Sebuah rumah yang menyimpan rahasia besar selama ratusan tahun kini mulai membuat penghuninya terganggu.
Tak hanya gangguan mistis, pemiliknya juga mulai sakit sakitan dan mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah yang dia tinggali itu.
Akankah pemilik rumah itu berhasil memecahkan misteri di dalam rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan maaf yang berhasil
Sekarang Jayden benar benar sudah berada di rumah Tama, dia datang bersama Jessica untuk membujuk Tisya lagi karena dia tahu Tisya akan di kirim ke Bandung, tempat di mana Jayden tinggal tapi Tisya tidak pernah tahu karena selama menikah dengan Tisya, Jayden tidak tinggal di Bandung, melainkan menyewa sebuah rumah di kota dekat kampung Curug.
"Saya ke sini untuk minta maaf" ungkap Jayden
"Kenapa kamu harus datang lagi setelah anak saya ikhlas menerima kamu ceraikan?" tanya Tama terlihat kesal
"Saya saat itu terlalu emosi setelah saya tahu kalau saya punya hubungan dengan keluarga Wihardja, masa lalu leluhur saya ternyata adalah mantan istri dari keluarga Wihardja makanya saya ingin tahu banyak tentang juragan Karta" jawab Jayden
Tama terkejut, dia juga baru mendengar tentang hal itu karena dia juga hanya tahu kalau Karta tidak punya darah Belanda dalam tubuhnya. Tapi ucapan Jayden mematahkan semua keyakinan Tama, apalagi setelah dia melihat lukisan Patricia dan Vincent yang di tunjukkan Jayden lewat handphone miliknya.
"Ini Vincent Wihardja, dan ini adalah nenek moyang saya, Patricia Varden, mereka katanya bercerai dan memilih hidup masing masing, dulu perkebunan Wihardja adalah milik mereka bersama, tapi setelah bercerai nenek moyang saya menyerahkan perkebunan itu pada Vincent Wihardja, sampai sebuah kenyataan pahit saya dengar juga dari beberapa orang tetua di keluarga saya, Vincent menikahi pembantunya sendiri dan menjual perkebunan itu pada orang lain hingga nenek moyang saya terpaksa kembali ke Belanda, bahkan setelah kejadian itu lahirlah keturunan Wihardja hingga saat ini hanya juragan Karta dan Hatta yang tersisa juga keturunan Hatta" ungkap Jayden berbohong sampai sampai membuat Tama juga Tisya Shok.
"Apa ini bisa di pertanggung jawabkan? kamu jangan berbohong, laki laki ini memang sangat mirip dengan Hatta dan Karta tapi tidak secara keseluruhan" ucap Tama yang melihat kemiripan antara Vincent dan Karta meskipun hanya dari bentuk rahang, mata juga bibir mereka.
"Ini lebih mirip Hannan pak, ingat Hannan dan Hisyam kan kembar tidak identik" ucap Tisya
"Hannan?" tanya Jayden
"Iya, anak pertama kak Hatta mas" jawab Tisya
"Kak Tisya... ikut kami pulang ya" bujuk Jessica
"Tapi Jessica...."
"Aku minta maaf, bahkan kalau perlu aku juga akan menikah lagi dengan kamu, bukankah kita masih bisa rujuk, aku mohon maafkan aku Tisya, aku sudah menyadari kesalahanku dan aku ingin memulai hidup baru lagi dengan kamu" bujuk Jayden.
Tisya tidak menjawab, dia hanya melirik ayahnya yang tidak mengangguk ataupun menggelengkan kepalanya, dia tahu Tama sudah malu di tanyai banyak warga dan itu membuat Tisya merasa kasihan. Jadi Tisya ingin memberikan satu kesempatan lagi untuk Jayden karena dia juga sudah menyayangi Jessica yang begitu baik padanya.
"Baiklah, Tisya akan memberikan mas Jayden satu kesempatan lagi" jawab Tisya membuat Jayden senang.
"Terima kasih, terima kasih Tisya, bapak, saya tidak akan mengecewakan kalian, kalau perlu saya akan pindah ke sini" ungkap Jayden memeluk Tisya.
