Indonesia
NovelToon NovelToon
The Mafia’S Possession

The Mafia’S Possession

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Roman-Angst Mafia / Cinta setelah menikah
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Jauhi suami saya!"

Teriakan melengking di sebuah kafe elit Manhattan itu meremukkan dunia Pearl Glow Hurt dalam sekejap.

Pria bertutur kata lembut yang dicintainya ternyata seorang penipu beristri. Demi menyelamatkan harga diri dari skandal yang memalu, Glow nekat membual bahwa kekasih aslinya bernama "Lean"—dan bersumpah akan mengelilingi New York untuk menemukan serta menikahi pria bernama Lean demi memvalidasi kebohongannya.

Pencarian impulsif itu membawa Glow ke sebuah bengkel kusam di Queens, memutuskannya berhadapan dengan Lean—seorang mekanik bersikap dingin yang mengintimidasi dan mengaku sebagai kanibal. Glow menganggap sosoknya hanyalah rakyat jelata bersikap sok misterius.
Namun, Glow tidak menyadari bahwa pria itu adalah Orion Leander Ashford, putra penguasa takhta kegelapan New York yang menjalankan bisnis senjata rahasia.
Ketika takdir bertabrakan di antara intrik dan bahaya, permainan nama Lean mendadak berubah menjadi pusaran cinta dan bahaya yang mengancam nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#21

Aroma lavender dari lilin aromaterapi menyeruak lembut di dalam kamar utama water villa. Pendar lampu tidur bertemperatur hangat membiaskan pendar keemasan di atas ranjang king-size bernuansa putih bersih. Hembusan angin malam dari arah teras privat meniup tirai tipis transparan, menciptakan bayangan samar yang menari-nari di dinding suite mewah tersebut.

Glow melangkah keluar dari dalam kamar mandi dengan napas masih sedikit terengah-engah. Gaun malam satin marun yang tadi dikenakannya kini telah berganti dengan piyama sutra dua potong berwarna hijau zamrud.

Celana panjangnya jatuh longgar hingga menutupi mata kaki, sementara atasan berlengan panjangnya terkancing rapat hingga ke pangkal leher—sebuah pertahanan diri serba tertutup yang ia siapkan secara matang untuk menghadapi ancaman pria di luar sana.

Namun, begitu jemari cantiknya memutar gagang pintu kamar mandi untuk memastikannya terkunci dari dalam—rencana awal untuk berlindung di sana—bunyi klik sumbang justru terdengar.

Gagang pintu itu macet. Sistem kunci elektronik yang melengkapinya berkedip merah dua kali sebelum mati total.

"Sialan!" umpat Glow berbisik histeris. Ia menggoyang-goyangkan gagang pintu itu dengan panik, tetapi mekanisme penguncinya benar-benar tidak merespons. "Sistem kunci otomatisnya rusak?! Bagaimana bisa resort lima bintang menyewakan kamar dengan kunci rusak seperti ini?!"

Glow memutar tubuhnya dengan patah-patah, matanya membelalak penuh kewaspadaan.

Di atas ranjang, Orion Leander Ashford sedang bersandar santai pada headboard berbalut kulit mahal. Pria itu telah menanggalkan kemeja hitamnya, menyisakan kaus kaus polos abu-abu tipis yang mencetak jelas lekuk otot dada dan perutnya yang keras.

Sebuah buku bersampul kulit tua berada di tangan kirinya, sementara jemari kanan Lean dengan begitu tenang memutar-mutar sebuah kunci manual berbahan kuningan di udara.

Pendar mata biru Lean berkilat penuh kemenangan di bawah remang lampu tidur.

"Mencari ini, Pearl?" tanya Lean rendah, menghentikan putaran kunci kuningan itu di antara ibu jari dan telunjuknya. "Teknisi resort baru saja menyerahkannya padaku sepuluh menit lalu saat kau sedang asyik mengomeli pintumu dari dalam. Sistem kunci elektronik di seluruh vila ini sedang mengalami pemeliharaan jaringan malam ini."

Glow menyipitkan matanya tajam, melangkah mendekati tepi ranjang dengan dada naik-turun menahan amarah yang membakar gengsinya.

"Serahkan kunci itu, Lean!" tuntut Glow seraya mengulurkan tangannya yang mungil. "Aku yang akan mengunci pintu kamar mandi itu dari dalam dan tidur di sana!"

Lean terkekeh pelan—suara berat yang sangat mengintimidasi sekaligus menggoda. Ia menutup bukunya dengan sekali kibasan, menyimpannya di atas meja nakas, lalu perlahan memperbaiki posisinya hingga kini duduk tegak di tepi ranjang.

