Indonesia
NovelToon NovelToon
Love Story

Love Story

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:59.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anita Lailajuliant

Kisah dua orang gadis remaja yang terjebak dalam kasus cinta lokasi. Sebuah cinta yang mengakibatkan kegagalan.

Adinda dan Amelia yang sama-sama terjebak, tetapi memiliki akhir kisah yang berbeda.

Ingin tahu kelanjutan kisahnya? yuk simak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Lailajuliant, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Oh, Jovan

"Jovan…," gumam Amelia dengan nada suara berat, "ada apa?"

"Sssttt… jangan bicara dulu," bisik Jovan di telinga Amelia, "kamu cuma kram, saat kami angkat dari air kamu sudah pingsan,"

"Oh." Amelia menatap wajah Jovan dengan lembut, wajah mereka hanya berjarak kurang lebih tiga inchi dan Amelia melihat bibir seksi Jovan sungguh menggoda.

"Kamu menyelamatkan aku?" tanyanya kemudian.

"Hmmm," sahut Jovan mengangguk, "memang tugasku dan Kharisma pasti akan membunuhku kalau sampai terjadi sesuatu denganmu, apa sekarang telah merasa lebih baik?"

"Kayaknya begitu," sahut Amelia.

Gadis ini merasa hampir pingsan lagi, kali ini karena tenggelam dalam kebahagiaan bersama Jovan.

"Ya, aku nggak apa-apa, terimakasih Jo,"

"Kalau begitu…" belum sempat Jovan meneruskan ucapannya.

'Jangan pergi Jo! Temani aku!' batin Amelia ingin sekali ia membisikkan nya.

"Sebaiknya kamu pulang biar bisa berbaring," ujar Jovan kemudian membantu Amelia berdiri.

Dengan sikap lembut Jovan menyelimuti tubuh Amelia dengan handuknya kemudian meminta teman gadisnya untuk mengambilkan pakaian Amelia di koper.

"Aku tunggu di luar, oke!" ucap Jovan ketika temannya telah memberikan pakaian itu kepadanya lalu menyerahkan kembali kepada Amelia.

"Oke!" jawab Amelia, "terimakasih," lanjutnya kepada teman gadis Jovan seraya berjalan mengikuti gadis itu dari belakang,"

"Aku sudah baikan kok!" ingin ia berteriak ketika Jovan hendak membuka pintu, tetapi suaranya masih lemah.

Amelia merasa momen itu cukup memalukan, bagaimana bisa ia tenggelam di depan cowok idaman, tetapi setidaknya Jovan telah memberikan perhatian khusus hari ini secara pribadi.

>>>>>>>>>

"Sekarang aku mau pulang, tapi kamu harus berbaring dan istirahat total," ujar Jovan memperingatkan Amelia sesudah sampai di asrama Kharisma.

"Istirahat saja malam ini, pestanya pasti bikin kamu tambah pusing," lanjutnya.

'Apa? jovan sudah gila?' pikir Amelia.

Tentu saja ia tidak ingin ketinggalan pesta, bahkan bila kedua kakinya patah sekalipun, Amelia akan tetap memaksakan diri menyeberangi kampus demi Jovan.

"Aku nggak apa-apa kok, sungguh, malam ini pasti sembuh. Bisa temani aku sebentar Jo? Rasanya masih payah, tahu kan…,"

"Maunya sih gitu, tapi aku sudah terlanjur janji dengan teman-teman," sahut Jovan lalu menuju pintu, "istirahat ya,"

Kemudian Jovan memutar handle pintu, tiba-tiba saja pintu terbuka dan ia hampir terjungkal ketika melihat Kharisma masuk dengan kedua matanya yang berbinar.

"Hai! Kalian toh! Maaf Jovan, habis aku seneng banget sih," ucap Kharisma.

"Hai, Kharisma," sahut Amelia dengan datar saja.

Kemudian ia berbalik untuk berbaring di tempat tidur milik teman sekamar Kharisma. Ia merasa kakaknya selalu muncul pada saat yang salah.

"Kharisma, gimana papernya? Nanti bisa ikut pesta?" tanya Jovan dengan penuh perhatian.

"Kejutan!" pekik Kharisma sambil mengayunkan kertas di tangannya, "beres semua, jangan tanya isinya kayak apa, pokoknya masa bodoh yang penting aku ikut pesta tanpa beban,"

Amelia terbelalak ketika mendengar ucapan Kharisma, ia mengalihkan pandangan dari tembok pada kakaknya, "Kabar buruk," gumamya hampir tak terdengar.

"Hei! Asyik! Hebat kamu Kharisma!" pekik Jovan bersemangat, Kharisma menganggukkan kepalanya dan kedua matanya bersinar ketika beradu pandang dengan Jovan.

Amelia segera sadar dengan insiden itu dan mulai merasa curiga kalau mereka saling mencintai, Jovan tersadar lalu berkata," Aku pergi dulu, mau bantuin persiapan pesta. Sampai jumpa Amelia, jangan lupa pesanku! Kharisma, adikmu dapat musibah kecil di kolam renang, dia harus istirahat."

"Ada apa?" tanya Kharisma kaget.

