Indonesia
NovelToon NovelToon
ALYANA

ALYANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Romansa / Pihak Ketiga
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: Azalea Aldebaran

Kehancuran, kehilangan, dan siksaan sudah menjadi makanan keseharian alya.

alyana keysa. Putri sulung dari seorang pengusaha kaya raya yang bernama kevano daneswara. Namun itu semua tak menutupi sifat asli seorang KEVANO terhadap putri nya yang sangat ia benci selama ini

"Alya cuma pengen disayang sama papa.. Emang sesulit itu ya buat papa bisa sayang sama alya."

"SAYA BUKAN AYAH KAMU!!" Bukan pelukan yang alya dapat melainkan sebuah teriakan cukup keras yang keluar dari bibir laki - laki yang ada didepannya.

"Kalo bukan papa terus siapa?" Alya menangis, dadanya teramat sesak mendengar perkataan yang baru saja dilontarkan kevano. Padahal selama ini juga tak sedikit ia mendengar cacian dari kevano tapi ntah kenapa inilah yang paling menyakitkan.

Kisah hidup dari alyana Keysa.

CERITA INI UNTUK DIBACA BUKAN DITULIS ULANG!!

PLAGIAT MENJAUH

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Aldebaran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sesuatu?

Malam itu ditengah ramainya orang tengah berlalu lalang dipinggiran ibu kota. Mereka berdua menghabiskan waktu mereka bersama. Tanpa memikirkan beban dan jarak yang tadinya ada disekitar mereka, jarak yang tadinya membentang disekitar mereka kini sirna digantikan oleh canda tawa yang mereka lontarkan masing - masing

"Na, aku boleh ajak kamu ke suatu tempat?" Tanya kaisar memandang alya yang tengah memakan martabak rasa coklat yang ada ditangannya. Kedua alis alya menyatu.

"Kemana, kalo aku boleh tau" Tanya alya diikuti nada penasaran disetiap katanya.

"Kemana aja deh kalo sama kamu na" Kaisar menumpukan wajahnya pada tangan diatas meja. Wajah alya dibuat merah setelah mendengar penuturan alya. "Apaansih, jangan gombal. Jangan - jangan kamu buaya, ya" Kaisar mendelik tak terima mendengarkan ucapan alya.

"Mana ada kayak gitu" Kaisar mencebikkan bibirnya, merasa kesal.

"Mang dadang!! Martabaknya udah" Kaisar berteriak menggelegar sehingga membuat orang lain yang disekitarnya dapat mendengar suara kaisar yang tengah berteriak.

"Aduh kaisar, nggak usah teriak atuh. Mang dadang kan nggak budek" Mang dadang menatap kaisar dengan jengah, bibirnya menipis menahan rasa dongkol yang menyelimuti hatinya.

"Salahin alya mang" Kaisar memalingkan wajahnya, sedangkan alya menatap wajah kang dadang dengan raut wajah bingung. Ayolah, kenapa jadi dirinya yang disalahkan disini.

"Udah neng, emang kaisar kayak gitu orangnya. Lagian kenapa neng alya bisa pacaran sama kaisar, kalo mang sih mending cari yang lain aja atuh" Alya tertawa mendengar gurauan mang dadang.

"Terserah kalian mau ngomong apaan. Ini jadinya berapa mang" Kaisar mengambil dompetnya yang berada didalam tas

"Tiga puluh ribu aja, spesial buat kamu" Mang dadang tersenyum.

"Apa sih mang, senyum - senyum. Godain alya ya. Nggak bisa!! Dia punya saya" Kaisar menghalangi tubuh alya dengan tangannya.

"Nggak boleh lihat. Bukan hak nya" Kaisar menutup tubuh alya guna menghalangi akses mang dadang untuk melihat gadis cantik yang menjadi kekasih pelanggan setianya.

"Ealah kaisar, mang dadang juga nggak tertarik buat nikung kamu" Mang dadang berbalik, mulai mengerjakan pekerjaannya kembali.

...****...

Seusai acara makan martabak berdua. Kaisar berniat membawa alya ke sebuah tempat yang sebelumnya ia janjikan pada alya.

