumkan. Nayla berdiri di depan kamera tanpa canggung. Setiap kali lampu kilat menyambar, ia bergerak secara alami, menampilkan pose-pose yang memancarkan kenyamanan sekaligus keanggunan. Tak ada jejak ragu dari gerak-geriknya.

"Luar biasa! Perfect!" seru sang sutradara berkali-kali dari balik monitor. Matanya berbinar penuh kekaguman. "Tatapan matanya... proporsi tubuhnya... benar-benar ajaib! Nayla, kamu ini menyembunyikan bakat di mana selama ini? Dengan wajah sepotensial ini dan bentuk tubuh sempurna ini, kamu bukan cuma cocok jadi karyawan kantor, kamu bisa langsung jadi model papan atas!"

Pujian bersahut-sahutan dari seluruh tim produksi. Aplaus meriah berkumandang saat pengambilan gambar terakhir selesai hanya dalam waktu empat puluh lima menit, jauh lebih cepat dari target. Nayla tersenyum manis, membalas ucapan terima kasih dari tim sebelum melangkah kembali ke ruang rias untuk berganti pakaian.

Di dalam ruang rias yang sepi, Nayla baru saja selesai mengenakan kemeja kerja dan rok pensilnya kembali. Ketika dia sedang merapikan riasan wajahnya di depan cermin, pintu ruangan mendadak terbuka tanpa ketukan.

Zay melangkah masuk. Pria itu menyandarkan tubuhnya di bingkai pintu sambil menatap Nayla dengan pandangan penuh minat yang terang-terangan.

"Nayla... jujur, aku masih belum bisa percaya dengan apa yang baru saja aku lihat," ujar Zay dengan senyum menawan, melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya tersisa satu meter. "Kamu benar-benar menyihir semua orang di luar sana. Termasuk aku."

Zay menundukkan sedikit tubuhnya, menatap mata Nayla dengan nada bicara yang berubah drastis, terkesan seperti merayu. "Kalau tahu kamu menyimpan pesona semewah ini di balik pakaian kantormu yang tertutup, sudah dari dulu aku mengajakmu jalan. Bagaimana kalau malam ini kita rayakan keberhasilan syuting ini? Cuma kita berdua."

Nayla tersenyum kecut, namun langkah kaki yang berat dan tegas mendadak terdengar dari arah pintu.

Tristan berdiri di sana. Wajahnya sudah kembali tenang dan dingin, rambutnya sedikit basah di bagian depan, tetapi aura intimidasi yang terpancar dari tubuhnya terasa sepuluh kali lipat lebih menekan dari biasanya. Matanya menatap tajam ke arah Zay yang berdiri terlalu dekat dengan Nayla.

Zay yang menyadari kehadirannya itu serta-merta menegakkan tubuh. Sikap merayunya hilang dalam sekejap, kembali menjadi profesional seolah tak ada hal aneh yang baru saja terjadi.

"Ah, Pak Tristan. Saya baru saja mengapresiasi kerja bagus Nayla," ucap Zay santai, menyembunyikan keterkejutannya.

Tristan tidak merespons ucapan Zay. Matanya menyapu ruangan sebelum berucap dingin, "Urusan di sini sudah selesai. Segera kembali ke meja kerja kalian masing-masing. Kita punya meeting penting dengan direksi satu jam lagi. Jangan buang waktu."

"Baik, Pak. Saya balik ke ruangan dulu," sahut Zay cepat, melambaikan tangan singkat pada Nayla sebelum melangkah keluar dari ruang rias.

Tristan tetap berdiri di dekat pintu. Ia membiarkan Nayla berjalan melewatinya untuk keluar dari ruangan. Meski pria itu berusaha keras menjaga pandangannya tetap lurus dan menyembunyikan ketertarikannya di balik topeng kepemimpinan yang kaku, matanya tak sanggup berbohong.

Sepanjang langkah Nayla, ekor mata Tristan terus mengawasi wanita itu secara diam-diam menelusuri lekuk lehernya, gerak bibirnya, hingga aroma harum tubuhnya yang tertinggal di udara.

Nayla, yang berjalan selangkah di depan Tristan menuju lift, menyadari setiap inci tatapan lapar yang tersembunyi itu. Dari pantulan kaca dinding lift yang berkilau, Nayla bisa melihat bagaimana mata Tristan terus mencuri pandang ke arahnya dengan intensitas yang tertahan.

Sebuah senyuman tipis dan puas terukir di bibir Nayla. Rencananya berjalan jauh lebih sempurna dari yang dia bayangkan. Pria itu mungkin bisa berbohong dengan kata-katanya, tetapi matanya telah bertelanjang bulat mengakui ketertarikannya.

1
Mita Paramita
mungkin Denis bukan anak kandung Tristan... hasil perselingkuhan Olivia & zay😈😈😈 lanjutin Tristan sampe puas bikin Nayla tepar 🤣🤣🤣🫡
Mita Paramita
gass terus Nayla bikin Tristan lupain Olivia 🤣🤣🤣 rebut sekalian
Mita Paramita
bos dan sekretaris jadi lupa batasan malah curcol masalah rumah tangga 🫡🫡🫡 kasian ternyata Tristan Pria kesepian
Mita Paramita
Nayla takut gelap 😭😭😭 tapi kalo sekarang lebih takut kehilangan Tristan 🤣🤣🤣
Rommy Wasini Khumaidi
monggo dilanjutkan saja mas Tris
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
jangan-jangan Denis bukan anak Tristan sama Olivia lagi, Olivia kan suka di celup-celup😂
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
langsung jadian deh Tristan sama Nayla menjadi pacar selundupaan 🤭
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
kalau udah mabuk pasti lupa sama janji ya Tristan 😂
Dinda Putri
Kenapa ga nikah siri aja sih biar greget gitu
Rommy Wasini Khumaidi
gimana rasanya mas Tris?
Ass Yfa
yg katanya tdk akan terulang lagi mlh berkelanjutankan...
tattoo
lagi 🌚🌚🌚
Rommy Wasini Khumaidi
lanjutkan Nay,aku mendukungmu
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
itu beda ya nay karena itu cuma reflek aja 😂
Mita Paramita
SituationShip 🫡🫡🫡
Mita Paramita
zay cocok banget jadi selingkuhan Olivia sama sama manusia redflag 🤣🤣🤣 semoga perselingkuhan mereka cepet terbongkar nih
Mita Paramita
Nayla udah terang terangan mau jadi gundik Tristan 🤣🤣🤣
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
astaga kasihan kau Tristan lagi tanggung-tanggung nya eh di stop😂😂😂
tattoo
belum pernah dengar😭
Ass Yfa
😄😄😄Tristan dibuat kentang sama Nayla rasain...🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!