Indonesia
NovelToon NovelToon
BLACK AND WHITE

BLACK AND WHITE

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Chicklit / Enemy to Lovers
Popularitas:407
Nilai: 5
Nama Author: Bubble🫧

Pout for Me, Little Mouse.

Keylana Reinhardt, Putri seorang raja perbankan lokal Jerman, diatur ke dalam pertunangan dengan Julian Donnersmarck -- Seorang Miliarder muda dari Berlin yang arogan, pragmatis dan bergaul dengan bebas.

Setelah disatukan, mereka tinggal bersama di Berlin, Kota kelahiran Julian. Tidak ada satu hari pun tanpa perdebatan. Julian tidak meninggalkan kebiasaan moral yang buruk sedangkan Keylana tak kalah nakal, memanggil Julian dengan nama depannya.

Ini tentang Rasionalitas yang terus dipertanyakan dan Perasaan yang dianggap tidak penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubble🫧, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemegahan Dan Kehidupan Pribadi Pemenang

Setelah acara memasak hidangan manis buatan mereka, Lana tertidur pulas di sofa ruang tamu.

Julian sedang melanjutkan pekerjaannya walau hari libur sementara dapur dibersihkan oleh tiga orang staf yang barusaja dipanggil satu jam lalu.

Dalam sekejap, dapur yang tadinya sangat kacau itu kembali menjadi ruang modern yang rapi dan mengkilap, Sisa pavlova yang mereka makan diletakkan di lemari pendingin kalau-kalau Lana ingin memakannya lagi nantinya.

Di lantai atas, Julian sibuk dengan laporan lingkungan kerja karyawan yang tidak sempat ia kelola saat berada di hari kerja.

Citra perusahaan selalu sangat baik karena keberhasilan Julian sendiri tapi reputasi pribadinya tidaklah baik karena ulahnya Juga.

Ia mendapat banyak kritik dan tuntutan untuk memperbaiki reputasi itu, Nyatanya tidak pernah ada rumor yang sampai mencuat ke publik tentang teman wanitanya.

Beberapa saat kemudian, Julian melangkah ke dalam Walk in closet untuk mengganti pakaiannya. Ia mengambil celana denim dan kaos putih polos dan Jaket zip kasual.

Ia juga mengambil kacamata hitam sebelum menyemprotkan parfum ke masing-masing nadinya.

Julian berjalan dengan langkah santai turun dari tangga melihat Lana yang masih tertidur tertutup selimut di sofa. Ia berhenti sejenak untuk menatapnya dari tempatnya sebelum memaksa dirinya memalingkan wajah dan berjalan ke arah pintu baja sky garage miliknya.

Pintu yang berat terbuka ke ruang koleksi mobil pribadi Julian. Deretan mobilnya terpampang di bawah cahaya lampu.

Salah satunya, Mercedes-Benz 300 SL Gullwing klasik atau SUV Lamborghini Urus berwarna abu-abu metalik.

Langkah kakinya bergema di lantai beton yang dipoles saat ia berjalan menuju kendaraan favoritnya, sebuah Porsche GT3 RS berwarna hitam yang elegan.

Mobil itu berkilauan di bawah lampu, Dia mengusap permukaan logam dingin pada kap mesin.

Mobil adalah salah satu pelariannya dari harapan-harapan yang membebani dirinya tanpa terlihat menyedihkan.

Dia sudah membayangkan deru mesin, sensasi berkendara di jalan terbuka.

Tapi sebelum itu, ia kembali mengeluarkan ponsel dari sakunya. Ibu jarinya bergerak cepat melintasi layar sampai dia menemukan kontak yang bernama 'Bianca'

"Bianca?" Katanya begitu telepon tersambung tanpa perkenalan.

"Aku membutuhkanmu di apartement biasanya satu jam lagi. Bawalah pakaian apa pun yang kamu kenakan terakhir kali. Bawa Adriana bersamamu."

Dia mendengarkan respon bersemangat Bianca di seberang sana sambil membuka pintu pengemudi, aroma kulit dan bensin memenuhi udara, Melangkah masuk.

"Tidak ada pertanyaan."

Jawab Julian setelah mendengar celotehan Bianca lalu mengakhiri panggilan tanpa berkata apa-apa lagi.

Dia ingat Lana sedang tidur di ruang tamu tapi ia segera mengalihkan pikirannya dari itu. Jari-jarinya mencari tuas persneling.

Ia memutar kunci kontak. Mesin Porsche itu meraung lembut saat Julian membawanya maju ke lift yang akan membawanya turun.

Di jalanan, Julian kembali memikirkan Lana. Bagaimanakah responnya saat Julian pergi menemui wanita lain.

Ia ingat pertengkaran mereka dua tahun lalu. Saat Lana sangat tidak menerima perlakuannya.

Saai itu Dia mengabaikan kekhawatirannya tentang sebuah acara amal yang seharusnya mereka hadiri bersamanya.

