Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno

Status: tamat
Genre:Sistem / Transmigrasi / Ruang Ajaib / Tamat
Popularitas:839k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Jia Li adalah seorang dokter genius dari modern. Meski begitu, keluarganya sendiri tidak pernah menghargainya dan lebih menyayangi kakak laki-laki nya yang menjadi pengangguran.

Tepat setelah Jia Li selesai melakukan operasi. Sebuah tamparan menantinya di pintu keluar. Awal dari segalanya.

Jiwa Jia Li terseret ke zaman kuno, lebih tepat nya memasuki raga Lin Jia. Lin Jia adalah putri dari Kaisar Lin Dong dan selir kedua. Diam - diam di belakang Kaisar. Lin Jia di remehkan karena tidak memiliki Elemen apapun dalam tubuhnya.

Namun semua berubah saat jiwa Jia Li menempati raga Lin Jia. Berkat bantuan sistem dan ruang ajaib. Jia Li akan mengubah takdir Lin Jia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Ketujuh

Gemuruh angin mencabik-cabik keheningan tepi sungai Yang He. Pertarungan sengit yang melelahkan masih terus berlanjut, dan tidak ada satu pun dari mereka yang menunjukkan tanda-tanda ingin mengalah.

Tatapan mata Putra Mahkota Lin Dui berkilat bagai bilah pedang yang diasah, menembus langsung ke arah manik mata Pangeran Lin Zhang yang berdiri angkuh di depannya.

Di sudut lain, Putri Mahkota Lin Ju juga tidak mau kalah; ia terus memancarkan aura intimidasi yang pekat, mengunci pergerakan Putri Lin Zhu dalam adu kekuatan yang mematikan.

Jika di dalam tembok Istana Kekaisaran Naga Langit yang megah mereka bisa tampak begitu kompak bersatu demi menghina, merendahkan, dan mengucilkan Lin Jia serta Pangeran Lin Tian, maka di luar istana segalanya berubah total.

Topeng kekompakan itu runtuh, menyisakan ambisi besar di mana mereka saling memusuhi dan berusaha menjatuhkan satu sama lain dalam diam.

Namun tiba-tiba, udara di tempat itu berubah drastis. Detik itu juga, seluruh pergerakan mereka terhenti secara paksa. Tubuh mereka mendadak kaku, membatu di atas hamparan tanah berumput hijau yang kini terasa seperti menahan mereka.

Sensasi aneh menjalar cepat, dan tanpa bisa dicegah, pedang elemen yang sedari tadi berderit di tangan mereka secara bersamaan meredup lalu menghilang menjadi partikel cahaya.

Keadaan ini begitu mengerikan hingga untuk sekadar membuka mulut dan mengeluarkan suara saja, tenggorokan mereka terasa terkunci rapat.

Byurrrr!

Ledakan air yang dahsyat memecah keheningan. Mata keempat bangsawan itu membelalak seketika menyaksikan pemandangan di depan mereka.

Dari kedalaman perut sungai Yang He, sesosok makhluk raksasa melesat keluar. Seekor Hewan Roh Naga, diselimuti oleh pendaran cahaya murni yang begitu menyilaukan mata, kini telah bebas.

‘Hewan Roh Naga... sudah terbangun dari segel nya,’ gumam Putra Mahkota Lin Dui di dalam batinnya, menyuarakan keterkejutan yang teramat sangat lewat transmisi suara spiritualnya.

‘Ini... pasti kekuatan nya!’ jawab Putri Mahkota Lin Ju, membalas melalui batin dengan nada suara yang bergetar hebat menahan tekanan aura sang naga.

Pangeran Lin Zhang, yang meski tubuhnya terkunci namun pikirannya tetap berputar cepat, menyadari kekeliruan mereka melalui suara batin, ‘Sial, kita semua melupakan satu hal yang sangat penting... Naga Roh ini memiliki kekuatan elemen magnet!’

‘Lalu bagaimana cara kita melepaskan diri?!Tubuhku benar-benar mati rasa dan sama sekali tidak bisa digerakkan!’ potong Putri Lin Zhu dalam kepanikan batinnya yang mendalam.