"Memberikan kunci ini padamu berarti membiarkan istriku tidur di dalam bathtub yang dingin?" sahut Lean dengan nada pura-pura prihatin yang teramat menyebalkan. "Aku ini suami yang bertanggung jawab, Pearl. Aku tidak akan membiarkan wanitaku menderita."

"Suami bertanggung jawab kepala gundulmu!" semprot Glow pedas tanpa saringan. "Kau itu pria mesum berkulit tebal yang dari tadi sore otaknya cuma berisi pikiran kanibal dan mesum! Jangan berpura-pura menjadi malaikat pelindung!"

Lean tidak marah sedikit pun atas makian tajam itu. Pria penguasa dunia hitam yang biasanya sanggup mencabut nyawa musuhnya hanya dengan satu jentikan jari itu justru mengulas senyum sinis yang teramat tampan. Ia melempar kunci kuningan itu ke atas nakas di sampingnya, lalu menepuk permukaan kasur empuk di sebelahnya.

"Kemari," perintah Lean singkat namun mutlak. "Atau kau mau berdiri di sana sepanjang malam seperti patung porselen?"

Glow melipat kedua tangannya di dada, bertahan di tempatnya dengan dagu terangkat angkuh. "Aku lebih baik berdiri sampai pingsan daripada harus satu kasur lagi dengan monster sepertimu!"

"Oh ya?" Lean menyipitkan mata. Tanpa memberi tanda peringatan sedikit pun, tubuh tegap pria itu bergerak cepat bagaikan cheetah yang menyergap mangsanya.

SRRAK!

"AAAKHH!" jerit Glow histeris begitu tangan kekar Lean menyambar pinggang mulusnya dengan presisi mematikan.

Dalam hitungan detik, kesadaran Glow dipaksa berputar. Tubuh mungilnya diangkat dengan sangat mudah, lalu dihempaskan perlahan ke atas kasur empuk. Sebelum Glow sempat berguling untuk melarikan diri, Lean sudah lebih dulu merangkak naik, mengurung tubuh Glow di bawah naungan tubuh tegapnya.

Kedua tangan Lean terkunci rapat di sisi kepala Glow, menahan pergerakan gadis itu sepenuhnya. Aroma kayu cendana, tembakau mahal, dan kesegaran sabun maskulin dari tubuh Lean seketika menginvasi seluruh indra penciuman Glow, membuat napas gadis itu tertahan di tenggorokan.

"Lean! Lepaskan aku, Pria Sialan!" pekik Glow dengan raut wajah memerah padam. Kedua tangannya mendorong dada bidang Lean dengan sekuat tenaga, namun otot-otot keras di balik kaus abu-abu pria itu sama sekali tidak bergeser satu milimeter pun. "Kau mau mati, Hah?!"

Lean menundukkan kepalanya, mengikis jarak di antara mereka hingga hembusan napas hangatnya yang beraroma wine menyapu permukaan kulit leher dan pipi Glow yang membara.

"Kau yang bilang pada dunia bahwa aku ini hebat di ranjang, Pearl," bisik Lean sangat rendah, suaranya kini berubah begitu berat dan sarat akan dominasi berbahaya. "Lalu kenapa sekarang kau gemetar seperti kelinci kecil yang ketakutan saat aku berada di atasmu?"

Glow meneguk ludahnya dengan susah payah. Mulut tajamnya yang biasanya sanggup membalas setiap makian mendadak terkunci akibat jarak mereka yang terlalu intim. Binar mata biru Lean di atasnya terasa begitu pekat, seolah siap menelan Glow bulat-bulat tanpa sisa.

"Aku... aku tidak ketakutan!" desis Glow dengan sisa-sisa gengsinya, menatap lurus ke dalam mata Lean meski dadanya bergemuruh hebat. "Aku cuma jijik melihat wajah mesummu dari jarak sedekat ini!"

Lean terkekeh rendah, sebuah tawa seksi yang menggetarkan dada tegapnya yang menempel pada dada Glow. Jemari tangan kanan Lean yang kasar dan berurat perlahan terangkat, mengusap helai rambut cokelat di dekat telinga Glow, lalu turun menyelusuri garis rahangnya yang halus.

Sentuhan itu terasa dingin sekaligus membakar kulit Glow, memicu gelombang aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

"Mulutmu ini benar-benar tidak pernah mau mengalah, ya?" gumam Lean seraya membelai bibir bawah Glow dengan ibu jarinya yang berkepalan—bekas pegangan senjata api bertahun-tahun. "Selalu penuh dengan makian pedas. Padahal jantungmu di dalam sana sedang berdetak seperti genderang perang."

Glow membelalakkan mata, mencoba mengalihkan pandangannya ke samping. "Itu karena aku marah! Bukan karena hal lain!"