"Kita sekarang mau kemana." Tanya alya, udara malam disekitar mereka terasa dingin menusuk kulit. Alya menggeliat, mencoba mencari kehangatan. Katakanlah dirinya bodoh, seharusnya ia terbiasa membawa jaket kemana pun ia pergi. Kini dirinya merutuki kebodohannya itu.

Tangan alya terulur memeluk tubuh kaisar. Tangan seputih susu itu ia lingkarkan pada pinggang kaisar, mencoba mencari kehangatan.

"Sa, mending pulang aja deh." Alya menggigil dibelakang tubuh kaisar. Oh ayolah, apakah kaisar tak merasakan udara yang dingin ini.

"Bentar ya na, bentar lagi kita sampai" Kaisar tersenyum lebar melihat tempat yang ia tuju dari kejauhan. Matanya berbinar.

Dengan kecepatan penuh dirinya menuju tempat tersebut. Hingga sebuah lahan parkir yang luas menyambut mereka berdua, lampu serta taman mini yang ada disana terlihat memukau jika dipandang berlama - lama.

"Ini—" Kaisar diam. Dirinya masih tak berniat menjelaskan sesuatu tentang tempat dimana mereka berada saat ini.

"Na, coba kamu lihat belakang" Alya dengan cepat membalikkan tubuhnya menghadap kebelakang. Sebuah gedung megah menjulang tinggi didepannya.

"Ya ampun sa. Ini gedung apa, terus ini gedung juga punya siapa coba. Jangan gitu ih, nanti yang punya marah loh kalo kita sembarangan kesini" Papar alya panjang lebar. Kaisar hanya ber 'oh' ria mendengar penjelasan alya, selang beberapa detik dirinya tertawa.

"Yaelah na, nggak usah takut gitu. Ini tuh gedung apartemen tau." Kaisar menggandeng tangan alya, berjalan masuk kedalam gedung mewah itu.

"Tapi, emang bisa apartemen se'sunyi ini?" Alya bergidik ngeri melihat sekelilingnya yang terlihat sunyi bagai tak ada siapapun yang tinggal disini.

"Malam ini, gedung ini, waktu ini. Ini semua milik kita berdua, hanya milik kita" Alya menatap kaisar tak percaya. "Jangan main - main!!" Alya memandang kesal kaisar.

"Hei, lihat aku na. Apa aku keliatan lagi bercanda tentang hal ini?" Alya memicingkan matanya, menatap dalam obsidian kaisar.Mencoba mencari setitik kebohongan didalam sana

Tapi entah kenapa dirinya tak menemukan kebohongan tersebut. Alya menghela nafas panjang. Apalagi ini, pikir alya.

"Terus tujuan kamu bawa aku ketempat ini apa" Kaisar kembali menautkan tangan mereka. Tak ingin genggaman tangan mereka terlepas sebentar saja. Kaisar hanya tersenyum menanggapi pertanyaan alya.

"Kaisar!! Jawab dulu" Alya menghentakkan kakinya kesal. Kaisar menuntunnya menuju lift.

"Kalo aku nggak mau jawab gimana" Tanya kaisar seraya mendekatkan wajahnya beberapa inci ke wajah alya. Jantung alya mulai berdetak dua kali lebih cepat, ternyata berada disamping kaisar membuat jantungnya menjadi tak sehat.

"Kalo nggak mau jawab, minimal harus kasih aku clue. Yang jelas!!" Alya menekakan kata terakhirnya.

"Sesuatu" Sudahlah, alya rasa percuma saja dirinya meminta suatu petunjuk pada kaisar

1
deronnn
Bagus kak,.. tapi kapan up lagi? Dah lama nggak up
Kim yeon: hallo ka!!
sebelumnya saya berterimakasih karena kaka mau membaca karya saya. untuk update mungkin dalam waktu dekat ini blm bisa tapi terus pantengin ya ka siapa tau nanti ada notif update
total 1 replies
yongmin
Pedes amat tuh lambe
yongmin
Urusan sama si lampir kali
yongmin
Lope² ga tuh/Sob//Sob/
Syifaa
alyana meninggal aku ikut sedih jangan lupa mampir ya kak🥹🙏🏻🙏🏻
Kim yeon: okeeyy ka
total 1 replies
bella
semangat thoor
Kim yeon: sipp, makasii ka udah mampir
total 1 replies
yongmin
keren kak
Kim yeon: makasi ka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!