Tubuh mereka berempat seolah-olah telah menyatu secara paksa dengan tanah tempat mereka berpijak akibat daya tarik magnet yang luar biasa kuat.

Sementara itu, Hewan Roh Naga itu melayang di udara, mengeluarkan geraman rendah yang menggetarkan tanah, murka karena tidur panjangnya terusik oleh hawa pertempuran yang penuh ambisi.

Namun, alih-alih langsung melancarkan serangan kepada keempat manusia di bawahnya, Naga Roh itu justru terdiam di udara.

Sepasang matanya yang besar perlahan terpejam, seolah-olah indranya yang tajam sedang merasakan atau mencari sesuatu yang jauh lebih penting di tempat lain.

Hingga akhirnya, Hewan Roh agung itu kembali membuka kelopak matanya yang memancarkan kilatan mistis.

Alih-alih menyerang keempat orang yang mengganggu wilayahnya, Hewan Roh Naga itu justru mengibas ekor raksasanya, terbang melesat membelah langit udara tepat di atas kepala mereka.

Begitu bayangan naga itu menjauh dan auranya memudar di cakrawala, barulah efek tekanan magnet itu sirna.

Tubuh mereka berempat seketika lemas dan kembali bisa digerakkan. Mereka langsung jatuh berlutut, meraup udara sebanyak-banyaknya ke dalam paru-paru mereka yang sempat sesak seolah hampir mati lemas.

"Naga itu... dia lolos dari cengkeraman kita," kata Pangeran Lin Zhang dengan suara terbata-bata, napasnya masih terengah-engah dan tangannya mengepal mencengkeram rerumputan.

Putra Mahkota Lin Dui perlahan bangkit berdiri. Ia menatap lurus ke arah perginya Naga Roh itu dengan wajah yang memerah padam, menahan amarah sekaligus ambisi yang membakar dadanya.

"Aku tidak peduli ke mana dia pergi. Aku yang akan menangkapnya... dan aku sendiri yang akan menaklukkan makhluk itu di bawah kakiku!" tegas Putra Mahkota Lin Dui penuh penekanan.

Tanpa memberikan aba-aba sedikit pun pada yang lain, ia segera melesat di udara. Tubuhnya melesat bak kilat, memanfaatkan manipulasi elemen Angin tingkat tinggi miliknya untuk membelah udara demi memburu Naga Roh itu.

Gerakan agresif itu langsung diikuti tanpa ragu oleh Putri Mahkota Lin Ju yang tidak ingin kehilangan kesempatan.

Melihat saingan mereka bergerak, Pangeran Lin Zhang dan Putri Lin Zhu tentu saja tidak mau kalah begitu saja. Dengan sisa tenaga yang ada, mereka segera memacu kultivasi mereka untuk mengejar.

Di dalam benak mereka hanya ada satu ambisi mutlak: mereka harus bisa mendapatkan Naga Roh itu terlebih dahulu. Ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan kepada seluruh Kekaisaran Naga Langit, bahwa mereka jauh lebih kuat daripada anak-anak dari sang permaisuri.

            **********************

Hewan Roh Naga itu bergerak bagai kilat perak, membawa tekanan aura yang begitu kuat hingga menekan gravitasi di sekitarnya.

Di sana, semua Hewan Roh tingkat tinggi seketika tiarap, menyembunyikan kepala mereka di balik semak-semak dan gemetar secara bersamaan dalam ketakutan yang mutlak.

Tidak ada satu pun yang berani bersuara, bahkan untuk sekadar melangkah atau bernapas.

Di jalur perburuan, keheningan itu pecah oleh kepanikan yang sunyi. Mata semua peserta perburuan seketika membelalak lebar saat sosok Hewan Roh raksasa dengan tubuh panjang berkilau melewati mereka, menyisakan embusan angin kencang yang merontokkan dedaunan pohon.

Bangsawan Song dengan cepat menutup mulutnya, mencoba menahan jeritan yang hampir lolos dari tenggorokannya. Tubuhnya gemetar hebat saat menatap langit-langit hutan.