"Nggak apa-apa kok Kak, Jovan jadi penyelamat ku." Amelia mengedipkan sebelah mata pada Jovan.

"Sampai jumpa nanti malam," ujar Jovan dengan cepat dengan melambaikan tangannya kemudian pergi.

'Kalau seandainya saja Kharisma nggak keburu datang, Jovan pasti nggak cepat-cepat pulang,' gerutu Amelia dalam hati, 'kami belum pernah benar-benar berduaan.'

"Amelia, kamu benar-benar nggak apa-apa?" tanya Kharisma dengan penuh kekhawatiran.

"Jangan cerewet!" Suara Amelia terdengar lebih tinggi.

Namun, Kharisma tidak mempedulikan hal itu, ia justru lebih memilih untuk menyuarakan papernya yang benar-benar telah membuat dirinya bekerja sekeras mungkin.

"Lihat ini!" seru Kharisma seperti baru saja menemukan fosil berharga, "sudah selesai, sempurna tanpa kesalahan cetak, catatan kaki, canggih…nggak nyangka bisa selesai cepat,"

Kharisma meletakkan papernya di tepat ditengah-tengah meja, kemudian ia melompat kegirangan seraya menggosok-gosokkan kedua tangannya.

"Asyik! Sekarang tinggal bersihin kamar lalu siap-siap kepesta!" teriaknya lagi.

Disusunnya buku-buku di atas meja menjadi tiga tumpukan berbeda, konyol! Membosankan dan super membosankan," pikir Amelia seraya memperhatikan tingkah kakaknya.

Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka dan tampaklah Adinda tengah memasuki kamar itu dengan langkah lunglai, matanya menerawang jauh tetapi ia tetap memaksakan diri untuk tersenyum kepada Amelia sambil membuka jasnya perlahan.

"Hei, Adinda, sudah pulang?" sapa Kharisma seraya membersihkan debu meja dengan kertas tisu.

"Oh, hei, ngapain kamu bersih-bersih?" Adinda tersentak lalu mengalihkan pandangannya ke arah kakak sepupunya.

"He-eh," gumam Kharisma tanpa menjawab pertanyaan Adinda.

"Mau dibantu?" tawar Adinda.

"Nggak usah, makasih," jawab Kharisma dengan riang, "aku memang suka bersih-bersih kalau tugasku sudah selesai, paperku sudah beres, sekarang yang aku pikirin mau pakai baju apa ke pesta sigma nanti malam?" Kharisma menghentikan aksinya dan menatap Adinda seolah meminta pendapat.

"Selamat, deh." Hanya iyi yang dapat di ucapkan oleh Adinda, karena ia memang tidak begitu mengerti perihal baju-baju pesta.

"Sebenarnya aku juga ingin bantu," kata Amelia dengan lemah, "tapi aku agak gemetaran setelah hampir tenggelam tadi,"

"Apa?" seru Adinda kaget melebihi terkejutnya Kharisma, "gimana ceritanya? Tapi, kamu nggak apa-apa kan?"

"Sudah baikan kok, tadi cuma kram, tapi sempat pingsan dan Jovan menolongku," jawab Amelia dengan menarik napas berat, tetapi jauh didalam hatinya ia merasa senang, setidaknya ia bisa pamer di depan Kharisma.

Amelia menepuk-nepuk bantal kemudian merebahkan dirinya, sebenarnya ia masih merasa sakit pada beberapa bagian tubuhnya, tetapi iq tidak ingin mengatakan nya kepada Adinda ataupun Kharisma, karena mereka pasti akan menyuruhnya untuk tidur semalaman.

"Istirahat saja, Amelia. Matilah aku kalau sampai Ayah dan Ibu tahu," Kharisma tersenyum meledek Amelia yang masih bersikap kekanak-kanakan baginya.

Kharisma menggantungkan beberapa stel pakaian ke dalam lemari, ia memang lebih suka berbenah dan Amelia tidak ingin membantu. Toh, dia yang suka, kenapa harus dibantu? Selalu itu yang menjadi alasan baginya.

"Sepertinya beban berat ku sudah hilang," ucap Kharisma kepada Adinda yang telah duduk di sofa sambil mengunyah permen karet.

"Bagus dong, aku juga lagi senang nih," balas Adinda.

"Mudah-mudahan kamu bisa datang ke pesta," gumam Kharisma, " biar tambah meriah, masa iya kamu sibuk dengan tugasmu sementara kami bersenang-senang sih,"

Mendengar ucapan kakaknya gigi Amelia menggeretak, apa Kharisma tidak bisa tutup mulut? Ia sudah bosan mendengar kata-kata itu, dan ia sendiri tidak mengharapkan kehadiran kedua saudaranya di pesta itu.

1
Xiao Churan . ☆★ 200/200
good
Alvaro
vood
Ariel
istimewa
Kianza
luar biasa
Wenny
congrats
Zainal
good
Aseggaf
semangatnya luar biasa
Kamelia
bagus
Xeona
sangat menarik
Achmarul
istimewa
Vira
hebat
Indriani
sip
Kurniawan
hebat
Bernard
sukses selalu kak
Lu Yunzi
keren
Jeynad
unyu
Leandra
I love you
Edgard
aku suka
Pinokio
siip
Liana
menarik thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!