"Sejujurnya, Julian, apakah kamu selalu harus membuatku terlihat seperti orang bodoh di depan semua orang?"

Balasan Julian dingin, tegas dan penuh ejekan meremehkan.

"Jika kau tidak bisa menghormati jadwalku, lebih baik fokus saja pada studimu. Jangan mengganggu ku."

Sekarang, Lana tidak memerlukannya di acara sosial manapun, Bahkan tidak pernah mengumumkan bahwa dirinya memiliki tunangan atau sekedar pasangan.

Ia pergi kemanapun sendirian, bermain dan mencari kesibukannya sendiri tanpa melibatkan Julian sedikitpun. Tidak ada momen yang diciptakan, tidak ada panggilan kesayangan, tidak ada skinship.

Itu seharusnya sempurna seperti yang diinginkan Julian.

Dia ingat, wanita itu pernah melemparkan sebuah gelas karena kesal saat Dia dengan santai berkata bahwa dia akan mengajak wanita lain ke acara amal, alih-alih menemaninya dua tahun lalu.

"Kamu tidak masuk akal!" Teriaknya frustrasi.

Sekarang tidak ada keributan itu lagi, Keributan antara mereka hanya terjadi di satu musim pertama pertunangan mereka. Mungkin Lana lelah, atau tidak peduli lagi atau mungkin sudah menerima keadaan ini.

Apakah itu menyakiti Lana. Dia tidak pernah bicara dengan Julian secara mendalam. Sama sekali tidak pernah.

Porsche akhirnya masuk ke gedung apartemen Julian yang lain.

Di dalam apartemen itu, Julian berbaring di kursi malas tepi kolam sambil minum Scotch, esnya berdenting di gelas. Cahaya senja membuat warnanya berkilauan.

Interkom berbunyi tiga puluh menit kemudian, memberitahukan kedatangan Bianca dan Adriana.

Bianca adalah tipe model tinggi berkaki panjang dengan rambut pirang platinum yang ditata bergelombang halus.

Dia mengenakan kain berkilauan yang mengundang sementara Adriana si brunette memilih gaun hitam ketat dengan sepatu hak hitam.

"Julian," Bianca mendengkur, langsung melangkah masuk ke area kolam tanpa undangan.

"Kau tampak sedikit tegang, Julian."

Adriana meletakkan tasnya ke sofa panjang dan mendekat pada Julian.

"Kau mungkin butuh Pijatan?"

Kata-kata itu penuh dengan makna. Julian tetap bersandar, belum ingin bergerak sementara Bianca menemukan sampanye dingin, menuangkan dua gelas untuknya dan Adriana.

"Seseorang mengalami hari yang berat? Aku rasa tidak."

Bianca menjelaskan dengan lembut ia menyerahkan satu gelas pada Adriana sementara wanita itu menepuk-nepuk ruang di sampingnya.

Julian menyesap scotch nya lagi sambil memperhatikan pemandangan penampilan dua wanita itu dengan santai.

"Ceritakan sesuatu yang cukup menyenangkan, Sayang."

Dua wanita itu segera menceritakan hal yang menghibur dengan ceria, sudah terbiasa dengan berbagai suasana hati Julian.

Bianca yang bertemu dengan pria tua kaya raya yang menatapnya terlalu lama di sebuah acara pameran seni sampai istrinya murka di depan umum.

Adriana menceritakan kejadian di kantornya dimana salah satu manajer di perusahaannya bangkrut setelah melangkahkan kaki di kasino untuk pertama kalinya.

Waktu terus berlalu hingga Bianca naik untuk duduk di atas Julian yang berbaring sambil melepaskan gesper Julian perlahan.

"Sudah waktunya, bukan?"

Bianca menatap matanya, Julian dengan santai membiarkan wanita cantik itu menggodanya.

Adriana tidak kalah, Ia berada di belakang Julian berpartisipasi menyenangkannya. Cahaya sore menimbulkan warna yang cantik di masing-masih kulit mereka.

Dua wanita itu terus fokus sambil melihat setiap ekspesi di fitur tampan Julian yang biasanya disediakan khusus untuk negosiasi bisnis. Yang kini tetap terjaga pada pertemuan santai yang melibatkan wanitanya.

Jika dia beralasan melakukan ini karena tunangannya menolak keintiman fisik di luar pernikahan, itu salah.

Julian mungkin hanya menikmati kontrol dan kekuasaan ini, Hadiahnya sebagai Pemenang dalam pertarungan kekuasaan.

Membuat dirinya seperti seorang Raja dengan Keylana sebagai Ratunya.

Ia menganggap sumpah yang diucapkan di depan umum dan seluruh keluarga besar melalui perjodohan hanya dirancang untuk menjamin keberlangsungan garis keturunan generasi mendatang.

1
Jordin Yanti
semangat yha kakak othor ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!