"Itu... tidak mungkin... Benarkah itu Hewan Roh Naga?" gumam Bangsawan Song dengan suara yang terputus-putus, nyaris tak percaya dengan penglihatannya sendiri. "Tekanan emosi dan energinya... benar-benar berada di tingkat yang berbeda dari kita semua!"

Di belahan hutan yang lain, pemandangan tidak kalah kacau. Bangsawan Meng merasakan lututnya melemas hingga ia menjatuhkan tubuhnya begitu saja ke atas tanah yang lembap, kehilangan seluruh wibawa bangsawannya. Wajahnya pucat pasi seolah darah telah tersedot habis dari kepalanya.

"Siapa... yang telah membangunkan Naga Roh?" kata Bangsawan Meng dengan suara parau penuh ketakutan, jemarinya mencengkeram tanah dengan erat.

Tidak jauh dari sana, di bawah naungan pohon raksasa, Bangsawan Qi membeku bagai patung. Mata Bangsawan Qi membelalak sempurna, menatap lurus ke arah sisa-sisa kilatan energi naga yang perlahan memudar di cakrawala.

"Siapa yang telah mengusik nya?" gumam Bangsawan Qi dengan nada tajam yang dipenuhi kebingungan dan kecurigaan. "Pasti ada yang sengaja memancingnya keluari!"

Sementara itu, di tempat yang sangat berbeda, di posisi Lin Jia berdiri, di bawah bayang-bayang pohon. Di saat semua orang dilanda ketakutan, sebuah suara mekanis yang dingin dan monoton tiba-tiba menggema langsung di dalam kesadarannya.

Ting!

[Misi Ketujuh Aktif: Dapatkan kontrak jiwa dengan Hewan Roh Naga yang baru saja terbangun.]

Suara sistem itu bergema begitu nyaring, membuat mata Lin Jia seketika membelalak sempurna. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Belum sempat ia mencerna misi tersebut, suara sistem kembali melanjutkan pengumumannya.

[Hadiah Misi: Elemen terkuat; Magnet langsung diaktifkan secara permanen.]

Lin Jia seketika memejamkan matanya rapat-rapat.

Ia menarik napas dalam-dalam, merasakan dinginnya udara hutan, lalu menghela nafas panjang yang sarat akan beban sekaligus tekad yang bulat.

1
Manggar Manggar
👍👍👍
Rhea Kim
bagussss gessss
Syalari sholeh
dan jangan buarkan putra mahkota minum ramuan apapun wlw dr spppun
Rhea Kim
bener bangett... nih nenek emang kurang ajar....
Rhea Kim
nah tau kan kenapa kakaknya melarang menikah ama kaisar... ne pabak kaisar yg bunuh bapaknya keluarga xu... di dalangi nenek sihir keluarga Li ....🤣🤣 minta d sambut segalaaaa elaa berasa penguasa kekaisaran aja
Rhea Kim
lah bener... mari menyelesaikan misi.. dlu 🤣🤣 mantavvv nih jia
Rhea Kim
bagus tokoh utamanya mantavv gak gambang bocor kmna2 huhu 😭😭😭 semangattt aq suka
zen
⭐⭐⭐⭐⭐
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
Annisa Lupiyanah
semangat thor
evana gusani
baru mampir
Eni Iriyanti
suka cerita transmigrasi kek gini seru berpetualang
Storyginal Finger
semangat thir 😍👍
Mommy Ayu
waaaah.... sepertinya bakalan seru nih....
echa purin
👍
Lee Yaa
asiiikkkkkk😍
Atik Kiswati
ok di tgg....
>AY<
pas awal tabib muda, trs tabib tua, sekarang muda lagii
ارنوتي ار: tda busah protes, baca saja dan benarkan sendiri🤭
total 1 replies
>AY<
kenapa tidak di jadikan satu kamar saja thor
>AY<
harusnya putri saja gak sii, setauku klo putri mahkota itukan jodohnya putra mahkota
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!