Seringai tipis mulai muncul di bibirnya, dia sudah berhasil membujuk istrinya itu dengan mudah dan sekarang hanya tinggal menemui Karta, dia akan menemui Karta hari ini juga tentunya dengan bantuan Tama.
"Bapak harap kamu tidak akan membuat Tisya terluka lagi, bapak sakit melihat anak bapak kamu sakiti, meskipun kami ini hanya orang kampung, tapi kami juga punya perasaan, aku tidak kekurangan uang untuk membahagiakan anakku tapi aku tahu dia juga masih mencintai kamu, tolong jaga kepercayaan terakhir ku ini" ungkap Tama
"Pasti pak" jawab Jayden
"Kamu senang Jessica?" tanya Jayden dan Jessica mengangguk.
"Nak, kenapa Jessica tidak di operasi?" tanya Tama
"Mata Jessica pernah di operasi pak, tapi gagal dan ada yang mengatakan ini adalah karena guna guna" jawab Jayden
"Guna guna? Innalillahi pasti orang yang tidak menyukai kalian, kalian pergi ke Mbah Dimas saja, dia sakti" ucap Tama dan Tisya setuju.
"Mbah Dimas?" tanya Jessica
"Iya, dia dukun paling sakti di kampung ini" jawab Tama
Jayden penasaran, Dimas yang di ceritakan sosok putih itu memang katanya punya energi yang begitu kuat, di tambah Jayden juga ingin membuktikan apakah benar adiknya itu kena guna guna dan bisakah Dimas menghilangkan guna guna itu.
"Boleh pak, bawa saya ke sana, tapi sebelumnya saya ingin bertemu dengan juragan Karta, supaya juragan Karta tahu masa lalu leluhurnya" ucap Jayden
"Tapi untuk apa? masa lalu kan hanya masa lalu, kita juga tidak pernah tahu apa yang di sampaikan keluarga kamu itu benar atau tidak" ucap Tama
"Saya hanya ingin melihat rumah peninggalan nenek moyang saya saja pak, ingin melihat bagaimana nenek moyang saya dulu tinggal dan hidup di sana" jawab Jayden
"Bagaimana pak?" tanya Tisya
"Baiklah, bapak akan bersiap dulu, kamu bawa Jessica ke kamar tamu ya, biar Jessica tidur di sana dan nanti setelah pulang dari rumah Karta, kita akan ke rumah pak Bintang untuk menikahkan kalian lagi" jawab Tama membuat Jayden mengangguk senang.
"Ayo Jessica aku akan tuntun kamu, ini ruang keluarga rumah kami, jarak ruang tamu dari sini adalah dua puluh langkah, kamu bisa pegang dinding dan dari sini ke kamar kamu itu hanya berjarak sepuluh langkah" ajak Tisya menjelaskan tata letak semua ruangan di rumahnya, di mana saja ada lemari dan meja, letak kamar mandi dan dapur, semuanya di jelaskan dan Jayden bisa melihat ketulusan di mata Tisya.
Hatinya mulai bergetar dan terlihat binar cinta di matanya, tapi tiba tiba saja sebuah bisikan menyadarkan Jayden, itu adalah sosok putih yang mengatakan kalau mungkin Jayden akan kepanasan di rumah Karta dan rumah Dimas juga Bintang.
"Aku tidak peduli, bagiku tujuanku tercapai itu sudah cukup" jawab Jayden
Sosok itu kembali pergi ke arah lahan perkebunan Karta, dia merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuh Jayden yang dulu di penuhi kebencian, ada perasaan cinta dan itu bisa di rasakan sosok putih itu.
"Itu tidak boleh terjadi, sebelum nyonya meneer bebas, Jayden tidak boleh tahu kebenaran tentang kutukan itu, aku harus mencegahnya tapi keberadaan Jessica di sini akan memudahkan bebasnya nyonya meneer, Jessica harus aku bawa ke dinding portal itu supaya bisa membebaskan nyonya meneer" batin sosok itu melesat pergi.
"Jessica kamu kenapa?" tanya Tisya
"Tidak tahu, rasanya seperti ada sesuatu yang sedang mengancam ku" jawabnya tapi tetap tersenyum karena senang Tisya bisa bersama kakaknya lagi.
ma'af thor mau nanya itu nyonya meneer sudah berdiri sejak taun berapa🤭🤭🤭