"Bagus kalau marah," bisik Lean, mendadak menundukkan kepalanya lebih dalam hingga bibirnya hampir menyentuh daun telinga Glow. "Karena jika kau marah, napasmu akan tertahan... dan lehermu akan terlihat makin menggiurkan untuk digigit."

GUK!

Glow tersentak hebat saat merasakan sapuan lembut bibir Lean di sepanjang garis lehernya, diikuti dengusan napas hangat yang membuat seluruh tubuhnya meremang seketika.

"LEAN! KAU BENAR-BENAR KANIBAL GILA!" jerit Glow histeris seraya mengangkat kakinya dan menendang tulang kering Lean di bawah selimut.

DUK!

Lean meringis pelan, namun bukannya menjauh, pria itu justru terkekeh geli dan langsung menarik selimut tebal bernuansa putih itu melingkupi tubuh mereka berdua sepenuhnya, menutup pandangan dari pendar lampu kamar.

"Aduh! Lean! Jangan tutup selimutnya! Panas!" protes Glow yang kini bergulat hebat di dalam gulungan selimut tebal bersama Lean.

"Diam, Pearl," sahut Lean seraya mengunci kedua kaki Glow dengan kakinya yang panjang dan kekar, mengurung tubuh mungil itu rapat-rapat dalam pelukannya di bawah selimut. "Kau sudah membuatku menahan diri seharian ini. Sekarang tidurlah sebelum aku benar-benar mewujudkan bualanmu di tadi pagi."

"Lepaskan aku, Pria Mesum! Kau menindih kakiku!"

"Tidur, atau kugigit bibir tajammu itu sampai berdarah?" ancam Lean rendah, mengencangkan dekapan tangannya di pinggang Glow hingga gadis itu benar-benar menempel pada dada bidangnya.

Glow membeku di dalam dekapan erat itu. Ia bisa merasakan detak jantung Lean yang bersemayam di balik dada kerasnya—begitu stabil, kuat, dan anehnya membawa rasa aman yang tidak masuk akal di tengah ancaman gila pria itu.

Dengan napas tersengal dan muka membara hebat di kegelapan bawah selimut, Glow akhirnya menyerah. Ia mengepalkan tangan kecilnya dan memukul pelan dada Lean satu kali lagi.

"Kau benar-benar monster, Orion Leander Ashford," bisik Glow pasrah dengan nada penuh kekesalan yang tertahan.

"Dan kau adalah mangsaku, Pearl Glow Hurt," balas Lean pelan, menyandarkan dagunya di atas kepala Glow sebelum keheningan malam akhirnya membungkus pertarungan liar mereka berdua.

1
Astrid Kucrit
gek sat set pria kanibal 🤣🤣
Astrid Kucrit: wkwkwkwowk 😂😂
total 2 replies
Astrid Kucrit
geli nggak glow 🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahah 🤣
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan khawatir glow,suamimu sangat mencintaimu
Astrid Kucrit
seru nihh
Astrid Kucrit
hajar le 😂😂
Astrid Kucrit
siap2 pisah kamar 😂
Rosdianah 🌷: wkwkkw🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
makin dag dig dug bacanya...keren Thor /Good/
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hu... semangat 2 kk Thor 💪💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii ma'aciww 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
di hajar kamu glow 🤣🤣
Astrid Kucrit
selamat berbuka puasa 🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
gpp up dikit kk..yg penting tetap semangat 💪 berkarya 🤗🤗
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Bu Dewi
hari ini gak update tah kak..? bolak balik liat tapi belum ada update an/Smile//Smile//Smile/
pdhl penasaran ama kelanjutannya😍😍😍
Rosdianah 🌷: huhu author minta maaf ya kak 🙏🏻 author sedikit sibuk dunia nyata hari ini. besok up banyak 🫠
total 1 replies
Nita Nita
pada hal gampang buat glow tau siapa lean 😎
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤭
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
kayak Mr and Mrs Smith Thor😜😜😜
Rosdianah 🌷: ow iya kak, wkwk🤭
total 3 replies
Bu Dewi
update lagi dunkz kak😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Nita Nita
Glow bkn bisa nembak ya
safaana
cerita othor emang gak pernah gagal meskipun ada sedikit typo tapi ke tutup sama jln ceritanya semangat Thor semoga sehat selalu
Rosdianah 🌷: Ma'aciww banget kak🫶
total 1 replies
safaana
aku penasaran itu Leon Ama kakaknya di banting kemana Thor,,gak ada jejak
Rosdianah 🌷: nanti di bab selanjutnya kak 🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat 2 up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
keren bgt🤗🤗orion...
Rosdianah 🌷: anak siapa itu🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!